- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#272
Chapter 168
Quote:
Hilangnya Troy secara tiba-tiba membuat aktivitas BASS menjadi kembali seperti biasa, tidak ada rasa was-was ketika menjalani tugas, keseluruhan skuad sudah menerima baju tempur yang sudah disempurnakan, bahkan skuad 10 yang sudah bersiaga penuh melonggarkannya ke level biasa. Hal ini juga menjadi perhatian bagi Djohan, yang tadinya sangat menggebu-gebu untuk menghentikan Troy, kini lebih santai sambil terus memperhatikan setiap berita yang masuk.
“Hm,” Djohan terlihat sedang menyapu halaman, pagi ini banyak dedaunan yang jatuh dari pohonnya. Menimbulkan sampah yang harus dibersihkan. “apa yang dilakukannya? Diam sejenak untuk menyiapkan serangan skala besar?” banyak pikiran yang menganggu Djohan.
“kapten Julian memberitahu bahwa semenjak penyerangan terhadap skuad 9, belum ada serangan lainnya,” tangannya pun berhenti pada gagang sapu.
“Oi! Kenapa berhenti?” ucap Solo yang datang tiba-tiba. “kau melamunkan apa? masih tentang bocah golden clan itu kah?”
“Apa kau merasakannya juga?” tanya Djohan.
“Iya, aku merasakan bahwa kau bekerja dengan sangat lambat!” Solo malah memarahinya. “sekarang lanjutkan kembali bersih-bersihnya, lalu setelahnya bersihkan meja di dalam,” bentak Solo yang kemudian masuk ke dalam.
Area skuad 10 yang merupakan pegunungan membuatnya tidak seramai dibandingkan area lainnya yang lebih banyak didominasi oleh banyaknya gedung bertingkat. Lalu jarang sekali terlihat para pekerja ataupun pelajar yang menjinjing tas mereka, suasana yang tidak lazim jika terlalu lama tinggal di area perkotaan. Matahari masih tinggi, Troy belum berniat untuk melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan perhatian orang banyak. Ia mengingat orang aneh yang membawa sabit panjang, mungkin hal pertama yang dilakukannya adalah menemukan orang itu terlebih dahulu.
“Bagaimana mencarinya?” pikir Troy. “apa aku harus berubah dulu dan menyerang secara membabi buta?” sebuah ide yang sama sekali tidak menarik bagi Troy, pikirnya sebagai ksatria, semuanya harus dilakukan secara elegan, seperti menantang bertarung di suatu tempat yang sepi sehingga tidak banyak orang yang menghalangi.
Troy terus melangkahkan kakinya, berjalan saja tanpa arah dan tujuan, para monster selalu datang saat malam, rasanya sangat mustahil untuk memanggil skuad BASS jika tidak ada monster yang muncul. Apa yang dilakukanya di area 8 juga tidak mungkin terjadi lagi, di mana orang-orang saat dirinya ingin bertanya di mana markas BASS di area ini. Lalu beberapa saat kemudian, terbesit dalam pikirannya untuk menikmati saja dulu pemandangan gunung di area ini. Kepalanya memutar mencari gunung tertinggi disekitarnya.
“Ah, itu dia!” ucap Troy saat melihat satu gunung yang menjulang tinggi dibandingkan gunung disekitarnya. Tanpa menunggu lama, Troy melompat tinggi dan melawan angin untuk sampai ke gunung itu.
Cahaya matahari memberikannya cukup tenaga tanpa harus mengeluarkan kekuatan tuk sampai ke puncak gunung. Pemandangan dari atas saja sudah cukup memukau, di mana tata letak perkotaan yang dipadukan dengan alam dan kontur pegunungan sangat baik dilakukan, seorang ahli pasti dilibatkan dalam membuat keseimbangan seperti ini. Bangunan yang dibuat tidak terlalu mendominasi lahan hingga selaras dengan pohon alami dari gunung yang dijaga kelestariannya.
Puncak gunung yang didatangi oleh Troy sedikit aneh, tidak ada sama sekali pohon yang tumbuh disekitarnya, jika ibaratkan seperti kepala seseorang yang mengalami virus kebotakan, bagian tengah kepala tandus sementara area lainnya masih dipenuhi oleh rambut yang lebat. Troy turun secara perlahan, ingin secara tepat menginjak titik tertingginya.
“Kita lihat, bagaimana pemandangan dari atas sini,” ujung kakinya sudah menyentuh tanah dan kemudian ledakan besar terjadi. Ledakan besar itu seperti efek domino yang menyebabkan ledakan besar lanjutan terjadi.
Sementara itu sensor berbunyi di kantor skuad 10, sensor yang sengaja dipasang oleh kapten Gavin bersamaan dengan jebakan berisi ranjau yang memiliki daya ledak yang tinggi. Saat mengetahui bahwa Troy tidak kunjung datang, tentu saja itu membuat kapten Gavin sangat kecewa. Apalagi baju tempur yang diberi nama CPS itu dalam presentasi video dijelaskan memiliki kekuatan 10 kali lipat dibandingkan baju tempur sebelumnya.
“Eh? Apa ada seekor binatang yang menginjak ranjaunya?” ucap kapten Gavin yang baru saja tiba di kantor setelah malam yang melelahkan.
“Bukan, ini data yang diberikan sensornya sebelum ranjaunya meledak,” ucap anggota timnya memberi tahu lewat layar komputer.
Sensor menangkap bahwa tidak ada makhluk hidup besar yang mendekat sebelum ranjaunya meledak, hanya saja ada gerakan angin yang tidak wajar di area ranjau sesaat sebelum meledak. Dari hasil ini saja, kapten Gavin sudah menyimpulkan bahwa Troy lah yang kena jebakannya. Dirinya bersiap dengan gegabah memakai dua gelang di kedua pergelangan tangannya, satu sentuhan saja baju tempur CPS langsung tercipta lengkap dengan visor yang memberikan semua informasi yang diinginkan.
“Aku akan mengeceknya tuk memastikan, kalian tidak usah ikut, lebih baik mencegah terjadinya banyak korban jatuh. Sebenarnya aku ingin saksi saat mengalahkan ksatria Beaters itu, tapi perekam di visor ini akan melakukannya untukku!” kepercayaan dirinya sangat tinggi, wajar karena usianya masih muda, hanya beda beberapa tahun saja dari anggota termuda Silver Clan, yaitu Lio.
Pelontar roketnya menyala hebat, melempar kapten Gavin jauh ke angkasa. Markas skuad 10 juga berada di puncak pegunungan, hanya saja bukan di pegunungan tertinggi, semua dilakukan untuk memudahkan anggota saja untuk sampai ke kantor. Meskipun telah diberitahu agar tidak mengikuti, tetapi anggota yang sudah datang mempersiapkan diri mereka, tetap pergi namun mengikuti secara perlahan.
Asap hitam membumbung tinggi ke langit, membuat hari yang mencekam bagi orang-orang yang kebetulan berkantor di area sekitar. Kapten Gavin menaikan kecepatannya, ia ingin melihat langsung apakah benar yang terkena jebakannya itu adalah Troy dari Golden Clan atau hanya ada sesuatu yang tidak secara menyalakan ranjaunya. Saat kapten Gavin tiba, asap masih tebal, lalu ia melempar sebuah bola kecil dari tangannya ke atas, bola kecil itu menghisap semua asap yang menghalangi pemandangan.
“Ah, jadi memang ada seseorang yah yang menginjak ranjaunya,” ucap kapten Gavin setelah asap berhasil dibersihkan. Bola kecilnya kembali dan menempel di bagian samping sabuknya.
“Kau? Yang memasang semua jebakan ini?” tanya seseorang itu yang bukan lain adalah Troy.
“hei bedebah! Lihat bajuku menjadi rusak seperti ini, kau harus membayarnya.”
“Kau butuh berapa? Aku bisa membayarmu tuk membeli dua puluh pasang pakaian.”
Ini pertemuan pertama kali kapten Gavin dengan Troy, tidak seperti bayangannya, anggota Golden Clan didepannya ini tampak muda sepertinya, dalam bayangannya tergambar kalau Troy merupakan seseorang yang gagah dan seram. Kapten Gavin menciptakan bola-bola kecil dari ruas-ruas jarinya. Troy belum siap bertarung, hal ini dimanfaatkan betul oleh kapten Gavin yang memulai pertarungan duluan.
“Tiap bola-bola ini memiliki daya ledak yang lumayan, aku ingin kau mencicipiya sebelum menerima yang besar!” bola-bola berwarna hitam dilemparkan.
“Yang benar saja!” Troy tidak terima karena dirinya dalam keadaan kotor setelah menerima ledakan dari ranjau, tetapi lawannnya sudah memulai duluan. “cih!” Troy mengeluarkan pedang cahayanya untuk menebas semua bola-bola kecil itu, namun yang terjadi malah bola-bola itu seakan menghindar dengan sendirinya, dan menempel ke badan Troy di beberapa sisi. “benda apa ini!”
“Itu bom yang sengaja kubuat lengket, CPS mampu membuat apapun, apalagi dengan modifikasi program yang sudah ditanamkan! Boom!” bola-bola kecil serentak meledak.
“bagaimana dengan ini,” kapten Gavin membuat bola yang kali ini ukurannya cukup besar, bola itu dilemparkan masuk ke dalam asap.
“Apa lagi sekarang?” ucap Troy saat bola besar itu pecah dan mengeluarkan sebuah cairan yang membasahi tubuhnya. “bau ini? bensin?” tiba-tiba muncul didepannya sebuah bola lagi, cahaya muncul dari bola itu dan ledakan besar terjadi.
Kapten Gavin tersenyum melihatnya, kekuatannya belum dikeluarkan semuanya, tetapi hasil dari baju tempur CPS sangat memuaskannya. Apalagi tentang jebakan yang sudah ditebak sebelumnya ternyata berhasil membawa Troy dalam kesengsaraan. Bukan tanpa alasan, dari laporan kapten Julian dan kapten Sabrina, sudah jelas bahwa Troy adalah orang yang nastistik. Cukup dijadikan alasan mengapa Troy memilih puncak gunung tertinggi hanya untuk sekedar melihat sebuah pemandangan.
“Hm?” sebuah pedang kecil meluncur cepat menembus bahu kapten Gavin. Disusul oleh api membara dari bekas serangannya. “serangan yang tidak mungkin ditahan, jadi ini rasanya,” sel-sel aktif buatan dengan cepat menutup apinya, tidak kerusakan yang berarti begitu juga dengan kondisi tubuh kapten Gavin yang terkena serangan. “memang benar adanya 10 kali lipat itu.”
Troy muncul dengan sosok Beaters mode armor berwarna emas yang semakin menyala dibantu oleh sinar matahari diatasnya.
“Ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan!” Troy mengeluarkan pedang cahayanya, bersiap tuk melakukan pertempuran.
“Hm,” Djohan terlihat sedang menyapu halaman, pagi ini banyak dedaunan yang jatuh dari pohonnya. Menimbulkan sampah yang harus dibersihkan. “apa yang dilakukannya? Diam sejenak untuk menyiapkan serangan skala besar?” banyak pikiran yang menganggu Djohan.
“kapten Julian memberitahu bahwa semenjak penyerangan terhadap skuad 9, belum ada serangan lainnya,” tangannya pun berhenti pada gagang sapu.
“Oi! Kenapa berhenti?” ucap Solo yang datang tiba-tiba. “kau melamunkan apa? masih tentang bocah golden clan itu kah?”
“Apa kau merasakannya juga?” tanya Djohan.
“Iya, aku merasakan bahwa kau bekerja dengan sangat lambat!” Solo malah memarahinya. “sekarang lanjutkan kembali bersih-bersihnya, lalu setelahnya bersihkan meja di dalam,” bentak Solo yang kemudian masuk ke dalam.
Area skuad 10 yang merupakan pegunungan membuatnya tidak seramai dibandingkan area lainnya yang lebih banyak didominasi oleh banyaknya gedung bertingkat. Lalu jarang sekali terlihat para pekerja ataupun pelajar yang menjinjing tas mereka, suasana yang tidak lazim jika terlalu lama tinggal di area perkotaan. Matahari masih tinggi, Troy belum berniat untuk melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan perhatian orang banyak. Ia mengingat orang aneh yang membawa sabit panjang, mungkin hal pertama yang dilakukannya adalah menemukan orang itu terlebih dahulu.
“Bagaimana mencarinya?” pikir Troy. “apa aku harus berubah dulu dan menyerang secara membabi buta?” sebuah ide yang sama sekali tidak menarik bagi Troy, pikirnya sebagai ksatria, semuanya harus dilakukan secara elegan, seperti menantang bertarung di suatu tempat yang sepi sehingga tidak banyak orang yang menghalangi.
Troy terus melangkahkan kakinya, berjalan saja tanpa arah dan tujuan, para monster selalu datang saat malam, rasanya sangat mustahil untuk memanggil skuad BASS jika tidak ada monster yang muncul. Apa yang dilakukanya di area 8 juga tidak mungkin terjadi lagi, di mana orang-orang saat dirinya ingin bertanya di mana markas BASS di area ini. Lalu beberapa saat kemudian, terbesit dalam pikirannya untuk menikmati saja dulu pemandangan gunung di area ini. Kepalanya memutar mencari gunung tertinggi disekitarnya.
“Ah, itu dia!” ucap Troy saat melihat satu gunung yang menjulang tinggi dibandingkan gunung disekitarnya. Tanpa menunggu lama, Troy melompat tinggi dan melawan angin untuk sampai ke gunung itu.
Cahaya matahari memberikannya cukup tenaga tanpa harus mengeluarkan kekuatan tuk sampai ke puncak gunung. Pemandangan dari atas saja sudah cukup memukau, di mana tata letak perkotaan yang dipadukan dengan alam dan kontur pegunungan sangat baik dilakukan, seorang ahli pasti dilibatkan dalam membuat keseimbangan seperti ini. Bangunan yang dibuat tidak terlalu mendominasi lahan hingga selaras dengan pohon alami dari gunung yang dijaga kelestariannya.
Puncak gunung yang didatangi oleh Troy sedikit aneh, tidak ada sama sekali pohon yang tumbuh disekitarnya, jika ibaratkan seperti kepala seseorang yang mengalami virus kebotakan, bagian tengah kepala tandus sementara area lainnya masih dipenuhi oleh rambut yang lebat. Troy turun secara perlahan, ingin secara tepat menginjak titik tertingginya.
“Kita lihat, bagaimana pemandangan dari atas sini,” ujung kakinya sudah menyentuh tanah dan kemudian ledakan besar terjadi. Ledakan besar itu seperti efek domino yang menyebabkan ledakan besar lanjutan terjadi.
Sementara itu sensor berbunyi di kantor skuad 10, sensor yang sengaja dipasang oleh kapten Gavin bersamaan dengan jebakan berisi ranjau yang memiliki daya ledak yang tinggi. Saat mengetahui bahwa Troy tidak kunjung datang, tentu saja itu membuat kapten Gavin sangat kecewa. Apalagi baju tempur yang diberi nama CPS itu dalam presentasi video dijelaskan memiliki kekuatan 10 kali lipat dibandingkan baju tempur sebelumnya.
“Eh? Apa ada seekor binatang yang menginjak ranjaunya?” ucap kapten Gavin yang baru saja tiba di kantor setelah malam yang melelahkan.
“Bukan, ini data yang diberikan sensornya sebelum ranjaunya meledak,” ucap anggota timnya memberi tahu lewat layar komputer.
Sensor menangkap bahwa tidak ada makhluk hidup besar yang mendekat sebelum ranjaunya meledak, hanya saja ada gerakan angin yang tidak wajar di area ranjau sesaat sebelum meledak. Dari hasil ini saja, kapten Gavin sudah menyimpulkan bahwa Troy lah yang kena jebakannya. Dirinya bersiap dengan gegabah memakai dua gelang di kedua pergelangan tangannya, satu sentuhan saja baju tempur CPS langsung tercipta lengkap dengan visor yang memberikan semua informasi yang diinginkan.
“Aku akan mengeceknya tuk memastikan, kalian tidak usah ikut, lebih baik mencegah terjadinya banyak korban jatuh. Sebenarnya aku ingin saksi saat mengalahkan ksatria Beaters itu, tapi perekam di visor ini akan melakukannya untukku!” kepercayaan dirinya sangat tinggi, wajar karena usianya masih muda, hanya beda beberapa tahun saja dari anggota termuda Silver Clan, yaitu Lio.
Pelontar roketnya menyala hebat, melempar kapten Gavin jauh ke angkasa. Markas skuad 10 juga berada di puncak pegunungan, hanya saja bukan di pegunungan tertinggi, semua dilakukan untuk memudahkan anggota saja untuk sampai ke kantor. Meskipun telah diberitahu agar tidak mengikuti, tetapi anggota yang sudah datang mempersiapkan diri mereka, tetap pergi namun mengikuti secara perlahan.
Asap hitam membumbung tinggi ke langit, membuat hari yang mencekam bagi orang-orang yang kebetulan berkantor di area sekitar. Kapten Gavin menaikan kecepatannya, ia ingin melihat langsung apakah benar yang terkena jebakannya itu adalah Troy dari Golden Clan atau hanya ada sesuatu yang tidak secara menyalakan ranjaunya. Saat kapten Gavin tiba, asap masih tebal, lalu ia melempar sebuah bola kecil dari tangannya ke atas, bola kecil itu menghisap semua asap yang menghalangi pemandangan.
“Ah, jadi memang ada seseorang yah yang menginjak ranjaunya,” ucap kapten Gavin setelah asap berhasil dibersihkan. Bola kecilnya kembali dan menempel di bagian samping sabuknya.
“Kau? Yang memasang semua jebakan ini?” tanya seseorang itu yang bukan lain adalah Troy.
“hei bedebah! Lihat bajuku menjadi rusak seperti ini, kau harus membayarnya.”
“Kau butuh berapa? Aku bisa membayarmu tuk membeli dua puluh pasang pakaian.”
Ini pertemuan pertama kali kapten Gavin dengan Troy, tidak seperti bayangannya, anggota Golden Clan didepannya ini tampak muda sepertinya, dalam bayangannya tergambar kalau Troy merupakan seseorang yang gagah dan seram. Kapten Gavin menciptakan bola-bola kecil dari ruas-ruas jarinya. Troy belum siap bertarung, hal ini dimanfaatkan betul oleh kapten Gavin yang memulai pertarungan duluan.
“Tiap bola-bola ini memiliki daya ledak yang lumayan, aku ingin kau mencicipiya sebelum menerima yang besar!” bola-bola berwarna hitam dilemparkan.
“Yang benar saja!” Troy tidak terima karena dirinya dalam keadaan kotor setelah menerima ledakan dari ranjau, tetapi lawannnya sudah memulai duluan. “cih!” Troy mengeluarkan pedang cahayanya untuk menebas semua bola-bola kecil itu, namun yang terjadi malah bola-bola itu seakan menghindar dengan sendirinya, dan menempel ke badan Troy di beberapa sisi. “benda apa ini!”
“Itu bom yang sengaja kubuat lengket, CPS mampu membuat apapun, apalagi dengan modifikasi program yang sudah ditanamkan! Boom!” bola-bola kecil serentak meledak.
“bagaimana dengan ini,” kapten Gavin membuat bola yang kali ini ukurannya cukup besar, bola itu dilemparkan masuk ke dalam asap.
“Apa lagi sekarang?” ucap Troy saat bola besar itu pecah dan mengeluarkan sebuah cairan yang membasahi tubuhnya. “bau ini? bensin?” tiba-tiba muncul didepannya sebuah bola lagi, cahaya muncul dari bola itu dan ledakan besar terjadi.
Kapten Gavin tersenyum melihatnya, kekuatannya belum dikeluarkan semuanya, tetapi hasil dari baju tempur CPS sangat memuaskannya. Apalagi tentang jebakan yang sudah ditebak sebelumnya ternyata berhasil membawa Troy dalam kesengsaraan. Bukan tanpa alasan, dari laporan kapten Julian dan kapten Sabrina, sudah jelas bahwa Troy adalah orang yang nastistik. Cukup dijadikan alasan mengapa Troy memilih puncak gunung tertinggi hanya untuk sekedar melihat sebuah pemandangan.
“Hm?” sebuah pedang kecil meluncur cepat menembus bahu kapten Gavin. Disusul oleh api membara dari bekas serangannya. “serangan yang tidak mungkin ditahan, jadi ini rasanya,” sel-sel aktif buatan dengan cepat menutup apinya, tidak kerusakan yang berarti begitu juga dengan kondisi tubuh kapten Gavin yang terkena serangan. “memang benar adanya 10 kali lipat itu.”
Troy muncul dengan sosok Beaters mode armor berwarna emas yang semakin menyala dibantu oleh sinar matahari diatasnya.
“Ini akan menjadi pertarungan yang menyenangkan!” Troy mengeluarkan pedang cahayanya, bersiap tuk melakukan pertempuran.
69banditos dan gabrielllllllll memberi reputasi
2
Kutip
Balas