Kaskus

Story

remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
Kisah Sang Mantan Suhu
Kisah Sang Mantan Suhu

Kaskuser lama pasti paham jika disini pernah ada sub forum BB17+. Walaupun sub forum tersebut telah ditutup, tapi percayalah diluar sana sebenarnya mereka masih bertahan.

Kisah ini akan menceritakan kisah nyata salah satu mantan suhu BB17+, dimana beliau akan menceritakan perjalanannya.
Dari cupu menjadi suhu

Penulis telah mendapat ijin untuk membuat cerita ini, bahkan beliau juga ikut memantau thread ini. Semoga cerita ini dapat memberikan pengalaman dan pelajaran berharga.

Part 1 - Seto
Part 2 - Maya
Part 3 - Civic
Part 4 - Luluh
Part 5 - Bimbang
Part 6 - Keputusan
Part 7 - Siap?
Part 8 - Siap!
Part 9 - Pulang
Part 10 - Cumbu
Diubah oleh remukredambos 16-05-2023 23:44
yusha321Avatar border
iwakcetolAvatar border
kubelti3Avatar border
kubelti3 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
14.1K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
remukredambosAvatar border
TS
remukredambos
#2
Seto
Karanganyar, 2009

"Ayahhh !!!, nanti kita ke rumah Ibu yaa.."

"Iyaa nak, setelah Ayah beres ketemu Mas Ridwan, kita ke tempat Ibu, tapi nanti mampir makan dulu ya. Mas Lio mau makan apa??"

"Iya Yah, makan ayam kecap di deket bank yang tinggi itu"

***

Panggil saja aku Seto, duda mati 1 anak. Istriku sudah meninggal. Jangan tanya sebabnya, bahkan aku sendiri pun tak kuat untuk sekedar membayangkan, apalagi menceritakan kejadian pilu itu. Rasa shock yang kuat juga bisa dikatakan merubah sebagian besar sikap & sifatku.

Lio anak ku, adalah kenangan besar satu-satunya dari mendiang istri. Bagaimanapun juga aku harus merawat dan menjaganya sampai dia bisa mandiri dan menjadi kebanggan keluarga. Saat ini dia masih sekolah di kelas 3 SD. Kata "rumah" dari dialog diatas artinya adalah makam. Semoga kamu selalu kuat ya nak.

Sementara Ridwan adalah orang yang sudah hampir 3 tahun ikut denganku, aku punya usaha warnet di 3 kabupaten yang saling berdekatan. Si Ridwan inilah yang sekarang aku percayakan untuk bantu mengelola usahaku, setelah sepeninggal istriku.

Ridwan sebenarnya teman kecil, dia tetangga dekat. Dasar inilah yang membuat aku bisa percaya penuh kepadanya. Walaupun tidak 100% aku bebaskan, tetap ada kontrol dari aku, biar sama-sama enak dan sama-sama jalan usaha ini.

"Bos, maaf yaa, tu kuku berapa abad ga dipotong?'
Ujar Ridwan samberi mesem sedikit meledek.

"Asssss**** cerewet"
Timpalku seraya menyulut rokok filter kesukaan.

"Ada room baru lho bos di Mirc, kayanya isi nya pemain baru deh"
Ucap Ridwan.

"Halah, moso?? Ono panlok e ora??"
Tanyaku penasaran.

"Ya coba cari dulu bos, malem biasanya pada banyak yang aktif"
Jelas Ridwan.

"Siappp, awas lho kalau isinya cuma pemain lama yang ganti id aja"
Sambil mataku sedikit melotot ke Ridwan

***

Sepeninggal istri, aku merasa semua perilaku dan sikapku banyak berubah, semacam kehilangan arah dan kendali.
Lebih susah diatur dan kebanyakan nyelelek. Bahkan aku yang dulu bisa dibilang necis dan perlente, sekarang sudah 180 derajat berubah drastis. Celana pendek kolor atau seadanya, jaket lusuh hadiah koperasi, helm bmc tanpa kaca, ditambah tampang sawo mendekati busuk, brewok gondrong dan deretan gigi rusak karena......... tau sendiri lah ya, kenakalan remaja saat itu

Kira-kira seperti itulah aku sekarang, secara penampilan memang awut-awutan, tapi secara ekonomi aku masih cukup untuk sekedar hidup bareng anak dan 2 orang tua. Karena mereka meminta aku untuk pindah tinggal bareng, daripada sendirian di rumah yang lama. Dan sayangnya pula, pada akhirnya rumah itu juga terjual. Rumah penuh kenangan bersama mendiang istri.

"Wan, balik sik ya, mau ngajak makan Lio dan habis itu nyekar. Jaga warnet, jangan ngebokep aja, tak awasi cctv lho"
Ujarku sambil ambil jaket dan helm.

'Siappp bos, aman wis. Oh iya, besok lusa tagihan listrik ya bos!"
Ridwan menimpali

"Siapp"
Sambil berlalu gandeng anak dan nyalakan motor.

Hari-hari berjalan sesuai rencana, minggu-minggu dan bulan-bulan juga berlalu saja. Aku mulai terbiasa hidup tanpa istri. Soal urusan ranjang? selama ada uang, aku tenang, hehehehe.

Aku mulai aktif bersoasial dan berkegiatan. Dulu rasanya malas banget, berbeda dengan sekarang. Mungkin ini jalan yang Tuhan berikan. Beberapa teman lama aku undang untuk sekedar makan dan dilanjut minum kopi dirumah. Tampak mereka senang sekali melihat perubahan sikapku sekarang, yang menurut mereka sudah jauh lebih baik. Tapi untuk urusan penampilan?? Tetap awut-awutan.
Heheheh.

Bapak dan Ibu ku pun selalu sabar, mereka tetap support segala yang aku kerjakan. Bahkan kadang aku sampai sungkan karena beberapa kali tidak pulang rumah jika kebetulan ada masalah atau kendala di warnet. Lio pun untungnya juga sudah paham jika ayahnya sering sibuk kesana kemari.

***

Suatu malam sembari menikmati secangkir kopi manis panas hitam kental aku mulai buka PC. Biasanya aku browsing soal dunia enterpreneur, entah kenapa aku selalu tertarik tentang berwirausaha, apa ini karena aku mengidolakan Bob Sadino ya, hehehehe.

Beberapa situs aku buka, mulai dari situs normal sampai pada akhirnya situs yang terkenal dengan gambar lalat kimpoinya. Kalian pasti paham lah itu situs apa. Lihat-lihat gambar dan postingan, baca beberapa cerita dewasa, akhirnya tidak kuat juga hasrat ini.

Langsung sigap buka Mirc, berharap dapat mangsa yang sesuai selera. Tentu saja yang pas di budget juga.
Asl Plz, kata ajaib dalam dunia Mirc. Tak terasa aku meluncur semakin dalam, dan pada akhirnya berakhir juga di peraduan ranjang.

Memang ini salah, salah besar malah, tapi aku rasa begini lebih baik untuk aku yang belum siap menikah lagi. Takut rasanya kehilangan lagi

"Makasih ya Non, kapan-kapan aku kontak langsung lewat telpon, aku pulang dulu"
Ucapku kepada seorang wanita dengan rambut hitam sebahu

"Sama-sama mas, jangan kapok ya"
Balas wanita itu sembari melilitkan handuk di rambutnya ya basah karena keramas.

Lega hasrat ini membuat semangat memacu motor supra fit bututku dengan kencang. Rasa gerah berubah menjadi segar karena sepoy nya angin malam. Tak sabar segera pulang kerumah untuk beristirahat dengan lebih nyaman.

***

Celana kolor kaos oblong, setelan ku malam ini. Badan terasa segar sehabis mandi. Gairah memang baru saja tersalurkan, tapi entah kenapa tiba-tiba ada perasaan yang menganjal, semacam tidak tenang.

"Bakar rokok saja lah"
Ucapku dalam hati.

Satu hisapan, dua hisapan aku nikmati perlahan. Tak terasa rokok sudah hampir mencapai pangkal batang. Tiba-tiba perhatianku tertuju pada pesan yang masuk di Hp Nokia ku

"Mas Seto, aku mau minta tolong
Ini aku, Maya"

Aku berpikir sejenak, Maya siapa ini. Aku merasa tidak punya teman perempuan bernama Maya. Karena memang tidak banyak teman perempuanku, itupun mayoritas adalah teman sekolah SMA dulu.

"Maya siapa ya?"
Balasku

"Aku maya, istri Mas Fedy"
Balasnya

Fedy, salah satu temanku yang sekarang akupun tidak tahu dia dimana. Setahu aku, dia punya usaha sebagai pemborong, ya walaupun namanya belum begitu besar. Tapi sepertinya sudah lumayan menghasilkan.

Hp hanya aku pandangi, bingung bengong dan perasaan penuh tanda tanya berkecamuk. Ada apa ini kok istri teman bisa nyasar minta tolong ke aku.

Sempat terbesit untuk menghubungi Fedy, tapi aneh nomornya yang aku punya pun sudah tidak aktif.

"Mas, aku bingung mau minta tolong ke siapa lagi"

Pesan yang lama belum aku balas, sudah masuk pesan yang baru lagi.

"Telpon saja ya, biar lebih jelas"
Balasku kepada Maya.

***

"Hallo mas Seto....."
Terdengar suara parau seperti seorang yang menangis diujung telepon sana.

"Ya hallo, i...."

"Mas Seto aku butuh bantuan Mas!!!"

Belum sempat aku menyelesaikan kalimat, sudah langsung dipotong oleh Maya.
Diubah oleh remukredambos 07-02-2023 20:20
oktavp
genji32
rinandya
rinandya dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.