- Beranda
- Berita dan Politik
Ortu 6 Pemerkosa Anak Diminta LSM Rp 200 Juta, Nawar, Akhirnya Rp 70 Juta
...
TS
samsol...
Ortu 6 Pemerkosa Anak Diminta LSM Rp 200 Juta, Nawar, Akhirnya Rp 70 Juta
Brebes - Kasus pemerkosaan anak di Brebes oleh enam pria sempat geger karena berakhir damai dengan campur tangan oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) tanpa melibatkan polisi. Keluarga pelaku mengaku diminta anggota LSM untuk menyediakan uang sebesar Rp 200 juta untuk 'penyelesaian' kasus itu.Permintaan uang itu terungkap dari pengakuan beberapa keluarga pelaku. Salah satu ayah pelaku, K, mengaku dimintai uang oleh anggota LSM BPPI. K mengatakan uang tersebut harus segera disediakan untuk 'menyelesaikan' kasus pemerkosaan itu.
Awalnya, lanjut K, anggota LSM itu meminta Rp 200 juta kepada enam keluarga pelaku. Karena dinilai sangat memberatkan, terjadilah tawar menawar. Akhirnya keluarga para pelaku sepakat hanya sanggup memberikan uang Rp 70 juta dengan cara patungan.
"Orang-orang dari LSM ngomong 'kalau hari ini tidak kelar, Polres Brebes akan turun tangan menangani kasus pemerkosaan'. Dia minta uang secepatnya dan harus deal malam itu juga. Awalnya meminta uang sebesar Rp 200 juta dan saya minta tawar menawar dan saat itu disepakati Rp 70 juta," ungkapnya seperti dilansir detikJateng, Rabu (19/1/2022).
Keluarga para pelaku langsung mencari pinjaman uang. Mereka takut kasus rudapaksaan itu akan dilanjutkan ke proses hukum.
"Kemudian kami mencari uang untuk menutupi permintaan LSM supaya kasusnya tidak berlanjut. Kami semua mencari utang dan total mendapatkan uang hanya sebesar Rp 62 juta dan diserahkan ke rombongan LSM.
'Kami dapat utangan segini mau nggak? Saya tidak dapat uang lagi', dan akhirnya diterima oleh mereka LSM," sambung pria itu.
Uang tersebut, kata K, diberikan kepada korban sebagai kompensasi atas perbuatan pelaku. Harapannya, korban tidak melakukan penuntutan atas rudapaksaan yang dialaminya.
"Alasannya untuk diberikan sebagai kompensasi kepada korban. Tapi pada kenyataannya korban hanya menerima sekitar Rp 30 juta. Yang menyaksikan banyak, yakni dari Ketua RT, kadus, hingga kepala desa," tuturnya.
https://news.detik.com/berita/d-6523...nya-rp-70-juta
Waduh

aldonistic dan 12 lainnya memberi reputasi
13
2.4K
57
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695KThread•58.8KAnggota
Tampilkan semua post
junaedi1982new
#39
Pengalaman pribadi nih, sedikit OOT.
Pernah jadi korban curanmor.
Selang beberapa hari setelah gw (korban ) dan pelaku di BAP di Polsek, Ibu si pelaku datengin kost-an gw, minta cabut laporan.
Sambil nangis-nangis dia bilang kalo cabut laporan sekarang, masih di tingkat Polsek, dimintain 35 jt (kejadian taun 2010). Waktu itu keluarga pelaku cuma bisa nyanggupin 20 jt. Kalo udah sampai ke polres bisa kena 50 jt.
Setelah diskusi sama RT gw, diputusin untuk lanjutin kasus buat efek jera.
Keputusan yang sampai sekarang masih gw sesali.
Harusnya kalo gw bersedia cabut laporan, alias diselesaikan dengan mediasi, keluarga pelaku bersedia ngasih kompensasi 2 jt ke gw.
Kejadian ini jadi titik balik dalam hidup gw, sampai sekarang gw nggak percaya kalo ada wereng yang nggak korup.
Pernah jadi korban curanmor.
Selang beberapa hari setelah gw (korban ) dan pelaku di BAP di Polsek, Ibu si pelaku datengin kost-an gw, minta cabut laporan.
Sambil nangis-nangis dia bilang kalo cabut laporan sekarang, masih di tingkat Polsek, dimintain 35 jt (kejadian taun 2010). Waktu itu keluarga pelaku cuma bisa nyanggupin 20 jt. Kalo udah sampai ke polres bisa kena 50 jt.
Setelah diskusi sama RT gw, diputusin untuk lanjutin kasus buat efek jera.
Keputusan yang sampai sekarang masih gw sesali.
Harusnya kalo gw bersedia cabut laporan, alias diselesaikan dengan mediasi, keluarga pelaku bersedia ngasih kompensasi 2 jt ke gw.
Kejadian ini jadi titik balik dalam hidup gw, sampai sekarang gw nggak percaya kalo ada wereng yang nggak korup.
qavir dan bukan.bomat memberi reputasi
2
Tutup