Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Mission Accomplished: C-17 dan C-130J Sukses Evakuasi Warga India dari Sudan

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Mission Accomplished: C-17 dan C-130J Sukses Evakuasi Warga India dari Sudan
Quote:


Beberapa negara sudah mengevakuasi warga negaranya dari Sudan yang sedang dilanda perang, setelah pada thread sebelumnya kita membahas Boeing 737-400 TNI AU yang mengevakuasi WNI dari Sudan; kini kita akan sedikit membahas proses evakuasi WNI (Warga Negara India) Gan. Sama seperti Indonesia, India juga mengerahkan pesawat militer untuk evakuasi warganya.

Mengutip artikel BQ Prime, sampai Jumat (28/04/2023) lalu; India telah membawa pulang sekitar 754 warga negaranya dari Sudan memakai pesawat angkut C-17 Globemaster III. Melalui Operasi Kaveri, India mengerahkan dua unit C-130J Super Hercules serta satu unit C-17 Globemaster III untuk evakuasi warganya via udara. Sama seperti Indonesia, warga negara India dijemput di Port Sudan untuk dibawa ke Jeddah (Arab Saudi) sebagai tempat transit; sebelum nanti diterbangkan ke India memakai pesawat militer atau komersial.

Sebagai informasi, dari 754 warga India yang diterbangkan ke Negeri Bollywood memakai C-17, sebanyak 392 orang turun di New Delhi, sementara 362 orang turun di Bengaluru. Sementara gelombang pertama dari 360 warga India dibawa ke New Delhi dengan pesawat komersial pada hari Rabu (26/04/2023). Sementara gelombang kedua terdiri dari 246 orang tiba di Mumbai dengan C-17 Globemaster III pada hari Kamis (27/04/2023).

Quote:


Melalui Operasi Kaveri, India telah menyelamatkan warganya dengan bus dari zona konflik di Khartoum dan daerah bermasalah lainnya ke Port Sudan. Kemudian mereka dibawa ke Jeddah dengan pesawat angkut Angkatan Udara India dan kapal Angkatan Laut India. India juga telah mendirikan ruang kontrol terpisah di Jeddah dan Port Sudan dan kedutaan besar India di Khartoum.

Menurut data Pemerintah India, total 1.360 orang telah dibawa pulang. Sementara itu jumlah warga India yang berada di Sudan cukup banyak Gan, yakni 3.400 orang. Di mana 1.000 orang doekategorikan sebagai PIO (Persons of Indian Origin), yakni keturunan warga India yang sudah menetap di Sudan selama beberapa generasi.

Selain pesawat, India juga telah mengirim kapal INS Sumedha, untuk membawa warga India dari Port Sudan menuju Jeddah. Gelombang pertama yang dibawa kapal terdiri dari 278 orang, pelabuhan utama negara ini terletak lebih dari 800 km dari ibu kota Khartoum.

Quote:


Untuk kapasitas angkut penumpang standar C-17 secara resmi adalah 80 orang di atas 8 palet, ditambah dengan 54 penumpang di kursi dinding samping. Jadi total penumpang yang dibawa adalah 134 orang. Sementara untuk operasi terjun payung, pesawat mampu membawa 150 pasukan dengan konfigurasi palet dan sidewall seats. 

Sementara itu kapasitas payload C-17 adalah 77,5 ton. Sementara C-17 India membawa 754 orang dari Sudan, kalau dirata-rata berat 754 orang penumpang semitar 60 kg, baru mencapai angka 45.240 kg. Jadi, C-17 memang sangat efektiv digunakan dalam misi evakuasi kemanusiaan Gan. Hal yang sama juga dilakukan AS, saat evakuasi 860 orang dari Afghanistan memakai C-17 pada Agustus 2021 lalu.

Meski tak punya payload sebesar C-17, tetapi C-130 milik India juga bisa mengangkut ratusan orang dalam sekali terbang Gan. Rata-rata Super Hercules membawa 116 sampai 137 orang dalam sekali penerbangan dari Port Sudan menuju Jeddah. Super Hercules punya payload 20.000 kg. Pesawat bisa mengangkut pasukan lintas udara sejumlah 92 prajurit, jika membawa pasukan reguler bisa membawa 128 prajurit. Di sisi lain, konflik di Sudan juga telah menunjukkan betapa pentingnya peran pesawat angkut militer dalam operasi kemanusiaan. Juga, rute udara masih jadi pilihan terbaik untuk melakukan evakuasi di wilayah konflik seperti Sudan atau Afghanistan.



------------------




Referensi Tulisan: BQ Prime
Sumber Foto: sudah tertera di atas
Tonythompson94Avatar border
geopoliticsgeekAvatar border
aripmaulanaAvatar border
aripmaulana dan 7 lainnya memberi reputasi
8
2K
33
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread10.8KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76Avatar border
gonugraha76
#4
Boeing C 17 Globemaster III adalah pesawat angkut strategis militer kelas berat buatan US no dua setelah Lockheed Martin C 5 Galaxy.
Dengan payload 77,5 ton atau 138 personel dengan folding seat, bisa dibilang C 17 Globemaster III kini menjadi andalan para operatornya untuk misi militer dan non militer jarak jauh baik untuk keperluan angkut berat maupun transport personel karena dengan bbm full 134.560 liter dan full load, C 17 Globemaster III dapat menempuh jarak 4.480 km.

C 17 Globemaster III juga mempunyai peran penting karena banyak dipercaya para operatornya untuk menjalani misi khusus yang berkaitan dengan misi angkut barang, transport personel hingga persenjataan. Misalnya :

1. US SOCOM sering mempercayakan armada C 17 Globemaster III untuk membawa pasukan khusus dan perlengkapan tempurnya ketika menjalani misi lintas negara.
2. Secret Service juga mempercayakan 2 unit C 17 Globemaster III milik USAF untuk membawa mobil kepresidenan The Beast dan kendaraan pengawalnya serta seluruh perlengkapan teknis pengawalan lainnya untuk menunjang misi kunjungan kenegaraan presiden US / POTUS baik didalam maupun diluar negeri.
3. USAF juga menjadikan C 17 Globemaster III sebagai pilot project dalam pengembangan Rapid Dragon yang bertujuan mengubah pesawat angkut menjadi cruise missile arsenal ship agar dapat meluncurkan 45 unit palletized missile, smart bomb dan drones dengan metode airdrop.

Salah satu rekor C 17 Globemaster III tercipta pada tgl 15 Agustus 2021 ketika USAF 62nd Airlift Wing dan USAF 446th Airlift Wing berada di Hamid Karzai International Airport - Afganistan untuk misi evakuasi. Salah satu pesawat USAF C 17 Globemaster III dengan no reg 02 - 1109 memecahkan rekor mengangkut pengungsi sebanyak 823 orang. Sayangnya rekor ini sedikit ternoda karena setelah situasi menjadi chaos dan memaksa pesawat segera take off, beberapa pengungsi yang bergelantungan di badan pesawat jatuh atau terlindas akibat berada di jalur take off pesawat. Beberapa potongan tubuh manusia juga ditemukan tersangkut di dalam kompartemen landing gear. Semoga kejadian serupa tidak lagi terulang.

Hingga kini masa depan pesawat heavy strategic airlift ini masih tidak jelas setelah Boeing menyatakan akan menutup produksinya pada tahun 2015 tetapi mendapat penolakan keras dari kongres US karena belum ada pesawat angkut pengganti dengan kapabilitas sekelas C 17 Globemaster III. Sebagai jalan keluar akhirnya dilakukan overhaul dan modernisasi secara berkala untuk memperpanjang lifetime dan memelihara performa operasionalnya minimal hingga tahun 2040.
US military sendiri memastikan akan menggunakan commonality unit bagi USAF, US Army, US Navy dan US Marine untuk tiap kategori angkut kelas ringan, medium dan berat baik itu pesawat angkut dan helikopter angkut termasuk beberapa versi pesawat gunship dan helikopter serbu nya.

India sendiri mengakuisisi 11 unit C 17 Globemaster III dengan metode FMS pada tahun 2009 - 2017 untuk memenuhi kebutuhan pesawat angkut berat AU India / IAF. Untuk operasionalnya, 11 unit C 17 Globemaster III ini berada di bawah kendali SkU 81 IAF - AFB Hindon. India hingga saat ini menjadi operator yang mengoperasikan final production unit C 17 Globemaster III.
Diubah oleh gonugraha76 04-05-2023 02:08
mynameisant
jlamp
black.robo
black.robo dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.