- Beranda
- Sejarah & Xenology
Sejarah Warkop Tertua di Dunia, Zaman Wanita Sah Mencerai Suami Gegara Kurang Kopi!
...
TS
amekachi
Sejarah Warkop Tertua di Dunia, Zaman Wanita Sah Mencerai Suami Gegara Kurang Kopi!

Hallo Sobat Kaskuser dimana sahaja berada, sudah ngopi belum nih?

Hawa malam yang lagi dingin dinginnya begini paling enak buat ngopi dong, apalagi bersama teman teman satu komplek, mantab!
Minuman kaporit berkafein ini memang paling digemari penduduk dunia dari kalangan bangsawan sampai masyarakat jalanan klangenan dengan kenikmatan dan harum aromanya
Lain dulu lain sekarang, perkembangan zaman membuat acara ngopi hanya bisa didapat di warung kopi nyata yo Gan sekarang ngopi online pun ada, di Kaskus pun ada forum warung kopi yang menyediakan kita kita berbincang ngobrol bareng sambil ngopi...dirumahnya masing masing tentunya


Namanya warkop ya berbagai macam pengunjung yo Gan, jadi nggak usah baperan sampe lapor lapor ke pemilik warung kalau perbuatan si anu kurang menyenangkan, dilaporin balik mewek

Karena kecintaan masyarakat pada kopi sangat membludak kedai kopi pun sudah ada dari zaman dahulu kala Gan dan menurut catatan sejarah kedai kopi tertua di dunia terlahir di dunia sejak tahun 1400an,
Yaitu kedai kopi Kiva Han (1475) di Istanbul, Turkiye dan Le Procope Paris, Prancis (1689) hebatnya lagi ni kedai bukan sembarangan kedai karena pengunjungnya para pemikir terkenal, mereka mencicipi kopi sambil bertukar ideologi sampai terlibat diskusi panas tentang politik yang terkadang membuat tegang suasana kedai, kalau kita?
Beberapa pemikir terkenal yang suka ngopi bareng sambil berdebat itu seperti Voltaire, Jean Jacques, Rousseau, Paul Marie Verlaine, Denis Diderot dan lainnya kefanatikan ngopi buat orang orang jadul itu nggak sebanding lho Gan sama kita kita, saking fanatiknya mereka ada hukum tak tertulis kala itu yang berbunyi:
"barang siapa suami tak bisa memberikan kopi yang cukup untuk istrinya maka alasan itu sangat sah dan layak bagi istri untuk melayangkan surat tuntutan cerai ke sang suami"
Selain dua kedai kopi tertua didunia diatas ada beberapa kedai kopi yang berusia ratusan tahun diantaranya Caffe Florian di Piazza San Marco, Venezia, Italia (1720) Antico Caffe Greco, Italia (1760 dinamakan Greco karena pemiliknya kebangsaan Yunani) Caffe Central, Italia (1876 tempat pertemuan tokoh macam Sigmund Freud, Polgar, Zweig sempat ditutup karena perang dunia kedua) Caffe Verlet, St Honore, Prancis (1880) dan Caffe Regio, New York, Amerika Serikat (1927 John F Kennedy pernah berpidato didepan halamannya)

Sedikit dari Saya tentang "Sejarah Kedai Kopi/Warkop Tertua di Dunia, Zaman Dimana Seorang Wanita Sah Menceraikan Suaminya Gegara Kurang Kopi!" jika ada kesalahan atau kekurangan dalam penulisan maupun isi tulisan mohon dikoreksi, baik untuk Saya!
Memang tidak bisa dipungkiri kalau kopi termasuk minuman terenak didunia namun kopi ini selain banyak manfaatnya buat tubuh juga memiliki dampak buruk dan berbahaya jika meminum kopi secara berlebihan semisal,
Meningkatkan asam lambung, jantung berdebar lebih cepat, insomnia, bermasalah pada kehamilan, menyebabkan tulang keropos, mengalami gangguan kecemasan, terjadi gangguan kesuburan dan menyebabkan masalah gigi
Dan segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik!
"narasi dan opini sendiri"
Tulisan Sendiri:
@amekachi
Sumber Tulisan dan Gambar:
1
2
3
Spoiler for NB:
oxcyte dan 13 lainnya memberi reputasi
12
5.8K
46
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
akudanme
#5
Di jakarta sendiri setahu saya ada dua kedai kopi 'tua' yg masih eksis sampai saat ini
1. Warung Tinggi Tek Sun Ho
Kedai kopi ini telah berdiri sejak tahun 1878 dan telah dikelola oleh lima generasi. Didirikan oleh Liaw Tek Soen di Hayam Wuruk, Warung Tinggi Tek Sun Ho bahkan sudah mulai mengekspor bubuk kopi ke Belanda sejak tahun 1930.
Namun, seiring berkembangnya zaman, kedai kopi ini mengalami beberapa perubahan; dari kepengurusan dan nama dagang. Pada generasi ke-4, kepengurusan kedai kopi ini telah dikelola oleh dua orang yang berbeda --namun masih satu keluarga-- karena adanya pembagian warisan.
Salah satu anggota keluarga yang mendapatkan merek dagang kembali meneruskan usaha dengan sedikit mengubah nama gerai menjadi Warung Koffie Tinggi. Sedangkan pewaris lain membuka outlet baru dengan nama berbeda, yakni Bakoel Koffie.
Kamu dapat menemukan Warung Koffie Tinggi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Grand Indonesia. Sedangkan, Bakoel Koffie dapat ditemui di wilayah Cikini dan Bintaro.
2. Kedai Kopi Es Tak Kie
Berdiri sejak 1927, kedai kopi ini terletak di tengah keramaian kawasan Glodok, Jakarta Barat. Rintisan usaha perantau bernama Liong Kwie Thong ini telah bertahan selama generasi ke generasi dengan menu sederhana.
Dengan sajian kopi hitam dan kopi susu, kedai Kopi Es Tak Kie masih bisa bertahan di tengah maraknya coffee shop modern. Aroma dan cita rasa dari perpaduan kopi Robusta maupun Arabika asal Lampung, membuat kopi ini mudah dikenang.
1. Warung Tinggi Tek Sun Ho
Kedai kopi ini telah berdiri sejak tahun 1878 dan telah dikelola oleh lima generasi. Didirikan oleh Liaw Tek Soen di Hayam Wuruk, Warung Tinggi Tek Sun Ho bahkan sudah mulai mengekspor bubuk kopi ke Belanda sejak tahun 1930.
Namun, seiring berkembangnya zaman, kedai kopi ini mengalami beberapa perubahan; dari kepengurusan dan nama dagang. Pada generasi ke-4, kepengurusan kedai kopi ini telah dikelola oleh dua orang yang berbeda --namun masih satu keluarga-- karena adanya pembagian warisan.
Salah satu anggota keluarga yang mendapatkan merek dagang kembali meneruskan usaha dengan sedikit mengubah nama gerai menjadi Warung Koffie Tinggi. Sedangkan pewaris lain membuka outlet baru dengan nama berbeda, yakni Bakoel Koffie.
Kamu dapat menemukan Warung Koffie Tinggi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Grand Indonesia. Sedangkan, Bakoel Koffie dapat ditemui di wilayah Cikini dan Bintaro.
2. Kedai Kopi Es Tak Kie
Berdiri sejak 1927, kedai kopi ini terletak di tengah keramaian kawasan Glodok, Jakarta Barat. Rintisan usaha perantau bernama Liong Kwie Thong ini telah bertahan selama generasi ke generasi dengan menu sederhana.
Dengan sajian kopi hitam dan kopi susu, kedai Kopi Es Tak Kie masih bisa bertahan di tengah maraknya coffee shop modern. Aroma dan cita rasa dari perpaduan kopi Robusta maupun Arabika asal Lampung, membuat kopi ini mudah dikenang.
didududi dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup
