Kaskus

Entertainment

  • Beranda
  • ...
  • Gosip Nyok!
  • Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!

masnukhoAvatar border
TS
masnukho 
Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!
Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!
Bukan tanpa penyebab, ini dia alasan kenapa anak-anak menganggap bahwa bullying itu hal yang normal


Aksi bullying, risak, atau penindasan merupakan bentuk-bentuk penindasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau lebih dimana mereka merasa lebih kuat dan berkuasa terhadap orang lain sehingga bisa menyakiti dan melukai baik itu fisik maupun perasaan.

Perilaku tidak terpuji ini dilakukan oleh banyak orang dari berbagai kalangan usia, bahkan mulai dari usia anak-anak sampai orang dewasa yang kedewasaannya tidak sesuai dengan usianya.

Membahas tentang aksi bullying, sejauh ini telah banyak korban yang mengalami penderitaan karena mendapatkan perlakuan tidak baik dari lingkungan sekitarnya. Bahkan ada beberapa korban aksi bullying yang sampai akhirnya mereka nekat bunuh diri karena lelah mendapatkan perlakuan jahat dari orang lain.

Maraknya aksi bullying di tengah masyarakat ini pun perlu untuk dijadikan sebagai perhatian khusus bagi semua orang. Pasalnya saat ini diketahui banyak anak-anak kecil yang menganggap bahwa aksi bullying itu normal untuk dilakukan.

Apa yang menyebabkan anak-anak saat ini menormalisasikan aksi bullying?
Berikut ini beberapa alasannya.


Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!


1. Lingkungan Keluarga

Orang tua, kakak, paman, atau bibi yang tidak bisa menjaga ucapan dan sikap juga bisa menjadi alasan kenapa seorang anak menganggap bahwa aksi bullying itu normal untuk dilakukan.

Saat orang tua, kakak, bibi, paman, atau lingkungan keluarga lain menunjukkan aksi bullying kepada orang lain atau membully anak-anak mereka sendiri dengan perkataan yang tidak baik, maka akan anak mengadopsi segala bentuk sikap dan ucapan tersebut untuk kemudian ditiru dengan korban adalah teman-teman sekolah atau teman sepermainannya.

2. Terbawa Lingkungan dan Pergaulan

Saat seorang anak telah memiliki teman dan mereka salah memilih lingkungan pergaulan yang mungkin suka membully atau menyakiti orang lain, itu juga dapat menjadi alasan kenapa seorang anak memiliki mental pembully dan menormalisasi aksi bullying.

Apa lagi saat seorang anak tergabung ke dalam komunitas yang salah, sudah dapat dipastikan bukan hanya muncul mental pembully melainkan juga akan timbul penyakit-penyakit mental lain yang sulit diubah saat sudah terlalu dalam diikuti.

3. Tontonan

Di era modern seperti sekarang tontonan juga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan mental anak-anak GanSis.

Tontonan-tontonan yang tidak mendidik akan menjadikan seorang anak menjadi bermental tidak baik bahkan mereka juga akan mudah mencontoh perilaku buruk yang ada didalam tontonan yang mereka lihat seperti penganiayaan, penindasan, pelecehan seksual, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!


Berikut tadi GanSis beberapa alasan kenapa anak-anak dapat menormalisasi aksi bullying.

Setelah melihat beberapa penyebab tersebut tentu kita dapat mulai mengubah kebiasaan GanSis. Tidak mudah membully atau mengata-ngatai anak sendiri dengan perkataan yang tidak baik merupakan salah satu cara mencegah agar anak-anak dari Agan Sista tidak menjadi anak yang suka membully orang lain.

Seringkali memang masih banyak orang tua yang belum sadar bahwa cara mereka mendidik anak itu salah. Sampai akhirnya anak-anak mereka mencontoh didikan tidak baik tersebut dari orang tuanya sendiri.


Tahu Penyebab Kenapa Anak-anak Anggap Bullying Itu Normal? Ternyata Ini Alasannya!


Penulis:@masnukho©2023
Narasi: Ulasan pribadi
Sumber gambar
1, 2, 3, 4
MemoryExpressAvatar border
fathroniAvatar border
betiatinaAvatar border
betiatina dan 6 lainnya memberi reputasi
7
2.3K
99
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Gosip Nyok!
Gosip Nyok!
KASKUS Official
38.2KThread37.2KAnggota
Tampilkan semua post
thedandiessAvatar border
thedandiess
#6
Bullying adalah bentuk agresi yang disengaja dan berulang yang dapat merugikan seseorang secara fisik atau emosional. Sayangnya, banyak orang yang terlibat dalam perilaku ini, terlepas dari usia mereka, dan dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik korban. Salah satu tren yang memprihatinkan adalah banyak anak memandang bullying sebagai perilaku normal. Ada beberapa alasan mengapa hal ini dapat terjadi.

Pertama, lingkungan keluarga anak dapat memainkan peran penting dalam membentuk perilaku mereka. Jika orang tua, saudara kandung, atau anggota keluarga lainnya terlibat dalam perilaku intimidasi, seperti membuat komentar yang menyakitkan atau menggoda orang lain, anak-anak dapat mengadopsi perilaku dan sikap yang sama terhadap teman sebayanya.

Kedua, lingkungan pergaulan dan lingkungan anak juga dapat mempengaruhi perilakunya. Jika seorang anak adalah bagian dari kelompok yang melakukan intimidasi, mereka mungkin merasakan tekanan untuk menyesuaikan diri dan bertindak dengan cara yang sama agar cocok dengan teman sebayanya.

Terakhir, paparan konten media negatif juga dapat berperan dalam menormalkan perilaku intimidasi. Jika anak-anak terpapar konten media yang keras atau agresif, seperti acara TV, film, atau video game, mereka cenderung meniru perilaku ini dalam kehidupan mereka sendiri.

Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk menyadari faktor-faktor ini dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah anak memandang intimidasi sebagai perilaku normal. Ini termasuk memantau perilaku dan konsumsi media anak mereka, memberikan teladan yang positif, dan mengajarkan empati dan kebaikan terhadap orang lain. Dengan demikian, kita dapat bekerja untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan saling menghargai bagi semua orang.
masnukho
caerbannogrbbt
MemoryExpress
MemoryExpress dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.