- Beranda
- Stories from the Heart
BALADA KELUARGA PELAKOR (INVESTIGATION, DRAMA)
...
TS
smersh64
BALADA KELUARGA PELAKOR (INVESTIGATION, DRAMA)
Sugeng Enjang/Siang/Sonten/Ndalu
kali iki TS akan menerbitkan cerita SFTH bertema investigasi dicampur drama yaitu BALADA KELUARGA PELAKOR, cerita iki mengkisahkan wartawan investigasi dengan tugas mewawancarai keluarga pelakor dan tanpa basa basi meneh TS persembahkan 
PROLOGUE
01 12 2024
LONDON, UNITED KINGDOM
Seorang wartawan investigasi pelakor bernama samaran Aleksander Malashenko Ilya Petrenko yang dipanggil dengan sebutan Mas Gondrong oleh teman s/d narasumbernya dikarenakan rambutnya gondrong tiba di tempat pertemuan dan disambut oleh narasumbernya dengan hangat, ia memang ditugaskan oleh pemimpin redaksi majalah investigasi untuk menginvestigasi perselingkuhan pada tahun 2023 lalu.
“Halo Mas Gondrong”
“Halo juga Mas”
“Mas, iki bingkisan dari kami berupa wafer dan minuman soda kesukaan Mas Gondrong”
“Waduh, dadi merepoti kalian Mas X dan Mas Y”
“Ndak apa apa Mas Gondrong, sudah kewajiban kami untuk menyambut Mas Gondrong”
“Piye kabare Mas?, Sehat sehat kan?”
“Baik Mas Gondrong, kami sehat sehat Mas”
Ia menyiapkan HP untuk merekam wawancaranya dengan narasumber yang bernama Reza Rahadian dan Iqbaal Ramadhan (disamarkan sebagai X dan Y atas protokol wawancara investigasi), ia pun menanyakan kesiapan dua narasumber untuk memberikan materi cerita pahit.
“Wis siap untuk menceritakan pengalaman kalian Mas X dan Mas Y?”
“Ya Mas Gondrong, kami siap”
“OK, kita mulai ya Mas X dan Max Y”
Perekam suara yang diaktifkan dari HP pun merekam materi sangat pahit tersebut, dua narasumber pun segera berbicara tentang masa lalu mereka setahun lalu.
“Nama asli kami adalah Reza Rahadian dan Iqbaal Ramadhan, pekerjaan kami adalah sales laptop sekaligus pengusaha restoran, kami akan menceritakan kisah pahit kami selaku keluarga pelakor, dan tanpa basa basi lagi kami mulai cerita ini………...”
FLASHBACK
10 06 2023
LONDON, UNITED KINGDOM
Kami tinggal di Inggris selama bertahun tahun lamanya sejak tahun 2003 karena sudah menjadi WN Inggris bersama saudari dan ayah serta ibu angkat kami, kedua orang tua kami adalah pengusaha restoran yang berpikiran maju, mereka lebih rela bayar pajak di Eropa yang lebih tinggi asalkan tidak dikorupsi, orang tua kandung kami tega membuang kami saat masih bayi di Indonesia karena malu akibat melahirkan kami yang merupakan anak hasil hubungan gelap mereka.
Saudari angkat kami adalah Melody dan Nabilah Ayu, mereka adalah mantan personel sebuah girlband (kami tidak menyebut nama girlband tersebut), mereka berkuliah di universitas ternama di kota London.
Awal mula perilaku tidak baik saudari kami dimulai dari tugas kelompok di rumah dosen saudari kami sekaligus tetangga kami yang bernama Emma Watson, beliau mempunyai suami yang bernama Iko Uwais yang merupakan mantan personel Kopassus tepatnya SAT-81 dengan pangkat terakhir Kolonel sekaligus pengusaha restoran saingan orang tua kami, kami memanggil beliau dengan Mas Iko dan beliau sangat tidak suka main kotor terhadap restoran orang tua kami walaupun profitnya tidak sebanyak orang tua kami, kami sangat menghormati beliau karena kebaikannya pada orang tua kami.
Sepulangnya dari tugas kelompok saudari kami membicarakan ketampanan Mas Iko, awalnya kami tidak peduli dengan pembicaraan mereka bahkan saat waktu makan malam tiba, namun kami akhirnya tersentak ketika mereka mengandaikan dapat berpacaran dengan Mas Iko yang menurut mereka lebih tampan daripada teman sekelas mereka.
“Astaga, apakah kalian wis edan?!, Mas Iko adalah bojo dosen kalian!” teriak Iqbaal dengan marah
Aku juga marah tapi tidak seperti Iqbaal yang mengekspresikan kemarahannya dengan berteriak “Ojo rebut suami dosen kalian tho, kalian ndak kasihan kalau Bu Watson depresi karena suaminya kalian rebut dan beliau bunuh diri?”
Sayangnya Ayah dan Ibu kami terlalu melindungi Nabila dan Melody, kami pun ditegur habis habisan “Kalian ojo nesu nesu pada saudari kalian, kalaupun mereka dekat karo Pak Iko biarkan wae mereka bergaul dengannya, ingat kami ajarkan mereka dan juga kalian untuk mengasihi tetangga”
“Ayah, Ibu, Tolong ojo melindungi Nabilah dan Melody saat mereka akan mengganggu rumah tangga orang, eling Mas Iko wis punya Bu Watson selaku istrinya sing juga dosen Nabilah dan Melody”
“Ojo berprasangka buruk pada saudari kalian, kalian harus percaya pada mereka apapun kondisinya”
Ayah dan ibu kami tidak mau mendengarkan kami karena kami dianggap berprasangka buruk pada saudari kami, kami memang diajarkan percaya dan berprasangka baik pada saudari angkat kami, kami pun mengalah lalu kami pun tidur pada pukul 10 malam setelah mengoprek sepeda kami agar lebih kencang saat dikayuh.
TO BE CONTINUED
CHAPTER 1
CHAPTER 2
CHAPTER 3
CHAPTER 4 (FINAL CHAPTER)
EPILOGUE
CHARACTER
Spoiler for MAIN CHARACTER:
Spoiler for FLASHBACK CHARACTER:
OTHER FLASHBACK CHARACTER
ANOTHER FLASHBACK CHARACTER
EPILOGUE CHARACTER
Kepada Mbak @evywahyuni, Dab @servesiwiserta Dab @kakekane.cell serta Kak @penthouse.3 saya persilahkan mampir

Diubah oleh smersh64 28-03-2023 10:21
bukhorigan dan 4 lainnya memberi reputasi
5
2.4K
24
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
smersh64
#1
CHAPTER 1
12 06 2023
LONDON, UNITED KINGDOM
Dua hari kemudian tepatnya pada pagi hari kami disapa oleh Mas Iko dan Bu Watson saat kami akan bersiap berangkat ke Showroom Laptop yang merupakan tempat kerja kami dengan sepeda “Halo Reza dan Iqbaal”
“Halo juga Bu Watson”
“Mas Reza wis mau berangkat kerja yo”
“Iyo Mas Iko, kami berangkat dulu ya”
“Ojo ngebut yo”
“Maturnuwun njih pesannya Mas, kami akan hati hati”
Sebenarnya kami sangat malu melihat wajah Bu Watson yang menyapa kami dengan ramah karena kelakuan saudari kami dua hari lalu, kami sebenarnya ingin memperingatkan adanya bahaya dalam rumah tangganya tapi kami takut dianggap tidak sopan oleh Bu Watson.
Siang harinya saat makan siang Emma Roberts selaku saudari angkat Bu Watson dan rekan kami marah marah pada kami “Heh Mas Reza dan Mas Iqbaal!, dua hari kemaren saudari lu berdua mencium Mas Iko selaku bojo Mbak Watson saat kerja kelompok ketika teman teman mereka membantu Mbak Watson membereskan piring kotor dan saat pamitan pas Mbak Watson beres beres ruang tamu, bahkan gua lihat saudari lu berdua mencium pipi s/d badannya, gua marah tenanan!”
Kami pun sangat terkejut mendengar informasi kelakuan saudari kami yang disampaikan ke kami dengan kemarahannya, kami pun marah karena kelakuan saudari kami dan kami minta maaf pada rekan kami.
“Mbak Roberts, kami minta maaf atas kelakuan saudari kami, kami ndak tahu tenanan bahwa mereka mencium Mas Iko tempo hari lalu, kami benar benar malu dengan kelakuan mereka”
“Awasi saudari pramuria kalian!, jika kulihat lagi mereka berulah meneh aku akan tunjukkin rekaman video iku pada Mbak Watson!”
Emma Stone selaku saudari angkat Bu Watson sekaligus rekan kami lainnya langsung menegur keras Mbak Roberts setelah sejak tadi diam saja melihat kemarahan saudari angkatnya “Kowe kenapa sih?!, kok sampai ngamuk ngamuk begitu pada Mas Reza dan Dik Iqbaal?!”
“Gua lihat sendiri dan sempat merekam kelakuan saudari Reza dan Iqbaal yang menjijikkan, mereka mau mengganggu rumah tangga Mbak Watson”
Kami pun terkejut ketika melihat bukti bukti yang ditunjukkan Mbak Roberts, dan Mbak Roberts mengamuk lagi ketika memberi peringatan “Jika saudari pramuria lu berdua berulah meneh pada Mas Iko gua tunjukkin rekaman itu pada Mbak Watson!”
“Kowe ojo ngamuk ngamuk dong sama Mas Reza dan Dik Iqbaal, ben gua sing bicara pada mereka, Mas Reza dan Dik Iqbaal, tolong awasi saudari kalian saat kalian di rumah, OK?”
“Ya Mbak Stone, kami akan mengawasi saudari kami”
“Baguslah”
Kami melanjutkan makan siang kami yang tertunda akibat kami harus menghadapi kemarahan Mbak Roberts, kami menghabiskan burger pesanan kami meski tidak bersemangat.
LONDON, UNITED KINGDOM
Dua hari kemudian tepatnya pada pagi hari kami disapa oleh Mas Iko dan Bu Watson saat kami akan bersiap berangkat ke Showroom Laptop yang merupakan tempat kerja kami dengan sepeda “Halo Reza dan Iqbaal”
“Halo juga Bu Watson”
“Mas Reza wis mau berangkat kerja yo”
“Iyo Mas Iko, kami berangkat dulu ya”
“Ojo ngebut yo”
“Maturnuwun njih pesannya Mas, kami akan hati hati”
Sebenarnya kami sangat malu melihat wajah Bu Watson yang menyapa kami dengan ramah karena kelakuan saudari kami dua hari lalu, kami sebenarnya ingin memperingatkan adanya bahaya dalam rumah tangganya tapi kami takut dianggap tidak sopan oleh Bu Watson.
Siang harinya saat makan siang Emma Roberts selaku saudari angkat Bu Watson dan rekan kami marah marah pada kami “Heh Mas Reza dan Mas Iqbaal!, dua hari kemaren saudari lu berdua mencium Mas Iko selaku bojo Mbak Watson saat kerja kelompok ketika teman teman mereka membantu Mbak Watson membereskan piring kotor dan saat pamitan pas Mbak Watson beres beres ruang tamu, bahkan gua lihat saudari lu berdua mencium pipi s/d badannya, gua marah tenanan!”
Kami pun sangat terkejut mendengar informasi kelakuan saudari kami yang disampaikan ke kami dengan kemarahannya, kami pun marah karena kelakuan saudari kami dan kami minta maaf pada rekan kami.
“Mbak Roberts, kami minta maaf atas kelakuan saudari kami, kami ndak tahu tenanan bahwa mereka mencium Mas Iko tempo hari lalu, kami benar benar malu dengan kelakuan mereka”
“Awasi saudari pramuria kalian!, jika kulihat lagi mereka berulah meneh aku akan tunjukkin rekaman video iku pada Mbak Watson!”
Emma Stone selaku saudari angkat Bu Watson sekaligus rekan kami lainnya langsung menegur keras Mbak Roberts setelah sejak tadi diam saja melihat kemarahan saudari angkatnya “Kowe kenapa sih?!, kok sampai ngamuk ngamuk begitu pada Mas Reza dan Dik Iqbaal?!”
“Gua lihat sendiri dan sempat merekam kelakuan saudari Reza dan Iqbaal yang menjijikkan, mereka mau mengganggu rumah tangga Mbak Watson”
Kami pun terkejut ketika melihat bukti bukti yang ditunjukkan Mbak Roberts, dan Mbak Roberts mengamuk lagi ketika memberi peringatan “Jika saudari pramuria lu berdua berulah meneh pada Mas Iko gua tunjukkin rekaman itu pada Mbak Watson!”
“Kowe ojo ngamuk ngamuk dong sama Mas Reza dan Dik Iqbaal, ben gua sing bicara pada mereka, Mas Reza dan Dik Iqbaal, tolong awasi saudari kalian saat kalian di rumah, OK?”
“Ya Mbak Stone, kami akan mengawasi saudari kami”
“Baguslah”
Kami melanjutkan makan siang kami yang tertunda akibat kami harus menghadapi kemarahan Mbak Roberts, kami menghabiskan burger pesanan kami meski tidak bersemangat.
evywahyuni memberi reputasi
1






