TS
si.matamalaikat
Semakin Mantap, Roketsan dari Turki Mulai Produksi Rudal Anti Tank UMTAS-GM
Quote:
Industri pertahanan Turki kembali bikin kejutan Gan, setelah dalam 6 bulan terkahir didominasi kabar dari pengembangan drone dan pesawat tempur, kini produksi untuk senjata anti tank kabarnya sudah dimulai. Artikel Army Recognitionmenyebutkan jika Roketsan sudah mulai memproduksi senjata anti tank bernama UMTAS-GM pada awal bulan Mei 2023. Sementara itu Murat Ikinci selaku General Manager dari Roketsan mengatakan jika produksi massal diharapkan bisa selesai akhir tahun ini. Namun, tidak disebutkan berapa jumlah senjata yang akan diproduksi.
UMTAS-GM merupakan akronim dari Uzun Menzilli Tanksavar Sistemi - Geleceğin Muharebe Sistemi. Yang jika diterjemahkan berarti Sistem Anti Tank Jarak Jauh - Sistem Tempur Masa Depan. Senjata anti tank yang dikembangkan oleh Roketsan ini memiliki jangkauan tembak hingga 8 kilometer dan juga dapat mencapai target pada ketinggian maksimum 4 kilometer.
Rudal tersebut dirancang untuk diluncurkan dari berbagai platform, termasuk helikopter (yaitu Atak 2), UAV, dan kendaraan darat. Rudal dilengkapi dengan dual-mode imaging seeker, yang memungkinkannya untuk secara akurat mencapai target diam dan bergerak pada siang atau malam hari.
Rudal dilengkapi dengan hulu ledak tandem penembus lapis baja, yang dapat menembus lapis baja setebal 1.200 mm. Hulu ledak tandem terdiri dari dua tahap; tahap pertama menembus armor, sedangkan tahap kedua meledak di dalam target, menyebabkan kerusakan maksimum.
Rudal ini menggunakan sistem navigasi inersia (INS) dan sistem GPS untuk navigasi dan panduan. INS menyediakan data posisi dan kecepatan rudal, sedangkan GPS memungkinkan rudal untuk secara akurat menuntun rudal ke sasarannya.
Dari segi dimensi, rudal UMTAS-GM memiliki panjang 1,9 meter, diameter 160 milimeter, dan berat sekitar 47 kilogram. Rudal memiliki kecepatan Mach 0,9 dan dapat mencapai kecepatan maksimumnya dalam waktu kurang dari 30 detik. Sistem propulsi rudal adalah motor roket berbahan bakar padat, yang memberikan kecepatan dan kemampuan manuver yang diperlukan.
Sepertinya rudal ini memang dibuat khusus untuk diluncurkan dari platform kendaraan tempur, drone dan helikopter Gan. Tidak dibuatkan versi man portable, yaitu ATGM yang dioperasikan oleh personel di darat. Sementara itu, untuk ATGM versi man portable, Roketsan telah membuat ATGM Karaok. Yang juga sudah memulai uji coba dan diproduksi pada pertengahan 2022 lalu. Di sisi lain, kabar diproduksinya UMTAS-GM telah menunjukkan betapa cepatnya proses produksi dan pengembangan senjata di Negeri Ottoman. Sesuatu yang terus menjadi standar industri pertahanan mereka saat ini.
Referensi Tulisan: Army Recognition
Sumber Foto: Roketsan
UMTAS-GM merupakan akronim dari Uzun Menzilli Tanksavar Sistemi - Geleceğin Muharebe Sistemi. Yang jika diterjemahkan berarti Sistem Anti Tank Jarak Jauh - Sistem Tempur Masa Depan. Senjata anti tank yang dikembangkan oleh Roketsan ini memiliki jangkauan tembak hingga 8 kilometer dan juga dapat mencapai target pada ketinggian maksimum 4 kilometer.
Rudal tersebut dirancang untuk diluncurkan dari berbagai platform, termasuk helikopter (yaitu Atak 2), UAV, dan kendaraan darat. Rudal dilengkapi dengan dual-mode imaging seeker, yang memungkinkannya untuk secara akurat mencapai target diam dan bergerak pada siang atau malam hari.
Rudal dilengkapi dengan hulu ledak tandem penembus lapis baja, yang dapat menembus lapis baja setebal 1.200 mm. Hulu ledak tandem terdiri dari dua tahap; tahap pertama menembus armor, sedangkan tahap kedua meledak di dalam target, menyebabkan kerusakan maksimum.
Quote:
Rudal ini menggunakan sistem navigasi inersia (INS) dan sistem GPS untuk navigasi dan panduan. INS menyediakan data posisi dan kecepatan rudal, sedangkan GPS memungkinkan rudal untuk secara akurat menuntun rudal ke sasarannya.
Dari segi dimensi, rudal UMTAS-GM memiliki panjang 1,9 meter, diameter 160 milimeter, dan berat sekitar 47 kilogram. Rudal memiliki kecepatan Mach 0,9 dan dapat mencapai kecepatan maksimumnya dalam waktu kurang dari 30 detik. Sistem propulsi rudal adalah motor roket berbahan bakar padat, yang memberikan kecepatan dan kemampuan manuver yang diperlukan.
Sepertinya rudal ini memang dibuat khusus untuk diluncurkan dari platform kendaraan tempur, drone dan helikopter Gan. Tidak dibuatkan versi man portable, yaitu ATGM yang dioperasikan oleh personel di darat. Sementara itu, untuk ATGM versi man portable, Roketsan telah membuat ATGM Karaok. Yang juga sudah memulai uji coba dan diproduksi pada pertengahan 2022 lalu. Di sisi lain, kabar diproduksinya UMTAS-GM telah menunjukkan betapa cepatnya proses produksi dan pengembangan senjata di Negeri Ottoman. Sesuatu yang terus menjadi standar industri pertahanan mereka saat ini.
--------------
Referensi Tulisan: Army Recognition
Sumber Foto: Roketsan
geopoliticsgeek dan 9 lainnya memberi reputasi
10
2.2K
29
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.6KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76
#13
Ada perbedaan antara Air to Surface Missile / ASM dengan Air to Ground Missile / AGM. ASM umumnya diluncurkan dari pespur untuk menghancurkan target keras di darat dan laut sedangkan Air to Ground Missile / AGM diluncurkan dari pespur dan helikopter khusus untuk menghancurkan target keras di darat.
ATGM sendiri awalnya dikembangkan dari ASM agar dapat digunakan oleh matra darat khusus untuk menghancurkan armoured vehicle. Metode peluncurannya ada 3 jenis : man portable, tripod dan vehicle mounted.
Pada ATGM generasi ketiga yang sudah menggunakan metode launch Fire n Forget / FnF, matra udara terutama heli serbu, heli serang dan pespur CAS juga punya kesempatan untuk menggunakan ATGM versi air launch.
Dalam proses pengembangannya kini ATGM lebih banyak dikembangkan untuk matra darat walaupun ada beberapa jenis rudal modern ATGM juga mampu diluncurkan baik dari platform darat non portable dan udara.
Hingga kini ATGM dibagi menjadi 5 generasi, yaitu :
1. Generasi pertama Anti Tank Guided Missile / ATGM pertama kali di ciptakan oleh German - Ruhrstahl AG pada tahun 1943 dengan produknya X 7 Rotkappchen yang dikembangkan berdasarkan Air to Air Missile X4. In service oleh AD German tahun 1944 - 1945. ATGM jenis ini menggunakan metode guiding Manually Command to Line of Sight / MCLOS dalam arti operator yang akan mengarahkan ATGM ke sasarannya secara manual dengan remote control joystick.
Soviet 9M14 Malyutka, West German Cobra dan Aussie - UK Malkara adalah 3 jenis ATGM MCLOS yang cukup terkenal di eranya.
2. Generasi kedua ATGM bisa ditandai dengan penggunaan metode guiding Semi Automatic Command to Line of Sight / SACLOS dalam arti setelah target dibidik dan dikunci oleh operator maka operator wajib diam dan tetap mengarahkan SACLOS ke target hingga impact. Pada metode SACLOS, rudal ATGM diarahkan secara remote dengan bantuan gelombang radio atau wire guided.
Russia 9M133 Kornet, US BGM 71 Tow dan Israel NLOS adalah 3 jenis ATGM SACLOS yang populer digunakan.
3. Generasi ketiga ATGM bisa ditandai dengan penggunaan metode launch Fire n Forget / FnF dalam arti rudal ATGM sudah menggunakan metode guiding laser, IR Radiation thermal imaging camera. Di generasi ini pula ATGM sudah mulai serius dikembangkan seperti penggunaan shaped charged High Explosive Anti Tank / HEAT warhead, tandem charged missile agar dapat menaklukkan sistem proteksi pasif Explosive Reaktif Armoured / ERA. ATGM FnF bisa juga difungsikan menjadi counter measure bagi sistem ATGM lawan.
US FGM 148 Javelin, German PARS dan Israel SPIKE adalah 3 jenis ATGM FnF yang populer digunakan.
4. Generasi keempat ATGM masih menggunakan metode launch FnF tetapi dengan pengembangan pada metode guiding nya seperti Electro Optical Thermal Imaginer / EO IR, active radar homing dan punya kemampuan lock on target baik sebelum dan sesudah peluncuran. Di generasi ini pula ATGM mulai dikembangkan lebih serius untuk menghadapi pasive armoured protection system. Pengembangan lain adalah ATGM generasi inu punya speed n range yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
5. Generasi kelima ATGM juga masih menggunakan metode launch FnF dengan fokus pada pengembangan untuk menghadapi Active Protection System / APS. APS ini menggabungkan pasif protection system ERA dengan radar, jammer dan kanon CIWS. Sistem APS yang populer adalah Russia Arena dan Israel Throphy.
ATGM sendiri awalnya dikembangkan dari ASM agar dapat digunakan oleh matra darat khusus untuk menghancurkan armoured vehicle. Metode peluncurannya ada 3 jenis : man portable, tripod dan vehicle mounted.
Pada ATGM generasi ketiga yang sudah menggunakan metode launch Fire n Forget / FnF, matra udara terutama heli serbu, heli serang dan pespur CAS juga punya kesempatan untuk menggunakan ATGM versi air launch.
Dalam proses pengembangannya kini ATGM lebih banyak dikembangkan untuk matra darat walaupun ada beberapa jenis rudal modern ATGM juga mampu diluncurkan baik dari platform darat non portable dan udara.
Hingga kini ATGM dibagi menjadi 5 generasi, yaitu :
1. Generasi pertama Anti Tank Guided Missile / ATGM pertama kali di ciptakan oleh German - Ruhrstahl AG pada tahun 1943 dengan produknya X 7 Rotkappchen yang dikembangkan berdasarkan Air to Air Missile X4. In service oleh AD German tahun 1944 - 1945. ATGM jenis ini menggunakan metode guiding Manually Command to Line of Sight / MCLOS dalam arti operator yang akan mengarahkan ATGM ke sasarannya secara manual dengan remote control joystick.
Soviet 9M14 Malyutka, West German Cobra dan Aussie - UK Malkara adalah 3 jenis ATGM MCLOS yang cukup terkenal di eranya.
2. Generasi kedua ATGM bisa ditandai dengan penggunaan metode guiding Semi Automatic Command to Line of Sight / SACLOS dalam arti setelah target dibidik dan dikunci oleh operator maka operator wajib diam dan tetap mengarahkan SACLOS ke target hingga impact. Pada metode SACLOS, rudal ATGM diarahkan secara remote dengan bantuan gelombang radio atau wire guided.
Russia 9M133 Kornet, US BGM 71 Tow dan Israel NLOS adalah 3 jenis ATGM SACLOS yang populer digunakan.
3. Generasi ketiga ATGM bisa ditandai dengan penggunaan metode launch Fire n Forget / FnF dalam arti rudal ATGM sudah menggunakan metode guiding laser, IR Radiation thermal imaging camera. Di generasi ini pula ATGM sudah mulai serius dikembangkan seperti penggunaan shaped charged High Explosive Anti Tank / HEAT warhead, tandem charged missile agar dapat menaklukkan sistem proteksi pasif Explosive Reaktif Armoured / ERA. ATGM FnF bisa juga difungsikan menjadi counter measure bagi sistem ATGM lawan.
US FGM 148 Javelin, German PARS dan Israel SPIKE adalah 3 jenis ATGM FnF yang populer digunakan.
4. Generasi keempat ATGM masih menggunakan metode launch FnF tetapi dengan pengembangan pada metode guiding nya seperti Electro Optical Thermal Imaginer / EO IR, active radar homing dan punya kemampuan lock on target baik sebelum dan sesudah peluncuran. Di generasi ini pula ATGM mulai dikembangkan lebih serius untuk menghadapi pasive armoured protection system. Pengembangan lain adalah ATGM generasi inu punya speed n range yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
5. Generasi kelima ATGM juga masih menggunakan metode launch FnF dengan fokus pada pengembangan untuk menghadapi Active Protection System / APS. APS ini menggabungkan pasif protection system ERA dengan radar, jammer dan kanon CIWS. Sistem APS yang populer adalah Russia Arena dan Israel Throphy.
Diubah oleh gonugraha76 08-05-2023 07:14
jlamp dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup



