Kaskus

Story

ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
Supernatural
Quote:


Mungkin agan di sini pernah baca cerita ane yang berjudul pancasona? Kali ini ane akan melanjutkan kisah itu di sini. Yang suka cerita genre fantasi, kasus pembunuhan berantai, gengster werewolf, vampire dan sejenisnya. Silakan mampir. emoticon-Betty

Supernatural

Quote:


INDEKS
Part 1 abimanyu maheswara
Part 2 abimanyu
Part 3 kalla
Part 4 siapa kalla
Part 5 seorang gadis
part 6 Ellea
part 7 taman
Part 8 kamar ellea
Part 9 pagi bersama ellea
Part 10 rencana
Part 11 tentang kalla
part 12 rumah elang
Part 13 kembali aktivitas
part 14 emosi elang
part 15 janin kalla
part 16 elang
Part 17 vin
Part 18 kantor
Part 19 kemunculan kalla
part 20 pulau titik nol kehidupan
part 21 desa terkutuk
Part 22 wira
Part 23 teman lama
Part 24 patung wira
part 25 teror di rumah John
part 26 tato
part 27 simbol aldebaro
part 28 buku
part 29 kantor kalla
part 30 batu saphire
part 31 Lian dan Ayu
part 32 kakak beradik yang kompak
part 33 penyusup
part 34 kalah jumlah
part 35 lorong rahasia
Part 36 masuk lorong
part 37 cairan aneh
part 38 rahasia kalandra
part 39 Nayaka adalah Kalandra
Part 40 kemampuan nayaka
Part 41 Arkie
Part 42 Arkie (2)
Part 43 peperangan
Part 44 berakhir
Part 45 desa abi
part 46 nabila
part 47 cafe abi
Part 48 Maya
part 49 riki kembali, risna terancam
part 50 iblis bertubuh manusia
part 51 bertemu eliza
part 52 Feliz
Part 53 Bisma
Part 54 ke mana bisma
part 55 rahasia mayat
part 56 bisma kabur
part 57 pertemuan tak terduga
part 58 penyelidikan
part 59 tabir rahasia
part 60 kebakaran
part 61 Bajra
part 62 pengorbanan Bajra
part 63 the best team
part 64 masa lalu
part 65 perang dimulai
part 66 kisah baru
part 67 bertemu vin
part 68 san paz
part 69 cafe KOV
part 70 demigod
part 71 california
part 72 Allea dan Ellea
part 73 rumah ellea
part 74 alan cha
part 75 latin kings
part 76 kediaman faizal
part 77 kematian faizal.
part 78 permainan
part 79 ellea cemburu
part 80 rumah
part 81 keributan
part 82 racun
part 83 mayat
part 84 rencana
part 85 kampung....
Part 86 kematian adi
part 87 tiga sekawan
part 88 zikal
part 89 duri dalam daging
part 90 kerja sama
part 91 Abraham alexi Bonar
part 92 terusir
part 93 penemuan mayat
part 94 dongeng manusia serigala
part 95 hewan atau manusia
part 96 Rendra adalah werewolf
part 97 Beta
part 98 melamar
part 99 pencarian lycanoid
part 100 siapa sebenarnya anda
part 101 terungkap kebenaran
part 102 kisah yang panjang
part 103 buku mantra
part 104 sebuah simbol
part 105 kaki tangan
part 106 pertikaian
part 107 bertemu elizabet
part 108 orang asing
part 109 mantra eksorsisme
part 110 Vin bersikap aneh
part 111 Samael
part 112 Linda sang paranormal
part 113 reinkarnasi
part 114 Nayla
part 115 Archangel
part 116 Flashback vin kesurupan
part 117 ritual
part 118 darah suci
part 119 Lasha
part 120 Amon
part 121 masa lalu arya
part 122 sekte sesat
part 123 sekte
part 124 bu rahayu
part 125 dhampire
part 126 penculikan
part 127 pengakuan rian.
part 128 azazil
part 129 ungkapan perasaan
part 130 perjalanan pertama
part 131 desa angukuni
part 132 Galiyan
part 133 hilang
part 134 Hans dan Jean
part 135 lintah Vlad
part 136 rahasia homestay
part 137 rumah kutukan
part 138 patung aneh
part 139 pulau insula mortem
part 140 mercusuar
part 141 kastil archanum
part 142 blue hole
part 143 jerogumo
part 144 timbuktu
part 145 gerbang gaib
part 146 hutan rougarau
part 147 bertemu azazil
part 148 SMU Mortus
part 149 Wendigo
part 150 danau misterius
part 151 jiwa yang hilang
part 152 serangan di rumah
part 153 misteri di sekolah
part 154 rumah rayi
part 155 makhluk lain di sekolah
part 156 Djin
part 157 menjemput jiwa
part 158 abitra
part 159 kepergian faza
part 160 Sabrina
part 161 puncak emosi
part 162 ilmu hitam
part 163 pertandingan basket
part 164 mariaban
part 165 Dagon
part 166 bantuan

INDEKS LANJUT DI SINI INDEKS LANJUTAN
Diubah oleh ny.sukrisna 16-05-2023 21:45
indrag057Avatar border
bejo.gathelAvatar border
itkgidAvatar border
itkgid dan 12 lainnya memberi reputasi
13
13.9K
222
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
ny.sukrisnaAvatar border
TS
ny.sukrisna
#115
Part 111 Samael
Mereka berempat kini duduk di sofa yang disediakan di tengah butik. Butik ditutup sementara sampai keadaan mereka kembali tenang dan tentu sampai para wanita ini sadarkan diri.

"Jadi mereka beneran kerasukan?" tanya Allea dengan raut wajah kebingungan sekaligus tidak percaya.
Ia menatap satu persatu wajah Ellea, Abi dan Rendra.

"Jadi ini yang lagi kamu pelajari, Ell?" tanya Abi, tak menanggapi pertanyaan Allea barusan. Ellea mengangguk pelan, wajahnya menyiratkan kecemasan dan ketakutan. "Apa alasan kamu mencari tau tentang mereka?" tambah Abi.

"Entahlah. Awalnya aku cuma iseng baca soal Archangel. Karena kalian tau, kan, kalau aku ini ...."

"Iya, terus?"

"Terus ada beberapa info tentang iblis yang turun ke bumi. Beberapa dari mereka masuk ke dalam tubuh manusia untuk alasan dan niat tertentu. Dan aku melihat salah satu dari mereka."

"Maksud kamu Zio, cowok tempo hari yang kita ketemu di parkiran cafe?"

"Iya. Aku lihat pas matanya berubah hitam selama beberapa detik. Dan ada bau yang aneh saat di dekat dia. Sikapnya juga aneh, dingin."

Abi meraih tangan gadis itu, merapikan anak rambutnya lalu mencium kening Ellea. "Aku minta maaf, seharusnya aku ...." Belum selesai Abi mengutarakan perasaan bersalahnya, Ellea meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Abi. "Nggak apa-apa, Biyu. Aku juga minta maaf, kadang sikapku juga kekanak-kanakan." Dan keduanya berakhir dengan saling berpelukan.

"Eh, sebentar. Zio bilang dia lagi nyari seseorang. Apa maksudnya Ellea?" tanya Rendra yang akhirnya merusak suasana romantis mereka.

"Apa? Nyari aku?"

"Eum, belum jelas, sayang. Tadi kami berdua sempet ngobrol sama Zio. Dia memang bilang lagi nyari seseorang di desa ini."

"Hey, bisa jadi emang itu Ellea yang dia maksud, kan? Bayangin aja, Ellea sekarang disebut kaki tangan malaikat? Iblis dan malaikat, kan nggak akur? May be," cetus Allea sambil menaikkan kedua bahunya.

"Kita harus cari tau. Jalan satu-satunya ya dekati Zio. Kita cari tau siapa dan apa yang dia cari. Kalau pun yang dia maksud Ellea, kita juga harus tau niat dia apa nyari Ellea. Dan kita perlu minta bantuan Pak Yudistira, mungkin dia tau sesuatu," saran Rendra.

_________

"Wah, tumben kalian ke sini ramai-ramai begini?" tanya Yudis saat mendapati empat orang tamu di depan rumahnya.

Sejak kasus werewolf beberapa bulan lalu, mereka memang sudah jarang datang ke rumah ini. Hanya Rendra yang sering datang. Itu pun untuk memperindah taman Yudis.

"Ada yang mau kami tanyakan, Pak," sahut Abimanyu.

"Masuk."

Rumah ini tidak banyak berubah, semua masih sama. Dengan pola simbol penangkal werewolf di beberapa pintu. Bedanya tidak hanya di pintu masuk, tapi Yudis menggambarnya juga di tiap pintu kamar dan ruangan di seluruh rumahnya.

"Waw, anda tidak trauma, kan, Pak?" tanya Allea yang melihat simbol-simbol itu di beberapa sudut rumah ini. Yudis yang mengerti maksud istri Vin itu hanya tertawa. "Antisipasi. Kalian tau, kan, kalau kita tidak bisa mempercayai satu pun orang asing?"

"Yah, itu benar. Dan sekarang sepertinya kita kedatangan makhluk lain selain ras Rendra," ucap Abi menyindir.

"Maksud kalian?"

Mereka mulai menceritakan tentang apa yang baru saja terjadi dan juga Zio yang mereka temui kemarin. Yudis diam dan terus menyimak pembicaraan ini.

"Yah, itu benar. Kalau apa yang kalian bicarakan adalah iblis," terang Yudis lalu melirik Ellea yang menjadi pendiam akhir-akhir ini, "kemajuanmu cukup cepat, Ell. Sampai-sampai sudah hapal mantra itu." Puji Yudis. Ellea hanya menarik salah satu sudut bibirnya.

"Jadi, apa yang mereka cari, Pak? Apa benar mereka mencari Ellea?"

"Hm, entahlah. Aku hanya manusia biasa, Bi. Nggak tau urusan langit. Kalau pun mereka memang mencari Ellea, tinggal kau yang harus mempertahankannya."

"Maksudnya?"

Yudis berjalan ke depan pintu, kembali menyibak karpet di sana. "Buat simbol ini di depan rumah kalian. Jadi sekalipun ada manusia yang dirasuki iblis, dia tidak akan bisa keluar dari lingkaran ini."

"Wow."

"Aku rasa Ellea sudah paham tentang simbol ini, benar begitu, Ell?" tanya Yudis ke gadis itu. Ellea mengangguk pelan. "Hasil membaca puluhan buku selama ini, Pak. Ternyata ada hasilnya juga," tuturnya santai.

"Lalu bagaimana langkah selanjutnya?"

"Saranku, diam saja dulu. Kita lihat bagaimana ke depannya. Kalau benar Ellea yang mereka cari, nanti juga mereka bakal datang ke Ellea dengan sendirinya. Dan sebelum kita tau apa yang sedang terjadi, kalian Pagari rumah kalian agar mereka tidak seenaknya masuk."

"Apalagi yang harus kami lakukan selain menggambar simbol itu?"

"Tanya saja Ellea."

"Eum, garam? Air suci? Seperti di film horor," kata Ellea yang juga belum begitu yakin.

"Oke, kalau gitu. Biar aku mencari tau siapa mereka dan apa alasan mereka datang ke desa kita," tukas Rendra yang kemudian beranjak dari duduk nya.

"Tapi apa nggak terlalu berbahaya, Ren?" tanya Ellea.

"Santai saja, Ell. Ya sudah, ayok pulang. Mobilku masih di cafemu, Bi," ajak Rendra.

"Ya sudah. Terima kasih informasinya, Pak." Akhirnya mereka berempat mulai beranjak dan pergi meninggalkan rumah Yudistira.

Yudis menatap kepergian anak muda itu dengan tatapan nanar. Ia teringat akan beberapa hari lalu, saat dirinya sedang ada di sebuah restoran hotel miliknya. Yudis memang memiliki banyak aset di mana-mana. Salah satunya hotel itu. Hotel yang berada di depan batas desa. Desa Amethys memang memiliki banyak tempat wisata yang indah dan akan berkembang baik jika dikelola dengan benar. Terbukti dengan ramainya homestay diwaktu weekend dan hotel milik Yudis juga terkena imbasnya. Bukan hotel bintang lima, tetapi hanya sebuah hotel bintang tiga dan termasuk nyaman sekaligus mewah untuk tempat seperti ini.

Yudistira selalu datang ke hotel guna melihat perkembangan tempat itu. Memeriksa keuangan dan kondisi hotelnya secara berkala. Dan sore itu, ia melihat pemandangan yang aneh dari salah satu tamu hotelnya.

Sekelompok pria yang diduga pengunjung dari kota, terlihat arogan. Mereka sempat membuat para waitres restoran kewalahan dengan sikap semena-menanya. Menggoda salah satu karyawan Yudis dan akhirnya membuat Yudis turun tangan.

Hal pertama yang membuat Yudis merasa aneh, adalah ia mencium bau anyir yang pekat saat berada di dalam kelompok itu. Sekelompok pria dengan 5 laki-laki yang memiliki tatapan mengerikan. Dingin dan seperti tidak memiliki jiwa. Awalnya Yudis hanya merasa kalau itu hanya bau pakaian basah yang tidak kering, karena melihat ada noda basah di pakaian mereka, tapi rupanya saat ia memperhatikan dengan seksama, noda itu adalah darah yang sudah menggumpal.

Yudis masih menganggap kalau mereka pemburu yang sedang mencari hewan buruan di hutan. Dan darah itu adalah milik salah satu hewan buruan. Tapi saat ia tak sengaja melirik ke cermin yang ada di dekat kasir, matanya terbelalak karena sekelompok pria itu terlihat mengerikan di depan cermin. Tapi jika melihat mereka secara langsung, hanya wajah pria-pria menyebalkan pada umumnya.

Yudis mulai merasa aneh melihat hal ini. Satu yang pasti, ia tau kalau tubuh itu sudah dikuasai roh jahat. Karena cermin tidak akan berbohong.

_______

Abimanyu berada dalam sebuah hutan dengan posisi yang cukup tinggi untuk dapat melihat bumi dari tempatnya berdiri. Hamparan awan putih bagai permadani indah yang menyejukkan mata. Ia duduk di sebuah batu besar, sambil memperhatikan sekelilingnya. Rasa penasaran mulai masuk ke sanubarinya. Ia berpikir kalau sedang berada di alam mimpi. Akhir-akhir ini ia memang sering mendapat mimpi yang aneh. Terkadang mimpi itu justru akan berlanjut esok hari nya. Seperti potongan film dan ia menjadi penonton yang terlibat di dalamnya.

Hutan pinus di belakangnya, terlihat damai dan sejuk di pandang mata. Kabut tipis terlihat dan membuat efek pada mulutnya. Seolah asap keluar dari mulut Abi saat ia membukanya. Ia memeluk lengannya karena sensasi dingin yang cukup menusuk tulang.

Tiba-tiba ia mendengar kepakan sayap yang cukup besar di belakang. Abi otomatis menoleh dan melihat seorang pria dengan sayap besar sedang berjalan mendekatinya. Dahinya berkerut, seolah memikirkan sesuatu. Dalam benaknya, Abi seperti pernah melihat wajah pria itu.

"Abimanyu Maheswara?" tanya sambil berjalan mendekat padanya. Pemilik nama itu mengangguk pelan, ragu karena dipanggil dengan seluruh nama aslinya. Jarang sekali ada orang yang memanggilnya dengan nama belakangnya.

"Anda ...?" tanya Abi sambil mengingat-ingat sesuatu.

"Mungkin kamu mengenalku sebagai Wira."

Abi cukup tercengang, karena ia baru menyadarinya kalau pria di depannya ini adalah Wira, sahabat ayahnya, sekaligus mantan kekasih ibunya. Hanya saja, penampilan Wira yang berubah drastis, membuat Abi tidak langsung mengenalinya.

"Tapi kau bisa memanggilku, Samael."

Sosok Samael memiliki sejarah dan peran yang cukup rumit dalam tradisi Angelologi Abrahamik. Selain diyakini sebagai malaikat suci, dia juga dipercaya sebagai sosok iblis. Dalam tradisi awal Judaisme, Samael dianggap sebagai malaikat kematian, salah satu dari tujuh Archangel, penguasa langit kelima, dan pemimpin dari 2 juta malaikat.

Samael digambarkan sebagai "murka Tuhan" dan termasuk ke dalam archangel kelima alam Briah. Nama Samael terkadang sering disalahpahami dengan Camael, salah satu archangel juga. Anggapan Samael sebagai wujud suci. Dia memiliki 12 sayap dan bertugas menjaga semua bangsa kecuali Israel. Samael juga diduga menikahi Lilith saat Lilith meninggalkan Adam. 

"Kau Samael?" tanya Abi lagi. Ia merasa pernah bertemu Wira, tetapi wujudnya tidak seperti ini. Wira yang kini ada di hadapannya terlihat berbeda. Lebih bersinar dan memiliki aura wajah yang teduh. Berbeda dengan Wira yang dulu ia temui. Dengan sayap yang ada di punggungnya, Abi berpikir bahwa dia juga salah satu dari Archangel. Itu berarti dia juga tau tentang ayahnya.

"Mana Ayahku?" tanya Abi, menatap liar ke belakang Wira. Wira hanya tersenyum sambil menundukkan kepala. Kakinya bermain pada rumput basah di bawah mereka.

"Dia nggak ada di sini. Belum saatnya dia ke sini, Bi."

"Maksudmu?"

"Kamu sudah tau tentang kami, bukan?"

"Hm, entah lah. Itu hanya sebuah diskusi dari beberapa sumber. Tapi kami belum tau yang sebenarnya. Mungkin Anda bisa memberitahu apa yang terjadi pada saya, Samael?"

Wira tertawa sampai-sampai membuat Abi kebingungan. Karena ia merasa tidak ada bagian yang lucu dari tiap perkataannya tadi.

"Kau mirip Arya." Wira ikut duduk di batu besar tadi. Netranya menatap lurus ke depan, menatap barisan awan yang indah dan mengagumkan. "Kami memang pernah menjadi malaikat yang dikutuk Tuhan. Semua memiliki cerita masing-masing. Dan saat kami berada di bumi, kutukan itu masih berlaku bahkan sampai seumur hidup, jika kami masih tergoda duniawi. Cinta sesama, nafsu, dan semua sifat buruk manusia. Kutukanku sudah berakhir, karena aku melepas semua nafsu duniawi itu. Dan juga dengan pengorbanan yang beberapa kali kulakukan dulu, Tuhan mengangkatku kembali ke surga."

"Lalu di mana ayah dan ibuku?"

"Aku tidak tau, Bi. Yang jelas mereka masih harus menjalani kutukan mereka hingga mereka bertaubat dan melepaskan nafsu duniawi. Kedua orang tuamu saling mencintai. Aku pun sempat mencintai ibumu. Maka dari itu, kami dikutuk. Harus menjalani cinta segitiga dalam beberapa kali kehidupan. Mungkin kisah cintaku dengan Nayla kemarin adalah yang terakhir. Karena sekarang di hatiku sudah tidak ada lagi Nayla, dan perasaan apa pun kepada makhluk lain. Kini, aku hanya menyembah Tuhan. Dan sepenuhnya semua kuberikan padanya. Bahkan jiwaku sendiri."

"..."

"Jika umurmu panjang, pasti kau akan bertemu lagi dengan Arya dan Nayla di kehidupan mereka selanjutnya. Tapi aku tidak yakin kalau mereka akan mengenalimu. Aku juga tidak yakin, apakah kamu akan berumur panjang. Banyak rintangan di depanmu, Bi. Masalah kemarin bukanlah akhir dari segalanya. Masih banyak hal buruk yang akan kau temui di masa mendatang. Apalagi kau dan kekasihmu itu bukan manusia biasa. Dia Nephilim, sementara kau adalah anak Archangel. Banyak iblis dan makhluk lain ingin mendekati kalian. Tentu dengan niat buruk."

"...."

"Berita tentang darahmu yang bisa meledakkan iblis sudah terdengar di semua telinga setan di penjuru dunia. Mereka akan menghindari mu, tapi makhluk lain, aku yakin tidak akan. Mereka justru ingin memusnahkan mu. Berhati-hati lah. Kau punya kemampuan yang terpendam di dalam dirimu sendiri. Itu semua akan terbuka seiring berjalannya waktu."

"Kemampuan? Seperti apa?"

Wira menatap ke langit, "sebaiknya kau kembali." Tangannya menutupi mata Abimanyu. Pandangan Abi gelap. Lalu ia merasakan tubuhnya di guncang pelan dengan suara panggilan dari mulut Ellea.

"Biyu? Bangun. Ke cafe nggak?" tanyanya. Abi menatap gadis itu lalu sekitar. Sedikit terkejut karena ia sudah ada di kamarnya. Jendela di luar sudah menampakan sinar mentari pagi dengan posisinya yang terbuka membuat udara pagi masuk ke dalam, membuat segar hawa kamarnya.

Ia segera duduk, dengan wajah tegang. Ellea yang sudah mengenal Abi sejak lama, paham bahwa telah terjadi sesuatu pada kekasihnya. Ia membelai pipi Abi dengan lembut. "Kenapa, Biyu?" tanyanya. Abi menatap Ellea, lalu menggenggam tangan gadis itu. "Nggak apa-apa, Ell. Aku cuma mimpi. Aneh."

"Mimpi apa, sayang?" tanya Ellea.

"Om Wira."

'Om Wira? Dia itu, kan, teman ayah sama ibumu, Bi?"

"Iya. Entah di mimpiku ini memang dia yang datang atau cuma bunga tidurku saja, Ell. Tapi Om Wira datang dengan wujud berbeda. Dia punya sayap juga di punggungnya."

"Maksud kamu dia, malaikat?!" tanya Ellea setengah berteriak.

"Hm iya. Dia bilang begitu. Dan, kamu tau, Ell? Kalau ayah dan ibuku juga sama seperti dia?'

"Hah?! Yang bener, Biyu? Kamu tau dari mana?" Ellea benar-benar terkejut dan tidak menyangka kalau apa yang terjadi pada dirinya juga terjadi pada kekasihnya. Abimanyu menceritakan semua kejadian semalam, tentang diskusi mereka bertiga dan semua bukti yang diberikan Yudistira. Ellea membaca dan melihat semua foto tentang wajah yang mirip Arya di beberapa dekade lalu. Ia juga tercengang dengan semua penuturan Abimanyu.

"Jadi mereka bertiga malaikat yang dikutuk. Waw, benar-benar kebetulan yang nggak bisa diduga, ya. Aku nggak sangka, kalau kisah cinta orang tua mu begitu dramatis. Tapi, kenapa kamu murung begitu, Biyu?"

Abimanyu menarik napasnya dalam-dalam, tersenyum dan menggeleng. "Aku cuma nggak sangka saja, kalau suatu hari nanti kedua orang tua ku itu bisa hidup lagi. Menjalani kehidupan mereka dengan normal lagi. Apa mungkin aku bisa ketemu mereka lagi, Ell?"

"Siapa yang tahu, Biyu? Apalagi apa yang ada di dalam dirimu, bisa membuatmu hidup lebih lama lagi dari manusia normal. Dari sebuah buku yang aku baca, kamu bukan manusia seperti yang lain. Memang wujud kamu manusia seutuhnya, tapi ... kamu bakal hidup abadi. Aku takut," ujar Ellea dengan mata berkaca-kaca. Abi memegang kedua pipi Ellea dengan kedua telapak tangannya.

"Kenapa, sayang? Apa yang bikin kamu takut?"

"Saat kamu tetap hidup, aku rasa aku nggak akan bisa seperti kamu. Suatu hari nanti aku pasti akan mati. Aku bukan kamu, Biyu. Aku nggak bisa temenin kamu selamanya."

"Sttt! Kamu ini bilang apa sih? Jangan berpikir itu sekarang. Semuanya belum jelas, Ell," tukas Abi dengan menutup bibir Ellea dengan jari telunjuknya.

"Tapi kalau itu bener ...," tambah Ellea lagi. Abi langsung memeluknya erat. Tak membiarkan kata apa pun terus terucap di bibirnya. Apa yang Ellea katakan, kemungkinan memang bisa terjadi, Abi juga takut jika ia benar-benar hidup abadi. Ia akan sendirian. Ditinggalkan orang-orang terdekatnya. Sama seperti Arya, yang melebur ilmu pancasona itu karena ingin normal.

"Lah, malah pada pelukan pagi-pagi. Sarapan, yuk!" Vin muncul dari balik pintu dengan tampang segar, habis mandi.

Abi dan Ellea berangkat aktivitas bersama-sama, Gio sudah berangkat sejak tadi karena ada beberapa mobil yang harus ia kerjakan hari. Allea dan Vin juga sudah kembali ke rumah masing-masing karena mereka juga harus pergi bekerja seperti yang lain. Aktivitas mereka sudah kembali seperti semula. Dunia kembali damai setelah drama iblis yang mereka alami kemarin.

Abimanyu mengantar Ellea sampai butik. Ia juga membantu Ellea membuka rolling door dan bantuan lainnya. Kebetulan Allea belum sampai, dan cafenya bisa ia percayakan pada pegawainya yang lain. Suasana di trotoar jalan terlihat masih lenggang. Ada beberapa pejalan kaki yang sebenarnya sedang berlari pagi bersama peliharaan mereka. Saat Abi membantu Ellea mengelap jendela butik, ia mendengar hal aneh yang baru kali ini ia alami. Seekor anjing chihuahua yang sedang bersama pemiliknya, menoleh ke arahnya seolah mengajak Abi mengobrol. Abi bahkan sempat mencari sumber suara yang ia dengar, tapi semua selalu tertuju pada anjing kecil itu. Apalagi hal yang ia bahas adalah tentang keberadaan anjing pudel yang tidak pernah lagi terlihat di jalanan ini.

Abi benar-benar bingung, dan tidak percaya atas apa yang terjadi terhadapnya. Sampai-sampai Ellea menyadarkannya yang sejak tadi berdiri mematung layaknya orang linglung. "Kenapa, Biyu?"

Abi yang sebenarnya ingin menceritakan hal ini pada Ellea, tapi lantas mengurungkan niatnya. Karena ia yakin kalau dirinya salah dengar. "Nggak apa - apa, Ell."

Sebuah mobil parkir di bahu jalan, dan itu adalah mobil Vin yang datang bersama Allea. Mereka langsung saling berpamitan karena Vin sendiri akan pergi bekerja. "Kalau begitu, aku ke cafe sekarang, ya. Udah ada Allea, dan semua udah beres juga. Nggak apa - apa, kan?" tanya Abi sambil membelai pipi kekasihnya.

"Iya, Biyu. Nggak apa - apa kok. Kamu hati - hati, ya, di jalan. Nanti kabarin aku kalau sudah sampai di cafe," pinta Ellea. Abi segera mengecup kening Ellea dan kembali ke mobilnya.

Sepanjang jalan ia masih bertanya - tanya atas apa yang ia dengar tadi. Belum selesai rasa penasarannya, kini suara lain kembali ia dengar. Saat ia sedang berhenti di lampu merah, seekor burung gereja yang tidak sengaja hinggap di kap mobilnya tengah bercakap-cakap dengan burung gereja lainnya. Mereka membahas tentang cuaca hari ini yang cukup dingin karena langit masih ditutupi oleh awan gelap. Kedua ekor burung itu, langsung menoleh ke Abimanyu sambil menanyakan hal yang sama.

"Hujan pasti akan turun hari ini. Kau harus memakai payung nanti," ucap salah satu burung tersebut. Abi melotot sambil menepuk kedua pipinya sendiri. "Nggak mungkin!" gumamnya.

Abi dan Ellea berangkat aktivitas bersama-sama, Gio sudah berangkat sejak tadi karena ada beberapa mobil yang harus ia kerjakan hari. Allea dan Vin juga sudah kembali ke rumah masing-masing karena mereka juga harus pergi bekerja seperti yang lain. Aktivitas mereka sudah kembali seperti semula. Dunia kembali damai setelah drama iblis yang mereka alami kemarin.

Abimanyu mengantar Ellea sampai butik. Ia juga membantu Ellea membuka rolling door dan bantuan lainnya. Kebetulan Allea belum sampai, dan cafenya bisa ia percayakan pada pegawainya yang lain. Suasana di trotoar jalan terlihat masih lenggang. Ada beberapa pejalan kaki yang sebenarnya sedang berlari pagi bersama peliharaan mereka. Saat Abi membantu Ellea mengelap jendela butik, ia mendengar hal aneh yang baru kali ini ia alami. Seekor anjing chihuahua yang sedang bersama pemiliknya, menoleh ke arahnya seolah mengajak Abi mengobrol. Abi bahkan sempat mencari sumber suara yang ia dengar, tapi semua selalu tertuju pada anjing kecil itu. Apalagi hal yang ia bahas adalah tentang keberadaan anjing pudel yang tidak pernah lagi terlihat di jalanan ini.

Abi benar-benar bingung, dan tidak percaya atas apa yang terjadi terhadapnya. Sampai-sampai Ellea menyadarkannya yang sejak tadi berdiri mematung layaknya orang linglung. "Kenapa, Biyu?"

Abi yang sebenarnya ingin menceritakan hal ini pada Ellea, tapi lantas mengurungkan niatnya. Karena ia yakin kalau dirinya salah dengar. "Nggak apa - apa, Ell."
itkgid
bejo.gathel
regmekujo
regmekujo dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.