- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#273
Chapter 169
Quote:
Kapten Gavin dari skuad 10 memulainya dengan membuat beberapa bola dari ruas-ruas jemarinya yang sudah dilapisi oleh baju tempur CPS. Bola-bola itu berjumlah cukup banyak dan dilemparkan langsung ke arah Troy yang berdiri santai menunggu bola-bola hitam itu datang. Pedang cahaya milik Troy menebasnya, beberapa yang berhasil dikenainya, bola-bola itu kemudian retak dari dalam lalu meledak. Setiap bola yang meledak akan langsung menyambar dan mengakibatkan rentetan ledakan yang cukup besar.
“Baiklah,” kapten Gavin menjaga jaraknya dengan menjauhi area ledakan. Beberapa bola kecil lainnya dilemparkan ke arah asap yang berkumpul setelah terjadinya ledakan. “makhluk itu belum keluar dari sana, aku masih bisa membuat bom lebih---,” sebuah pedang cahaya melesat dan hampir menembus kembali tubuh kapten Gavin. “menyerang dari balik asap? Gila juga!” kapten Gavin berlari ke arah pepohonan, sebagai seseorang yang bertarung menggunakan bola bom, jarak sangatlah menentukan.
Troy tidak tinggal diam, pedang-pedang kecil juga dilemparkannya ke segala arah, menembus batang pepohonan dan membakarnya. “Bersembunyi di balik pepohonan tidak akan menyelamatkanmu!” ucapnya setelah keluar dari asap dan mengetahui musuhnya tidak ada dalam pandangannya. “hm?” bola bom kembali mengarah kepadanya. “di sana kah?” Troy mengacuhkan bola bom kecil itu meledak sendiri dan menebak keberadaan kapten Gavin dari arah bola bom dilemparkan.
Melewati beberapa pepohonan yang rindang menyatu dengan pegunungan, Troy menebak salah satu pohon yang kemungkinan dijadikan tempat persembunyian. Tangannya dengan mantap mengayunkan pedang cahayanya yang kemudian menembus batang pohon. Troy tidak merasakan apapun yang lewat kecuali batang pohon yang akhirnya terbakar ini lewat pedang cahayanya. Ia kemudian mengintip ke balik pohon.
“Dia pikir ini sebuah permainan, petak umpet?” ucap Troy lalu menyadari ada sesuatu yang berkelap-kelip datang dari atas pohon. Kepalanya menadah ke atas, dan menyadari sesuatu yang buruk bakal menimpanya. “sialan!” bom berbentuk bola kecil sudah tergantung di ranting-ranting pohon, berjumlah ratusan, dalam hitungan milidetik, pohon itu ditumbalkan berbarengan dengan suara ledakan yang besar.
Angin berhembus kencang efek dari ledakan yang besar itu, kapten Gavin masih bersembunyi di salah satu pohon rindang di pegunungan ini. Selain jebakan tadi, beberapa jebakan lainnya juga telah dibuatnya, itulah alasan mengapa kapten Gavin seakan-seakan memancing Troy untuk datang ke tempat ini dikarenakan ia sudah tahu zona perangnya, membuatnya menjadi lebih unggul. Bahkan kapten Gavin rela menghancurkan gunung ini apabila diperlukan agar memenangkan pertarungan dan mengakhiri teror dari Troy.
“Saat di akademi, sudah dijelaskan bahwa golongan Golden Clan memiliki kekuatan besar yang belum diketahui levelnya. Tapi tidak diberitahu bahwa ada anggotanya yang sebodoh ini,” kapten Gavin meledek Troy karena dengan mudahnya masuk perangkapnya. “baiklah, saatnya untuk menariknya ke jebakan kedua,” sebuah bola dengan pelontar kecil dipegangnya, fungsi pelontar itu akan mengubah jalur dari bola bom yang dilemparkan tanpa memberikan sedikit pun efek dan membuat bola bom tetap diam tidak meledak di udara. Cara ini tadi berhasil membuat Troy masuk ke dalam jebakan.
Ledakan besar tadi mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, pepohonan dalam radius 20 meter hancur tidak tersisa. Troy yang tubuhnya berasap berdiri tegak, meskipun terkena ledakan yang cukup besar, tidak kerusakan berarti yang dideritanya. Adapun hal yang membuatnya kesal adalah kapten Gavin yang dinilainya pengecut karena bersembunyi dibalik penuhnya pepohonan, bahkan kapten Sabrina yang dilawannya dengan mudah lebih mendapat pujian karena keberaniannya.
“Aku tidak terburu-buru, namun tingkah pengecutnya ini membuatku kesal!” Troy melayang ke angkasa, hingga keseluruhannya dapat terlihat. Bekas ledakan tadi sampai tidak ada artinya jika dilihat dari tempat yang tinggi. “jika itu keinginanmu, bagaimana kalau aku hancurkan semuanya!” ribuan pedang cahaya muncul tiba-tiba mengelilingi tubuh Troy.
Kapten Gavin yang sedang bersembunyi mengintip, sensor di visor memberitahunya. “Itu kan yang ada di laporan kapten Julian,” kapten Gavin juga menyadari, jika Troy melepaskan semua pedang cahayanya itu, semua jebakannya menjadi tidak berarti lagi dan meledak tanpa mengenai sasaran. “celaka!” bola dengan pelontar tadi langsung dilemparkan ke atas, kali ini pelontar berfungsi agar lemparannya menjadi lebih cepat menuju sasaran.
Troy sama sekali tidak memperdulikannya, bola bom yang kecil itu bahkan hanya menggelitik saja baginya. Ledakan yang dihasilnya tidak merubah keadaan, ribuan pedang cahayanya melesat bagai hujan meteor, meliuk-liuk ke segala arah. Tidak menunggu waktu lama, sebuah ledakan tercipta. Satu ledakan kemudian disusul dengan ledakan lainnya. Troy pun tersenyum menikmati pemandangan yang tercipta seperti keadaan saat tahun baru.
“Ledakannya lebih indah dari petasan-petasan yang ditembakan ke langit saat pergantian tahun,” ucap Troy sementara pedang cahayanya masih meliuk-liuk mencari keberadaan kapten Gavin di tengah huru-hara yang diciptakannya.
Sementara itu kapten Gavin mencoba menuruni pegunungan dan masuk ke dalam hutan, jebakan yang sudah disiapkan di puncak sudah terkena serangan dari Troy. Yang menjadi fokusnya sekarang adalah dengan tidak terkena pedang cahaya yang mengejarnya bagaikan misil pengendali. Tubuhnya yang sudah menyesuaikan dengan kecepatan tinggi pun dengan lincah menerobos pepohonan yang berdiri tegak memberikan sedikit ruang gerak.
“Serangan itu sangat merepotkan!” masih mencoba menghindar tetapi kecepatannya semakin menurun karena mengindari tubrukan dengan pepohonan. Beberapa pedang cahaya yang melintas akhirnya mengenai beberapa bagian tubuhnya, salah satunya di bagian kaki yang menjadi penompang pelontar roketnya. “cih, apakah pedang cahayanya sangat merepotkan!” ucap kapten Gavin yang tubuhnya mulai terbakar.
Akibat terkena serangan pedang cahaya itu, Troy sang pemilik jurus pun dapat mengetahui di mana keberadaan kapten Gavin. “Oh, dia menuruni gunung ternyata,” bagaikan kilat Troy menghilang dari pandangan dan mulai mencari sekali lagi.
Kapten Gavin sudah berhasil memadamkan api yang melapisi tubuhnya, status yang ditampilkan pada visornya menunjukan sesuatu yang tidak fatal, artinya kapten Gavin masih bisa bertarung dengan maksimal. Sekarang dirinya berada di mulut goa yang gelap, pedang cahaya yang masih mengintainya mengikuti sampai masuk ke dalam goa, tidak ada tempat bersembunyi lagi baginya.
“Eh?” tiba-tiba pedang cahaya itu memudar kemudian menghilang. Kapten Gavin mulai berpikir, jika kegelapan total merupakan kelemahan dari serangan Troy. Namun sangat sulit membuktikannya jika tidak dicoba terlebih dahulu. “cih, sulit!” roketnya menyala membawanya kembali masuk ke dalam hutan.
“Ah…itu dia!” Troy berhasil menemukan kapten Gavin. “hei pengecut! Ke sini kau!” genggamannya semakin erat, pedangnya siap diayunkan.
“Ya, aku juga sedang mencarimu!” kapten Gavin membuat belati yang dilapisi laser panas di bagian tajamnya. Tubrukan keduanya tidak terhindarkan, pedang cahaya milik Troy berhasil ditahan. “laporan dari kapten Julian sangat berguna!” kapten Gavin menggerakan tangannya dengan lihai, menyerang Troy dari jarak dekat. “ah…,” pedang cahaya berukuran kecil masih mengintai, yang dilakukan kapten Gavin adalah menghindarinya sebisa mungkin sambil terus menangkis setiap-tiap yang muncul di depan wajahnya.
Hal ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Troy yang menyerang secara membabi-buta menunggu sebuah celah yang dapat digunakan untuk melakukan penyerangan yang berakibat fatal. Kesempatan itu tiba saat kapten Gavin lengah ketika memukul mundur pedang cahaya yang terus berdatangan, bagian belakangnya sangat terbuka, menjadikannya sasaran empuk.
Kapten Gavin menyadarinya dan membalikan tubuhnya, “Akan ku tahan---,” dirinya terdiam ketika belati yang dibuatnya terbelah dua, begitu pun dengan lapisan baju tempur yang menempel di tubuh. “pedangnya tidak menembus?”
“Kau pikir aku tidak bisa membuat pedangku ini menjadi solid?” Troy memuji baju tempur yang digunakan oleh kapten Gavin. “kau beruntung baju itu mampu melindungimu, tapi bagaimana jika terkena serangan berikutnya?” sesaat sebelum melakunan serangan lanjutan, kapten Gavin berhasil melarikan diri. “oi, oi, OI!” Troy muak dengan lawannya itu, kemudian mengejarnya.
Kapten Gavin berhasil menggiring Troy masuk ke sebuah goa yang terdapat di area hutan pegunungan ini. Di dalam keadaannya sangat gelap, baju tempur CPS yang didominasi warha hitam pun seakan-akan membaur dengan lingkungan. Troy yang memiliki kekuatan berbasis cahaya hanya tertawa melihat tingkah laku kapten Gavin yang membawanya ke tempat gelap.
“Hei, aku ini senter berjalan. Hentikan omong kosong ini sekarang!” Troy membuat tubuhnya bersinar terang, menjadikan tempat yang gelap ini mendadak terang. “nah, kau bersembunyi di mana?” Troy memindai goa ini tuk mencari kapten Gavin.
“Aku di sini!” kapten Gavin tiba-tiba datang lalu melempar bola kecil.
Troy dengan santai menunggu bola kecil itu datang padanya, “Ku biarkan bom ini mengenaiku sebelum pertarungan ini berakhir,” bola kecil itu mengenai tubuh Troy, tapi yang keluar adalah asap berwarna hitam pekat. “asap hitam?” karena goa yang kecil asap itu dengan cepat memenuhi ruangan, dan perlahan cahaya dari tubuh Troy meredup. “apa?! apa yang terjadi?!”
“Sekarang!” kapten Gavin mendekati asap, membuat perangkap berbentuk bola dan mengurung Troy didalamnya bersama dengan asap hitam yang tebal. Lalu kapten Gavin memasukan banyak bola kecil seukuran ruas jari dari lubang ditelapak tangannya yang masih memegang perangkap berbentuk ini. Sekarang dirinya malah terjebak karena jalan keluarnya tertutup.
“Pindai lokasi! Temukan jalan keluar lain!” visor menunjukan alternatif jalan keluar, kapten Gavin membuat lagi bola sebagai penunjuk arah. “keluarlah terlebih dahulu! Aku akan mengikuti dari belakang!” paham betul kapten Gavin tidak bisa menahan lama anggota Golden Clan, ia mengaktifkan hitungan mundur 10 hitungan. Setelah diaktifkan, kapten Gavin meluncur mengejar bola penunjuk jalan. Banyaknya bebatuan yang menjulang tinggi sedikit menghambat laju kapten Gavin, hingga hitungan selesai dan bom akhirnya meledak, ia masih di dalam goa. Ledakannya begitu dahsyat malah membuat goa ini runtuh sebelum kapten Gavin berhasil keluar dari dalam.
“Baiklah,” kapten Gavin menjaga jaraknya dengan menjauhi area ledakan. Beberapa bola kecil lainnya dilemparkan ke arah asap yang berkumpul setelah terjadinya ledakan. “makhluk itu belum keluar dari sana, aku masih bisa membuat bom lebih---,” sebuah pedang cahaya melesat dan hampir menembus kembali tubuh kapten Gavin. “menyerang dari balik asap? Gila juga!” kapten Gavin berlari ke arah pepohonan, sebagai seseorang yang bertarung menggunakan bola bom, jarak sangatlah menentukan.
Troy tidak tinggal diam, pedang-pedang kecil juga dilemparkannya ke segala arah, menembus batang pepohonan dan membakarnya. “Bersembunyi di balik pepohonan tidak akan menyelamatkanmu!” ucapnya setelah keluar dari asap dan mengetahui musuhnya tidak ada dalam pandangannya. “hm?” bola bom kembali mengarah kepadanya. “di sana kah?” Troy mengacuhkan bola bom kecil itu meledak sendiri dan menebak keberadaan kapten Gavin dari arah bola bom dilemparkan.
Melewati beberapa pepohonan yang rindang menyatu dengan pegunungan, Troy menebak salah satu pohon yang kemungkinan dijadikan tempat persembunyian. Tangannya dengan mantap mengayunkan pedang cahayanya yang kemudian menembus batang pohon. Troy tidak merasakan apapun yang lewat kecuali batang pohon yang akhirnya terbakar ini lewat pedang cahayanya. Ia kemudian mengintip ke balik pohon.
“Dia pikir ini sebuah permainan, petak umpet?” ucap Troy lalu menyadari ada sesuatu yang berkelap-kelip datang dari atas pohon. Kepalanya menadah ke atas, dan menyadari sesuatu yang buruk bakal menimpanya. “sialan!” bom berbentuk bola kecil sudah tergantung di ranting-ranting pohon, berjumlah ratusan, dalam hitungan milidetik, pohon itu ditumbalkan berbarengan dengan suara ledakan yang besar.
Angin berhembus kencang efek dari ledakan yang besar itu, kapten Gavin masih bersembunyi di salah satu pohon rindang di pegunungan ini. Selain jebakan tadi, beberapa jebakan lainnya juga telah dibuatnya, itulah alasan mengapa kapten Gavin seakan-seakan memancing Troy untuk datang ke tempat ini dikarenakan ia sudah tahu zona perangnya, membuatnya menjadi lebih unggul. Bahkan kapten Gavin rela menghancurkan gunung ini apabila diperlukan agar memenangkan pertarungan dan mengakhiri teror dari Troy.
“Saat di akademi, sudah dijelaskan bahwa golongan Golden Clan memiliki kekuatan besar yang belum diketahui levelnya. Tapi tidak diberitahu bahwa ada anggotanya yang sebodoh ini,” kapten Gavin meledek Troy karena dengan mudahnya masuk perangkapnya. “baiklah, saatnya untuk menariknya ke jebakan kedua,” sebuah bola dengan pelontar kecil dipegangnya, fungsi pelontar itu akan mengubah jalur dari bola bom yang dilemparkan tanpa memberikan sedikit pun efek dan membuat bola bom tetap diam tidak meledak di udara. Cara ini tadi berhasil membuat Troy masuk ke dalam jebakan.
Ledakan besar tadi mengakibatkan kerusakan yang cukup parah, pepohonan dalam radius 20 meter hancur tidak tersisa. Troy yang tubuhnya berasap berdiri tegak, meskipun terkena ledakan yang cukup besar, tidak kerusakan berarti yang dideritanya. Adapun hal yang membuatnya kesal adalah kapten Gavin yang dinilainya pengecut karena bersembunyi dibalik penuhnya pepohonan, bahkan kapten Sabrina yang dilawannya dengan mudah lebih mendapat pujian karena keberaniannya.
“Aku tidak terburu-buru, namun tingkah pengecutnya ini membuatku kesal!” Troy melayang ke angkasa, hingga keseluruhannya dapat terlihat. Bekas ledakan tadi sampai tidak ada artinya jika dilihat dari tempat yang tinggi. “jika itu keinginanmu, bagaimana kalau aku hancurkan semuanya!” ribuan pedang cahaya muncul tiba-tiba mengelilingi tubuh Troy.
Kapten Gavin yang sedang bersembunyi mengintip, sensor di visor memberitahunya. “Itu kan yang ada di laporan kapten Julian,” kapten Gavin juga menyadari, jika Troy melepaskan semua pedang cahayanya itu, semua jebakannya menjadi tidak berarti lagi dan meledak tanpa mengenai sasaran. “celaka!” bola dengan pelontar tadi langsung dilemparkan ke atas, kali ini pelontar berfungsi agar lemparannya menjadi lebih cepat menuju sasaran.
Troy sama sekali tidak memperdulikannya, bola bom yang kecil itu bahkan hanya menggelitik saja baginya. Ledakan yang dihasilnya tidak merubah keadaan, ribuan pedang cahayanya melesat bagai hujan meteor, meliuk-liuk ke segala arah. Tidak menunggu waktu lama, sebuah ledakan tercipta. Satu ledakan kemudian disusul dengan ledakan lainnya. Troy pun tersenyum menikmati pemandangan yang tercipta seperti keadaan saat tahun baru.
“Ledakannya lebih indah dari petasan-petasan yang ditembakan ke langit saat pergantian tahun,” ucap Troy sementara pedang cahayanya masih meliuk-liuk mencari keberadaan kapten Gavin di tengah huru-hara yang diciptakannya.
Sementara itu kapten Gavin mencoba menuruni pegunungan dan masuk ke dalam hutan, jebakan yang sudah disiapkan di puncak sudah terkena serangan dari Troy. Yang menjadi fokusnya sekarang adalah dengan tidak terkena pedang cahaya yang mengejarnya bagaikan misil pengendali. Tubuhnya yang sudah menyesuaikan dengan kecepatan tinggi pun dengan lincah menerobos pepohonan yang berdiri tegak memberikan sedikit ruang gerak.
“Serangan itu sangat merepotkan!” masih mencoba menghindar tetapi kecepatannya semakin menurun karena mengindari tubrukan dengan pepohonan. Beberapa pedang cahaya yang melintas akhirnya mengenai beberapa bagian tubuhnya, salah satunya di bagian kaki yang menjadi penompang pelontar roketnya. “cih, apakah pedang cahayanya sangat merepotkan!” ucap kapten Gavin yang tubuhnya mulai terbakar.
Akibat terkena serangan pedang cahaya itu, Troy sang pemilik jurus pun dapat mengetahui di mana keberadaan kapten Gavin. “Oh, dia menuruni gunung ternyata,” bagaikan kilat Troy menghilang dari pandangan dan mulai mencari sekali lagi.
Kapten Gavin sudah berhasil memadamkan api yang melapisi tubuhnya, status yang ditampilkan pada visornya menunjukan sesuatu yang tidak fatal, artinya kapten Gavin masih bisa bertarung dengan maksimal. Sekarang dirinya berada di mulut goa yang gelap, pedang cahaya yang masih mengintainya mengikuti sampai masuk ke dalam goa, tidak ada tempat bersembunyi lagi baginya.
“Eh?” tiba-tiba pedang cahaya itu memudar kemudian menghilang. Kapten Gavin mulai berpikir, jika kegelapan total merupakan kelemahan dari serangan Troy. Namun sangat sulit membuktikannya jika tidak dicoba terlebih dahulu. “cih, sulit!” roketnya menyala membawanya kembali masuk ke dalam hutan.
“Ah…itu dia!” Troy berhasil menemukan kapten Gavin. “hei pengecut! Ke sini kau!” genggamannya semakin erat, pedangnya siap diayunkan.
“Ya, aku juga sedang mencarimu!” kapten Gavin membuat belati yang dilapisi laser panas di bagian tajamnya. Tubrukan keduanya tidak terhindarkan, pedang cahaya milik Troy berhasil ditahan. “laporan dari kapten Julian sangat berguna!” kapten Gavin menggerakan tangannya dengan lihai, menyerang Troy dari jarak dekat. “ah…,” pedang cahaya berukuran kecil masih mengintai, yang dilakukan kapten Gavin adalah menghindarinya sebisa mungkin sambil terus menangkis setiap-tiap yang muncul di depan wajahnya.
Hal ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Troy yang menyerang secara membabi-buta menunggu sebuah celah yang dapat digunakan untuk melakukan penyerangan yang berakibat fatal. Kesempatan itu tiba saat kapten Gavin lengah ketika memukul mundur pedang cahaya yang terus berdatangan, bagian belakangnya sangat terbuka, menjadikannya sasaran empuk.
Kapten Gavin menyadarinya dan membalikan tubuhnya, “Akan ku tahan---,” dirinya terdiam ketika belati yang dibuatnya terbelah dua, begitu pun dengan lapisan baju tempur yang menempel di tubuh. “pedangnya tidak menembus?”
“Kau pikir aku tidak bisa membuat pedangku ini menjadi solid?” Troy memuji baju tempur yang digunakan oleh kapten Gavin. “kau beruntung baju itu mampu melindungimu, tapi bagaimana jika terkena serangan berikutnya?” sesaat sebelum melakunan serangan lanjutan, kapten Gavin berhasil melarikan diri. “oi, oi, OI!” Troy muak dengan lawannya itu, kemudian mengejarnya.
Kapten Gavin berhasil menggiring Troy masuk ke sebuah goa yang terdapat di area hutan pegunungan ini. Di dalam keadaannya sangat gelap, baju tempur CPS yang didominasi warha hitam pun seakan-akan membaur dengan lingkungan. Troy yang memiliki kekuatan berbasis cahaya hanya tertawa melihat tingkah laku kapten Gavin yang membawanya ke tempat gelap.
“Hei, aku ini senter berjalan. Hentikan omong kosong ini sekarang!” Troy membuat tubuhnya bersinar terang, menjadikan tempat yang gelap ini mendadak terang. “nah, kau bersembunyi di mana?” Troy memindai goa ini tuk mencari kapten Gavin.
“Aku di sini!” kapten Gavin tiba-tiba datang lalu melempar bola kecil.
Troy dengan santai menunggu bola kecil itu datang padanya, “Ku biarkan bom ini mengenaiku sebelum pertarungan ini berakhir,” bola kecil itu mengenai tubuh Troy, tapi yang keluar adalah asap berwarna hitam pekat. “asap hitam?” karena goa yang kecil asap itu dengan cepat memenuhi ruangan, dan perlahan cahaya dari tubuh Troy meredup. “apa?! apa yang terjadi?!”
“Sekarang!” kapten Gavin mendekati asap, membuat perangkap berbentuk bola dan mengurung Troy didalamnya bersama dengan asap hitam yang tebal. Lalu kapten Gavin memasukan banyak bola kecil seukuran ruas jari dari lubang ditelapak tangannya yang masih memegang perangkap berbentuk ini. Sekarang dirinya malah terjebak karena jalan keluarnya tertutup.
“Pindai lokasi! Temukan jalan keluar lain!” visor menunjukan alternatif jalan keluar, kapten Gavin membuat lagi bola sebagai penunjuk arah. “keluarlah terlebih dahulu! Aku akan mengikuti dari belakang!” paham betul kapten Gavin tidak bisa menahan lama anggota Golden Clan, ia mengaktifkan hitungan mundur 10 hitungan. Setelah diaktifkan, kapten Gavin meluncur mengejar bola penunjuk jalan. Banyaknya bebatuan yang menjulang tinggi sedikit menghambat laju kapten Gavin, hingga hitungan selesai dan bom akhirnya meledak, ia masih di dalam goa. Ledakannya begitu dahsyat malah membuat goa ini runtuh sebelum kapten Gavin berhasil keluar dari dalam.
69banditos dan gabrielllllllll memberi reputasi
2
Kutip
Balas