Kaskus

Story

remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
Kisah Sang Mantan Suhu
Kisah Sang Mantan Suhu

Kaskuser lama pasti paham jika disini pernah ada sub forum BB17+. Walaupun sub forum tersebut telah ditutup, tapi percayalah diluar sana sebenarnya mereka masih bertahan.

Kisah ini akan menceritakan kisah nyata salah satu mantan suhu BB17+, dimana beliau akan menceritakan perjalanannya.
Dari cupu menjadi suhu

Penulis telah mendapat ijin untuk membuat cerita ini, bahkan beliau juga ikut memantau thread ini. Semoga cerita ini dapat memberikan pengalaman dan pelajaran berharga.

Part 1 - Seto
Part 2 - Maya
Part 3 - Civic
Part 4 - Luluh
Part 5 - Bimbang
Part 6 - Keputusan
Part 7 - Siap?
Part 8 - Siap!
Part 9 - Pulang
Part 10 - Cumbu
Diubah oleh remukredambos 16-05-2023 23:44
yusha321Avatar border
iwakcetolAvatar border
kubelti3Avatar border
kubelti3 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
14.1K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
#7
Maya
Ucapan Maya ditelepon tidak begitu jelas, mungkin karena dia sambil menahan tangis.

"Hallo, ada apa ya mbak?"
Ucapku mengawali pembicaraan.

"Tolong mas, aku ga tau lagi mau minta tolong ke siapa.
Saudara ga ada, teman ga ada yang mau"
Balas Maya

"Memangnya ada apa mbak?, terus Fedy kemana?"
Tanyaku balik.

"Fedy bajingannnn!!!! Binatang itu pergi ga tau kemana mas, pergi cuman ninggalin masalah!!!"
Terdengar suara Maya meninggi dan tegas.

"Lho lho lho, ada apa to ini?"
Aku yang masih bingung dan penasaran.

"Terlalu panjang jika lewat telepon mas, apakah kita bisa ketemu saja?"
Timpal Maya

"Ya ya, nanti aku kabari lagi, kebetulan aku juga lagi ada kerjaan yang masih numpuk"
Tegasku, agar tidak berlama-lama telepon

"Iyaa Mas, aku tunggu kabarnya ya, terimakasih"
Tuttt tutttt tutttttt....
Sambungan pun terputus.

Setelah itu aku cuma diam, bingung dan sedikit tidak perduli sebenarnya. Aku merasa tidak berkewajiban membantunya. Memang Fedy teman aku, kita bahkan sempat mau joinan buka air minum isi ulang, tapi ya hanya sampai sebatas rencana belum eksekusinya. Tapi malah sekarang dengar kabar dari istrinya kalau Tedy pergi tanpa kabar.


"Pikir besok lagi saja lah, masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan"
Batinku dalam hati, seraya mematikan rokok dihisapan terakhir, baru kemudian pergi beranjak tidur.

***

Cewe : "Mau main bertiga bareng ga Mas?"

Aku : "Waduhhhh, ga kuat non"

Cewe : "Cobain lah sesekali, temenku hot juga lho. 36D jago WOT dan BJ"

Aku : "Memang totalnya jadi berapa?"

Cewe : "Kali 2 aja, nanti aku potong 100k, keluar 2 kali. Satu di aku, satunya temenku, tenang saja durasinya juga tambah kok"

Aku : "Ya wis lah, gasss"

Sesekali mencoba fantasi lain, mumpung kantong sedikit tebal.
Hehehehe

Omzet ketiga warnet di bulan ini lumayan, ada peningkatan profit hampir 40% dari bulan sebelumnya. Karena itu lah aktifitas jajanku juga meningkat. Tak lupa Ridwan juga aku beri lebih, agar dia bisa memodif Yamaha Vixion miliknya yang akan diubah pakai velg jari-jari.

Setelah pertempuran 2 vs 1 selesai akupun langsung pulang. Tujuan langsung ke warnet di yang paling dekat dengan rumah. Tak lupa beli makanan, bungkus kan juga 1 porsi untuk Ridwan.

"tampak enteng tuh dengkul, habis keluar berapa kali bos,?"
Cerocos Ridwan saat aku masuk ke warnet.

"Gundulmu!!!, habis lari-lari aku'
Balasku bohong, sambil serahkan sebungkus makanan jatah Ridwan.

Kita pun makan, dan lanjut cek administrasi kemudian cek-cek kendala dan rencana apa saja yang akan dilakukan kedepannya.

***

Rokok dan kopi pun menemani saat santai setelah semua urusan warnet selesai.

Aku : "Wan, masih ingat Fedy?"

Ridwan : "Ya ingat Mas, emang kenapa?"

Aku : "Semingguan lalu istrinya telepon, mau minta tolong"

Ridwan : "Minta tolong apa bos?"

Aku : "kurang tahu, dia ga jelasin, malah ajak ketemuan"

Ridwan : "lah Fedy nya?"

Aku : "katanya pergi ga pamit ga ada kabar"

Ridwan : "waduhh, padahal ya lumayan semok lho istrinya itu"

Aku : "Semok Wan? Cantik ga?

Ridwan : "Semok bos, pernah ketemu pas kopdar Civic Owner, Fedy kan punya Civic. Kalau cantik kayanya pas-pasan bos, wajah jawa gitu lah"

Aku "okelahhh"

***

Obrolan dengan Ridwan malah membuat aku penasaran sosok istrinya Fedy. Aku belum pernah ketemu langsung, pernah cuma lihat sekilas di foto saat mereka nikah. Nikahnya pun di luar kota, dan saat itu aku tidak bisa datang. Alhasil lupa - lupa ingat dengan wajah istri Fedy itu.

"Tidak kenal dekat, tapi berani minta tolong"
Pikirku dalam hati.

Yang terbesit saat itu cuma ada 2, benar-benar sedang dalam masalah, atau cuma sekedar akan memanfaatkan. Tapi kalau ingat saat telepon kemaren, sepertinya memang sedang kesulitan.

***

Malam pun semakin larut, anak dan bapak ibu sudah tidur semua. Sementara efek dari kopi hitam membuat aku tetap terjaga. Bengong dan bosan akhirnya sempat membuat aku kepikiran untuk menghubungi Maya. Tapi aku urungakan niat itu, karena sudah malam. Mungkin dia juga sudah istirahat. Besok siang saja aku hubungi Maya.

"Hallo siang"
Sebuah pesan terkirim kepada Maya

"Siang Mas Seto, akhirnya Mas hubungi aku juga, terimakasih mas"
"Kalau mas ada waktu, apa kita bisa ketemu?"
2 pesan sekaligus Maya kirimkan ke aku.

Melihat agenda hari ini yang longgar akhirnya aku putuskan untuk ketemu dengan Maya disebuah cafe di pusat kota. Kitapun janjian jam 2 siang.

***

Aku tiba lebih dulu di cafe itu. Sengaja aku datang lebih awal agar bisa pilih tempat duduk yang nyaman. Pesan kopi dan snack, kemudian pilih tempat duduk sambil menunggu Maya datang. Sekitar 15 menit kemudian sebuah pesan masuk.

"Mas, dimana? Aku pakai jaket biru muda"
Pesan dari Maya

"Masuk, belok kiri di smoking area, aku yang duduk dekat kaca"
Balasku

"Ok Mas"
Balasnya

Postur tidak begitu tinggi, berkacamata, semok dan wajah yang khas jawa banget. Itu sekilas yang aku lihat saat pertama kali bertemu Maya. Lanjut pesan makanan dan minuman, sedikit berbasa basi dan kenalan. Baru kemudian langsung ke inti pertemuan ini.

Aku : "Soal yang kemaren itu, ada masalah apa mbak?"

Maya : "Maaf mas jika akan merepotkan, ini soal hutang"

Aku : "Lha, hubungannya sama aku apa?"

Maya : "Sebelum minggat, Fedy pernah bilang kalau masalah seperti ini pasti Seto bisa berikan solusi"

Dengan sedikit menghela nafas dan mulai membakar rokok, aku lanjutkan obrolan ini


Aku : "memang ada hutang apa to mbak sebenarnya?, aku kalau bisa bantu ya aku bantu, tapi kalau soal uang maaf aku belum bisa bantu'

Sengaja aku ucapkan soal uang diawal agar nanti aku bisa menolak jika memang berhubungan dengan uang.

Maya : "Fedy ninggal hutang atas namaku sekitar 95 juta di renternir Mas, bunganya 8% per bulan. Belum hutang yang dari tempat lain. Dulu uang itu buat urus ijin usaha Mas, tapi entah kenapa gagal dan kita bangkrut"

Aku : "terus?"

Maya : "Fedy tertekan dan stress berat Mas, kemudian dia pergi entah kemana, aku dan saudara sudah coba cari tapi tidak ketemu sampai sekarang"

Aku : "minum dulu ini"

Maya : "aku diteror setiap hari mas, aku takut keselamatan anakku juga, bahkan sekarang mereka tidak sekolah, karena ada tunggakan pembayaran.

Aku : "memang berapa anakmu?

Maya : "2 mas, yang besar cewe dan yang kecil cowo"

Saat menyebut soal anak, mata Maya sudah tak kuasa menahan tangis.

Maya : "memang aku juga ikut andil dalam hutang itu, tapi aku tidak sangka malah jadi berantakan hidupku ini Mas"

Aku ".......... lantas apa yang bisa aku bantu? Jelas aku tidak ada uang sejumlah itu"

Maya : "seperti yang aku bilang tadi mas, kalau Fedy pernah bilang jika Seto bisa beri solusi"

Aku : "ngawur itu Fedy!!"

Maya : "AKU MAU LAKUKAN APA SAJA MAS, ASAL SEMUANYA BISA SELESAI, APAPUN ITU MAS!!!!"

Di sini tangis Maya semakin pecah, tapi untungnya dia sadar kondisi sekitar dan langsung mencoba untuk lebih tenang.

Aku : "aneh saja kamu mbak, ya ga mungkin aku bisa bantu hal kaya gini. Aku saja hidup pas-pasan dari usaha warnet. Berapa toh laba warnet itu?? Kamu kira sampai puluhan juta???!!!!

Ucapku setengah emosi kepada Maya, karena merasa secara tidak langsung dilibatkan

Maya : "tapi mas,...."

Aku : "ga ada tapi-tapian!!!!!"

Potongku dan segera beranjak ke kasir untuk membayar agar bisa lekas pergi dari cafe ini.

Maya :"APA SAJA AKU LAKUIN MAS!! BANTU AKU MAS!!

tangis Maya pun pecah..
Diubah oleh remukredambos 04-02-2023 23:06
aripinastiko612
oktavp
genji32
genji32 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.