Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
Supernatural
Quote:


Mungkin agan di sini pernah baca cerita ane yang berjudul pancasona? Kali ini ane akan melanjutkan kisah itu di sini. Yang suka cerita genre fantasi, kasus pembunuhan berantai, gengster werewolf, vampire dan sejenisnya. Silakan mampir. emoticon-Betty

Supernatural

Quote:


INDEKS
Part 1 abimanyu maheswara
Part 2 abimanyu
Part 3 kalla
Part 4 siapa kalla
Part 5 seorang gadis
part 6 Ellea
part 7 taman
Part 8 kamar ellea
Part 9 pagi bersama ellea
Part 10 rencana
Part 11 tentang kalla
part 12 rumah elang
Part 13 kembali aktivitas
part 14 emosi elang
part 15 janin kalla
part 16 elang
Part 17 vin
Part 18 kantor
Part 19 kemunculan kalla
part 20 pulau titik nol kehidupan
part 21 desa terkutuk
Part 22 wira
Part 23 teman lama
Part 24 patung wira
part 25 teror di rumah John
part 26 tato
part 27 simbol aldebaro
part 28 buku
part 29 kantor kalla
part 30 batu saphire
part 31 Lian dan Ayu
part 32 kakak beradik yang kompak
part 33 penyusup
part 34 kalah jumlah
part 35 lorong rahasia
Part 36 masuk lorong
part 37 cairan aneh
part 38 rahasia kalandra
part 39 Nayaka adalah Kalandra
Part 40 kemampuan nayaka
Part 41 Arkie
Part 42 Arkie (2)
Part 43 peperangan
Part 44 berakhir
Part 45 desa abi
part 46 nabila
part 47 cafe abi
Part 48 Maya
part 49 riki kembali, risna terancam
part 50 iblis bertubuh manusia
part 51 bertemu eliza
part 52 Feliz
Part 53 Bisma
Part 54 ke mana bisma
part 55 rahasia mayat
part 56 bisma kabur
part 57 pertemuan tak terduga
part 58 penyelidikan
part 59 tabir rahasia
part 60 kebakaran
part 61 Bajra
part 62 pengorbanan Bajra
part 63 the best team
part 64 masa lalu
part 65 perang dimulai
part 66 kisah baru
part 67 bertemu vin
part 68 san paz
part 69 cafe KOV
part 70 demigod
part 71 california
part 72 Allea dan Ellea
part 73 rumah ellea
part 74 alan cha
part 75 latin kings
part 76 kediaman faizal
part 77 kematian faizal.
part 78 permainan
part 79 ellea cemburu
part 80 rumah
part 81 keributan
part 82 racun
part 83 mayat
part 84 rencana
part 85 kampung....
Part 86 kematian adi
part 87 tiga sekawan
part 88 zikal
part 89 duri dalam daging
part 90 kerja sama
part 91 Abraham alexi Bonar
part 92 terusir
part 93 penemuan mayat
part 94 dongeng manusia serigala
part 95 hewan atau manusia
part 96 Rendra adalah werewolf
part 97 Beta
part 98 melamar
part 99 pencarian lycanoid
part 100 siapa sebenarnya anda
part 101 terungkap kebenaran
part 102 kisah yang panjang
part 103 buku mantra
part 104 sebuah simbol
part 105 kaki tangan
part 106 pertikaian
part 107 bertemu elizabet
part 108 orang asing
part 109 mantra eksorsisme
part 110 Vin bersikap aneh
part 111 Samael
part 112 Linda sang paranormal
part 113 reinkarnasi
part 114 Nayla
part 115 Archangel
part 116 Flashback vin kesurupan
part 117 ritual
part 118 darah suci
part 119 Lasha
part 120 Amon
part 121 masa lalu arya
part 122 sekte sesat
part 123 sekte
part 124 bu rahayu
part 125 dhampire
part 126 penculikan
part 127 pengakuan rian.
part 128 azazil
part 129 ungkapan perasaan
part 130 perjalanan pertama
part 131 desa angukuni
part 132 Galiyan
part 133 hilang
part 134 Hans dan Jean
part 135 lintah Vlad
part 136 rahasia homestay
part 137 rumah kutukan
part 138 patung aneh
part 139 pulau insula mortem
part 140 mercusuar
part 141 kastil archanum
part 142 blue hole
part 143 jerogumo
part 144 timbuktu
part 145 gerbang gaib
part 146 hutan rougarau
part 147 bertemu azazil
part 148 SMU Mortus
part 149 Wendigo
part 150 danau misterius
part 151 jiwa yang hilang
part 152 serangan di rumah
part 153 misteri di sekolah
part 154 rumah rayi
part 155 makhluk lain di sekolah
part 156 Djin
part 157 menjemput jiwa
part 158 abitra
part 159 kepergian faza
part 160 Sabrina
part 161 puncak emosi
part 162 ilmu hitam
part 163 pertandingan basket
part 164 mariaban
part 165 Dagon
part 166 bantuan

INDEKS LANJUT DI SINI INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 16-05-2023 21:45
indrag057Avatar border
bejo.gathelAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
13.6K
222
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#124
Part 120 Amon
Ada satu hal yang Abi cari dan belum ia temukan dalam buku ini. Tentang dirinya sendiri. Kemampuannya untuk menyembuhkan diri dan tidak mudah mati membuatnya penasaran. Ia merasa tidak pernah mendalami ilmu apa pun. Tetapi sejak lahir, ia sudah mendapatkan kemampuan ini. Dia masih penasaran, walau tidak pernah mengatakan apa pun, tapi dalam lubuk hatinya, Abi sebenarnya ingin tau. Siapa dirinya sebenarnya, dan kenapa dia memiliki semua kemampuan ini. Hal ini bukan sifat bawaan atau watak yang bisa diturunkan dari orang tua ke anaknya secara umum. Ada satu hal yang mengganjal di pikirannya, apakah ia dapat menua dengan semua yang ia punya? Di saat semua orang tidak suka menjadi tua, dan menganggap menjadi tua adalah menyebalkan, Abi justru menginginkan hal itu terjadi padanya. Menjadi normal.

"Huh! Nggak ada juga!" keluhnya, menutup buku tersebut dan memutuskan memejamkan mata sejenak.

"Abimanyu ... Bangun, Nak," sapa suara lembut seorang wanita yang ia kenal sebelumnya. Ia lantas membuka matanya dan sedikit terkejut karena mendapati dirinya berada di rumah nya sendiri. Rumah nya di desa Amethys. Dalam kebingungannya, wajah wanita yang membangunkan tadi muncul. Ia masih memakai celemek dengan spatula di tangan nya. Abi yang masih terbaring di ranjang kamarnya terkejut, mendapati ibunya ada di luar kamar nya.

"Bangun! Sarapan dulu, nanti kesiangan. Cepat!' kata nya sambil melambaikan tangan. Abi masih diam membeku di tempat nya, ia mengerjapkan mata, merasa ini hanya khayalan nya belaka.

Nayla mendekat sambil mengerutkan dahinya bingung melihat sikap putranya. Ia kemudian duduk di pinggir ranjang, membelai kepala putra semata wayangnya itu.

"Kenapa?" tanyanya sambil terus memperhatikan wajah Abi dari dekat.

"Bu? Aku mimpi?" tanya Abi masih dengan tampang bingung. Nayla tersenyum, dengan tak menghentikan gerakan tangannya di kepala Abimanyu.

"Menurutmu?" tanyanya balik.

Abimanyu justru diam, karena dia masih bingung dengan keadaan ini. Ia yakin kalau ini hanya lah halusinasinya saja. Secara sadar, Abi tau kalau wanita di depannya sekarang sudah lama meninggal. Tapi entah mengapa justru dia merasa kalau Nayla terasa nyata. seperti Nayla yang dulu menemani hidupnya sebelum kematian merenggut mereka dari Abimanyu. 

"Jika lelah, istirahat, Nak. Kamu manusia, punya rasa lelah."

"Benar, kah, aku manusia, Bu?"

Pertanyaan itu membuat Nayla mengernyitkan kening dan tersenyum ke Abimanyu. "Kenapa kamu tanya seperti itu?"

Ia masih sibuk bermain di sela-sela anak rambut putranya yang lembut.

"Kenapa aku memiliki kemampuan ini, Bu?" Abi mendongak untuk melihat wajah ibundanya. Wajah Nayla begitu teduh dari tempatnya menatap. Dia adalah wanita sempurna dalam hidup Abi.

"Banyak misteri di dunia ini yang tetap menjadi misteri, Bi. Kehidupan keluarga kita tidak seperti manusia normal pada umumnya. Ayahmu adalah orang yang hebat. Dia hidup cukup lama dengan memiliki ilmu Pancasona. Bahkan saat ia ingin meleburnya, agar menjadi normal, seolah ilmu itu tidak pernah pergi dari hidupnya. Kau tau kenapa?" Abimanyu menggeleng.

"Karena banyak orang yang membutuhkannya. Dia memiliki jiwa yang suci. Dia adalah pria baik yang selalu rela berkorban untuk orang lain. Ayahmu sudah menyelamatkan banyak jiwa selama ini. Semua jiwa itu mengucapkan terima kasih dengan cara mereka sendiri. Beberapa kali ayahmu hampir mati, bahkan dia pernah masuk ke dalam neraka. Tapi dia kembali lagi. Ada sesuatu yang kuat menolongnya saat itu. Ilmu pancasona memang sudah ia lebur, tapi ... dia tetap memilikinya, bahkan sampai kamu lahir. Pasti ada tujuan tertentu kamu mengalami semua ini. Percayalah, ayahmu juga tidak menginginkan hidup seperti ini. Dia meninggalkan semua itu karenamu, Anakku. Dia ingin memberikan kehidupan senormal mungkin buatmu. Tapi, kita tidak bisa melawan takdir. Dan maaf, kalau kau juga harus menerima takdir ini, seperti kami. Ibu yakin kau mampu."

"Apa yang harus aku lakukan, Bu? Aku tidak tau harus bagaimana." Nayla tersenyum, ia meletakkan telapak tangannya di dada Abimanyu.

"Jawabannya ada di dalam sini. Kau tau apa yang harus dilakukan. Dan, asal kamu tau, kalau hanya kamu lah yang bisa menghentikan semua ini. Ini takdirmu, Abimanyu."

"Hei, Bi! Bangun!" Tubuh Abimanyu digoncang-goncang kan oleh Gio. Sontak ia langsung membuka matanya lebar-lebar. Ia mirip orang linglung, dengan tatapan kosong menatap Gio.

"Kenapa sih? Gue pikir elu udah mati tadi. Tidur lama banget!" cetusnya kesal.

"Aku mimpi?" tanya Abi dan kembali membuat Gio makin kesal.

"Mimpi apa sih lu?"

"Ibu." Raut wajah Gio yang awalnya kesal dan bingung mendadak berubah sedih. Ia menatap Abi nanar, sambil menarik napas dalam-dalam.

"Yuk, kita jemput Ellea. Udah waktunya," tukasnya lalu meraih jaket miliknya yang tersampir di stand hanger. Abi yang masih dalam kondisi setengah sadar dan setengah bingung, menuruti Gio.
Malam sudah hampir larut. Saat yang sudah mereka tunggu, karena di jam seperti sekarang, beberapa iblis pergi. Mereka juga perlu makan. Dan makanan mereka adalah jiwa manusia. Gio dan Abi melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Jarak yang ditempuh tidak begitu jauh dari penginapan mereka. Hanya saja di tempat itu sudah tidak ada rumah penduduk atau fasilitas umum lain. Jadi gereja itu termasuk ada di tempat terpencil yang sudah tidak pernah dikunjungi manusia.

"Lihat! Itu tempatnya!" tunjuk Gio ke sebuah bangunan tua yang terlihat mengerikan. Angker dan cocok untuk setting film horor. Beberapa kali mereka berdua melihat iblis yang keluar dari tempat itu.

"Hm, ini seperti de javu, ya, Paman?" bisik Abimanyu yang sedang mengintai dari semak-semak bersama Gio.

"Hm, bener juga. Tapi jangan sampai de javu ini berakhir dengan hal sama seperti dulu!" kata Gio lalu mengendap-endap memasuki gereja itu, Abi mengikutinya terus. Mereka mulai masuk ke dalam dengan hati-hati sekali. Untuk mengantisipasi hal buruk, Gio dan Abi juga menggambar simbol perangkap iblis di beberapa titik keluar dan masuk. Setidaknya hal ini akan menghambat jika mereka kembali dari mencari makan. Mereka juga menyiramkan air suci di jalan keluar mau pun jendela.

Terus dilakukan hingga ke hampir semua ruangan. Sesekali mereka juga harus melawan iblis yang ditemui. Jangan sampai kedatangan mereka terendus iblis yang lain.

"Bi, lu cari Ellea, biar gue yang bikin perangkap buat mereka. Buruan." Abimanyu mengangguk dan kembali mencari tempat di mana Ellea disekap.

Sinar nyala obor membuatnya mengikuti terus ke mana ujung dari obor ini. Ia yakin kalau obor yang dipasang di sudut ruangan akan membawanya pada Ellea. Langkahnya pelan menuju ke sebuah ruangan yang ada di tangga menuju ke arah bawah. Gelap dan pengap. Bau ruangan lembab tercium di pangkal hidup Abimanyu. Ia hanya memegang sebuah samurai khusus milik Ediie. Perlahan ia mulai sampai di ruangan itu. Sunyi dan seperti tidak ada tanda kehidupan. Awalnya Abi hendak kembali ke atas, tapi sebuah suara membuatnya kembali menoleh dan mencari wanita yang memanggilnya.

"Ellea!" panggil Abi sambil mencari wanita itu. Suasana gelap ini membuat Abi agak kesulitan melihat. Sampai akhirnya ia menemukan Ellea ada di dalam ruangan yang dikelilingi jeruji besi. Dalam suasana remang-remang Ellea terlihat pucat. Ia tergeletak di lantai yang dilapisi jerami. Abi terlihat sangat marah. Ia berusaha mencari kunci pintu ini. Tapi ia tidak menemukannya.

"Tenang, Ell. Aku bakal bebaskan kamu dari sini. Sabar, ya, sayang." Saat ia mencoba membuka gembok besi yang menempel di pintu, seseorang memukulnya dari belakang hingga pandangan Abimanyu memburam dan akhirnya gelap.

"Biyu! Biyu, bangun," panggil Ellea. Abi mulai mengerjap, berusaha melawan rasa sakit yang berdenyut di kepalanya, samar ia melihat Ellea sudah duduk tak jauh darinya. Mereka berdua diikat di sebuah palang kayu yang berdekatan.

"Ell!" gumam Abi sambil mengerjap terus, berusaha menghilangkan rasa sakit di kepalanya.

"Kamu nggak apa-apa, Biyu?" tanya Ellea. Abi mengangguk, begitu pandangannya mulai jelas. IA tersenyum karena sudah bisa melihat Ellea lagi, walau dengan kondisi tidak baik. Niatan ingin membebaskan Ellea, malah justru kini mereka berdua harus dibebaskan. Gio belum terlihat sejauh ini. Abi cukup lega, setidaknya ada harapan lain jika Gio belum tertangkap.

Tapi suara berisik dari arah pintu, membuat harapan itu sirna. Gio tengah diseret dengan kasar oleh beberapa orang dengan mata hitam. Wajahnya sudah babak belur, matanya bengkak sehingga kesulitan melihat. "Paman! Paman Gio!" panggil Abi sedikit menjerit. Gio tidak mampu menjawab panggilan Abi, tapi untungnya ia masih bernafas sejauh ini. Setidaknya dia masih hidup. Itu sudah lebih dari cukup.

Kilat terlihat menyambar di langit, jendela besar di sisi timur mampu menampilkan pemandangan di luar gereja. Beberapa manusia dengan mata hitam mulai memasuki ruangan. Tapi hanya satu orang yang menarik perhatian Abimanyu. Pria dengan mata merah itu, terlihat berbeda dari yang lain. Dari situ ia paham, kalau pria itu adalah Amon. Ia memakai jubah hitam dengan wajah pucat. Berjalan terus mendekati mereka bertiga.

"Kau sampai juga di sini, Abimanyu?" tanya Amon, sambil jongkok di depan pemuda itu. Ia mengangkat dagu Abi lebih tinggi agar dapat melihat dengan jelas wajah Abimanyu Maheswara.

"Kubunuh kau, Iblis!" ancam Abi dengan sorot mata penuh dendam.

"Wow. Aku ketakutan!" bisik Amin dengan ekspresi ngeri mendengar kalimat itu dari mulut Abimanyu. Tapi setelah itu, ia justru tertawa kencang. Bagaimana bisa Abi membunuh Amon dalam keadaan terikat seperti itu. Itu mustahil bagi Amon. Kilat kembali terlihat di langit, Amon menoleh dan menarik satu sudut bibirnya.

"Kau tau? Ini adalah malam spesial. Akhirnya penantianku selama beratus tahun terwujud juga. Menemukan Nephilim muda yang masih suci. Dan sang pangeran yang akan mengantarnya sendiri untukku. Haahaha!"

"Jangan harap!" elak Abi sambil memalingkan wajahnya dari Amon.

"Yakin sekali kamu. Oh, kamu belum melihat hal ini rupanya, ya." Amon mengisyaratkan anak buahnya dengan menunjuk sebuah kain besar yang menggantung di sisi lain ruangan ini. "Kita lihat apa kamu akan berkata demikian setelah melihat ini!"

Kain dibuka, di sana terlihat beberapa orang yang sangat Abi kenal. Rendra, Yudistira, Vin, dan Allea. Mereka sedang duduk di sebuah kursi dengan berderet menyamping, dan posisi yang terikat kuat. Tak hanya tangan dan kaki, tapi juga mulut mereka disumpal.

"Bawa ini juga!" tunjuk Amon pada Gio yang sudah tidak berdaya. Seorang iblis menarik Gio dengan kasar, menyeretnya hingga berada di sisi Rendra dan yang lainnya. Kursi disediakan untuk Gio, dan dia diperlakukan sama seperti yang lain.

Mereka semua terlihat babak belur dengan kondisi yang mengenaskan. Rendra dan Allea terlihat lebih sehat dibanding yang lain, sementara Vin terlihat paling lemah. Ia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanya sendiri. Sama seperti Gio sekarang. Amon berjalan ke samping Abimanyu. Hati Abi terasa hancur melihat semua orang terdekatnya ada di sini. Ia merasa gagal melindungi mereka semua.

"Lepaskan mereka semua. Kau hanya menginginkan aku bukan?" tanya Ellea membuka suara. IA juga merasakan hal yang sama seperti Abimanyu. Ia tidak ingin semua orang terdekatnya terluka hanya karena melindunginya. Amon menoleh ke Ellea lalu tersenyum sinis, ia kembali menatap Abimanyu. "Kau dengar barusan? Kekasihmu saja sudah pasrah menerima takdirnya. Bagaimana denganmu?"

"Apa yang kau inginkan dariku, Iblis?!" tanya Abi dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun.

"Aku mau kau yang melakukannya."

"Apa maksudmu!"

"Kau yang mengantar persembahan kekasihmu ini padaku. Itu sungguh dramatis sekali, bukan? Kisah cinta yang selalu berakhir menyedihkan adalah yang paling aku suka. Tenang saja, pasangan Nephilim yang menderita bukan hanya kalian, hampir semua. Kebanyakan dari mereka akan membunuh kekasihnya sendiri, sebelum aku menikmatinya. Ugh, itu sungguh sadis, bukan?" bisik Amon.

"Biadab!" umpat Abi.

"Benar, kah? Baiklah, kita lihat sebiadab apa aku di matamu," kata Amon.

IA beranjak dan berjalan mendekati teman-teman Abimanyu. Ia berdiri di tengah-tengah, lalu menunjuk beberapa anak buahnya untuk mendekati lima orang itu. Semua iblis yang mendekat Rendra dan yang lainnya, membawa pisau. Mereka lantas berdiri di belakang tawanan mereka.

"Biyu! Kamu harus lakukan sesuatu! Jangan diam saja! Kumohon!" rengek Ellea, karena panik melihat saudara danteman-temannya dalam bahaya. IA bahkan tidak memikirkan keselamatannya sendiri. Amon menoleh lalu berlari kecil ke Ellea.

"Benar itu! Jangan sampai mereka kenapa-napa, Ell. Kasihani mereka! Ah, aku punya kesepakatan yang sama-sama menguntungkan kita berdua," kata Amon dengan sikap kekanak-kanakan.

"..." Abi mendengus sebal. Ia bahkan tidak mau melihat Amon walau ia terus berada di depannya.

"Begini, kalau kau memberikanku darahmu, maka akan kulepaskan mereka semua. Dengar, aku tidak sejahat itu, kalian tau? Aku akan membiarkan mereka hidup damai tanpa gangguan dari kaumku lagi."

"Kau yakin?" tanya Ellea sepertinya ia mulai tertarik dengan kesepakatan ini.

"Ell, hentikan!" bentak Abimanyu, yang tidak sependapat dengan kekasihnya.

"Biyu, kalau aku mati, akan menyelamatkan lima nyawa manusia, maka pasti akan kulakukan. Kita nggak boleh egois! Mereka nggak salah apa-apa! Mereka begini karena aku! Jadi biar aku lakukan mau iblis ini!" Diskusi mulai membuat Amon bersemangat, mendengar pertengkaran sepasang kekasih ini adalah hal yang menyenangkan.

Apalagi mengetahui kalau Elea akan bersedia memberikan nyawanya untuk teman-temannya.

"Biyu!" jerit Ellea yang melihat Abi hanya diam saja tak menanggapi. Abimanyu menarik napas dalam-dalam.

"Baiklah. Kalau itu maumu!" cetus Abi pasrah. Mata Amon berbinar. Ia memang membutuhkan tumbal yang mau dengan tulus memberikan seluruh hidupnya untuk Amon, karena jiwa yang seperti itu, yang akan membuat nya makin kuat dan kekal.

"Kalau begitu lepaskan aku. Biar aku yang mengambil darah Ellea dengan kedua tanganku sendiri!" pinta Abimanyu. Amon bersorak. Ia lantas melepas ikatan tangan Abimanyu. "Tapi awas kalau sampai kau berkhianat!" ancam Amon yang tiba-tiba mencekik leher Abimanyu kuat-kuat.

Kekuatan Amon sungguh besar, Abi bahkan sangat yakin kalau tidak bisa menandinginya. Cekikan Amon sudah terlepas dari leher Abimanyu, hingga menyisakan bekas hitam di leher pemuda itu. Abi merasakan panas di lehernya. Seperti sensasi terbakar.

Kilat makin terlihat jelas. Menandakan waktunya sebentar lagi tiba. Abi menerima pisau dari Amon dan sebuah mangkuk besar. Darah Elea bukan satu-satunya syarat, tetapi seluruh tubuhnya bahkan jiwa Ellea memang akan menjadi milik Amon. Darah Ellea hanya sebagai pemersatu dirinya dengan gadis itu, dan setelah darah mereka bersatu, maka tubuh Ellea akan menjadi wadah bagi Amon. Jiwa Ellea perlahan akan mati di dalam tubuhnya sendiri, terhisap oleh jiwa Amon. Saat itu terjadi, Amon yang berada di dalam tubuh Ellea, akan menjadi makhluk terkuat di seluruh alam semesta. Bahkan malaikat sekali pun tidak akan bisa melawannya.

Abi berdiri di depan Ellea, ia menangkupkan wajah Ellea di kedua telapak tangannya. Abi mencium Ellea dengan penuh perasaan. "Maafin aku, Ell," bisiknya.

"Lakukan saja, Biyu. Satu pesanku, kalau nanti aku sudah nggak ada lagi, kamu harus jaga diri baik-baik. Kamu harus terus hidup."

"Tapi, Ell ...."

"Stt! Kamu nggak boleh melanggar janji itu!"

"Ell ..."

"Wow, benar-benar mengharukan. Sudah cepat lakukan, sudah tidak ada waktu lagi!" paksa Amon.

"Tunggu!" cegah Ellea. Amon mengerutkan kening.

"Lepaskan dulu teman-temanku!" pintanya.

Amon lantas tertawa dan mengangguk, "Baiklah. Aku bahkan akan memulangkan mereka ke rumah dengan selamat," kata Amon.

Ia lalu mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jarinya. Sekali, Rendra hilang. Jentikan kedua, Yudis hilang dan seterusnya sampai tiba giliran Gio.

"Sudah, kan?" tanya Amon.

"Belum. Aku bahkan tidak tau kau mengirim mereka ke mana?!" cetus Abi.

Amon menyipitkan matanya, lalu dalam sekali jentik, sebuah ponsel sudah berada di tangannya. " Kau telepon mereka!"

Abi menghubungi ponsel Rendra, mereka mengobrol agak menjauh dari yang lain. Akhirnya ia lega karena semua teman-temannya sudah pulang dengan selamat. "Lekas!" Amon mulai tak sabaran. Karena malam sebentar lagi akan berganti fajar.

Abi menarik napas dalam-dalam. Ia berjalan ke belakang tubuh Ellea. Menyayat pergelangan tangan gadis itu hingga Ellea meringis, menahan sakit. Amon terus melebarkan senyum dan menunggu tumbal untuknya diantarkan sendiri oleh kekasihnya itu. Setelah menunggu beberapa menit, mangkuk itu sudah penuh dengan cairan berwarna merah. Abi lantas berjalan membawa mangkuk itu menuju Amon yang sedang duduk di singgasananya. Mangkuk ia serahkan ke Amon. Dengan senang hati, Amon menerimanya, dan saat sinar terang terlihat di langit, ia langsung meneguknya hingga habis.

Ia menyapu sudut bibirnya karena ada sedikit darah yang menetes di sana. Ia sedikit mengerutkan kening sambil merasakan cairan merah yang baru saja masuk ke dalam perutnya.

"Kau tau, Abimanyu? Ini bukan, lah darah Nephilim pertama yang kuminum." Pernyataan itu membuat Abi mendongak menatap heran ke Amon. "Jangan kaget begitu. Sudah ada 10 Nephilim yang kuminum darahnya. Tetapi tidak ada satu pun dari sembilan orang itu yang berhasil kuambil tubuhnya. Dan tubuh ini," kata Amon sambil merentangkan kedua tangannya ke samping, "Sebentar lagi akan rusak, maka aku harus mendapat tubuh baru untuk ku rasuki. Pria ini seorang Nephilim yang telah tidak suci. Dia bukan lagi perjaka, dan hal ini yang membuat aku tidak bisa bertahan lama di tubuhnya.

"Jadi kau sudah sering mendapat tumbal selama ini?!" raung Abi seolah merasa dibohongi. Amon tertawa.

"Yah, sudah kubilang sudah 10 darah Nephilim yang ku minum, tapi tubuh mereka tidak bisa kupakai untuk waktu yang cukup lama. Hanya tubuh suci yang bisa abadi menjadi milikku. Dan rasanya, gadis mu itu masih suci, ya? Kau belum pernah menyentuh nya sekali pun. Hahaha. Pria bodoh," ejek Amon.

Abi mengatupkan rahangnya sambil mengepalkan tangan. Ia sungguh marah pada penjelasan Amon.

Tapi tiba-tiba Amon memegang lehernya. Ia seperti tersiksa. Semua ekspresinya mirip iblis yang waktu itu meminum darah Abimanyu saat ritual di rumah Yudistira.

Abimanyu menyeringai. "Bagaimana? Enak? Meminum darahku?" tanya Abi.

"Kau! Apa yang kau lakukan padaku?" jerit Amon.

"Aku pun tidak tau, tapi iblis terakhir yang meminum darahku ... Meledak. Aku pikir itu tidak akan berlaku pada raja iblis sepertimu. Ternyata sama saja." Abi berjalan menjauh dari Amon dan mulai melepaskan ikatan Ellea. Iblis lain mendekat dan hendak menghalangi Abimanyu.

"Tunggu! Percuma kalian membunuhku, asal kalian tau, kita harus pergi dari tempat ini sekarang juga, kalau tidak, kita semua mati. Karena dia," tunjuk Abi ke Amon yang sedang tersiksa dengan terus menekan lehernya sendiri," sebentar lagi akan meledak! Bagaimana kalau kita pergi dari sini? Kalian masih mau mengabdi pada iblis seperti itu?" tanya Abi dan membuat mereka berpikir ulang. Mereka akhirnya sependapat dengan perkataan nya. Dan satu persatu dari mereka pergi meninggalkan Amon seorang diri.

Abi mulai memapah Ellea, dan membawanya pergi dari tempat ini. Amon terus menjerit dengan suara tertahan. Tubuhnya kaku, tidak bisa bergerak lagi.

Beberapa mayat tergeletak di sepanjang koridor ruangan. Abi lantas membopong Ellea agar mereka lebih cepat pergi dari tempat ini.

Saat mereka sudah sampai di luar, ledakan terdengar nyaring. Bangunan ini runtuh perlahan. Dan semua hancur, binasa. Amon mati, walau iblis pengikutnya banyak yang masih hidup. Tapi bagi Abi itu tidak penting sekarang. Ia bisa melenyapkan mereka suatu hari nanti. yang paling penting, Ellea selamat. Begitu juga kawan-kawannya yang lain.

walau ada sebuah pertanyaan dalam benak nya sendiri. Apa yang ada di dalam darah nya. Bagaimana bisa semua iblis yang meminum darahnya, akan berakhir sama. Meledak, dan tewas dengan mengenaskan.
tariganna
itkgid
regmekujo
regmekujo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.