Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Militer
  • Semakin Mantap, KF-21 Berhasil Terbang Tembus Kecepatan Supersonik

si.matamalaikatAvatar border
TS
si.matamalaikat
Semakin Mantap, KF-21 Berhasil Terbang Tembus Kecepatan Supersonik
Quote:



Ada kabar terbaru nih gan dari jet tempur KF-21 Boramae, baru-baru ini pesawat buatan Korea Selatan itu telah berhasil terbang sampai kecepatan suara, yakni mencapai Mach 1. Mengutip artikel Yonhap News Agency, prototype KF-21 melakukan uji penerbangan kecepatan suara pada hari Selasa (17/01/2023); pesawat berhasil terbang sampai kecepatan Mach 1 (1224 km/jam). Pesawat juga berhasil mencapai ketinggian terbang 40.000 kaki pada pukul 15.15. KF-21 sebelumnya lepas landas pukul 14.58 Sayap Pelatihan Terbang ke-3 Angkatan Udara Korea Slatan di Sacheon. Pesawat lalu mendarat dengan selamat pada pukul 15.54.

Pencapaian ini tentu menjadi langkah penting dalam proses pengembangan KF-21, di mana saat ini sudah ada 3 prototype pesawat yang berhasil diterbangkan. Selain itu, berhasilnya uji coba kali ini menunjukkan jika fungsi utama pesawat, yakni kemampuan terbang pada kecepatan supersonik bisa dicapai dengan baik.

Uji coba kali ini juga bertujuan menguji stabilitas struktural badan pesawat KF-21 saat terbang pada kecepatan supersonik. Uji coba ini menjadi penting karena saat pesawat tempur terbang pada kecepatan supersonik, gelombang kejut akan terjadi dan mengakibatkan aliran udara di sekitarnya menjadi tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak signifikan pada kekuatan struktural badan atau rangka pesawat tempur. Dengan berhasilnya uji coba terbang kali ini, menunjukkan jika stabilitas struktural KF-21 dapat dipertahankan pada kecepatan supersonik.

Sejauh ini, 3 prototype pesawat telah melakukan 80 uji penerbangan. Uji coba yang dilakukan mencakup ketinggian, kecepatan, dan elemen lainnya. DAPA (Defense Acquisition Program Administration) mengatakan pihaknya berencana untuk menguji total enam prototype, untuk melakukan sekitar 2.000 uji terbang secara sampai Februari 2026.

Quote:


Di sisi lain, meski proyek ini sempat bermasalah akibat Indonesia yang selalu telat membayar iuran program KF-21; tetapi Korea Selatan tetap bertekad untuk menuntaskan proyek prestisius ini. Sejauh ini Indonesia pun telah sepakat melanjutkan program KF-21, dengan cara mencicil sampai tahun 2026. Sementara pembayaran cicilan pertama dimulai pada awal bulan November 2022.

Penerbangan supersonik kali ini menjadikan KF-21 menjadi jet tempur pertama buatan Korea Selatan yang sukses terbang sampai kecepatan suara. Sebelumnya pada tahun 2003, memang Korea Selatan berhasil menerbangkan T-50 Golden Eagle samapi kecepatan supersonik, tapi pesawat itu bukan rancangan sendiri; karena masih dibantu Lockheed Martin. Teknologinya juga sangat bergantung dari perusahaan AS. Sementara pada KF-21 sudah dikembangkan dengan teknologi sendiri.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Lee Jong-sup memuji penerbangan supersonik KF-21. Beliau menyebut jika keberhasilan baru-baru ini disebut akan menjadi langkah penting bagi Korea Selatan untuk bisa menjadi pengekspor senjata terbesar ke-4 di dunia. Rencananya Korea Selatan akan membeli 120 unit KF-21 sampai tahun 2032 untuk menggantikan F-4 dan F-5 yang sudah tua. Sementara Indonesia kabarnya akan membeli 50 unit KF-21.



------------------




Referensi Tulisan: Yonhap News Agency
Sumber Foto:
geopoliticsgeekAvatar border
64m64n9sAvatar border
69banditosAvatar border
69banditos dan 12 lainnya memberi reputasi
13
3.6K
46
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread10.7KAnggota
Tampilkan semua post
gonugraha76Avatar border
gonugraha76
#17
Antara bangga dan sedih ... bangga karena KF 21 Boramae terhitung lancar dalam proses development dan trial dan Indonesia menjadi bagian dari itu semua tetapi sedih karena mengetahui masalah besar yang bila tak segera diselesaikan akan sangat menentukan nasib project IFX dimasa depan.
Masalahnya bukan lagi finansial dan alih teknologi tetapi pada export license yang menyertainya.

Dalam proses pembuatan pespur KFX / IFX ada 129 teknologi yang diberikan oleh Lockheed Martin sebagai bagian dari pengadaan F 35A Lighting II RoKAF.

1. Dari US : dari 129 teknologi ada 4 teknologi yang dikunci dan tidak bisa diakses oleh Korsel dan Indonesia.
Khusus Indonesia selain 4 teknologi itu ada tambahan 9 teknologi yang tidak bisa diakses dan tidak memperoleh export license karena tidak memiliki izin dari US tentang penggunaan teknologi tersebut dalam arti tidak bisa menggunakan 129 teknologi untuk digunakan dalam mengembangkan project IFX secara mandiri dan tujuan export.

2. Dari Korsel : dari 116 teknologi yang bisa diakses oleh Indonesia hanya 48 teknologi yang bisa diberikan Korsel kepada Indonesia. Korsel dalam hal ini tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Indonesia karena proses alih teknologi ini dalam pengawasan Lockheed Martin dengan restu kongres US.

Dari sinilah menjadi jawaban :

1. Kenapa disebutkan Indonesia justru berkomitment akan membeli 50 unit KF 21 Boramae bukannya memproduksi sendiri IFX.
2. Kenapa Indonesia mempunyai keraguan akan masa depan project IFX.

PT DI sendiri mengungkapkan bahwa untuk bisa memproduksi basis pespur minus electronic, sensor, komputer, mesin, radar, dan persenjataan masih diperlukan 9 teknologi lagi yang sayangnya tak diberikan akses oleh US.

Pemerintah RI dalam hal ini masih berusaha melakukan negosiasi kepada US agar memperoleh izin akses 9 teknologi tersebut agar Indonesia mampu memproduksi basis pespur IFX secara mandiri. Pihak Korsel sendiri juga berkomitment akan tetap membantu Indonesia menguasai teknologi pespur.
jagotorpedo
4l3x4ndr4
geopoliticsgeek
geopoliticsgeek dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.