- Beranda
- Berita dan Politik
OPEN DONASI UNTUK Anies Baswedan Lunasi 'Utang' pada Sandiaga
...
TS
netizen62
OPEN DONASI UNTUK Anies Baswedan Lunasi 'Utang' pada Sandiaga

Quote:
Spoiler for sumur:
Yang mau donasi silahkan . . . .
No rekening bisa minta ke ane,ane buka jasa menyalurkan sumbangan

CV NETIZEN62
jasa penyalur sumbangan,amanah terpercaya . . .
jasa penyalur sumbangan,amanah terpercaya . . .
aldonistic dan 7 lainnya memberi reputasi
8
3.1K
77
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.5KThread•58KAnggota
Tampilkan semua post
Kolipoki
#38
Pembodohan.
Entah bagaimana sampai viral soal Anies pinjam uang Rp. 50 Miiliar kepada Sandi. Sepertinya Anies dibully soal utang itu. Tapi pada waktu bersamaan Anies dapat kredit luar biasa. Bahwa dia miskin dan engga mungkin bisa membayar influencer agama segala. Sampai sampai untuk mendukung logistik dia berutang kepada Sandi. Nah Rumor yang mengatakan Anies dapat dukungan konglo memenangkan Pilkada, terhapus sudah. Inilah yang disebut dengan Bad news berubah jadi good news.
Saya yakin yang merancang kampanye seperti ini adalah konsultan berkelas dunia. Mereka sudah menggunakan algoritma untuk tahu selera nitizen yang membenci Anies. Cara kampanye hitam ini memang murah meriah. Orang lupa yang menghembuskan informasi itu adalah Erwin Aksa, yang juga ponakan JK. Semua tahu Erwin Aksa adalah team sukses Anies dalam Pilkada dan sekarang tetap bagian dari shadow team Anies.
Kemudian nitizen heboh soal perjanjian bermaterai antara Anies dan Prabowo. Anies berjanji tidak akan mencalonkan presiden. Nitizen percaya perjanjian itu akan membuat anies batal mencapres. Anies dibully habis! Tapi tahukah anda? karena news itu, Anies dapat credit. Bahwa dia bukan boneka Prabowo. Nah mereka yang tadinya dukung PS waktu Pilpres dan kecewa PS bergabung ke kabinet Jokowi. Tentu akan bergabung ke Anies.
Yang patut dicurigai, jangan jangan ada team ahli IT yang berkonspiras dengan provider sosial media. Mereka punya akses ke big data untuk mengcluster pembenci Anies. Kemudian lewat swing and flash application, news terus menerus di swing dan di flash agar lambat laun membentuk persepsi sesuai agenda kampanye. Itu pernah sukses dilakukan Donald Trump pada Pilpres AS.
Makannya saya hindari terjebak dengan news semacam itu. Karena itu bukan substansi. Saya focus kepada hal substansi saja. Apa itu? mencerahkan tentang fenomena politik, yang berkaitan dengan kebijakan dan tentu mengkritisinya. Dan kadang memberikan siraman moral. Agar teman teman tercerahkan dan cerdas bersikap. Tidak terperangkap swing and flashnews application.
Entah bagaimana sampai viral soal Anies pinjam uang Rp. 50 Miiliar kepada Sandi. Sepertinya Anies dibully soal utang itu. Tapi pada waktu bersamaan Anies dapat kredit luar biasa. Bahwa dia miskin dan engga mungkin bisa membayar influencer agama segala. Sampai sampai untuk mendukung logistik dia berutang kepada Sandi. Nah Rumor yang mengatakan Anies dapat dukungan konglo memenangkan Pilkada, terhapus sudah. Inilah yang disebut dengan Bad news berubah jadi good news.
Saya yakin yang merancang kampanye seperti ini adalah konsultan berkelas dunia. Mereka sudah menggunakan algoritma untuk tahu selera nitizen yang membenci Anies. Cara kampanye hitam ini memang murah meriah. Orang lupa yang menghembuskan informasi itu adalah Erwin Aksa, yang juga ponakan JK. Semua tahu Erwin Aksa adalah team sukses Anies dalam Pilkada dan sekarang tetap bagian dari shadow team Anies.
Kemudian nitizen heboh soal perjanjian bermaterai antara Anies dan Prabowo. Anies berjanji tidak akan mencalonkan presiden. Nitizen percaya perjanjian itu akan membuat anies batal mencapres. Anies dibully habis! Tapi tahukah anda? karena news itu, Anies dapat credit. Bahwa dia bukan boneka Prabowo. Nah mereka yang tadinya dukung PS waktu Pilpres dan kecewa PS bergabung ke kabinet Jokowi. Tentu akan bergabung ke Anies.
Yang patut dicurigai, jangan jangan ada team ahli IT yang berkonspiras dengan provider sosial media. Mereka punya akses ke big data untuk mengcluster pembenci Anies. Kemudian lewat swing and flash application, news terus menerus di swing dan di flash agar lambat laun membentuk persepsi sesuai agenda kampanye. Itu pernah sukses dilakukan Donald Trump pada Pilpres AS.
Makannya saya hindari terjebak dengan news semacam itu. Karena itu bukan substansi. Saya focus kepada hal substansi saja. Apa itu? mencerahkan tentang fenomena politik, yang berkaitan dengan kebijakan dan tentu mengkritisinya. Dan kadang memberikan siraman moral. Agar teman teman tercerahkan dan cerdas bersikap. Tidak terperangkap swing and flashnews application.
Diubah oleh Kolipoki 07-02-2023 14:25
riodgarp dan netizen62 memberi reputasi
2
Tutup