- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan Cerpen Genre Komedi
...
TS
muyasy
Kumpulan Cerpen Genre Komedi

Cerita pendek yang kutulis dengan genre komedi sengaja membuat Gansis yang membacanya akan tersenyum atau tertawa. Nantikan kejutan dari beberapa cerita pendek yang aku kumpulkan jadi satu dalam thread ini.
Happy reading.


Kisah Tono dan Toni
Pagi ini seperti biasa, matahari bersinar cerah tanpa awan yang menggantung di sana. Tampak rumah Enik ramai dengan para wanita yang sedang bersenda gurau.
"Gimana kabarnya Tono dan Toni, En?" tanya Inah pada Enik. Wanita berambut ikal tersebut mengetahui kalau tetangganya itu sedang termenung lama. Mungkin ada masalah dalam rumahnya.
"Terpaksa kukasih sufor. Kasian kalo mereka kelaperan," jawab Enik dengan lemah.
"Memang ibunya bodoh banget nelantarin anak-anaknya. Padahal bisa kasih ASI, malah dibiarin."
"Iya, Mbak. Hampir tiap hari kumarahin, tapi dia nggak acuh sama omonganku. Malah makan terus kayak nggak inget kalo dia baru aja lahiran."
"Jadi, kalo malem kamu yang ngasih sufor?"
"Nggak, Mbak. Kadang suamiku juga bantu ngasih sufor. Aku capek dari pagi ngurusin Tono dan Toni. Aku juga punya anak sendiri yang harus kuberi makan."
Enik mengembuskan napasnya kasar. Mengingat Tono dan Toni yang punya Ibu, tetapi tidak dianggap anak.
Inah hanya bisa memberi saran terbaik. Lalu, Siti yang tidak tahu siapa Tono dan Toni, hanya bertanya-tanya dalam hati. Padahal, Enik hanya punya anak satu. Jika ada bayi kembar di rumahnya, kenapa hari ini Siti datang ke rumah Enik? Sedari tadi Siti duduk di teras rumah Enik pun tidak mendengar suara tangisan kedua bayi itu.
"En, Tono dan Toni siapa, sih?" tanya Siti heran.
Enik tertawa, "Jadi kamu nggak tau siapa mereka?"
"Makanya aku tanya karena nggak tau!" Siti menjawab dengan bibir manyun.
"Mereka itu kambingku. Sengaja kuberi nama karena lucu. Emaknya itu yang nelantarin. Aku dadakan jadi ibu angkatnya."
"Astaga. Ternyata dari tadi ngomongin anak kambing."
"Ya, iya, lah. Eh, kamu kira aku ngomongin siapa?" Enik menghadap ke arah Siti. Beberapa wanita yang berkumpul di situ pun ikut menatap mereka.
"Kirain Tono dan Toni itu anakmu. Aku dari tadi mikir, kapan kamu lahiran kembar?"
Semua yang berkumpul di rumah Enik pun tergelak mendengar ucapan Siti. Memang jarak rumah Siti terbilang jauh dari rumah Enik. Jadi, dia tidak tahu seluk beluk keluarga Enik. Apalagi Siti adalah orang yang lugu.
TAMAT
Gresik, 05 November 2022
Sumber gambar : Edit PicsArt
Diubah oleh muyasy 05-11-2022 09:16
pulaukapok dan 8 lainnya memberi reputasi
9
4.5K
133
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54KAnggota
Tampilkan semua post
TS
muyasy
#16
Touch Screen Warteg
Farel yang tidak pernah ke kota merasa antusias saat diajak Riski ke warteg. Katanya, di warteg ada touch screen nya. Waah ... makin canggih saja. Farel mengira zaman modern sekarang, banyak rumah makan memiliki fasilitas yang sangat memudahkan pembeli. Kadang, pembeli disuruh ambil makanan sendiri sesukanya, lalu bayar belakangan. Baru kali ini dia mendengar sebuah warteg memiliki touch screen. Hebat.
Mereka berdua memilih makan sore hari karena tidak begitu ramai. Farel pun bisa leluasa rehat sebentar.
"Kamu pilih aja makanan yang kamu suka. Aku traktir," ucap Riski.
"Harus, dong. Dua hari lalu, kamu nginap di rumahku dan selalu makan nasi berkat jatahku."
"Iya, iya. Aku udah minta maaf."
Farel bingung. Kata Riski ada touch screen di warteg ini, tetapi mana? Dihadapannya hanya ada makanan berjejer di dalam etalase kaca.
"Sstt ... Ki. Ssttt ...." Farel berbisik dengan kode mata yang biasa dia gunakan pada temannya.
"Apaan?" Riski menoleh dan berdiri mendekat ke arah Farel.
"Gimana mencetnya? Ini bukannya kaca biasa, kan."
"Tinggal tempelin aja telunjukmu, nanti Ibu itu tau apa yang kamu minta."
Riski duduk kembali. Farel pun memanggil seorang Ibu tua yang sejak tadi berdiri menatapnya.
Jari Farel menunjuk ikan lele. Ibu itu langsung mengambilnya, padahal bibirnya tidak berucap kalau benar ikan itu yang dia inginkan.
Dia coba lagi, tempel sana sini sampai piringnya penuh. Lalu, otaknya pun tersadar bahwa dia dibohongi oleh Riski.
"Banyak amat yang kamu pilih," ucap Riski sambil melotot.
"Gara-gara kamu! Kutunjuk aja semua, tapi nggak muncul touch screen yang kamu bilang."
"Hahaha ...."
Tangan Farel langsung mengambil telur bacem dan menyuap pada Riski yang sedang tertawa terbahak. Alhasil, Riski keselek telur bacem utuh. Kapok tuh.
TAMAT
agoezsholich107 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup