Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
Supernatural
Quote:


Mungkin agan di sini pernah baca cerita ane yang berjudul pancasona? Kali ini ane akan melanjutkan kisah itu di sini. Yang suka cerita genre fantasi, kasus pembunuhan berantai, gengster werewolf, vampire dan sejenisnya. Silakan mampir. emoticon-Betty

Supernatural

Quote:


INDEKS
Part 1 abimanyu maheswara
Part 2 abimanyu
Part 3 kalla
Part 4 siapa kalla
Part 5 seorang gadis
part 6 Ellea
part 7 taman
Part 8 kamar ellea
Part 9 pagi bersama ellea
Part 10 rencana
Part 11 tentang kalla
part 12 rumah elang
Part 13 kembali aktivitas
part 14 emosi elang
part 15 janin kalla
part 16 elang
Part 17 vin
Part 18 kantor
Part 19 kemunculan kalla
part 20 pulau titik nol kehidupan
part 21 desa terkutuk
Part 22 wira
Part 23 teman lama
Part 24 patung wira
part 25 teror di rumah John
part 26 tato
part 27 simbol aldebaro
part 28 buku
part 29 kantor kalla
part 30 batu saphire
part 31 Lian dan Ayu
part 32 kakak beradik yang kompak
part 33 penyusup
part 34 kalah jumlah
part 35 lorong rahasia
Part 36 masuk lorong
part 37 cairan aneh
part 38 rahasia kalandra
part 39 Nayaka adalah Kalandra
Part 40 kemampuan nayaka
Part 41 Arkie
Part 42 Arkie (2)
Part 43 peperangan
Part 44 berakhir
Part 45 desa abi
part 46 nabila
part 47 cafe abi
Part 48 Maya
part 49 riki kembali, risna terancam
part 50 iblis bertubuh manusia
part 51 bertemu eliza
part 52 Feliz
Part 53 Bisma
Part 54 ke mana bisma
part 55 rahasia mayat
part 56 bisma kabur
part 57 pertemuan tak terduga
part 58 penyelidikan
part 59 tabir rahasia
part 60 kebakaran
part 61 Bajra
part 62 pengorbanan Bajra
part 63 the best team
part 64 masa lalu
part 65 perang dimulai
part 66 kisah baru
part 67 bertemu vin
part 68 san paz
part 69 cafe KOV
part 70 demigod
part 71 california
part 72 Allea dan Ellea
part 73 rumah ellea
part 74 alan cha
part 75 latin kings
part 76 kediaman faizal
part 77 kematian faizal.
part 78 permainan
part 79 ellea cemburu
part 80 rumah
part 81 keributan
part 82 racun
part 83 mayat
part 84 rencana
part 85 kampung....
Part 86 kematian adi
part 87 tiga sekawan
part 88 zikal
part 89 duri dalam daging
part 90 kerja sama
part 91 Abraham alexi Bonar
part 92 terusir
part 93 penemuan mayat
part 94 dongeng manusia serigala
part 95 hewan atau manusia
part 96 Rendra adalah werewolf
part 97 Beta
part 98 melamar
part 99 pencarian lycanoid
part 100 siapa sebenarnya anda
part 101 terungkap kebenaran
part 102 kisah yang panjang
part 103 buku mantra
part 104 sebuah simbol
part 105 kaki tangan
part 106 pertikaian
part 107 bertemu elizabet
part 108 orang asing
part 109 mantra eksorsisme
part 110 Vin bersikap aneh
part 111 Samael
part 112 Linda sang paranormal
part 113 reinkarnasi
part 114 Nayla
part 115 Archangel
part 116 Flashback vin kesurupan
part 117 ritual
part 118 darah suci
part 119 Lasha
part 120 Amon
part 121 masa lalu arya
part 122 sekte sesat
part 123 sekte
part 124 bu rahayu
part 125 dhampire
part 126 penculikan
part 127 pengakuan rian.
part 128 azazil
part 129 ungkapan perasaan
part 130 perjalanan pertama
part 131 desa angukuni
part 132 Galiyan
part 133 hilang
part 134 Hans dan Jean
part 135 lintah Vlad
part 136 rahasia homestay
part 137 rumah kutukan
part 138 patung aneh
part 139 pulau insula mortem
part 140 mercusuar
part 141 kastil archanum
part 142 blue hole
part 143 jerogumo
part 144 timbuktu
part 145 gerbang gaib
part 146 hutan rougarau
part 147 bertemu azazil
part 148 SMU Mortus
part 149 Wendigo
part 150 danau misterius
part 151 jiwa yang hilang
part 152 serangan di rumah
part 153 misteri di sekolah
part 154 rumah rayi
part 155 makhluk lain di sekolah
part 156 Djin
part 157 menjemput jiwa
part 158 abitra
part 159 kepergian faza
part 160 Sabrina
part 161 puncak emosi
part 162 ilmu hitam
part 163 pertandingan basket
part 164 mariaban
part 165 Dagon
part 166 bantuan

INDEKS LANJUT DI SINI INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 16-05-2023 21:45
indrag057Avatar border
bejo.gathelAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
14K
222
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.1KAnggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#123
Part 119 Lasha
Yudis menarik napas panjang. Ia kesal tapi juga bingung. Tentu kasihan pada dua pemuda ini. Sikap mereka mengingatkannya pada wataknya dulu saat masih muda. Selalu memiliki rasa keingintahuan besar, dan nekat.

"Ellea ada di salah satu titik tertinggi di dunia ini. Di sana tempat para malaikat turun ke bumi ratusan tahun lalu. Lhasa, Tibet."

"Lhasa?"

"Iya, betul. Lhasa itu salah satu kota tertinggi di dunia. Di sanalah, titik nol kehidupan. Karena dulu para malaikat saat turun ke bumi selalu mendarat di kota itu. Dan di tempat itu, Ellea disekap. Sambil menunggu Amon datang."

"Lalu, apa yang harus kami lakukan?"

"Tentu kalian harus menggagalkan rencana itu. Karena jika sampai Amon berhasil meminum darah Ellea, maka para iblis akan lebih banyak datang, dan mengacaukan dunia. Mereka akan sulit untuk dibasmi. Bukan dengan mantra exorcism, atau air suci bahkan pisau perak lagi. Di saat itu terjadi, maka kiamat lah dunia ini." Penjelasan Yudistira memang sangat menakutkan.

"Kalian tau, siapa yang membawa Ellea?"

Keduanya menggeleng. Karena memang benar-benar tidak tau tentang hal ini. Abi bahkan baru pertama kali melihat sosok itu. "Awalnya kupikir Elisabeth yang ada di kamar Allea, tapi tiba-tiba mereka berdua justru menghilang," jelas Abi.

"Memang dia Elisabeth. Elisabeth bukanlah dari bangsa malaikat seperti yang kita kira selama ini. Aku baru sadar kalau dia anak dari Amon."

"Amon punya anak?"

"Yah, anak angkat tentunya. Anak yang ia ciptakan sendiri. Dulu aku berhasil membunuh Raven, tapi ternyata sekarang dia memiliki anak perempuan lain. Dia sudah mendekati Ellea sejak awal. Membuatnya bimbang dan akhirnya membawa Ellea pergi dengan mudah. Kita kecolongan!"

"Kurang ajar!" umpat Abi sambil mengatupkan rahangnya. Tangannya mengepal dan benar-benar marah kali ini.

"Berarti kita harus cepat ke sana, Bi. Eum, apa ada waktu khusus untuk ritual itu, Pak?"

"Saat terjadinya Earthquake Lights."

"Hah? Apa tuh?" tanya Rendra.

"Fenomena alam, di mana ada sebuah cahaya yang muncul di langit biasanya bersamaan dengan adanya aktivitas tektonik dan vulkanik. cahaya itu terang dan biasanya ada di pegunungan. Tapi sampai sekarang masih belum diketahui cahaya tersebut disebabkan oleh apa."

"Oh."

"Tapi kita nggak tau kapan fenomena itu terjadi, Pak. Hal itu nggak bisa diprediksi, kan?"

"Memang. Karena saat itu terjadi ada yang datang. Entah malaikat, entah iblis. Semua tergantung dari warna yang ditunjukkan. Jika yang datang Amon, maka warnanya dominan merah."

Suasana mendadak berubah. Suhu udara menjadi dingin, hingga mereka merasakan bulu kuduk yang meremang. Ketiganya saling tatap dan merasakan ada keanehan di tempat ini. "Vin di mana?" tanya Abi.

"Dia masih di ICU. Kondisinya kritis. Allea? Bagaimana?"

"Ren, kayaknya elu harus cek Allea sekarang!" suruh Abi. Rendra mengangguk, ia segera keluar dari kamar Yudis, dengan perlahan. Memeriksa terlebih dahulu kondisi di luar kamar ini. "Gaes!" kata Rendra langsung menutup pintu ini dan menguncinya rapat.

"Kenapa?"

"Gila. Banyak banget setan di luar!"

"Maksud lo?"

"Mata hitam ada di mana-mana. Kayaknya mereka nggak bakal membiarkan kita keluar dari sini!"

"Kita harus gimana, Pak?' tanya Abi menatap Yudis penuh harap.

"Buat lingkaran perangkap setan di depan pintu! Cepat!" suruh Yudis. Rendra memulai mencari benda apa pun yang bisa ia pakai untuk menulis di lantai rumah sakit ini. Ia beruntung menemukan sebuah spidol permanen di laci nakas. Ia mulai menggambar sama persis seperti apa yang ia lihat di rumah Yudis. Ingatannya memang kuat, jadi tidak mungkin salah menggambar.

"Sekarang kalian tuang air suci ini mengelilingi ranjang ku!" Botol Yudis berikan dan Abi mulai melakukan seperti apa yang Yudis pinta.

"Lalu?"

"Lalu kalian pergi lewat jendela."

"Tapi, Pak? Bagaimana dengan anda?"

"Aku yakin mereka mengejar kalian. Dan kalau pun kalian meninggalkan ku di sini, aku tidak apa-apa. Tinggalkan saja senjata itu untukku. Aku akan menghambat mereka." Rendra menarik napas panjang, ia mendekat ke Abi.

"Bi, biar gue di sini sama Pak Yudis. Elu pergi sekarang cari Ellea. Gimana pun juga harus ada yang menjaga mereka di sini. Masih ada Vin juga Allea di sini."

"Ren ...."

"Bagaimana pun harus ada yang menghentikan Amon membunuh Ellea. Dan itu elu. Biar gue di sini temenin mereka. Cepet, Bi! Pergi. Sebelum mereka masuk dan menangkap kita semua!" Abi merasa bingung. Ia seolah berat meninggalkan teman-temannya di sini. Ia takut jika ia pergi, maka para iblis itu akan membunuh mereka.

"Percaya gue, Bi. Kami bakal baik-baik saja. Cepat, Pergi!" Rendra bahkan mendorong Abi untuk segera pergi lewat jendela kamar. Abi mulai menuruti perintah mereka walau dengan hati berat. "Jaga diri kalian baik-baik," katanya sebagai salam perpisahan.

"Pasti. Jaga juga Ellea, jangan sampai dia mati!" suruh Rendra dengan menatap Abi nanar. Abi segera turun dari jendela kamar Yudis. Kamar ini berada di lantai 3 gedung rumah sakit ini. Ia perlahan terus turun, berpegangan pada apa pun yang ia temui, agar lekas sampai ke bawah. Sementara itu, Rendra mengambil kursi dan duduk di sudut yang ia sukai, sudut yang pas untuknya menembak nanti. Ia juga menyiramkan sekitarnya dengan air suci yang masih tersedia. Yudis sudah memegang senjatanya, sekalipun napasnya masih tidak bisa normal, tapi ia yakin kalau kedua tangannya masih bisa bergerak normal dan bisa menembak mereka nantinya. Ia masih berguna bahkan sampai titik darah penghabisan.

Abi sudah berhasil mendarat dengan mulus ke lantai paling bawah. Ia berlari kecil sambil terus bersembunyi agar tidak diketahui orang lain. Beberapa kali ia menoleh ke arah jendela kamar Yudistira yang baru saja ia tinggalkan. Saat ia sudah berada di luar rumah sakit, Abi sempatkan berhenti di sebuah pohon besar yang tak jauh dari rumah sakit. Ia masih menatap ke jendela itu. Perasaannya was-was. Dan tak lama setelah itu, suara tembakan terdengar nyaring dari tempatnya berdiri. Tak hanya sekali, tapi tembakan beruntun membuat hatinya nyeri. Ia tak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi di sana. Tapi, ia harus terus bergerak. Ia harus menemukan Ellea. Dan menghentikan ritual iblis itu.

Abi berlari menuju sebuah mobil yang sengaja ia parkir jauh dari rumah sakit. Ia sudah mempersiapkan segalanya, dan rencana matang itu harus sirna karena Rendra yang memilih tinggal di sana. Abi memang sedih, bahkan ia tidak tau, apakah Rendra masih hidup atau sudah mati sekarang.

Ia segera masuk ke mobil dan mulai pergi meninggalkan desa. Malam sudah sangat larut. Sebentar lagi matahari juga akan menampakkan sinarnya. Abi meraih telepon genggamnya, menghubungi Gio yang entah sedang ada di mana. Gio pergi tanpa pamit, tanpa meninggalkan pesan apa pun.

Kini ia benar-benar merasa sendirian. Tidak ada Rendra, tidak ada Vin, tidak ada Gio. Ia harus berjuang sendiri. Tujuannya adalah bandara. Ia harus segera terbang ke Tiongkok. Ke kota Lhasa.

Sampai bandara, mata Abi benar-benar sudah sangat lelah. Setelah duduk di kursi miliknya, ia segera memejamkan mata. Karena perjalanan ke Lhasa membutuhkan waktu yang cukup lama, dan ini saatnya dia tidur.

________

Selama berabad-abad, sebuah kerajaan Buddha terperangkap di tengah komplek pegunungan tertinggi di dunia. Para penjelajah menyebutnya 'negeri terlarang'. Para traveler tak mungkin melewatkan ibukota Tibet ini, Lhasa.

Lhasa merupakan destinasi wajib para pecinta alam dan tradisi. Ibukota Tibet ini misterius sekaligus magis. Atmosfer spiritual yang kental muncul dari kuil-kuil Buddha nan suci, berlatar keindahan dan komplek pegunungan tertinggi di dunia yaitu Himalaya. Jalur yang meliuk di antara pegunungan nya menjadi salah satu jalur terindah untuk pendakian.

Lhasa berhasil memikat hati tiap traveler yang menginjak tanah sucinya. Kota ini tampak begitu asing, namun semua kultur dan keindahan alamnya akan membawa Anda pada sebuah kecintaan. Alamnya terlalu memesona, bahkan katanya, melebihi indahnya negeri Eropa. Masyarakatnya awalnya penganut Bon, salah satu aliran Shamanisme yang memuja banyak dewa. Lhasa disebut atap dunia, kota para dewa, dan kota suci. Wajar jika di sini lah tempat titik nol kehidupan yang di maksudkan oleh para iblis.

Abi sudah sampai. Tenaganya sudah pulih karena beberapa jam tertidur di dalam pesawat tadi. Udara di tempat ini sungguh dingin. Ia yang tidak membawa persiapan pakaian cukup, terpaksa harus mencari toko pakaian untuk sekedar membeli jaket tebal dan juga kaus tangan beserta penutup kepala.

Sebuah jaket bulu tebal sudah ia beli, dengan semua perlengkapan lain yang ia butuhkan untuk beberapa waktu ke depan. Cuaca di tempat ini berbanding terbalik dengan desanya, Amethys. Bahkan Abi sendiri tidak tau harus pergi ke mana sekarang.

Abi melihat sebuah cafe. Ia masuk untuk mengisi perutnya yang kosong. Ia butuh asupan. Bahkan ia lupa, kapan terakhir kali dirinya makan dengan tenang.

Daftar menu membuat Abi sedikit lebih lama memilih. Karena makanannya cukup asing di mata dan takutnya di lidahnya juga. Di mulai dengan sebuah makanan bernama Momos, makanan klasik yang mirip dimsum ini langsung menarik perhatian Abi. Ia pasti akan mudah memakannya karena bentuknya yang familiar. Teko yang berisi teh mentega selalu ada di tiap meja. Ini merupakan minuman khas tempat ini. Ia juga memesan nasi unik yang merupakan hidangan utama. Sambil menyantap makanan nya, Abi juga memperhatikan sekitarnya. Semua gerak gerik pengunjung menjadi perhatiannya.

Ada beberapa orang yang menarik perhatiannya. Tingkah dan sikap yang aneh, membuat Abi curiga. Apalagi saat mereka terus memperhatikan dirinya. Atau sekedar mencuri pandangan ke arahnya.

Satu yang pasti, salah satu dari mereka memiliki warna mata hitam saat Abi menatapnya tadi. Sekilas. Tapi sangat terlihat jelas dalam pandangannya.

Begitu pria itu hendak pergi, Abi juga buru-buru menyelesaikan makannya. Setelah membayar, ia langsung mengikutinya. Dengan jarak aman, Abi terus mendekat. Setidaknya iblis di depan pasti bisa ia tanyai.

Sampai di sebuah lorong yang cukup sunyi, pria tadi yang sepertinya menyadari kalau sedang diikuti, segera berlari dan membuat Abi kaget. Ia sontak ikut lari mengejarnya. Mereka berlari melewati lorong-lorong yang ada di sekitarnya. Pria itu terus menghindari Abi yang tak kenal menyerah.

Hingga sampai di sebuah gang buntu, dan tentu sudah tidak ada lagi jalan lain untuk kabur. Pria itu malah tersenyum, dan tak lama setelah itu, beberapa orang mulai muncul di belakang dan sekitar Abi. Ia dijebak.

"Mau apa kalian?!" tanya Abi lantang.

"Kau sendiri mau apa di sini?"

"Di mana Ellea!"

"Ellea? Oh, nephilim itu? Jadi kau datang untuk mencari dia?"

"Katakan, di mana dia sekarang!" tegas Abi.

"Kalau tidak, bagaimana?" tanya pria itu seperti menantangnya.

"Aku bunuh kalian semua!" ancam Abi.

"Bagaimana caranya? Apa kau punya senjata untuk melawan kami? Pistol perak, atau pedang yang sama? Bahkan kau tidak membawa apa pun!" ejeknya.

Sadar dirinya memang seperti orang bodoh yang akan bunuh diri, Abi mendadak diam. Ia memikirkan cara untuk melawan. Jika mereka manusia, maka akan mudah baginya melumpuhkan satu persatu orang ini. Tapi sayangnya mereka adalah iblis. Dia tidak punya kitab mantra untuk melakukan exorcism, tidak punya air suci dan semua hal yang ia butuhkan sekarang.

"Serang dia!" suruh nya ke semua orang di tempat ini. Abi dikeroyok dengan membabi buta. Tenaganya memang kuat, ia mampu bertahan, tapi jika tanpa perlawanan cukup, maka Abi bisa benar-benar sekarat. Apalagi kakinya tidak menginjak tanah. Semua yang ada di sekitarnya adalah paving.

Tangannya terluka karena cakaran salah satu dari mereka. Ia dikeroyok, dan tentu makin lama dirinya kewalahan. Abi terkena tendangan hingga terpental mundur cukup jauh. Ia membentuk tembok di belakangnya hingga S E N S O Rik sampai muntah darah.

Mereka merasa di atas angin, namun tiba-tiba salah satu kepala dari mereka ditebas seseorang. Menggelinding hingga sampai di kaki Abimanyu. Semua lantas menatap orang itu, orang yang telah membunuh salah satu iblis ini dengan cepat.

"Paman Gio?!" pekik Abi, saat melihat sosok yang ia kenali ada di belakang mereka semua. Memegang pedang panjang dengan wajah yang dingin dan datar. Ia lantas melempar pedangnya yang lain ke arah Abimanyu. Abi dengan cekatan menangkapnya.

"Jangan tinggalkan senjata mu, Anak muda," cetusnya lalu kembali menyerang mereka. Kini kekuatan sudah hampir sepadan. Setidaknya ada Gio sebagai dewa penyelamat. Abi memiliki senjata untuk melawan mereka. Tusukan demi tusukan terus ia layangkan dan seolah kekuatannya telah kembali. Ia merasa memiliki semangat baru. Mungkin karena ada Gio di sini. Dia merasa tidak sendirian lagi.

Dalam sekejap, mereka semua telah tewas. Para iblis ini sudah mati dengan meninggalkan tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa lagi. Ada rasa bersalah di dalam benak Abi dan Gio, mereka membunuh manusia yang tak bersalah. Tetapi, tubuh yang pernah dirasuki iblis, tidak akan kembali seperti semula. Sekali pun iblis itu telah keluar dari tubuhnya. Akan ada iblis lain yang bisa merasuk dalam dirinya. Bahkan dia akan menjadi semacam wadah bagi para iblis nantinya. Semua harus ada konsekuensinya, ada yang harus dikorbankan untuk sebuah perjuangan. Seperti Vin, mereka pun masih memikirkan apa yang harus di lakukan pada Vin nanti. Mungkin setelah masalah ini selesai, dan mereka semua masih hidup.

"Paman ke mana saja! Kenapa baru muncul sekarang?!" tanya Abi sedikit kesal. Gio malah tertawa lalu mengajaknya pergi dari tempat ini sebelum mayat ini ditemukan oleh orang lain.

"Nanti gue ceritain!"

Sebuah penginapan sederhana menjadi tempat persembunyian mereka berdua. Gio mengambil dua botol bir dan memberikan salah satunya pada Abi. Kini mereka berdua berada di negeri asing. Jauh dari rumah dan hanya berdua saja.

"Gimana kabar Rendra dan Pak Yudis, apa Paman tau?" Gio menggeleng, "gue bahkan belum ke rumah sejak pergi kemarin. Jadi mana gue tau. Memangnya apa saja yang sudah terjadi selama gue nggak ada?"

Abi menghela nafas. Ia merasa sedih jika mengingat hal itu lagi. Terpaksa ia menceritakan semua hal itu, malam saat ia meninggalkan rumah sakit dan membiarkan Rendra dan Yudis menghadapi para iblis itu.

"Semoga mereka baik-baik saja," ujar Gio yang juga terlihat terpukul mendengar kabar ini. Sejak kehilangan Adi, dirinya sudah jarang memiliki teman yang satu frekuensi dengan minat dan tujuan yang sama dengannya. Tapi setelah Yudis dan Rendra hadir di tengah-tengah mereka, Gio merasakan adanya kekuatan baru dengan tim yang baru ini. Walau Rendra bukanlah manusia seperti mereka, setidaknya dia masih memiliki hati manusia.

"Jadi Paman Gio selama ini di sini?" tanya Abi, meneguk botol bir itu langsung. Gio duduk di pinggir ranjang dan menikmati bir di tangannya juga. Ia mengangguk, sampai bir di dalam mulutnya sudah tertelan sempurna. Menatap Abimanyu.

"Gue nyari seseorang yang dirasa bisa membantu masalah ini. Ada hal aneh yang gue lihat sejak Ellea sering bermimpi tentang wanita yang bernama Elisabeth itu."

"Maksud Paman, hal aneh seperti apa?"

"Beberapa kali gue melihat Ellea diikuti bayangan hitam. Bahkan pernah sekali gue lihat bayangan hitam itu jelas, di kamarnya, saat dia tidur. Bayangan hitam itu memegang kepala Ellea. Mungkin itu alasan dia sering mimpi buruk."

"Kenapa Paman nggak pernah cerita ke Abi?"

"Percuma juga gue cerita. Palingan juga elu nggak percaya!" tukasnya lalu berjalan ke arah tas ransel miliknya. "Dan akhirnya gue cari orang yang ngerti masalah ini." Gio mengeluarkan sebuah buku, lebih mirip jurnal dengan tulisan tangan seseorang. Ia menyerahkan ke Abi.

"Pemilik buku ini adalah suami dari seorang perempuan yang ternyata salah satu ras Nephilim," jelas Gio sambil menunjuk buku tersebut. Abi masih membaca isinya, lembar demi lembar, sambil mendengarkan penjelasan Gio.

"Gue kenal Eddie karena dia spesialis supranatural."

"Apa? Spesialis supranatural? Maksudnya?"

"Gue kenal dia dari temen. Sesama hacker. Dulu di rumahnya ada ritual exorcism, karena anaknya dirasuki setan. Dan Eddie yang membantu pengusiran setan itu. Setelah kejadian itu, beberapa kali gue ketemu Eddie secara tidak sengaja. Di situ obrolan tentang Nephilim mengalir dari mulutnya. Ia menceritakan saat dirinya menikah dengan ras Nephilim. Dan saat gue denger soal Nephilim ini dari mereka kemarin, gue langsung nyari Eddie."

"Terus mana Eddie?" tanya Abi sambil tengak tengok ke segala arah. Gio menggeleng sambil menarik napasnya berat. "Dia tewas."

"Maksud Paman? Tewas? Tapi kenapa?"

"Karena dia sama gue berusaha menggagalkan ritual ini. Dia meninggal kemarin malam. Salah satu iblis itu membunuh Eddie. Jantungnya dicabut dari tubuhnya. Dan gue gagal menyelamatkan dia."

"Ellea ... Abi harus selamatkan dia, Paman. Apa ada cara untuk menyelamatkan Ellea?"

"Nggak ada, Bi. Kita harus membunuh Ellea!" kata Gio datar.

"Enggak! Nggak akan Abi biarkan hal itu, Paman. Pasti ada cara lain!"

"Enggak ada cara lain. Karena sampai kapan pun keberadaan Ellea akan menjadi incaran para iblis. Kalau sekarang dia lolos dari Amon, beberapa tahun lagi, pasti dia bakal ditemukan oleh mereka. Itu juga yang dilakukan Eddie ke istrinya. Eddie membunuh istrinya sendiri, hanya untuk mencegah Amon hidup abadi. Miris, kan? Gue pun nggak mau kalau hal yang sama terjadi sama kalian. Gue juga sayang Ellea, dia udah gue anggap kayak anak gue sendiri. Tapi keadaan sekarang nggak memungkinkan untuk dia terus hidup."

"..."

"Bi ...."

"Nggak! Ellea harus tetap hidup, sekali pun kami harus terus menghindari mereka. Atau seumur hidup nanti kami harus terus melarikan diri dari Amon. Abi nggak bisa kehilangan Ellea, Paman. Jangan pernah bilang hal itu lagi. Jangan pernah berniat membunuh Ellea, Paman! Atau Abi juga akan membunuh Paman nantinya!" ancam Abi dengan sorot mata penuh kebencian.

Gio diam, ia paham kalau emosi Abi sedang tinggi. Dan hal ini juga berat baginya. Tidak mudah mengatakan hal ini, bahkan memikirkan membunuh Ellea saja, membuat dia merasa tidak berguna hidup di dunia ini. Tapi tidak ada cara lain. Karena inilah, semua ras Nephilim menjadi incaran para hunter. Karena takdir mereka hanya dua, mati oleh kaumnya sendiri, atau mati sebagai tumbal iblis. Sebagian dari Nephilim justru mengakhiri hidupnya sendiri, mereka tidak mau mati dengan dua cara itu. Semua menyakitkan.

"Ya sudah. Kita coba cari cara lain, Oke? Yang penting kita bawa dulu Ellea pergi dari tempat ini," kata Gio sambil menepuk bahu Abi, berusaha menguatkan nya.

"Tapi di mana Ellea sekarang?"

"Gue udah cari tau, dan mengikuti para iblis itu. Mereka sering datang ke gereja yang ada di pinggir kota sana. Gereja itu terbengkalai, dan nggak pernah lagi dipakai. Malam ini kita ke sana, karena biasanya saat malam tiba, sebagian besar dari mereka bakal pergi keluar. Cari makan mungkin, entah lah. Tapi itu adalah waktu yang tepat. Jadi sekarang kita harus persiapkan semuanya. Lebih baik kau makan terus tidur. Lihat wajahmu itu! Sudah mirip mayat hidup! Bahkan lebih mengerikan dari wajah iblis tadi!" ejek Gio.

Gio sudah mendengkur dalam beberapa menit setelah tubuhnya mendarat mulut di kasur. Sementara Abi justru tidak bisa tidur dengan nyenyak. Baginya tidur di dalam pesawat tadi sudah lebih dari cukup, justru ia sangat penasaran dengan jurnal milik Eddie yang masih ada di tangannya. Abi terus membaca kata demi kata. Dan wawasannya tentang hal supranatural yang memang asing baginya mulai membuka pikirannya sendiri. Ia banyak membaca tentang setan, iblis, malaikat, bahkan makhluk lain yang belum pernah ia temui sebelumnya.
itkgid
bejo.gathel
regmekujo
regmekujo dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.