Kaskus

Story

araneaAvatar border
TS
aranea
Teman Sejati
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Teman Sejati


Selamat datang di thread sederhana ini. Apakabar kalian semua? Semoga temen-temen semua dalam keadaan baik baik saja, sehat, dan teman-teman semua dalam keadaan bahagia dimanapun teman-teman berada.

Oke mang. 


Disini saya mencoba menuliskan sebuah cerita yang terjadi beberapa tahun lalu yang sebelumnya sudah saya tulis, namun tidak pernah saya publikasikan. Tapi semoga dengan menulis disini bisa membantu saya juga dalam mengembangkan potensi saya dalam menulis. 

Cerita ini akan memiliki dua POV, yang dimana, update keduanya insyaAllah akan selalu berbarengan sedikit demi sedikit. Saya berharap selain bisa mengembangkan potensi menulis saya, apapun yang saya tulis bisa dipetik hal baiknya dan dibuang hal buruknya. Dan semoga bisa menghibur para reader budiman disini.

- Selamat Membaca -

INDEX


Fajar Adi Prabowo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15






Part 17
Part 18
Part 19
Part 20






Diubah oleh aranea 04-06-2023 12:26
amdar07Avatar border
corazonraizo882Avatar border
percyjackson321Avatar border
percyjackson321 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
4.2K
65
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
araneaAvatar border
TS
aranea
#2
Part 1
Azzahra Nafeeza Fatharani


15 Maret 2014

Aku tengah menyiram bunga dihalaman rumahku. Karena sudah beberapa hari hujan tak kunjung turun. Tiba-tiba sesuatu terasa dikepalaku

“Rajinnya adik abang” katanya

Dia adalah kakakku. Namanya Zidan Malik Faturrohman. Oh iya, perkenalkan, namaku Zahra, Azzahra Nafeeza Fatharani. Aku tengah dalam persiapan untuk masuk universitas. Saat ini aku berumur 18 tahun. Kakakku berusia 28 tahun, dan kami hanya dua bersaudara. Kakakku kini tengah mengabdi di sebuah Rumah Sakit yang berada di Jakarta Pusat. Ya, kakakku seorang dokter, namun ia sedang mengambil cuti beberapa beberapa hari kedepan. Itupun permintaan ummi. Tapi emang kakak ga pernah ambil cuti, bahkan pulang hanya setahun sekali, itupun ga lama. Oh iya, abangku sudah menikah dengan seorang dokter juga dan mereka mengabdi di rumah sakit yang sama.

“Mau kemana bang?” tanyaku
“Ke depan, mau nitip apa?” tanya abang
“Jus jambu aja bang” kataku
“Okey” katanya


Disini, aku hanya tinggal berdua dengan ummi, itupun jika kakak lagi di Jakarta. Tapi selain aku dan ummi, ada ART juga yang bekerja disini, tapi ga nginep, dan ada juga penjaga rumah yang sudah bekerja disini selama 6 tahun. Abi? Abiku sudah berpulang karena sakit yang dideritanya, dan kini kak Zidan yang mengurusku dan ummi. Aku masuk kedalam dan ummi memanggilku

“Sini nak duduk sama ummi” katanya
“Ada apa ummi” kataku
“Gapapa kok, ga kerasa kamu sudah sebesar ini” kata ummi
“Yee emang ummi mau Zahra kecil terus? Hehe” kataku
“Hehe, oh iya, tolong ambilkan bingkisan yang ada di kamar ummi” kata ummi
“Iya ummi” ucapku


Aku ke kamar dan mencari bingkisan yang di maksud. Aku melihat sebuah tas bingkisan berwarna coklat dan langsung membawakannya pada ummi

“Ini apa ummi?” tanyaku
“Besok kamu pakai ini ya” kata ummi
“Loh, kenapa ummi?” tanyaku
“Sudah, kamu nanti pakai aja. Tapi ingat, jangan dulu dibuka” kata ummi
“Iih ummi bikin Zahra penasaran” kataku
“Hehe, yasudah, kamu bantu kak Nia di dapur” kata ummi


Kak Nia adalah istri kak Zidan. Ia juga ikut cuti bersama kak Zidan dan memutuskan main kesini.

“Iya, Zahra ke dapur dulu ya” ucapku

Akupun membantu kak Nia di dapur. Semenjak kak Zidan menikah, kak Nia mulai sering mengajakku dan mengajariku memasak. Jadi sampai sekarang aku sudah bisa memasak beberapa masakan berkat kak Nia. Siang hari, setelah selesai masak, kami makan siang bersama

“Kamu jadi masuk Institut Keguruan?” tanya kak Zidan
“Jadi bang” jawabku
“Berarti nanti ngekos ya?” kata kak Nia
“Iya kayanya. Nanti abang temenin Zahra ya” kataku
“InsyaAllah, kalau abang kosong ya, kan kamu tau sendiri dokter kerjaannya banyak” kata kak Zidan
“Tapi kalau abang ga bisa gapapa, nanti aku sendiri aja” kataku
“Yaudah, lagipula nanti juga kamu ga sendiri lagi hehe” kata kak Zidan
“Iyalah bang, kan nanti ada temen disana” ucapku


Singkat cerita, malam hari tiba. Kak Nia memintaku untuk mengantarkannya keluar, katanya ingin cari jajanan. Akupun mengiyakan ajakannya, karena kebetulan aku masih merasa lapar.

“Sebentar ya kak, aku pakai cadar dulu” ucapku

Ya, aku memakai cadar. Dulu abi menyuruhku untuk menjaga diri dari yang bukan mahromku. Dan abi memintaku untuk mengenakan cadar. Aku mulai memakai cadar saat masuk SMA di pesantren Al-Malik. Dan alhamdulillahnya, aku sudah terbiasa dengan cadar. Kak Niapun sama, selalu mengenakan gamis, bahkan saat bekerja ia mampu menyesuaikan diri.

“Yuk” ucapku pada kak Nia

Aku dididik agama dengan cukup keras oleh abi dan ummi. Bahkan saat aku SMA dulu, aku sempat memiliki trauma karena pernah mengalami kekerasan verbal pada usia lima tahun. Namun saat SMA juga, aku mulai rutin berkonsultasi dengan profesional dalam menyembuhkan traumaku. Beberapa saat kemudian, kami selesai membeli beberapa camilan

“Kamu ini badan kecil, makan banyak hehe” ejek kak Nia
“Biarin hehe, habis semuanya keliatan enak. Kalau ga habis bisa disimpen di kulkas” kataku
“Iya iya, yaudah yuk, takut keburu hujan.


Keesokan paginya, seisi rumah disibukkan dengan membersihkan rumah, termasuk aku. Entah ada acara apa, karena ga biasanya seperti ini.

“Emang mau ada acara apa sih, mi?” tanyaku pada ummi
“Nanti juga kamu tau sayang” kata ummi
“Mau ada tamu ya?” tanyaku
“Iya nak, temen ummi” jawab ummi sambil tersenyum


Setelah membereskan rumah, aku ke kamarku sambil membawa bingkisan yang kemarin ummi kasih. Saat aku buka, ternyata sebuah gamis lengkap dengan cadarnya. Kalau hanya gamis, kenapa harus dipakai hari ini? Padahal setiap hari aku mengenakan gamis. Aku keluar dari kamarku setelah mengganti dengan gamis tersebut. Gamis berwarna biru dongker, berpadu dengan khimar berwarna hitam, dan cadar berwarna hitam.

“Wah, anak ummi cantik sekali” kata ummi
“Iish ummi, malu” ucapku
“Kok malu? Harusnya seneng dong” kata kak Zidan
“Iya iya abang” ucapku
“Yasudah, kamu tunggu didalam sama Nia, dan jangan keluar sebelum ummi panggil
“Emang ada apa sih ummi? Jadi penasaran deh” kataku
“Sudah, nurut saja hehe” jawab kak Zidan


Hingga aku mendengar suara klakson mobil, mungkin ini tamu yang ummi tunggu-tunggu
Diubah oleh aranea 09-02-2023 18:18
nasihiber
pulaukapok
oktavp
oktavp dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.