Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
Supernatural
Quote:


Mungkin agan di sini pernah baca cerita ane yang berjudul pancasona? Kali ini ane akan melanjutkan kisah itu di sini. Yang suka cerita genre fantasi, kasus pembunuhan berantai, gengster werewolf, vampire dan sejenisnya. Silakan mampir. emoticon-Betty

Supernatural

Quote:


INDEKS
Part 1 abimanyu maheswara
Part 2 abimanyu
Part 3 kalla
Part 4 siapa kalla
Part 5 seorang gadis
part 6 Ellea
part 7 taman
Part 8 kamar ellea
Part 9 pagi bersama ellea
Part 10 rencana
Part 11 tentang kalla
part 12 rumah elang
Part 13 kembali aktivitas
part 14 emosi elang
part 15 janin kalla
part 16 elang
Part 17 vin
Part 18 kantor
Part 19 kemunculan kalla
part 20 pulau titik nol kehidupan
part 21 desa terkutuk
Part 22 wira
Part 23 teman lama
Part 24 patung wira
part 25 teror di rumah John
part 26 tato
part 27 simbol aldebaro
part 28 buku
part 29 kantor kalla
part 30 batu saphire
part 31 Lian dan Ayu
part 32 kakak beradik yang kompak
part 33 penyusup
part 34 kalah jumlah
part 35 lorong rahasia
Part 36 masuk lorong
part 37 cairan aneh
part 38 rahasia kalandra
part 39 Nayaka adalah Kalandra
Part 40 kemampuan nayaka
Part 41 Arkie
Part 42 Arkie (2)
Part 43 peperangan
Part 44 berakhir
Part 45 desa abi
part 46 nabila
part 47 cafe abi
Part 48 Maya
part 49 riki kembali, risna terancam
part 50 iblis bertubuh manusia
part 51 bertemu eliza
part 52 Feliz
Part 53 Bisma
Part 54 ke mana bisma
part 55 rahasia mayat
part 56 bisma kabur
part 57 pertemuan tak terduga
part 58 penyelidikan
part 59 tabir rahasia
part 60 kebakaran
part 61 Bajra
part 62 pengorbanan Bajra
part 63 the best team
part 64 masa lalu
part 65 perang dimulai
part 66 kisah baru
part 67 bertemu vin
part 68 san paz
part 69 cafe KOV
part 70 demigod
part 71 california
part 72 Allea dan Ellea
part 73 rumah ellea
part 74 alan cha
part 75 latin kings
part 76 kediaman faizal
part 77 kematian faizal.
part 78 permainan
part 79 ellea cemburu
part 80 rumah
part 81 keributan
part 82 racun
part 83 mayat
part 84 rencana
part 85 kampung....
Part 86 kematian adi
part 87 tiga sekawan
part 88 zikal
part 89 duri dalam daging
part 90 kerja sama
part 91 Abraham alexi Bonar
part 92 terusir
part 93 penemuan mayat
part 94 dongeng manusia serigala
part 95 hewan atau manusia
part 96 Rendra adalah werewolf
part 97 Beta
part 98 melamar
part 99 pencarian lycanoid
part 100 siapa sebenarnya anda
part 101 terungkap kebenaran
part 102 kisah yang panjang
part 103 buku mantra
part 104 sebuah simbol
part 105 kaki tangan
part 106 pertikaian
part 107 bertemu elizabet
part 108 orang asing
part 109 mantra eksorsisme
part 110 Vin bersikap aneh
part 111 Samael
part 112 Linda sang paranormal
part 113 reinkarnasi
part 114 Nayla
part 115 Archangel
part 116 Flashback vin kesurupan
part 117 ritual
part 118 darah suci
part 119 Lasha
part 120 Amon
part 121 masa lalu arya
part 122 sekte sesat
part 123 sekte
part 124 bu rahayu
part 125 dhampire
part 126 penculikan
part 127 pengakuan rian.
part 128 azazil
part 129 ungkapan perasaan
part 130 perjalanan pertama
part 131 desa angukuni
part 132 Galiyan
part 133 hilang
part 134 Hans dan Jean
part 135 lintah Vlad
part 136 rahasia homestay
part 137 rumah kutukan
part 138 patung aneh
part 139 pulau insula mortem
part 140 mercusuar
part 141 kastil archanum
part 142 blue hole
part 143 jerogumo
part 144 timbuktu
part 145 gerbang gaib
part 146 hutan rougarau
part 147 bertemu azazil
part 148 SMU Mortus
part 149 Wendigo
part 150 danau misterius
part 151 jiwa yang hilang
part 152 serangan di rumah
part 153 misteri di sekolah
part 154 rumah rayi
part 155 makhluk lain di sekolah
part 156 Djin
part 157 menjemput jiwa
part 158 abitra
part 159 kepergian faza
part 160 Sabrina
part 161 puncak emosi
part 162 ilmu hitam
part 163 pertandingan basket
part 164 mariaban
part 165 Dagon
part 166 bantuan

INDEKS LANJUT DI SINI INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 16-05-2023 21:45
indrag057Avatar border
bejo.gathelAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
13.8K
222
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#141
136 Rahasia Homestay
Hans dan Abimanyu mundur dan berjaga jaga. Menunggu sampai lintah tersebut keluar dari tubuh inang lamanya dan pasti akan mencari inang baru. Jean mengambil sebuah tombak yang awalnya dijadikan hiasan dinding. Ia menggenggamnya kuat kuat dan berusaha fokus pada pria di depannya. Arya mendekat ke Jean. Keduanya sama sama terus memperhatikannya. Hans dan Abimanyu berdiri lebih dekat ke pria itu. Mereka sudah siap akan menyerang jika sampai lintah tersebut keluar dari tubuhnya.

Tiba tiba pria itu menggeliat. Tubuhnya bergetar dengan mata yang melotot dan hanya menampilkan warna putih saja. Mulutnya seperti tercekat, dari dalam tenggorokannya seperti ada sesuatu yang hendak keluar. Hal ini membuat mereka berempat makin waspada. Mulutnya menganga lebar, ada sesuatu dari dalam mulutnya yang memaksa keluar. Benda itu makin lama makin terlihat jelas. Makhluk itu makin lama mulai menunjukkan dirinya, kepalanya mirip ular, bentuknya sebesar mulut orang dewasa. Dia mulai keluar dari mulut inangnya.

"Arya, rasanya kita harus membawa perempuan itu jauh dari rumah ini," cetus Jean sambil melihat ke pintu bagian bawah kamar tempat wanita tadi disembunyikan.

"Kenapa? Bukannya dia aman di sana, Jean?"

"Enggak! Tubuhnya nggak punya tulang belakang, jadi dia pasti bisa menyelinap dari lubang sekecil apa pun. Dan dia bisa mencium bau inang barunya," jelas Jean. Arya yang mendengar informasi tersebut lalu segera berlari ke arah kamar tadi.

"Arya, masuk!" jerit Jean. Abi dan Hans mulai menginjak dan memukul makhluk kecil yang sudah berhasil keluar dari tubuh inangnya. mereka kesulitan menangkap dan membunuh lintah tersebut. Karena bentuknya yang kecil dan gerakannya yang lincah membuat mereka harus terus berusaha hingga makhluk itu mati. Arya masih di dalam kamar, ia mengintip sebentar di lubang kunci. Sadar kalau posisinya tidak aman, ia mencari kain dan menyumpal lubang bawah pintu. Ia lalu mengambil sebuah pemukul kasti yang ada di sudut kamar. Suara jeritan dari luar, membuat Arya penasaran, tapi ia harus tetap di dalam untuk menjaga wanita ini.

***

Nayla terbangun dari tidurnya. Tenggorokannya terasa sangat kering, sehingga ia memutuskan untuk ke dapur untuk mengambil segelas air minum. Namun saat ia sudah keluar dari kamar, ia malah terkejut karena tidak melihat dua pria yang ia sayangi selama ini. Arya dan Abimanyu. "Ke mana mereka?" tanya Nayla sambil menggumam. Ia tengak tengok dan melihat kondisi rumah yang sunyi, dan masih gelap. Nayla merasa aneh dengan keadaan ini.

Angin berhembus menerpa anak rambutnya. Dingin, hingga membuat Nayla terpaksa harus memeluk lengannya sendiri karena rasa dingin yang mulai terasa. Tengkuknya mulai terasa merinding. Dan saat ia menoleh ke jendela yang ada di ruang tamu, Nayla melihat seorang wanita yang berdiri di sana. "Ellea?!" pekiknya heran.

Ellea yang sedang berdiri di jendela hanya menatap ke arah danau itu. Tatapannya kosong. Saat Nayla sudah berdiri di samping Ellea, wanita dengan piyama tidur bergambar doraemon itu seolah tidak merasakan keberadaannya."Ell?" panggil Nayla lagi sambil menyentuh bahu wanita tersebut.

Sontak Ellea seperti tersadar dari tidur panjangnya. Dia menoleh ke Nayla dan kebingungan. "Loh, kok aku di sini?" tanyanya pada Nayla yang masih menatapnya intens.

"Harusnya aku yang tanya, Ell. Kamu ngapain di sini? Kamu mimpi atau tidur berjalan?" tanya Nayla heran.

"Aku, aku nggak tau," jelas Ellea sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya sudah, kita balik ke kamar saja yuk," ajak Nayla. Ellea mengangguk, namun saat ia hendak mengikuti Nayla kembali ke kamar, Ellea melihat hal aneh di danau.

"Nay, itu apa!" tunjuk Ella ke arah danau di depan mereka.

Di luar jendela, tampak ada seseorang yang keluar dari dalam danau. Tubuhnya basah kuyup dengan kondisi yang sudah berlumut bahkan berlendir. Tidak hanya satu tapi ada beberapa. Mereka naik dari danau dan berjalan gontai menuju semua penginapan di tempat itu.

"Mengerikan!"

"Mereka, ke sini?!" Kedua wanita itu lantas mundur dari jendela. Terus mengamati orang orang yang baru saja keluar dari danau tadi. Ada dua orang yang menuju ke penginapan mereka. Wajah mereka terlihat sangat kacau. Kulitnya putih pucat.

"Astaga! Mereka bener bener ke sini!" jerit Ellea. "Biyuu!" jeritnya dengan suara lantang.

"Abi sama Arya nggak ada di rumah!" kata Nayla. Ia lantas segera mengunci pintu dan jendela. Orang tadi, mendekat ke jendela, menatap kedua wanita yang sedang ketakutan di dalam rumah.

"Om Gio! Om Wira!" jeritan Ellea terus menggema. Sementara Nayla hanya diam, sambil terus memperhatikan dua orang yang ada di luar sana.

"Mereka ... Tunggu, Ell! Dia itu korban yang kemarin terseret di danau!" pekik Nayla sambil mengingat beberapa hal.

"Yang bener? Kok kamu tau?!" tanya Ellea dengan wajah ketakutan.

"Iya. Ibunya kasih tau fotonya kemarin! Itu dia! Beneran!" ujar Nayla antusias.

Ellea terus menjerit memanggil seluruh penghuni penginapan ini. Sementara Nayla, mencari alat yang bisa ia gunakan untuk melawan mereka. Nayla juga memeriksa tiap jendela dan pintu. Hingga saat ia melihat jendela yang ada di samping rumah, dirinya melihat ada Jean yang sedang ada di rumah sebelah. Tentu Nayla sangat terkejut.

"Loh itu Jean di sana! Dia ngapain?!" jerit Nayla menunjuk Jean yang sedang melambaikan tangannya ke arah mereka. Ellea yang tidak percaya lantas pergi ke kamar Jean dan Hans. Dan benar saja kalau tidak hanya Arya dan Abimanyu saja yang tidak ada di rumah tetapi juga Hans dan Jean.

"Sepertinya mereka berempat ada di rumah itu. Tapi sedang apa?!" tanya Ellea cemas.

"Apa pun yang mereka lakukan, aku yakin ada sangkut pautnya dengan orang orang danau itu, Ell."

Gio yang mendengar kegaduhan itu, lantas keluar dari kamarnya. Diikuti Wira yang sama sama terganggu oleh jeritan dua wanita itu.

"Ada apa ini?" tanya Gio kebingungan. "Wow. Wow!" pekiknya saat melihat pria pria yang baru bangkit dari danau tadi. Mereka terus memukul mukul jendela dan menginginkan masuk ke dalam.

"Mereka tiba tiba keluar dari danau. Nggak cuma dua, tapi puluhan orang!" jelas Ellea.

"Loh Abi dan Arya ke mana?"

Nayla menoleh ke jendela dan menyibak korden di sampingnya. "Mereka di sana!"

"Jean ngapain di sana?" tanya Gio ikut melihat dari kaca jendela rumah mereka. Belum sempat mendapat jawaban apa pun, tiba tiba kaca di samping Jean di pecahkan. Jean menjerit karena para manusia yang keluar dari kolam kini mulai merangsek masuk ke dalam rumah. Gio dan Wira tidak bisa berbuat apa apa, karena mereka sendiri memiliki musuh yang nyata.

Pintu sedang berusaha didobrak dari luar. Wira dan Gio mencari alat untuk menyerang dan bertahan diri dari serangan mereka. Ellea dan Nayla juga mencari cara untuk menahan kedua orang tersebut.

Ellea berlari ke salah satu pria tadi, lalu menendang tubuh dan mengapit lehernya dengan kakinya. Mereka jatuh bersamaan, namun Ellea mampu bertahan dan berada di atas tubuh itu. Ia sekuat tenaga menahan orang itu yang sudah terkunci di bawahnya. "Tali!" jerit Ellea. Nayla yang sempat melongo lantas mengambil tali yang ia lihat di dapur, dekat perkakas pertukangan.

Wira yang sedang menangani orang satunya tidak bisa berbuat banyak, ia bahkan terlihat kewalahan. Gio ikut membantunya. "Gio! Bantuin!" jerit Nayla. Kedua wanita itu berencana mengikat pria danau ke sebuah tiang yang ada di tengah rumah. Nayla menyumpal mulut orang itu yang terlihat berbahaya bagi dirinya. Karena sejak ia masuk, rasanya dia mirip orang kelaparan dan hendak menggigit semua orang yang ia temui.

Mereka akhirnya berhasil mengikat satu orang tadi, lalu giliran orang satunya. Dengan susah payah mereka berhasil mengikat satu orang lainnya di tangga kecil yang hanya digunakan untuk hiasan saja. Karena seluruh rumah di penginapan ini hanya ada satu lantai. Mereka bingung melihat dua orang yang menyelinap ke rumah mereka, tapi bersikap mirip mayat hidup. Mereka bagai tidak memiliki akal dan yang ada, hanya rasa ingin menyerang dan menggigit siapa saja yang mereka temui.

"Mereka ini apa?" tanya Gio menatap dua manusia aneh yang sudah mereka tangkap dan ikat kencang.

"Sepertinya semua penginapan ini di serang. Aku tadi melihat beberapa orang keluar dari danau, yah, seperti mereka ini. "

"Apa tidak sebaiknya kita cek semua orang?"

"Kalian nggak apa apa?" tanya Arya yang sudah kembali ke rumah dengan Abimanyu.

"Hampir saja. Hey, kalian ke mana sih?" tanya Gio sebal.

"Di sebelah, ada kejadian aneh. Lintah Vlad. Jean dan Hans yakin kalau orang orang ini terkena lintas itu," jelas Arya serius, menatap mereka satu persatu. "Kamu nggak apa apa sayang?" tanyanya ke Nayla. Nayla mengangguk, "kalian?" tanyanya balik sambil menatap Arya dan putra mereka, Abimanyu.

"Kami baik baik saja, Bu. Kita harus mengumpulkan orang orang ini. Dan mengeluarkan lintah Vlad dari dalam tubuh mereka. Kalau nggak, mereka akan mengacaukan kota."

"Wow, zombie. Sangat mirip, ya," cetus Gio.

Wira hanya diam sambil terlihat sedang berfikir sesuatu. Akhirnya setelah berdiskusi, mereka semua berpencar dan mencari semua orang orang yang baru saja bangkit dari danau itu.

Mereka membagi menjadi tiga team. Mereka juga membawa senjata yang memang diperlukan. Mobil Hans juga memiliki perlengkapan senjata yang cukup untuk mereka. Yang pasti, orang orang yang baru saja bangkit dari danau, harus dibunuh. Karena mereka sebenarnya sudah mati. Dan kini mereka bangkit lagi karena pengaruh lintah Vlad tersebut.

Satu persatu rumah di datangi oleh mereka. Menyeret keluar mayat hidup berlendir dan basah tersebut. Mereka lantas mengumpulkannya di luar, setelah dibunuh tentunya. Mayat mereka dikumpulkan dan nantinya akan dibakar. Hanya dengan begitu pengaruh lintah tersebut hilang.

Tetapi jika manusia yang dihinggapi lintah tersebut sebelumnya masih hidup, maka mereka harus mengeluarkan lintah itu terlebih dahulu. Biasanya lintah tersebut akan keluar dari tubuh inangnya yang masih hidup dengan cara memanaskan tubuh inangnya. Hans dan Jean telah melakukannya dan berhasil. Saat mereka menghadapi pria di samping penginapan mereka tadi. Hans membakar sofa di dekat pria tersebut dan tak lama lintah itu keluar dari tubuh inangnya. Yah, penginapan kini menjadi kacau karena kejadian ini.


Beberapa orang yang masih selamat, panik, dan ketakutan. Namun telah berhasil ditenangkan oleh Nayla dan Ellea. Mereka juga melaporkan kejadian ini kepada pemilik home stay. Suasana riuh membuat seluruh penghuni home stay keluar. Karena setiap rumah juga didatangi oleh para manusia danau tersebut. Beruntung mereka selamat, hanya terkena luka luka kecil saja. Dan tentu perasaan tertekan dan trauma psikis akan di alami mereka semua.

Kobaran api membara di sekitar danau. Semua mayat sudah dibakar tanpa tersisa lagi. Beberapa orang kembali ke dalam rumah, sebagian lagi menonton pembakaran massal mayat dari dekat danau. Polisi dan pemilik home stay sudah datang karena telah dihubungi sebelumnya. Pak Erik dimintai keterangan terkait banyaknya mayat yang berasal dari danau miliknya tersebut.

Setelah diusut sudah banyak kejadian orang hilang sejak home stay ini di bangun. Dan ternyata mereka tenggelam di danau tanpa alasan jelas. Bahkan Pak Erik saja tidak tau menahu tentang hilangnya orang orang tersebut. Dan dipastikan dia memang berkata jujur. Tetapi selama masa penyelidikan Erik akan ditahan di kantor polisi terdekat guna kepentingan penyelidikan.

Wira berdiri di tepi danau, menatap ke air tenang yang telah menjadi tempat paling misterius malam ini. Lintah Vlad adalah salah satu makhluk yang mematikan dan anehnya yang membuat Wira penasaran, dari mana datangnya lintah tersebut. Karena tidak mungkin makhluk itu tiba tiba berada di danau tersebut. Mengingat danau ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

"Kenapa?" tanya Jean yang kini sudah berdiri di samping malaikat yang telah kehilangan karunianya tersebut. Pria itu yang masih berstatus malaikat langit, kini lebih mirip pria yang sedang patah hati. Ia sering terlihat murung dan menyendiri.

"Aneh," kata Wira tanpa melepaskan pandangannya pada danau di depan mereka.

"Apanya?" tanya Jean dengan menampilkan kerutan di dahinya.

"Aku yakin ada yang nggak beres sama danau ini. Kamu merasa nggak , Jean?"

"Hm, sepertinya memang begitu. Lintah Vlad ini nggak mungkin datang sendiri ke tempat ini. Pasti ada orang yang sengaja taruh di sini. Tapi Erik tadi rasanya bener bener nggak tau, Ra. Sejauh yang aku lihat dia jujur," jelas Jean.

"Kita harus selidiki, Jean. Takutnya mereka masih ada di sana," tunjuk Wira ke arah danau dengan dagunya.

Garis polisi memang sudah dipasang di sepanjang danau. Besok semua pengunjung diharuskan meninggalkan penginapan, dan untuk sementara penginapan ini ditutup. Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi. Mereka akhirnya benar benar tidak istirahat semalaman. Niat hati ingin tidur dan bersantai semalam, ternyata malah menghadapi kasus yang menguras tenaga.

Hans mulai beraksi bersama Gio. Mereka berdua mencari tau tentang sejarah danau dan home stay yang mereka tempati sekarang. Mereka kembali menempati salah satu rumah penginapan untuk menyelidiki kasus ini. Hans dan Jean memang memiliki organisasi khusus yang resmi milik pemerintah, dan organisasi ini memang khusus menyelesaikan permasalahan supranatural yang tidak bisa dijelaskan oleh akal dan semua kasus kasus aneh yang bukan ranah polisi biasa.

Semua pengunjung sudah mulai meninggalkan tempat ini saat matahari sudah mulai naik ke permukaan, bahkan sebagian dari mereka justru bergegas pergi sebelum matahari muncul. Rasa takut dan cemas yang mereka rasakan atas kejadian semalam membuat mereka ingin segera angkat kaki dari penginapan ini. Dan dapat dipastikan kalau penginapan ini akan ditutup. Citra buruk yang melekat akan menjadikan tempat ini tidak lagi memiliki harga jual, seindah apa pun pemandangan yang ditawarkan.

"Lihat ini," tunjuk Gio ke laptop yang ada di hadapannya. Semua orang kini mendekat dan melihat apa yang ditemukan oleh Gio. Kemampuannya memang sangat dibutuhkan dalam kelompok ini. Dan Hans juga salah satu orang yang memiliki bakat seperti Gio.

"Apa itu?" tanya Wira.

"Di sini dijelaskan sebelum penginapan di sini di bangun, danau ini aman aman saja. Bahkan banyak orang yang memakainya untuk keperluan memancing dan anak anak yang mandi di sini juga nggak ada yang mengalami hal buruk. Tapi ... setelah penginapan di sini di bangun, 5 bulan setelahnya, ada satu kabar orang hilang," jelas Gio.

"Dan, ternyata Erik itu bukan pemilik tunggal. Dia bersama saudaranya membangun tempat ini. Tiga bulan setelah penginapan ini dibangun, nggak ada pengunjung sama sekali. Tapi setelah bulan keempat, penginapan ini menjadi ramai pengunjung, dan akhirnya berkembang pesat."

"Terus?"

"Yah, seperti yang Gio bilang, pada bulan ke lima, ada satu orang yang hilang di danau. Polisi mencari ke penjuru danau, tapi mayatnya tidak ditemukan. Kasus ini ditutup tanpa kejelasan."

"Siapa saudara Pak Erik?" tanya Abimanyu.

"Namanya Trian. Tapi ... dia hilang. Nggak ada data apa pun di sini."

"kalau begitu kita harus tanya Pak Erik tentang saudaranya itu."

Hans dan Jean beranjak. Mereka akan menyelidiki ke kantor polisi dan bertanya pada Erik tentang apa yang terjadi pada saudaranya itu. Sementara itu, yang lain menunggu di penginapan. Suasana di home stay sudah sunyi. Garis polisi melintang di sepanjang danau dan sekeliling penginapan. Bahkan di sekitar hutan yang dekat dengan tempat tersebut.

Matahari sudah naik hingga terasa di atas kepala. Beberapa petugas polisi ada yang berjaga di sekitar. Tidak ada yang bisa tidur dengan keadaan ini. Walau semalaman mereka tidak bisa tidur nyenyak, dan misalkan ada yang sempat tidur pun itu hanya sebentar saja.

Wira, Arya, dan Abimanyu berjalan jalan di sekitar danau. Mereka merasa memeriksa danau merupakan salah satu cara yang jitu, untuk mencari tau apa yang terjadi di dalam genangan air tersebut. Wira jongkok sambil terus menatap ke dalam air. Arya berdiri tak jauh dari Wira, sementara Abimanyu mengamati sekitar danau.

Blup! Terdengar suara gelembung dari tengah danau. Hal ini menarik perhatian mereka bertiga. Ketiganya bahkan saling pandang dengan tatapan bingung. "Apa itu?"

"Ikan, mungkin?"

"Atau ... orang, lagi?"

"Maksudmu masih ada mayat hidup yang tertinggal, begitu?"

"Mungkin saja, kan?"

"Hey, apa ada alat menyelam?" tanya Abimanyu sambil menatap kedua pria di depannya. Mereka akhirnya memikirkan hal yang sama seperti apa yang ada di pikiran Abimanyu.

Untuk mendapatkan peralatan menyelam bukan hal yang sulit. Ada sebuah gudang penyimpanan barang barang yang memang ada di salah satu penginapan yang memang diperuntukkan untuk pemilik tempat ini. Dan beberapa barang yang penting di simpan di rumah ini.

Ketiga pria itu masuk ke dalam danau. Nayla dan Ellea yang melihat hal itu dari rumah, langsung bergegas menyusul mereka. "Ini apa apaan sih? Pada ngapain ke sana?!" tanya Nayla, cemas. Seorang petugas polisi yang berada di sekitar danau, memang disuruh menunggu di sana. Arya memintanya berjaga jaga, kalau kalau mereka bertiga tidak juga muncul ke permukaan.

"Kita tunggu aja, Nay," kata Ellea sambil mengajak Nayla duduk di sebuah batu besar yang ada di dekat danau. Kedua wanita itu menunggu dengan harap harap cemas. Bagaimana pun juga tidak ada yang tau apa yang ada di dalam danau itu. Karena bisa saja, lintah lintah itu masih ada di dalam sana. Dan itu akan sangat berbahaya bagi ketiga pria itu.

Keadaan di dalam air tidak begitu baik, karena air yang ada di danau, makin lama makin keruh saat mereka makin dalam menyelam. Oksigen yang ada di punggung mereka rasanya cukup untuk menyelam beberapa menit. Mereka terus menyusuri semua bagian danau. Berpencar untuk mempercepat pencarian. Padahal mereka bahkan tidak tau apa yang sedang mereka cari di bawah sini. Lampu senter yang ada di dahi mereka mulai dinyalakan, saat keadaan di bawah makin dalam dan gelap.

Sampai akhirnya mereka menemukan sebuah kotak besar. Bahkan sangat besar. Karena penasaran mereka berusaha membuka kotak tersebut. Tetapi kotak besar itu terkunci. Wira mengisyaratkan teman temannya untuk naik lagi ke atas. Mereka semua sepakat naik, namun saat hendak berenang kembali ke atas, sesuatu membeli kaki Arya. Arya kesulitan berenang, dan berusaha melepaskan diri dari belitan itu. Abimanyu yang melihat ayahnya kesulitan lantas berusaha menolong. Dia berenang mendekat ke kaki Arya. Sesuatu ada di kaki Arya, mirip rumput, tapi anehnya sangat kuat mengikat kaki Arya. Abimanyu menatap ke ayahnya dan Wira, kembali melambaikan tangannya, pertanda ikatan tersebut tidak bisa dilepaskan dengan tangan kosong. Wira menyuruh Abi menahan diri, karena dia akan kembali ke atas dan membawa alat untuk memotongnya.

Kedua pria itu menunggu di bawah, dan Abi masih berusaha melepaskan ikatan itu walau ternyata makin erat membelit kaki Arya. Tiba tiba Abi merasakan bayangan aneh yang melintas. Abi mencoba menoleh dan mencari bayangan apa yang ia rasakan tadi. Arya yang tidak memperhatikan, malah kebingungan dengan sikap Abi sekarang. Ia bertanya pada putranya namun Abi hanya menggeleng. Arya kembali menatap ke atas, menunggu Wira yang tak kunjung datang, karena makin lama perasaannya makin tidak enak.

Wira yang sudah berada di atas, lantas segera diberondong dengan banyak pertanyaan dari kedua wanita yang menunggu mereka sejak tadi. "Gimana? Mana yang lain?" tanya Naya mencemaskan putra dan kekasihnya.

"Kaki Arya terbelit sesuatu, susah banget dilepasin, aku butuh gunting. Bisa tolong ambilin?" tanya Wira, menatap Ellea. Ellea mengangguk dan segera berlari ke dalam untuk mencari alat yang diminta Wira.

"Ra, Arya nggak apa apa, kan? Abi?" tanya Nayla cemas.

"Mereka nggak apa apa kok. Tenang aja," jelas Wira.
itkgid
bejo.gathel
regmekujo
regmekujo dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.