Mohon maaf kepada sista& brother sekalian.
Berhubung masih hecticnya setelah nikah & banyaknya tugas kantor sampai harus perjalanan dinas, ceritanya jadi telat. (Sebenernya terkena penyakit, penyakit para writer "Nggak mood"
Part 12 - Sayonara Emak 3
Jadi kali ini lanjut ke cerita waktu emak pas mau dikubur.
Kalau di adat tionghoa sebelum di makamkan, emak di semayamkan beberapa hari agar sanak saudara dari jauh masih sempat berpamitan sama emak.
Kejadian ini terjadi waktu hari terakhir mau di kremasi.
Pagi itu aku bangun agak siang, jarum jam sudah menunjukkan jam 8.
“Zao an mah” ucapku sambil menggosok mata saat keluar dari kamar.
Quote:
“Selamat pagi mah”
Ternyata mama ada di halaman belakang sedang memberi makan ayam & kura-kura.
Sambil berjalan ke arah toilet, kulihat sekeliling tak nampak satu orangpun di dalam rumah.
“Hm…mungkin adekku belum bangun, kakakku pasti lagi di belakang bantu mama dan papaku pasti sibuk kasih makan ikan koinya.” Ujarku dalam hati.
Saat akan memasuki kamar mandi, tiba-tiba mama berteriak menyuruhku sekalian mandi saja karena akan berangkat ke tempat persemayaman.
Aku pun mengambil handuk di depan kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi.
Pas aku tutup pintu, tiba-tiba terdengar suara
“Nik cepetan mandinya”
Namun aku merasa janggal, karena suaranya kok lirih sekali dan suaranya bukan suara mama atau kakak perempuanku.
Dengan rasa takut dan penasaran, kembali kuambil handuk dan kulilitkan lalu membuka pintu kamar mandi dan kutenggok keluar kamar mandi.
Ternyata rasa penasaranku terbukti, tidak ada satu orang pun di dalam rumah. Lalu suara siapakah itu. Karena takut aku cepat-cepat kembali ke kamar mandi dan mandi kilat.
Setelah aku keluar dari kamar mandi mama bertanya, tumben bangun-bangun langsung mandi. Mak deg……Bukannya mama yang suruh mandi tadi, sampai aku di bilang untuk cepet mandi. Mama bilang dia nggak manggil aku dari pagi dan baru ini mama nanya ke aku.
Suasana sempat hening beberapa detik hingga mamaku menyeletuk “Mungkin kamu ngayal, wes cepet makan kita mau siap-siap berangkat ke emak.”
Aku masih penasaran dengan suara itu, sambil bersiap-siap kami semua sarapan dan berangkat tapi dalam hatiku masih mengganjal rasa penasaran itu.
Setibanya di persemayaman, satu persatu keluarga mulai berdatangan (kami sampai yang paling pertama rupanya).
Prosesi pun di jalankan dengan hikmat, peti emakpun sudah di angkut ke mobil ambulan.
Saat ambulan berangkat ke tempat kremasi, tiba-tiba aku melihat kembali mobil biru lewat (mobil yang kulihat waktu hari pertama emak tiba di persemayaman) dan kali ini kulihat emakku ada kursi depan mobil itu. Kemudian emak tersenyum saat melihatku dan menempelkan terlunjuknya di bibir tanda aku tidak boleh bilang ke siapapun di mobil.
Kemudian beberapa hari berlalu sejak kremasi. Tiba-tiba di suatu malam aku bermimpi bertemu emak.
Dalam mimpiku emak mengajak aku keluar dari kamar, saat pintu ku buka tiba-tiba ada sinar yang terang sekali. Setelah itu kucoba membuka mata tapi yang terlihat begitu menakjubkan, lantai yang tadinya kupijak berubah menjadi awan. Dan aku melihat di depanku ada antrian orang-orang banyak sekali, mereka mengenakan jubah putih (tua muda wanita laki-laki semua mengenakan baju yang sama dan tidak ada senyuman di muka mereka tapi ketika aku melihat mereka, kurasakan kedamaian di wajah mereka).
Dan emak mengajak aku antri, namun saat berada di antrian depan ada yang mengatakan bahwa aku belum waktunya jadi tidak boleh lewat.
Emak kemudian bilang kamu kembali lagi ya. Dan aku pun terbangun trus lari ke toilet karena kebelet pipis.
Setelah itu aku mencoba tidur kembali.
Saat mulai terlelap aku bermimpi ada emak ku di depan ku lagi, kali ini emakku tidak bersuara tapi aku tau apa yang emak bilang (seperti telepati).
Emak mengajak aku ke tempat yang di percaya oleh sebagian orang neraka.
Tiba-tiba di depanku ada penghalang tak terlihat, di dalam ruangan di sebrang sana terlihat pemandangan mengerikan. Ada beberapa wanita yang perutnya membesar sampai besar sekali, dan ketika perutnya sangat besar ada orang kerdil di sebelah yang membawa pisau kecil tapi tajam dan menggores perut orang itu. Lalu perut itu kempes kembali sambil di iringi teriakan pilu dari orang-orang itu.
Emak bilang kalau itu orang-orang yang membunuh bayi mereka sendiri dengan sengaja dan emak menasehatiku agar jangan sampai seperti itu.
Setelah itu emak mengajakku pindah ke tempat lain, sepanjang perjalanan aku melihat banyak sekali siksaan kepada orang-orang dengan berbagai macam penyiksaan dan teriakan hingga lolongan kesakitan.
Aku merasakan kengerian ketika berjalan sehingga akhirnya aku tundukkan kepalaku.
“Nik tunggu sini ya” Emak tiba-tiba ngomong saat kurasakan lantai mulai berubah berwarna putih.
“Emak mau kemana” ucapku
“Sebentar ya, tunggu emak di sini”
Sambil menunggu kulihat sekeliling dan aku takjub tempat ini sunyi sepi tapi desainnya seperti supermarket di dalam mall dengan pintu yang tertutup.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki mendekat ke arahku dan bertanya aku mau kemana. Belum sempat ku jawab, emak menarikku mundur ke belakangnya.
“Mau ke sana Pak” Ujar emak sambil membisiki aku dan mengatakan aku dilarang membuka suara.
Lalu bapak itu pun berlalu.
Emak mengajak ku masuk ke supermarket itu, aku sempat heran bagaimana mungkin kita masuk kalau tidak ada jalan masuk. Tapi tiba-tiba aku melihat sudah terbuka pintunya.
Di situ emak bilang aku boleh beli apapun yang aku inginkan, tapi nggak boleh di bawa pulang. Namanya juga anak kecil, aku ambil mainan sebanyak-banyaknya, makanan, cemilan, baju, sepatu, dan lain-lain.
Setelah itu emak berjalan ke arah kasir, namun aku tidak melihat ada satupun kasir.
Emak pun bilang, taruh troli belanjanya di depan kasir aja. Aneh banget mimpi ini pikirku.
Kemudian muncul kembali paman tadi di depan kami, dia ngotot mengajak kami ke suatu tempat dan emak tidak bisa menolak om tersebut.
Dalam perjalanan emak sambil membisiki aku, dia bilang aku nggak boleh makan & minum apapun dari sini.
Kemudian pria itu membawa kami ke dalam ruangan berbentuk aneh.
Di dalam ruangan itu, orang bisa duduk di samping tembok / atap tembok, seakan tidak ada gravitasi di situ. Dan wajah orang-orang itu aneh banget, ada yang gosong, ada yang merah sekali, ada yang pucat, ada yang bibirnya seperti terkelupas dan lain-lain.
Saat tengah sibuk melihat sekeliling aku di sodori minuma oleh paman itu, aku takut meminumnya tapi saat kulihat sekeliling emak hilang. Akhirnya aku pura-pura minum air itu, air itu berwarna emas dengan ada gliter di dalamnya dengan tempat berbentuk uang kuno besar sekali. Tiba-tiba aja paman itu mendorong minuman itu ke arahku sehingga terteguk sedikit, anehnya aku melihat di dasar tempat minum ada koin yang bergeser.
Namun emak tiba-tiba muncul di sampingku dan merebut minuman itu kemudian menelan air itu hingga habis.
Dan aku melihat wajah paman itu menjadi seram (auranya yang seram).
Seketika aku terbangun dan berusaha melupakan mimpi random tersebut.
Aku bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Dalam perjalanan ke sekolah aku melihat di kiri jalan ada laki-laki sedang menurunkan istri/pacarnya bekerja, aku menjadi takut ketika kulihat mata orang itu mengikuti mataku. Kupacu motorku agak lebih cepat, kulihat di depan di lajur berlawanan ada bemo lewat dan truk di belakangnya.
TIba-tiba saja motor orang itu sudah melaju di sebelah kiriku dan menghantam motorku.
Posisi motor nya menimpa kami dan jatuh di lajur kanan, aku takut sekali waktu itu karena kulihat ada bemo dan truk di lajur kanan arah berlawanan. Kutendang setir motor orang tersebut agar motor kami terlepas. Aku merasakan saat jatuh temanku yang kubonceng memegang jaketku keras sekali.
Ketika mataku melihat bemo & truk mendekat aku menutup mata, sambil berdoa agar tidak merasa kesakitan jika memang ini waktunya. Kemudian kurasakan suasana sunyi saat mataku tertutup dan aku merasa motor kami berhenti. Ku tunggu beberapa detik suasana sunyi, hingga aku sadar bahwa aku blm mati karena tiba-tiba aku mendengar suara orang memastikan kondisiku baik-baik saja.
Kubuka mataku dan kulihat orang yang bersepeda motor itu memberdirikan sepedanya berusaha lari, otomatis aku berteriak “tangkap orang itu dulu, dia mau lari”
Tapi semua perhatian orang-orang tertuju padaku dan orang itu kabur. Aku pun ingat bahwa aku membonceng temanku tadi, kulihat sekeliling dan bertanya pada kerumunan di mana temanku. Puji Tuhan temanku ternyata langsung terjatuh pada saat motor bertabrakan dan dia tidak lecet sedikitpun.
Aku teringat bahwa di lajur berlawanan tadi kan ada bemo & truk, mana mungkin selamat kan ya. Kulihat kearah belakang, ternyata cuma ada bemo biru di sana sementara truknya hilang.
Aku segera ingat mimpiku semalam, di akhir mimpi emak bilang “tenang kamu belum waktunya, jadi cuma akan sakit sedikit”
Astaga aku kaget banget, dan segera memastikan bahwa aku baik-baik saja dan ku ajak temanku menuju sekolah kembali. Sepanjang jalan aku berdoa dan mengingat apa yang terjadi.
Kejadian itu di ketahui guruku yang memang mempunyai indra ke enam, dia bilang untung aku & temanku masih di selamatkan oleh leluhur kami.
Intinya, ketika mimpi itu absurb dan serasa nyata, cepat-cepat berdoa dan bangun.
Dan selalu hati-hati di jalan, kadang kecelakaan bukan dari kita saja tapi bisa jadi dari orang lain juga.