TS
si.matamalaikat
Tak Mau Ketinggalan, Giliran F-16 Tembak Jatuh Objek Misterius di Atas Danau Huron
Quote:
Amerika kembali disibukkan untuk menembak jatuh objek misterius yang terbang tinggi di sekitar wilayahnya gan. Dan setelah F-22 Raptor menembak 3 objek yang terbang pada ketinggian tinggi, kini giliran F-16 juga melakukan hal serupa. Peswat berhasil menembak target di atas Danau Huron. Penembakan itu terjadi pada hari Minggu sore (12/02/2023), kabar itu juga telah dikonfirmasi oleh perwakilan pejabat AS, yakni Elissa Slotkin dan Jack Bergman dari Michigan.
Operasi penembakan terjadi setelah penutupan beberapa wilayah udara di atas Great Lakes dan Kanada pada hari Minggu telah ditutup untuk tujuan Departemen Pertahanan AS dan Kementerian Pertahanan Kanada. Penutupan wilayah udara itu mencakup di atas Danau Michigan dekat Green Bay, Wisconsin dan di atas Danau Huron dekat Tobermory, Kanada.
Notice To Airman (NOTAM) juga dikeluarkan di wilayah Green Bay pada Minggu sore oleh otoritas Kanada, serta berlaku pada pukul 15:30. Sementara itu situs pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat tanker KC-135 dari Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara 171 dekat Pittsburgh, PA, melakukan penerbangan di atas area tersebut. Sementara pesawat E-3 Sentry AWACS dari Pangkalan Udara Tinker di Oklahoma juga berada di area yang sama.
Pihak Komando Dirgantara Amerika Utara (NORAD) juga menerapkan pembatasan penerbangan sementara di atas Danau Michigan sekitar pukul 12 siang pada 12 Februari 2023, untuk memastikan keamanan udara di area tersebut selama operasi NORAD.
Diketahui jika F-16C dari Sayap Tempur ke-148 "Bulldog" adalah eksekutor bagi objek misterius tersebut gan. Sebuah foto yang diambil beberapa orang yang tinggal di dekat pangkalan pesawat tersebut menunjukkan salah satu jet dengan nomor registrasi 91-0405 "AESIR11" mendarat dengan stasiun underwing yang biasanya digantungi rudal AIM-9X tampak kosong. Selain itu, jet membawa pod penargetan Sniper.
Dua pesawat F-16C tersebut lepas landas dari Madison, Wisconsin, sekitar pukul 10:30 pagi di bawah tanda panggilan AESIR. Pesawat dilaporkan menembak jatuh objek misterius yang dimaksud pada ketinggian 20.000 kaki, jauh lebih rendah dari 3 target yang ditembak F-22 Raptor. Tidak diketahui ada berapa objek misterius yang ada di langit pada hari Minggu kemarin, tetapi target yang ada di ketinggian 20.000 kaki (sekitar 6.000 meter) tersebut adalah yang pertama kali dilaporkan terdeteksi radar.
Departemen Pertahanan AS telah mengadakan konferensi pers dengan Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Pertahanan Dalam Negeri Hemispheric Melissa Dalton serta Komandan NORAD dan USNORTHCOM Jenderal Glen VanHerck. Dirangkum dari TheDrive.com, berikut beberapa catatan dasar yang menjadi sorotan dari penembakan objek misterius oleh F-16:
Sementara itu, sebuah foto yang beredar di Instagram juga memperlihatkan satu F-16 lainnya dari Sayap Tempur ke-148 yang pulang tanpa membawa rudal AIM-9X, jadi kini lebih banyak bukti jika ada dua tembakan yang diambil. Pesawat juga dalam konfigurasi F-16CM, dengan pod sistem penargetan HARM serta pod penargetan Sniper.
Sejauh ini belum ada informasi yang jelas, apakah ada dua objek misterius yang ditembak oleh dua F-16 yang berbeda ? Atau satu target itu ditembak oleh dua pesawat sekaligus ? Namun, salah datu pejabat AS Jack Bergman mengatakan kepada Fox News bahwa objek yang ditembak jatuh itu berbetntuk segi delapan.
Sementara itu, teror objek misterius terus berlanjut di wilayah Amerika dan juga Kanada. Sejauh ini baru balon mata-mata China yang ditembak jatuh pada 4 Februari 2023 yang berhasil diketahui dari mana asalnya. Sementara tiga objek lain yang masing-masing ditembak F-22 dan F-16 masih belum dkketahui siapa pemiliknya.
Sementara itu, terbangnya objek misterius ini juga harus jadi perhatian khusus untuk Amerika, sejauh ini mereka hanya fokus untuk mendeteksi dan megawasi pesawat, drone atau rudal jelajah milik rivalnya. Sehingga ada celah terbuka untuk menerbangkan objek yang ternyata lolos dari deteksi radar mereka, objek itu salah satunya adalah balon mata-mata milik China. Kemungkinan tiga objek yang saat ini masih dicari setelah ditembak jatuh, merupakan perwujudan balon juga.
Referensi Tulisan: TheDrive.com
Sumber Foto: sudah tertera
Operasi penembakan terjadi setelah penutupan beberapa wilayah udara di atas Great Lakes dan Kanada pada hari Minggu telah ditutup untuk tujuan Departemen Pertahanan AS dan Kementerian Pertahanan Kanada. Penutupan wilayah udara itu mencakup di atas Danau Michigan dekat Green Bay, Wisconsin dan di atas Danau Huron dekat Tobermory, Kanada.
Notice To Airman (NOTAM) juga dikeluarkan di wilayah Green Bay pada Minggu sore oleh otoritas Kanada, serta berlaku pada pukul 15:30. Sementara itu situs pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat tanker KC-135 dari Sayap Pengisian Bahan Bakar Udara 171 dekat Pittsburgh, PA, melakukan penerbangan di atas area tersebut. Sementara pesawat E-3 Sentry AWACS dari Pangkalan Udara Tinker di Oklahoma juga berada di area yang sama.
Pihak Komando Dirgantara Amerika Utara (NORAD) juga menerapkan pembatasan penerbangan sementara di atas Danau Michigan sekitar pukul 12 siang pada 12 Februari 2023, untuk memastikan keamanan udara di area tersebut selama operasi NORAD.
Quote:
Diketahui jika F-16C dari Sayap Tempur ke-148 "Bulldog" adalah eksekutor bagi objek misterius tersebut gan. Sebuah foto yang diambil beberapa orang yang tinggal di dekat pangkalan pesawat tersebut menunjukkan salah satu jet dengan nomor registrasi 91-0405 "AESIR11" mendarat dengan stasiun underwing yang biasanya digantungi rudal AIM-9X tampak kosong. Selain itu, jet membawa pod penargetan Sniper.
Dua pesawat F-16C tersebut lepas landas dari Madison, Wisconsin, sekitar pukul 10:30 pagi di bawah tanda panggilan AESIR. Pesawat dilaporkan menembak jatuh objek misterius yang dimaksud pada ketinggian 20.000 kaki, jauh lebih rendah dari 3 target yang ditembak F-22 Raptor. Tidak diketahui ada berapa objek misterius yang ada di langit pada hari Minggu kemarin, tetapi target yang ada di ketinggian 20.000 kaki (sekitar 6.000 meter) tersebut adalah yang pertama kali dilaporkan terdeteksi radar.
Quote:
Departemen Pertahanan AS telah mengadakan konferensi pers dengan Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Pertahanan Dalam Negeri Hemispheric Melissa Dalton serta Komandan NORAD dan USNORTHCOM Jenderal Glen VanHerck. Dirangkum dari TheDrive.com, berikut beberapa catatan dasar yang menjadi sorotan dari penembakan objek misterius oleh F-16:
Quote:
Sementara itu, sebuah foto yang beredar di Instagram juga memperlihatkan satu F-16 lainnya dari Sayap Tempur ke-148 yang pulang tanpa membawa rudal AIM-9X, jadi kini lebih banyak bukti jika ada dua tembakan yang diambil. Pesawat juga dalam konfigurasi F-16CM, dengan pod sistem penargetan HARM serta pod penargetan Sniper.
Sejauh ini belum ada informasi yang jelas, apakah ada dua objek misterius yang ditembak oleh dua F-16 yang berbeda ? Atau satu target itu ditembak oleh dua pesawat sekaligus ? Namun, salah datu pejabat AS Jack Bergman mengatakan kepada Fox News bahwa objek yang ditembak jatuh itu berbetntuk segi delapan.
Quote:
Sementara itu, teror objek misterius terus berlanjut di wilayah Amerika dan juga Kanada. Sejauh ini baru balon mata-mata China yang ditembak jatuh pada 4 Februari 2023 yang berhasil diketahui dari mana asalnya. Sementara tiga objek lain yang masing-masing ditembak F-22 dan F-16 masih belum dkketahui siapa pemiliknya.
Sementara itu, terbangnya objek misterius ini juga harus jadi perhatian khusus untuk Amerika, sejauh ini mereka hanya fokus untuk mendeteksi dan megawasi pesawat, drone atau rudal jelajah milik rivalnya. Sehingga ada celah terbuka untuk menerbangkan objek yang ternyata lolos dari deteksi radar mereka, objek itu salah satunya adalah balon mata-mata milik China. Kemungkinan tiga objek yang saat ini masih dicari setelah ditembak jatuh, merupakan perwujudan balon juga.
--------------
Referensi Tulisan: TheDrive.com
Sumber Foto: sudah tertera
gonugraha76 dan 13 lainnya memberi reputasi
14
3.2K
32
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76
#21
Setelah drones sebagai wahana intelligence gathering apakah ada kemungkinan stratopheric balloons kembali menjadi salah satu pilihan wahana intelligence gathering ? Bisa jadi. China contohnya : berdasarkan bukti dari puing puing " surveillance ballon " yang dijatuhkan di Myrtle Beach - South Carolina yang berhasil dikumpulkan dan direkonstruksi kembali oleh FBI Evidence Response Team di FBI Laboratory di Quantico - Virginia akhirnya pihak US menyatakan bahwa China surveillance balloon mempunyai kemampuan sebagai wahana intelligence gathering dengan bukti :
1. Ditemukan kamera khusus untuk mengambil high resolution foto site yang diinginkan.
2. Ditemukan beberapa antenna yang mampu menangkap dan mengirimkan kembali sinyal komunikasi dan data.
3. Ditemukan perangkat satellite data transmiter untuk mengirim foto dan data.
4. Ditemukan solar panel yang mampu memberikan daya bagi perangkat intelligence gathering.
Foto detail perangkat intelligence gathering dan solar panel China spy balloons

Bukti ini diperkuat oleh temuan transmisi sinyal dari balloon tsb yang di identifikasi oleh crew pesawat intai USAF Lockheed U - 2S Dragon Lady yang diberi tugas mengikuti dan mengidentifikasi ballon tsb sebelum akhirnya dijatuhkan.
Selain itu ditemukan propeller bermesin elektrik yang diperkirakan memberikan kemampuan " pengendalian tambahan " bagi ballons tsb dan menjadi jawaban ketika ballons tersebut tampak seperti melambat dan hovering di dekat restricted flying zone Malmstrom AFB.
Kenapa balloon menjadi pilihan sebagai wahana intelligence gathering ?
1. Dari sisi biaya produksi dan operasional jelas lebih terjangkau daripada drones dan pesawat intai.
2. Teknologi stratopheric balloon juga tidak rumit dan sudah ada sejak WW II.
3. Mampu terbang tinggi dan mempunyai range yang sangat jauh hingga ribuan km.
4. Dengan karakteristik stratopheric balloon yang mampu terbang diatas 50.000 feet dan terbuat dari bahan non solid serta tidak memiliki mesin atau peralatan yang memancarkan heat signature yang signifikan jelas akan membuat stratopheric balloon mempunyai karakter stealth karena punya nilai RCS rendah sehingga susah dikunci dengan radar sistem hanud konvensional.
Cara paling efektif untuk mengidetifikasi dan menjatuhkan non solid high altitude flying object adalah dengan melakukan pendekatan visual dengan menggunakan pesawat yang mampu terbang tinggi diatas 60.000 feet dan dijatuhkan dengan rudal secara manual dengan lock on target oleh pilot pespur.
Dengan adanya fenomena spy balloons ini apakah akan menjadikan satu satunya USAF high altitude fighter jet yang masih operasional Lockheed Martin F 22A Raptor akan ditunda lagi masa pensiun karena mempunyai misi tempur baru sebagai spesialis high altitude target interceptor ? Bisa jadi.
1. Ditemukan kamera khusus untuk mengambil high resolution foto site yang diinginkan.
2. Ditemukan beberapa antenna yang mampu menangkap dan mengirimkan kembali sinyal komunikasi dan data.
3. Ditemukan perangkat satellite data transmiter untuk mengirim foto dan data.
4. Ditemukan solar panel yang mampu memberikan daya bagi perangkat intelligence gathering.
Foto detail perangkat intelligence gathering dan solar panel China spy balloons

Bukti ini diperkuat oleh temuan transmisi sinyal dari balloon tsb yang di identifikasi oleh crew pesawat intai USAF Lockheed U - 2S Dragon Lady yang diberi tugas mengikuti dan mengidentifikasi ballon tsb sebelum akhirnya dijatuhkan.
Selain itu ditemukan propeller bermesin elektrik yang diperkirakan memberikan kemampuan " pengendalian tambahan " bagi ballons tsb dan menjadi jawaban ketika ballons tersebut tampak seperti melambat dan hovering di dekat restricted flying zone Malmstrom AFB.
Kenapa balloon menjadi pilihan sebagai wahana intelligence gathering ?
1. Dari sisi biaya produksi dan operasional jelas lebih terjangkau daripada drones dan pesawat intai.
2. Teknologi stratopheric balloon juga tidak rumit dan sudah ada sejak WW II.
3. Mampu terbang tinggi dan mempunyai range yang sangat jauh hingga ribuan km.
4. Dengan karakteristik stratopheric balloon yang mampu terbang diatas 50.000 feet dan terbuat dari bahan non solid serta tidak memiliki mesin atau peralatan yang memancarkan heat signature yang signifikan jelas akan membuat stratopheric balloon mempunyai karakter stealth karena punya nilai RCS rendah sehingga susah dikunci dengan radar sistem hanud konvensional.
Cara paling efektif untuk mengidetifikasi dan menjatuhkan non solid high altitude flying object adalah dengan melakukan pendekatan visual dengan menggunakan pesawat yang mampu terbang tinggi diatas 60.000 feet dan dijatuhkan dengan rudal secara manual dengan lock on target oleh pilot pespur.
Dengan adanya fenomena spy balloons ini apakah akan menjadikan satu satunya USAF high altitude fighter jet yang masih operasional Lockheed Martin F 22A Raptor akan ditunda lagi masa pensiun karena mempunyai misi tempur baru sebagai spesialis high altitude target interceptor ? Bisa jadi.
Diubah oleh gonugraha76 17-02-2023 11:11
69banditos dan jagotorpedo memberi reputasi
2
Tutup




