Kaskus

Story

araneaAvatar border
TS
aranea
Teman Sejati
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Teman Sejati


Selamat datang di thread sederhana ini. Apakabar kalian semua? Semoga temen-temen semua dalam keadaan baik baik saja, sehat, dan teman-teman semua dalam keadaan bahagia dimanapun teman-teman berada.

Oke mang. 


Disini saya mencoba menuliskan sebuah cerita yang terjadi beberapa tahun lalu yang sebelumnya sudah saya tulis, namun tidak pernah saya publikasikan. Tapi semoga dengan menulis disini bisa membantu saya juga dalam mengembangkan potensi saya dalam menulis. 

Cerita ini akan memiliki dua POV, yang dimana, update keduanya insyaAllah akan selalu berbarengan sedikit demi sedikit. Saya berharap selain bisa mengembangkan potensi menulis saya, apapun yang saya tulis bisa dipetik hal baiknya dan dibuang hal buruknya. Dan semoga bisa menghibur para reader budiman disini.

- Selamat Membaca -

INDEX


Fajar Adi Prabowo
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15






Part 17
Part 18
Part 19
Part 20






Diubah oleh aranea 04-06-2023 12:26
amdar07Avatar border
corazonraizo882Avatar border
percyjackson321Avatar border
percyjackson321 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
4.3K
65
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.1KAnggota
Tampilkan semua post
araneaAvatar border
TS
aranea
#1
Part 1
Fajar Adi Prabowo


Aku bersiap-siap menuju sebuah acara yang aku sendiri tidak pernah menyangkanya. Kemeja biru ini merupakan kemeja terbaik yang aku miliki.

“Nak, sudah siap?” tanya ibu dari luar kamarku
“Iya bu” jawabku singkat



2 hari yang lalu (14 Maret 2014)

Namaku Fajar, Fajar Adi Prabowo. Aku berusia 21 tahun, dan kini bekerja menjadi tenaga honorer di sekolah, lebih tepatnya staff tata usaha. Sudah sekitar tiga bulan aku bekerja disekolah ini dengan gaji yang sangat sedikit, namun aku syukuri saja.

Pagi ini aku tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah menggunakan motor jadul milik ayah. Sesampainya disekolah, aku membuka kunci ruangan tata usaha, karena ya aku selalu datang pagi, menghindari macet. Aku mempersiapkan semuanya, mulai menyalakan lampu, mesin fotocopy, dan komputer yang berada di mejaku. Sampai tiba-tiba terdengar suara motor datang dan parkir didepan kantor

“Assalamualaikum” ucapnya
“Waalaikumussalam” jawabku


Ia adalah rekan kerjaku. Namanya Risma. Di lingkungan sekolah, para staff diharuskan memanggil para rekannya dengan sebutan pak/bu. Jadi akupun memanggilnya ibu Risma. Meskipun begitu, Risma sendiri berumur 21 tahun, hanya berbeda beberapa bulan saja.

Risma merupakan orang yang pertama kali aku temui dihari pertamaku bekerja dulu. Dulu aku dimintai tolong untuk mengangkat galon ke tempatnya, dan disitulah aku mengenal Risma. Seiring waktu berlalu, jujur saja aku mulai memiliki rasa pada Risma. Pada awalnya aku berfikir kalau ini merupakan rasa kagum semata, tapi setiap kali aku bertemu dengan Risma, rasanya lain.

Bahkan, aku melakukan shalat istihoroh beberapa hari kebelakang. Sedikit informasi, kalau Risma memiliki tinggi 160cm, dengan berat badan 55kg. Ia selalu mengenakan gamis ketika bekerja namun tentunya tetap mengikuti aturan seragam sekolah. Beberapa hari aku berfikir, bahwa aku berencana untuk meminta alamatnya, dan berniat ingin mendatangi kedua orangtuanya.

Sebelum pulang kerja, kepala tata usaha memberikan pengumuman pada kami semua.

“Jadi gini, ada kejutan kecil dari ibu Risma nih” kata kepala TU yang bernama ibu Lina
“Wah kejutan apa nih? Makan-makan dong bu?” kata pak Tegar
“Hehe bukan, tapi ini juga bakal jadi berita penting dari bu Risma. Silahkan bu” katanya sambil mempersilahkan Risma kedepan sambil membawa sebuah kotak


Rismapun mulai berbicara didepan, layaknya pada rekan kerja lainnya. Kemudian ia membagikan isi dari kotak itu yang merupakan snack donat.

“Ada apa nih bu? Bagi-bagi rejeki, hehe” kata Sofian
“Pertama saya mau ngucapin makasih untuk bu Lina karena sudah banyak membimbing saya selama kerja disini” kata Risma


Ya, Risma memang sudah lebih dulu bekerja disini, bahkan saat ia masih kuliah

“Saya mau minta maaf sebelumnya, jikalau selama ini saya ada salah, atau ada kata-kata yang menyinggung bapak ibu sekalian. Selain ini, saya ingin memberi tahukan kalau hari ini adalah hari terakhir saya kerja disini” ucap Risma

Terhentak aku kaget, aku berharap aku salah dengar. Tapi . . .

“Besok saya akan pindah ke Semarang” kata Risma
“Kenapa bu? Wah si ibu ninggalin” kata Esti
“Emm, ini silahkan ambil satu orang satu” kata Risma sambil mengangkat kotak satunya


Saat aku mengambilnya, terdapat sebuah benda seperti buku yang dibungkus dengan kertas berwarna pink. Saat kami dipersilahkan untuk membuka kertas itu, jantungku berdegup kencang, badanku langsung lemas seketika.

“Waaah gokil, ibu nikah nih?” kata Sofian
“Alhamdulillah hehe, mohon doa restu ya” kata Risma


Semuapun memberi ucapan selamat pada Risma, kecuali aku. Rismapun berpelukan dengan rekan staff wanita lainnya, dan memberikan salam perpisahan sampai akhirnya ia tiba di mejaku

“Fajar” panggilnya
“Se selamat ya, bu” ucapku
“Semangat terus yaa” katanya dengan senyum ceria khasnya


Hari itu merupakan hari patah hati bagiku. Karena Risma sendiri merupakan wanita pertama yang aku sukai. Yah, aku yang terlambat, mungkin ini jawaban istihorohku selama ini. Aku pulang dengan perasaan yang tak menentu, sampai akhirnya aku tiba dirumah.

Malam hari aku berkumpul dengan keluargaku, tiba-tiba ibu memanggilku.

“Ada apa bu?” tanyaku
“Ibu boleh minta sesuatu? Tapi apa kamu bisa kabulkan?” tanya ibu
“Kalau Fajar bisa, Fajar ikuti” kataku
“Yasudah, kalau gitu, besok kamu sama Fitri cari jajanan ya” kata ibu. Fitri itu adikku yang kini baru masuk kuliah
“Buat apa bu?” tanyaku
“Sudah ikut saja, lusa ibu kasih tau” kata ibu


Akupun pasrah, meski sebenarnya aku penasaran maksud ibu apa. Ditambah perasaanku yang lagi hancur-hancurnya.

Dua hari kemudian (16 Maret 2014)

“Nak, sudah siap?” tanya ibu dari luar kamarku
“Iya bu” jawabku singkat


Aku keluar dan semua sudah menunggu. Bapak, ibu, Fitri, kami bersiap untuk pergi, namun aku sendiri gatau kami akan pergi kemana. Perjalanan memakan waktu sampai dua jam. Aku melihat sekelilingku dan kami masuk ke sebuah perumahan yang cukup elite. Sampai kami berhenti disebuah rumah besar disana dan bapak membunyikan klakson

“Ini rumah siapa bu?” tanyaku
“Rumah temen ibu” kata ibu

Diubah oleh aranea 08-02-2023 06:12
nasihiber
pulaukapok
oktavp
oktavp dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.