TS
si.matamalaikat
TCG Anadolu Resmi Bertugas, Inilah Falgship Terbaru Angkatan Laut Turki
Quote:
Pada hari Senin, 10 April 2023, Angkatan Laut Turki resmi menugaskan kapal barunya, TCG Anadolu, yang sekarang menjadi kapal perang terbesar di negara itu. Anadolu digolongkan sebagai kapal serbu amfibi, tetapi para pejabat di Turki mengatakan mereka memiliki rencana besar untuk menggunakan kapal itu sebagai pengangkut berbagai drone bersenjata. Dalam acara yang digelar hari Senin kemarin juga dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
TCG Anadolu dibuat berdasarkan desain dari kapal serbu amfibi Spanyol Juan Carlos I, pemotongan plat baja TCG Anadolu dilakukan pada 30 April 2016 di Galangan Kapal Sedef di kota Istanbul. Untuk peletakan lunas blok pertama dilakukan pada 5 Februari 2018. Pada 4 Mei 2019, Anadolu diluncurkan dari dok kering. Kapal lalu menyelesaikan pelayaran teknis pertamanya pada 7 Maret 2022, dilanjutkan dengan uji coba laut (sea trial) pada Juni 2022, dan pengirimannya ke Angkatan Laut Turki selesai pada 21 Januari 2023.
Dalam upacara yang juga diadakan di Sedef, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencatat bahwa 70% material Anadolu menggunakan suku cadang dan komponen yang dibuat di Turki. Termasuk senjata, sistem tempur, radar, kemampuan pencarian dan pelacakan inframerah, dan rangkaian perangkat peperangan elektronik.
Kapal serbu amfibi juga dikenal sebagai LHD (landing helicopter dock), dengan dek penerbangan besar di atas dan dek tambahan di belakang. Ini dimaksudkan untuk memproyeksikan pasukan ke darat selama serangan amfibi menggunakan helikopter, kapal pendarat, dan kendaraan lapis baja ringan dan berat.
Pada bulan Februari 2023, dilaporkan bahwa untuk mewujudkan pergeseran sayap udara Anadolu, kapal tersebut telah menjalani sedikit perbaikan pada infrastrukturnya untuk mendukung operasi drone dengan lebih baik. Ini termasuk pengenalan stasiun kontrol drone dengan terminal satelit untuk koneksi jarak jauh, pemasangan 'sistem rol' di haluan kapal untuk membantu meluncurkan pesawat tanpa awak, penambahan sistem penangkap roda gigi di geladak untuk memfasilitasi pendaratan kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV), dan jaring pengaman untuk pemulihan jenis drone yang lebih kecil. Untuk operasional drone dan helikopter, dek Anadolu memiliki luas 9.200 meter persegi.
Tergantung pada misinya, TCG Anadolu dapat membawa 12 pesawat tempur berawak atau tak berawak, 21 jenis helikopter, dan drone tempur sebagai aset udara. Untuk misi serbuan amfibi Anadolu dapat membawa muatan berups 13 unit Main Battle Tank (MBT), 27 unit kendaraan tempur serbu amfibi ZAHA, 6 pengangkut personel lapis baja, 33 kendaraan ringan dan berat, dan 15 trailer di geladaknya. Untuk menggeser pasukan marinir dan perlengkapannya, Anadolu bisa membawa 4 landing craft mechanized (LCM) dan 2 landing craft, vehicle, personnel (LCVP).
Anadolu memiliki panjang 231 meter, lebar 32 meter dan bobot 27.436 ton. Kapal induk ini memiliki kecepatan tertinggi 20,5 knot dan jangkauan 9.000 mil laut (90 hari) saat terisi muatan penuh. Kapal bisa membawa satu batalion yang terdiri dari 1.400 personel serta diawaki oleh 400 pelaut. Kapal ini juga dilengkapi fasilitas kesehatan yang lengkap, dan Presiden Erdogan menyebut jika kapal kelak juga bisa dilibatkan dalam misi kemanusiaan.
FYI nih Gan, sebenarnya dulu TCG Anadolu akan dilengkapi dengan F-35B sebagai sayap udaranya. Tetapi karena Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, maka kontrak pengadaan dan pengembangan F-35 diputus oleh Amerika. Tak kehilangan akal, Turki kemudian memilih drone Bayraktar TB3 sebagai ganti F-35 untuk beroperasi di TCG Anadolu.
Bayraktar TB3 adalah drone tempur yang dikembangkan dari varian Bayraktar TB2, versi TB3 memiliki desain sayap lipat untuk beroperasi di TCG Anadolu. Selain TB3, kelak Anadolu kemungkinan juga akan dilengkapi dengan Bayraktar Kizilelma, drone tempur bermesin jet.
Kini TCG Anadolu resmi menjadi flagshipdi Angkatan Laut Turki Gan, flagship sendiri diartikan sebagai kapal utama yang mempunyai persenjataan mumpuni diantara kapal lainnya. Di sisi lain, Anadolu juga jadi kapal terbesar pertama yang berhasil dibuat oleh Turki. Membuktikan jika mereka tak melulu bergantung pada teknologi dari Amerika. Sementara itu, untuk menyokong industri dalam negeri, Presiden Erdogan mengatakan akan meningkatkan anggaran pertahanan mencapai US$75 miliar pada periode berikutnya.
Referensi Tulisan: indomiliter.com& TheDrive.com
Sumber Foto: sudah tertera
TCG Anadolu dibuat berdasarkan desain dari kapal serbu amfibi Spanyol Juan Carlos I, pemotongan plat baja TCG Anadolu dilakukan pada 30 April 2016 di Galangan Kapal Sedef di kota Istanbul. Untuk peletakan lunas blok pertama dilakukan pada 5 Februari 2018. Pada 4 Mei 2019, Anadolu diluncurkan dari dok kering. Kapal lalu menyelesaikan pelayaran teknis pertamanya pada 7 Maret 2022, dilanjutkan dengan uji coba laut (sea trial) pada Juni 2022, dan pengirimannya ke Angkatan Laut Turki selesai pada 21 Januari 2023.
Dalam upacara yang juga diadakan di Sedef, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencatat bahwa 70% material Anadolu menggunakan suku cadang dan komponen yang dibuat di Turki. Termasuk senjata, sistem tempur, radar, kemampuan pencarian dan pelacakan inframerah, dan rangkaian perangkat peperangan elektronik.
Kapal serbu amfibi juga dikenal sebagai LHD (landing helicopter dock), dengan dek penerbangan besar di atas dan dek tambahan di belakang. Ini dimaksudkan untuk memproyeksikan pasukan ke darat selama serangan amfibi menggunakan helikopter, kapal pendarat, dan kendaraan lapis baja ringan dan berat.
Quote:
Pada bulan Februari 2023, dilaporkan bahwa untuk mewujudkan pergeseran sayap udara Anadolu, kapal tersebut telah menjalani sedikit perbaikan pada infrastrukturnya untuk mendukung operasi drone dengan lebih baik. Ini termasuk pengenalan stasiun kontrol drone dengan terminal satelit untuk koneksi jarak jauh, pemasangan 'sistem rol' di haluan kapal untuk membantu meluncurkan pesawat tanpa awak, penambahan sistem penangkap roda gigi di geladak untuk memfasilitasi pendaratan kendaraan udara tempur tak berawak (UCAV), dan jaring pengaman untuk pemulihan jenis drone yang lebih kecil. Untuk operasional drone dan helikopter, dek Anadolu memiliki luas 9.200 meter persegi.
Tergantung pada misinya, TCG Anadolu dapat membawa 12 pesawat tempur berawak atau tak berawak, 21 jenis helikopter, dan drone tempur sebagai aset udara. Untuk misi serbuan amfibi Anadolu dapat membawa muatan berups 13 unit Main Battle Tank (MBT), 27 unit kendaraan tempur serbu amfibi ZAHA, 6 pengangkut personel lapis baja, 33 kendaraan ringan dan berat, dan 15 trailer di geladaknya. Untuk menggeser pasukan marinir dan perlengkapannya, Anadolu bisa membawa 4 landing craft mechanized (LCM) dan 2 landing craft, vehicle, personnel (LCVP).
Anadolu memiliki panjang 231 meter, lebar 32 meter dan bobot 27.436 ton. Kapal induk ini memiliki kecepatan tertinggi 20,5 knot dan jangkauan 9.000 mil laut (90 hari) saat terisi muatan penuh. Kapal bisa membawa satu batalion yang terdiri dari 1.400 personel serta diawaki oleh 400 pelaut. Kapal ini juga dilengkapi fasilitas kesehatan yang lengkap, dan Presiden Erdogan menyebut jika kapal kelak juga bisa dilibatkan dalam misi kemanusiaan.
Quote:
FYI nih Gan, sebenarnya dulu TCG Anadolu akan dilengkapi dengan F-35B sebagai sayap udaranya. Tetapi karena Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia, maka kontrak pengadaan dan pengembangan F-35 diputus oleh Amerika. Tak kehilangan akal, Turki kemudian memilih drone Bayraktar TB3 sebagai ganti F-35 untuk beroperasi di TCG Anadolu.
Bayraktar TB3 adalah drone tempur yang dikembangkan dari varian Bayraktar TB2, versi TB3 memiliki desain sayap lipat untuk beroperasi di TCG Anadolu. Selain TB3, kelak Anadolu kemungkinan juga akan dilengkapi dengan Bayraktar Kizilelma, drone tempur bermesin jet.
Kini TCG Anadolu resmi menjadi flagshipdi Angkatan Laut Turki Gan, flagship sendiri diartikan sebagai kapal utama yang mempunyai persenjataan mumpuni diantara kapal lainnya. Di sisi lain, Anadolu juga jadi kapal terbesar pertama yang berhasil dibuat oleh Turki. Membuktikan jika mereka tak melulu bergantung pada teknologi dari Amerika. Sementara itu, untuk menyokong industri dalam negeri, Presiden Erdogan mengatakan akan meningkatkan anggaran pertahanan mencapai US$75 miliar pada periode berikutnya.
--------------
Referensi Tulisan: indomiliter.com& TheDrive.com
Sumber Foto: sudah tertera
Diubah oleh si.matamalaikat 26-04-2024 22:09
sormin180 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
2.6K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76
#12

Menjadi yang pertama di jenis dan kelasnya, amphibious assault ship and V/STOL aircraft carrier atau lebih populer disebut sebagai Landing Helicopter Dock / LHD TCG Anadolu L 400 milik AL Turki memiliki keistimewaan karena selain berfungsi sebagai platform angkut yang dilengkapi dengan kapal pendarat khusus pasukan dan perlengkapan serta alutsistanya juga dilengkapi dengan ski jump agar mampu mengoperasikan naval aviation berkategori V/STOL baik pada armada pesawat serta drones. Inilah kapal LHD pertama di dunia yang dilengkapi skuadron UCAV sebagai armada tempur utama.
Dibuat berdasarkan lisensi dari kapal LHD sejenis buatan Spanyol - Navantia : Juan Carlos 1 class yang juga dioperasikan oleh AL Australia : HMAS Canberra dan HMAS Adelaide, TCG Anadolu L 400 yang diproduksi oleh Turki - Sedef Shipyard hanya mengadopsi platform hull design dan propulsi utama seperti milik LHD Juan Carlos 1 class saja sedangkan pembagian ruang, elektronik, sensor, persenjataan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan LHD AL Turki yang tentu saja mengutamakan produk dalam negeri Turki. Tak cukup, kini Turki sedang mengembangkan sister ship dari LHD Anadolu class yang lebih modern : TCG Trakya.
Direncanakan kedepannya armada naval aviation TCG Anadolu L 400 terdiri dari 3 jenis, yaitu :
1. Helikopter angkut TAI - T 70 dan serang TAI -T 929 ATAK 2.
2. Pesawat light attack TAI - Hurjet.
3. Drones UAV ISR / UCAV Baykar Makina - Bayraktar TB3 dan UCAV Baykar Makina - Bayraktar Kizilelma.
Khusus drones sebagai armada utama akan berjumlah 30 - 50 unit kombinasi armada drones UAV ISR dan 2 jenis armada UCAV. GCS yang berada di TCG Anadolu sendiri mampu mengoperasionalkan 10 - 15 unit kombinasi UAV ISR dan UCAV.
UCAV yang dikembangkan bersamaan dengan TCG Anadolu adalah Bayraktar TB3 yang kini sudah berstatus full operational sedangkan UCAV Kizilelma saat ini masih dalam taraf pengembangan.
Bagaimana dengan proses take off dan landing UCAV Bayraktar TB3 dan Kizilelma ? Apakah sama dengan pespur naval konvensional ? Jelas tidak. Ada 2 jenis sistem take off n landing yang berbeda bagi 2 jenis UCAV di TCG Anadolu.
1. Bayraktar TB3.
Take off Bayraktar TB3 dengan menggunakan roller system sebagai catapult untuk membantu Bayraktar TB3 take off dari landasan ski jump TCG Anadolu class LHD.
Ilustrasi Roller System on LHD TCG Anadolu

Proses landing UCAV Bayraktar TB3 diamankan dengan menggunakan safety net atau lebih populerdengan sebutan aircraft carrier barricade seperti layaknya carrier vessel era WW II. Barricade ini berfungsi untuk menghentikan laju sekaligus alat pengaman untuk mencegah UCAV Bayraktar TB3 tidak tercebur ke laut pada saat Bayraktar TB3 mendarat di flight deck. UCAV Bayraktar TB3 tidak menggunakan arrestor hook karena di bagian belakang fuselage terdapat engine propeller.
Ilustrasi aircraft carrier barricade

2. Bayraktar Kizilelma.
Proses take off berlangsung dengan menggunakan tenaga UCAV Kizilelma sendiri.
Proses landing menggunakan Hook Arresting System.
Bagaimana dengan Indonesia ? Sejak tahun 2013 sebenarnya PT PAL sudah punya desain awal LHD yang berbasis kapal LPD yang juga berbasis kapal kargo Star 50 buatan PT PAL. Sayangnya ketika di tingkat proses pengembangan justru terhenti karena masalah elevator helikopter yang berfungsi untuk memindahkan helikopter dari ruang storage ke flight deck. Semua itu berawal ketika pihak produsen elevator meminta drawing design LHD PT PAL untuk menyesuaikan spek teknis produk elevator miliknya tetapi hal ini ditolak oleh PT PAL yang sudah mengajukan spektek elevator yang diinginkan. Penolakan ini tentu berkaitan dengan perlindungan design dan teknologi yang melekat pada LHD PT PAL.
Tahun 2019 kembali PT PAL mencoba memperkenalkan program LHD yang sebenarnya akan menjadi salah satu alutsista ideal bagi TNI AL dalam misi expenditionary yang membutuhkan platform angkut berkapasitas lebih besar dari LPD sekaligus mampu berfungsi juga sebagai sea base n command ship.

Diubah oleh gonugraha76 19-04-2023 19:48
mynameisant dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup






