PART 1. Awal Mula
Quote:
Sekitar tahun 2010 di kota tempat ane tinggal ramai dengan ilmu-ilmu tenaga dalam dan yg lainnya, beberapa teman sekolah ane banyak yang ikut-ikutan hanya untuk sekedar penasaran atau emang nyari ilmu kebal. Ane sendiri pada awalnya gak begitu tertarik dengan hal-hal seperti itu, tapi karena jiwa muda yang penuh rasa penasaran maka tertariklah saya di salah satu perguruan tenaga dalam (ya, waktu itu ane masih kelas 1 SMA).
Hal ini masih jauh sebelum ane mengenal yang namanya ilmu kalacakra, tapi dari sini lah hal-hal diluar logika itu mulai muncul dengan sendirinya.
Siang yang gelap dan hujan deras yang mengguyur, ane duduk bengong di kelas sambil guru ane menerangkan rumus matematika yang membosankan. Tiba-tiba temen ane bisik-bisik.
"Cak, ada yang suka kamu. Daritadi ngelihatin sambil mondar mandir." (Panggilan ane di sekolah adalah Cak)
Ane pun bingung, perasaan gak ada yang ngelihatin dan semua pada fokus dengan apa yang diterangin sama guru ane. Di luar kelas pun gak ada siapa-siapa. Nama temen ane ini Irma (bukan nama asli karena privasi gan). Dia emang dikaruniai indera keenam yang cukup sensitif, beberapa temen pun kadang juga minta bantuan semisal dirumah mereka sering denger suara-suara atau malah melihat penampakan yang frontal.
"Gapapa, gausah takut. Baik ini." Bisik temen ane lagi.
Dari kata-kata itu ane tau, wah ini mah bukan yang bisa dilihat sama orang-orang biasa. Rasa penasaran sembari sedikit merinding ane beranikan untuk bertanya siapa yang suka sama ane.
"Suyek, namanya suyek." Tanpa ane bertanya si irma ini langsung menjawab. (Disini ane sedikit merinding nulis namanya)
Kata si Irma, dia ini berbentuk manusia yang dililit kain putih kusam kecoklat-coklatan alias pocong. Gimana gak kaget, ane kira cewek cantik yang bakal suka eh ternyata mbak-mbak poci.
Si Irma ini tiba-tiba diem selama hampir 5 menit, gak ngomong apa-apa lagi. Ane sendiri mau tanya juga takut salah. Konon katanya kalo kita membicarakan sesuatu, mereka yang gak kelihatan ini bisa mendengarnya.
"Dia mau ikut kamu cak, gimana boleh gak?." Si Irma tanya ke ane dengan mengerutkan dahinya.
"Yowes rapopo, tapi ojo ganggu ya (Yaudah gak apa-apa, tapi jangan ganggu ya)." Jawab ane yang sedikit berharap mungkin bisa bantu juga kali aja ada apa-apa dijalan hahahaha.
Seketika ane cium bau yang benar-benar busuk. Kata temen ane itu wajar karena dia poci, lama kelamaan baunya bakal hilang sendiri. Disitu pun ane dikasih gelang sama temen ane, katanya si poci ini udah masuk lewat media gelang.
Mulai dari sini Suyek ini yang akan memperlihatkan beberapa hal yang tidak masuk dalam logika.
Part selanjutnya ane bakal ceritain kisah si poci satu ini, ane udah minta izin juga kok gan hahahaha.