- Beranda
- Stories from the Heart
Kisah Sang Mantan Suhu
...
TS
remukredambos
Kisah Sang Mantan Suhu

Kaskuser lama pasti paham jika disini pernah ada sub forum BB17+. Walaupun sub forum tersebut telah ditutup, tapi percayalah diluar sana sebenarnya mereka masih bertahan.
Kisah ini akan menceritakan kisah nyata salah satu mantan suhu BB17+, dimana beliau akan menceritakan perjalanannya.
Dari cupu menjadi suhu
Penulis telah mendapat ijin untuk membuat cerita ini, bahkan beliau juga ikut memantau thread ini. Semoga cerita ini dapat memberikan pengalaman dan pelajaran berharga.
Part 1 - Seto
Part 2 - Maya
Part 3 - Civic
Part 4 - Luluh
Part 5 - Bimbang
Part 6 - Keputusan
Part 7 - Siap?
Part 8 - Siap!
Part 9 - Pulang
Part 10 - Cumbu
Diubah oleh remukredambos 16-05-2023 23:44
kubelti3 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
14.1K
55
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
remukredambos
#38
Siap!
Aku : "beneran siap?"
Maya : "iya mas"
Maya tampak terlihat cemas, akhirnya aku buatkan teh hangat yang sudah disediakan oleh hotel. Aku sebenarnya khawatir, karena biar bagaimanapun Maya belum pernah seperti ini. Bahkan berpikir untuk kerja seperti ini pun aku rasa tidak.
***
Maya : "sudah hampir jam 4 sore mas, tamunya sudah jalan kah?"
Aku : "aku coba hubungi dulu ya"
Tegasku kepada Maya.
***
Aku : "siang bos, jadi kan?"
Tamu : "jadi bos, BO aja ya, aku open room di dekat lokasi situ"
Aku : "okee siap, ada uang transportnya ya"
Tamu : "beres, aman itu"
Aku : "sipp, nanti langsung ke anaknya aja, btw biarpun termasuk milf, tapi ini pemain baru, sorry kalau nanti akan sedikit canggung, tapi anaknya ramah kok"
Tamu : "siapp!!"
Si Tamu pun kemudian mengabari jika dia sudah ada di hotel tempat dia check in, dan minta dikabari saat Maya sudah sampai lobby.
***
Aku sampaikan kepada Maya kalau si tamu sudah siap. Dan tinggal datang saja ke hotelnya.
Aku : "ayo aku anterin, hotel si tamu dekat, tapi kalau jalan ya lumayan jaraknya"
Maya : "iya mas"
Kita pun segera bergegas pergi. Dalam perjalanan aku berpesan kepada Maya agar tetap ramah kepada tamunya. Jangan berikan kesan jutek. Jika sekiranya si tamu meminta service yang aneh dan kamunya keberatan, tolak saja dengan halus. Kemudan setelah perjalanan sekitar 10 menitan pas jam 4 sore kitapun sampai di depan hotel si tamu.
Aku : "inget pesanku yang tadi ya"
Maya : "iya mas"
Aku : "ada satu hal lagi, dan ini kamu wajib menolak"
Maya "apa itu mas?"
Aku : "kalau tamu minta foto dengan alasan apapun jangan mau"
Maya : "ohh iya iya mas"
Aku : sipp, waktu kamu maksimal 1 jam untuk 1 kali main, kalau bisa minta pembayaran di awal"
Maya : "okee mas"
Akhirnya Maya pun masuk ke lobby hotel, aku mengabari si Tamu jika Maya sudah tiba. Setelah dapat balasan dari tamu akupun melipir ke warmindo sekitar hotel.
***
Aku : "bang, kopi hitam 1, indomie goreng telor 1, air putih 1"
Pesanku kepada abang warmindo yang langsung dibalas dengan siap.
Aku merokok sembari menunggu pesanan, dalam hati berharap semoga Maya baik-baik saja. Ada perasaan tidak tega, tapi aku coba tepis semua perasaan itu. Karena aku berpikir itu cuma jadi beban pikiran. Toh biar bagaimanapun Maya sudan siap, bahkan saat ini dia sedang melakukan hal itu.
***
Brrrrppp..brpppp..brppppp!!!!
Hape disaku celanaku bergetar.
Tamu 2 : "hallo bos, si Mia (id Maya di mirc) kosong jam berapa ya?"
Aku baca pesan yang masuk dari salah satu calon tamu.
Aku : "sekitar jam 6-7 malam bos"
Tamu 2 : "okee sipp, aku ambil jam 7 malam ya, 2 kali bisa?"
Aku : "siapp, nanti aku kabari lagi ya sekitar jam 5n sore bos"
Tamu 2 : "okeedeh"
Aku sengaja tidak langsung mengiyakan karena aku harus tanya Maya dulu jika ada tamu berencana ambil 2 kali seperti ini, dia berkenan atau tidak. Aku khawatir Maya tidak siap.
Akupun lanjut menghabiskan makanan yang sudah dipesan.
Sekitar 1 jam lebih Mayapun mengabari jika dia minta dijemput didepan hotel. Setelah urusan bayar selesai aku segera pergi jemput Maya. Saat aku sampai, tak terlihat wajah takut atau gelagat aneh dari Maya, tampak dia biasa-biasa saja. Hal ini membuat aku jadi lebih tenang, ternyata memang aku tidak perlu terlalu khawatir.
Maya : "tamunya baik kok mas"
Ucap Maya membuka obrolan saat di mobil.
Aku : "syukurlah kalau begitu, semuanya sesuai yang aku pesankan kan tadi?"
Maya : "iya mas, aman kok"
Akupun hanya senyum sambil sedikit menganggukan kepala. Tak lupa aku sampaikan jika jam 7 malam ada tamu lagi dan dia minta 2 kali. Diluar dugaan, Maya pun menyanggupi, tapi dia minta mampir ke apotik untuk beli pelumas. Katanya agar lebih nyaman.
Sesampai dihotel aku hubungi calon tamu berikutnya, sementara Maya langsung bergegas masuk ke kamar mandi.
Sebuah pesan pun aku kirimkan ke si tamu.
Aku : "hallo bos, jam 7 malam ok, 2 kali bisa'
Tamu 2 : "siapp, di hotel xxx ya, nanti aku lebihin uang transportnya"
Aku : "beres bos"
Hotel kali ini jaraknya lebih jauh lagi.
***
Setelah Maya selesai dari kamar mandi, akupun sampaikan jika tamu jam 7 malam sudah oke, kita tinggal datang saja ke hotelnya.
Sekitar jam 6 malam kita pun sudah jalan.
Aku : "yang ini 2 kali ya, siap kan?
Maya : "hehehe, siap mas"
Sambil ketawa kecil Maya menjawab.
Aku : "beneran?"
Maya : "iya mas, saat sama Fedy aku biasa 2-3 kali sekali main"
Aku : "waduhhh, kuat juga yaa"
Aku dan Maya sama-sama ketawa bareng, obrolan selanjutnya pun lebih terbuka. Ternyata Maya bisa bercanda juga, karena aku kira dia pemalu.
***
Tak lama kita sampai dihotel kedua, aku langsung kabari si Tamu.
Aku : "si Mia sudah dilobby ya bos, pemain baru jangan terlalu agresif ya, wkwkwkw"
Tamu 2 : " beress bos, hehehe"
Setelah itu aku pamitan pergi, seperti yang tadi aku minta agar Maya tetap waspada dan kabari saat selesai. Karena ini waktunya 2 jam, akupun berencana mampir di warnet dulu. Sekedar maim mirc sambil tentunya sambil buka forum dewasa.
Aku coba open Maya di mirc untuk besok, beberapa member pun tertarik, dan berencana untuk booking. Di forum dewasa aku coba daftar sebagai membernya. Aku coba cek dan lihat-lihat isi forum, kesimpulanku ini mirip dengan mirc hanya saja dia seperti lapak. Kita bisa langsung pilih dengan keterangan yang sudah jelas. Lebih detail lah, hanya saja kita tidak bisa kontak langsung. Harus menghubungi dulu. Tampaknya forum ini menarik juga.
***
Maya : "mas, jemput aku didepan hotel ya"
Tamu 2 : "done bos, thanks, anaknya ramah"
2 pesan masuk dengan waktu yang tidak terpaut lama. Aku balas semua pesan itu, untuk kemudian lanjut jemput Maya.
Maya : "yang ini sudah aga berumur, tapi baik juga tamu nya mas"
Ucap Maya sambil dia mengenakan sabuk pengaman.
Aku : "baguslah, jadinya ga ada yang perlu aku khawatirkan"
Maya : "iyaa mas"
Aku : "ya sudah, ayo kita makan dulu sebelum balik ke hotel, kamu belum makan kan?"
Maya : "okeee mas, aq bayarin deh"
Aku : "hehehe, gasss!!"
***
Hari ini jadi pengalaman pertama bagi kita. Maya pertama open BO dan aku pertama act like as papih. Kesimpulan saat itu adalah, ternyata cari uang dengan cara seperti ini itu gampang. Dan sialnya, kita belum sadar akan resiko yang ada didepan sana.
Maya : "iya mas"
Maya tampak terlihat cemas, akhirnya aku buatkan teh hangat yang sudah disediakan oleh hotel. Aku sebenarnya khawatir, karena biar bagaimanapun Maya belum pernah seperti ini. Bahkan berpikir untuk kerja seperti ini pun aku rasa tidak.
***
Maya : "sudah hampir jam 4 sore mas, tamunya sudah jalan kah?"
Aku : "aku coba hubungi dulu ya"
Tegasku kepada Maya.
***
Aku : "siang bos, jadi kan?"
Tamu : "jadi bos, BO aja ya, aku open room di dekat lokasi situ"
Aku : "okee siap, ada uang transportnya ya"
Tamu : "beres, aman itu"
Aku : "sipp, nanti langsung ke anaknya aja, btw biarpun termasuk milf, tapi ini pemain baru, sorry kalau nanti akan sedikit canggung, tapi anaknya ramah kok"
Tamu : "siapp!!"
Si Tamu pun kemudian mengabari jika dia sudah ada di hotel tempat dia check in, dan minta dikabari saat Maya sudah sampai lobby.
***
Aku sampaikan kepada Maya kalau si tamu sudah siap. Dan tinggal datang saja ke hotelnya.
Aku : "ayo aku anterin, hotel si tamu dekat, tapi kalau jalan ya lumayan jaraknya"
Maya : "iya mas"
Kita pun segera bergegas pergi. Dalam perjalanan aku berpesan kepada Maya agar tetap ramah kepada tamunya. Jangan berikan kesan jutek. Jika sekiranya si tamu meminta service yang aneh dan kamunya keberatan, tolak saja dengan halus. Kemudan setelah perjalanan sekitar 10 menitan pas jam 4 sore kitapun sampai di depan hotel si tamu.
Aku : "inget pesanku yang tadi ya"
Maya : "iya mas"
Aku : "ada satu hal lagi, dan ini kamu wajib menolak"
Maya "apa itu mas?"
Aku : "kalau tamu minta foto dengan alasan apapun jangan mau"
Maya : "ohh iya iya mas"
Aku : sipp, waktu kamu maksimal 1 jam untuk 1 kali main, kalau bisa minta pembayaran di awal"
Maya : "okee mas"
Akhirnya Maya pun masuk ke lobby hotel, aku mengabari si Tamu jika Maya sudah tiba. Setelah dapat balasan dari tamu akupun melipir ke warmindo sekitar hotel.
***
Aku : "bang, kopi hitam 1, indomie goreng telor 1, air putih 1"
Pesanku kepada abang warmindo yang langsung dibalas dengan siap.
Aku merokok sembari menunggu pesanan, dalam hati berharap semoga Maya baik-baik saja. Ada perasaan tidak tega, tapi aku coba tepis semua perasaan itu. Karena aku berpikir itu cuma jadi beban pikiran. Toh biar bagaimanapun Maya sudan siap, bahkan saat ini dia sedang melakukan hal itu.
***
Brrrrppp..brpppp..brppppp!!!!
Hape disaku celanaku bergetar.
Tamu 2 : "hallo bos, si Mia (id Maya di mirc) kosong jam berapa ya?"
Aku baca pesan yang masuk dari salah satu calon tamu.
Aku : "sekitar jam 6-7 malam bos"
Tamu 2 : "okee sipp, aku ambil jam 7 malam ya, 2 kali bisa?"
Aku : "siapp, nanti aku kabari lagi ya sekitar jam 5n sore bos"
Tamu 2 : "okeedeh"
Aku sengaja tidak langsung mengiyakan karena aku harus tanya Maya dulu jika ada tamu berencana ambil 2 kali seperti ini, dia berkenan atau tidak. Aku khawatir Maya tidak siap.
Akupun lanjut menghabiskan makanan yang sudah dipesan.
Sekitar 1 jam lebih Mayapun mengabari jika dia minta dijemput didepan hotel. Setelah urusan bayar selesai aku segera pergi jemput Maya. Saat aku sampai, tak terlihat wajah takut atau gelagat aneh dari Maya, tampak dia biasa-biasa saja. Hal ini membuat aku jadi lebih tenang, ternyata memang aku tidak perlu terlalu khawatir.
Maya : "tamunya baik kok mas"
Ucap Maya membuka obrolan saat di mobil.
Aku : "syukurlah kalau begitu, semuanya sesuai yang aku pesankan kan tadi?"
Maya : "iya mas, aman kok"
Akupun hanya senyum sambil sedikit menganggukan kepala. Tak lupa aku sampaikan jika jam 7 malam ada tamu lagi dan dia minta 2 kali. Diluar dugaan, Maya pun menyanggupi, tapi dia minta mampir ke apotik untuk beli pelumas. Katanya agar lebih nyaman.
Sesampai dihotel aku hubungi calon tamu berikutnya, sementara Maya langsung bergegas masuk ke kamar mandi.
Sebuah pesan pun aku kirimkan ke si tamu.
Aku : "hallo bos, jam 7 malam ok, 2 kali bisa'
Tamu 2 : "siapp, di hotel xxx ya, nanti aku lebihin uang transportnya"
Aku : "beres bos"
Hotel kali ini jaraknya lebih jauh lagi.
***
Setelah Maya selesai dari kamar mandi, akupun sampaikan jika tamu jam 7 malam sudah oke, kita tinggal datang saja ke hotelnya.
Sekitar jam 6 malam kita pun sudah jalan.
Aku : "yang ini 2 kali ya, siap kan?
Maya : "hehehe, siap mas"
Sambil ketawa kecil Maya menjawab.
Aku : "beneran?"
Maya : "iya mas, saat sama Fedy aku biasa 2-3 kali sekali main"
Aku : "waduhhh, kuat juga yaa"
Aku dan Maya sama-sama ketawa bareng, obrolan selanjutnya pun lebih terbuka. Ternyata Maya bisa bercanda juga, karena aku kira dia pemalu.
***
Tak lama kita sampai dihotel kedua, aku langsung kabari si Tamu.
Aku : "si Mia sudah dilobby ya bos, pemain baru jangan terlalu agresif ya, wkwkwkw"
Tamu 2 : " beress bos, hehehe"
Setelah itu aku pamitan pergi, seperti yang tadi aku minta agar Maya tetap waspada dan kabari saat selesai. Karena ini waktunya 2 jam, akupun berencana mampir di warnet dulu. Sekedar maim mirc sambil tentunya sambil buka forum dewasa.
Aku coba open Maya di mirc untuk besok, beberapa member pun tertarik, dan berencana untuk booking. Di forum dewasa aku coba daftar sebagai membernya. Aku coba cek dan lihat-lihat isi forum, kesimpulanku ini mirip dengan mirc hanya saja dia seperti lapak. Kita bisa langsung pilih dengan keterangan yang sudah jelas. Lebih detail lah, hanya saja kita tidak bisa kontak langsung. Harus menghubungi dulu. Tampaknya forum ini menarik juga.
***
Maya : "mas, jemput aku didepan hotel ya"
Tamu 2 : "done bos, thanks, anaknya ramah"
2 pesan masuk dengan waktu yang tidak terpaut lama. Aku balas semua pesan itu, untuk kemudian lanjut jemput Maya.
Maya : "yang ini sudah aga berumur, tapi baik juga tamu nya mas"
Ucap Maya sambil dia mengenakan sabuk pengaman.
Aku : "baguslah, jadinya ga ada yang perlu aku khawatirkan"
Maya : "iyaa mas"
Aku : "ya sudah, ayo kita makan dulu sebelum balik ke hotel, kamu belum makan kan?"
Maya : "okeee mas, aq bayarin deh"
Aku : "hehehe, gasss!!"
***
Hari ini jadi pengalaman pertama bagi kita. Maya pertama open BO dan aku pertama act like as papih. Kesimpulan saat itu adalah, ternyata cari uang dengan cara seperti ini itu gampang. Dan sialnya, kita belum sadar akan resiko yang ada didepan sana.
Diubah oleh remukredambos 09-03-2023 12:19
sampeuk dan 12 lainnya memberi reputasi
11