- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#266
Chapter 164
Quote:
Djohan melesat secepat kilat untuk sampai ke sebuah tempat yang tadi mengeluarkan energi yang sangat besar. Namun langkahnya terhenti setelah seseorang yang mencapai kecepatannya menghalangi jalannya. Sosoknya tidak asing karena orang itu adalah Sterling yang kebetulan sedang berada di suatu tempat dan ikut merasakan energi yang besar itu. Keduanya pun berhadapan, Sterling menanyakan niat Djohan melakukan ini.
“Hei, tenang. Kau ingin ke mana?” tanya Sterling sambil merapihkan rambutnya yang teracak terkena angin saat mengejar Djohan.
“Senior, tidak, aku hanya…,” keraguan muncul dalam diri Djohan, sudah mengetahui bahwa semua urusan Beaters bukan menjadi tanggung jawabnya lagi. “aku hanya ingin melihat situasinya saja, aku bersumpah tidak akan melakukan sesuatu di luar aturan,” tegasnya.
“Hei, tidak udah bersumpah padaku, aku ingin seniormu, bukan tuan Stam,” Sterling menggelengkan kepalanya. “kekuatan Beaters ini sungguh besar, mungkin berasal dari Royal Clan seperti kita,” ucap Sterling. “untung saja aku berhasil menyusulmu ke sini, sekarang ikuti aku, kita masuk dan hanya melihat saja. Tidak mungkin aku menyuruhmu tuk pulang setelah sampai sejauh ini,” Djohan mengangguk mendengar penjelasan dari Sterling. Keduanya kini melanjutkan perjalannya, menuju lapangan besar yang merupakan kuburan dari gerbong kereta lama yang sudah tidak digunakan lagi.
Keadaannya sudah dipenuhi oleh anggota BASS dari skuad 8 dan juga orang-orang dari Unit-1. Mereka menjaga agar tidak ada warga sipil yang mendekat. Tetapi karena Sterling dan juga Djohan bukanlah warga sipil biasa, keduanya diperbolehkan masuk. Api yang masih berkobar terlihat dari kejauhan, begitu pun mobil ambulans yang datang beberapa saat kemudian. Dari laporan yang diberitahukan pada petugas Unit-1, hanya ada satu korban dalam peristiwa ini, yaitu kapten Julian dari BASS skuad 8. Sterling dan Djohan menghampiri mobil ambulans yang ingin membawa korban.
“Danny,” sapa Sterling.
Wajahnya yang tidak menyenangkan berusaha untuk meraih kerah baju Sterling, namun dihentikan oleh kapten Julian yang terbaring lemah.
“Biarkan mereka lewat, ada pesan yang ingin kusampaikan,” ucap Julian yang membuat Danny memberikan jalan pada Sterling dan juga Djohan.
Keadannya yang mengenaskan membuat Sterling tidak tega untuk membuat sebuah lelucon meskipun keduanya memiliki hubungan yang dekat, Djohan hanya bisa terdiam melihatnya. Sudah dipastikan bahwa pelakunya ada Beaters level tinggi jika dilihat dari luka yang dialami oleh kapten Julian.
“Orang ini, datang ke kantor dan menantang ku tuk bertarung,” ucap kapten Julian. “ku kira hanya orang iseng yang seringkali datang tuk mengganggu, biasanya Danny yang memberi mereka pelajaran. Namun kali ini orang ini berbeda,” sudah diminta oleh perawat yang datang untuk tidak banyak berbicara, namun kapten Julian menolak. “ia mengaku sebagai kesatria Beaters, namanya Troy dari Golden Clan.
Sterling dan Djohan yang mendengarnya pun kaget, menurut cerita yang sering diceritakan oleh anggota Silver Clan lainnya. Golden Clan sebagai ketua dari Beaters Royal Clan tidak pernah bertindak tuk melawan warga biasa, mereka akan membantu jika Red Sun keluar dan membuat kekacauan, tugas utama mereka adalah memastikan bahwa anggota Royal Clan yang lain bertindak sesuai aturan.
“Pantas saja,” ucap Sterling.
“Ada apa?” tanya Djohan.
“Nanti saja kuberitahu,” ada hal yang ditutupi oleh Sterling dan tidak ingin anggota BASS maupun Unit-1 mendengarnya.
“Orang gila itu memberitahuku, akan memburu semua kapten yang tersisa, ia menambahkan bahwa semua ini dilakukan sebagai pemanasan. Sebelum melawan kalian, Silver Clan…,” setelah mengucapkannya, kapten Julian dibawa masuk ke ambulans dan pergi dari tempat kejadian.
Setelah mendengar penjelasan yang detil dari kapten Julian, Sterling dan juga Djohan pun pulang ke rumah. Di jalan barulah Sterling memberitahu pada Djohan, ketika para anggota Royal Clan sedang mengadakan rapat dadakan karena kemunculan Red Sun yang tiba-tiba. Ada satu anggota dari Golden Clan yang menghilang, orang itu adalah Troy yang sebenarnya dikurung karena mentalnya terganggu akibat dikalahkan oleh ketua Black Clan.
“Entah apa yang dipikirkan oleh ketua Golden Clan saat itu, meskipun Allison bedebah menyebabkan masalah yang besar, namun tidak etis jika asal menuduh bahwa ketua Black Clan lah menjadi dalang utama dibalik itu semua. Naasnya Troy kalah dan merasa dirinya lemah, mungkin itu alasannya mengapa ia ingin mengalahkan semua kapten BASS lalu bertarung dengan kita,” Sterling bingung dengan keadaannya yang menjadi sangat rumit ini.
“Apakah kita akan mencarinya?” tanya Djohan.
“Entahlah, BASS sudah terlibat dalam masalah ini. Kita harus menunggu keputusan dari tuan Stam. Jika dibiarkan, BASS akan….,” Sterling sudah memikirkan kejadian yang paling buruk dari aksi Troy ini.
Sementara itu laporan sudah dibuat oleh Danny untuk disampaikan kepada seluruh jajaran, terutama pada skuad yang berada di area setelah skuad 8. Karena sesuai pernyataan dari kapten Julian, pelaku yang menyerangnya yaitu Troy dari Golden Clan berencana untuk melawan semua kapten BASS. Terjadi kehebohan di kalangan BASS, apalagi setelah memutuskan hubungan dengan Silver Clan, mereka akan menghadapi kekacauan ini sendiri.
“Ayolah prof, situasi kita sedang sulit, bisakah Anda mempercepat penyempurnaan baju tempurnya,” ucap Adrian yang tidak bisa masuk karena sang professor menguncinya dari dalam dan melarang siapa pun untuk masuk.
Di area tempat skuad 9 berada, mereka sudah menyiapkan diri untuk menghadapi situasi paling buruk yang nantinya akan terjadi. Kapten skuad 9 adalah seorang perempuan, meskipun begitu ia sama sekali tidak takut dengan teror yang disebar oleh Troy. Apalagi ciri-cirinya sudah tersebar luas di kalangan BASS, termasuk wajah dan juga pakaian yang dikenakan. Data dari baju tempur kapten Julian yang terekam pun sudah diberikan kepada seluruh kapten sebagai bahan analisis jika pertempuran benar-benar terjadi.
“Bagaimana kapten Sabrina, apakah kita akan menyergapnya? Jika kita pindai sekarang kemungkinan orang itu akan diketahui keberadaannya,” tanya salah seorang anggotanya.
Kapten yang memiliki rambut panjang itu menanggapinya dengan santai, meskipun dari Golden Clan tetap saja orang yang bernama Troy bukanlah tidak mempunyai kelemahan.
“Rekaman dari baju tempur kapten Julian ini sangat berharga, Beaters itu memiliki senjata yang bisa menembus benda solid, kita harus bersiap namun tidak boleh gegabah!”
Dua anggota Silver Clan telah sampai ke tempat ternyamannya, Wilson bar dan kafe. Saat Sterling membuka pintu, keadaan di dalam sudah kosong, tidak terlihat satu pun pelanggan yang sedang duduk-duduk menikmati sajian dari bar. Semuanya memasang muka serius, termasuk Vivian yang sudah berada di dalam yang sebelumnya bersama Sterling namun memilih tuk langsung menuju ke Wilson bar dan kafe.
“Tuan Stam sudah menunggu,” ucap Vivian.
“Hm, nampaknya masalah ini akan sangat serius bagi kita,” ucap Sterling yang berjalan di paling depan diikuti oleh anggota yang lain menuju ruangan tuan Stam.
Daun pintunya dibuka perlahan, tuan Stam sudah menunggu kedatangan semuanya, dan pembicaraan akhirnya dimulai saat masing-masing sudah mendapatkan tempat duduk. Tuan Stam membukanya dengan pertemuannya bersama perwakilan Royal Clan lainnya di tempat Golden Clan. Djohan sudah mendengarnya dari Sterling, namun tetap menyimak apa yang dikatakan oleh pimpinan. Saat pertemuan itu memang Troy dari Golden Clan sempat dinyatakan hilang setelah dikurung karena menunjukan perilaku yang aneh, tidak disangka bahwa orang tersebut datang ke kota Surban dan melakukan teror.
“Apa kapten Julian selamat?” tanya tuan Stam.
“Iya, keadaannya tidak terlalu baik tapi ia selamat,” jawab Sterling. “info yang kudapat dari kapten Julian, Troy ini berniat melawan kita, tetapi sebelum melakukannya, ia akan ‘berlatih’ dengan para kapten dari BASS,” semuanya menunjukan wajah yang kaget setelah Sterling mengucapkannya.
“Hm, kita tidak ada kaitan dengan perilaku Troy dan kerja sama kita dengan BASS juga sudah berakhir. Jadi…,” menantikan sikap dari tuan Stam atas kejadian ini. “selama Troy belum mengusik Silver Clan, maka kutegaskan ini bukan masalah kita, biarkan orang BASS itu yang akan menangkapnya,” pernyataan dari tuan Stam ini sangat mengecewakan terutama bagi Djohan.
“Hei, tenang. Kau ingin ke mana?” tanya Sterling sambil merapihkan rambutnya yang teracak terkena angin saat mengejar Djohan.
“Senior, tidak, aku hanya…,” keraguan muncul dalam diri Djohan, sudah mengetahui bahwa semua urusan Beaters bukan menjadi tanggung jawabnya lagi. “aku hanya ingin melihat situasinya saja, aku bersumpah tidak akan melakukan sesuatu di luar aturan,” tegasnya.
“Hei, tidak udah bersumpah padaku, aku ingin seniormu, bukan tuan Stam,” Sterling menggelengkan kepalanya. “kekuatan Beaters ini sungguh besar, mungkin berasal dari Royal Clan seperti kita,” ucap Sterling. “untung saja aku berhasil menyusulmu ke sini, sekarang ikuti aku, kita masuk dan hanya melihat saja. Tidak mungkin aku menyuruhmu tuk pulang setelah sampai sejauh ini,” Djohan mengangguk mendengar penjelasan dari Sterling. Keduanya kini melanjutkan perjalannya, menuju lapangan besar yang merupakan kuburan dari gerbong kereta lama yang sudah tidak digunakan lagi.
Keadaannya sudah dipenuhi oleh anggota BASS dari skuad 8 dan juga orang-orang dari Unit-1. Mereka menjaga agar tidak ada warga sipil yang mendekat. Tetapi karena Sterling dan juga Djohan bukanlah warga sipil biasa, keduanya diperbolehkan masuk. Api yang masih berkobar terlihat dari kejauhan, begitu pun mobil ambulans yang datang beberapa saat kemudian. Dari laporan yang diberitahukan pada petugas Unit-1, hanya ada satu korban dalam peristiwa ini, yaitu kapten Julian dari BASS skuad 8. Sterling dan Djohan menghampiri mobil ambulans yang ingin membawa korban.
“Danny,” sapa Sterling.
Wajahnya yang tidak menyenangkan berusaha untuk meraih kerah baju Sterling, namun dihentikan oleh kapten Julian yang terbaring lemah.
“Biarkan mereka lewat, ada pesan yang ingin kusampaikan,” ucap Julian yang membuat Danny memberikan jalan pada Sterling dan juga Djohan.
Keadannya yang mengenaskan membuat Sterling tidak tega untuk membuat sebuah lelucon meskipun keduanya memiliki hubungan yang dekat, Djohan hanya bisa terdiam melihatnya. Sudah dipastikan bahwa pelakunya ada Beaters level tinggi jika dilihat dari luka yang dialami oleh kapten Julian.
“Orang ini, datang ke kantor dan menantang ku tuk bertarung,” ucap kapten Julian. “ku kira hanya orang iseng yang seringkali datang tuk mengganggu, biasanya Danny yang memberi mereka pelajaran. Namun kali ini orang ini berbeda,” sudah diminta oleh perawat yang datang untuk tidak banyak berbicara, namun kapten Julian menolak. “ia mengaku sebagai kesatria Beaters, namanya Troy dari Golden Clan.
Sterling dan Djohan yang mendengarnya pun kaget, menurut cerita yang sering diceritakan oleh anggota Silver Clan lainnya. Golden Clan sebagai ketua dari Beaters Royal Clan tidak pernah bertindak tuk melawan warga biasa, mereka akan membantu jika Red Sun keluar dan membuat kekacauan, tugas utama mereka adalah memastikan bahwa anggota Royal Clan yang lain bertindak sesuai aturan.
“Pantas saja,” ucap Sterling.
“Ada apa?” tanya Djohan.
“Nanti saja kuberitahu,” ada hal yang ditutupi oleh Sterling dan tidak ingin anggota BASS maupun Unit-1 mendengarnya.
“Orang gila itu memberitahuku, akan memburu semua kapten yang tersisa, ia menambahkan bahwa semua ini dilakukan sebagai pemanasan. Sebelum melawan kalian, Silver Clan…,” setelah mengucapkannya, kapten Julian dibawa masuk ke ambulans dan pergi dari tempat kejadian.
Setelah mendengar penjelasan yang detil dari kapten Julian, Sterling dan juga Djohan pun pulang ke rumah. Di jalan barulah Sterling memberitahu pada Djohan, ketika para anggota Royal Clan sedang mengadakan rapat dadakan karena kemunculan Red Sun yang tiba-tiba. Ada satu anggota dari Golden Clan yang menghilang, orang itu adalah Troy yang sebenarnya dikurung karena mentalnya terganggu akibat dikalahkan oleh ketua Black Clan.
“Entah apa yang dipikirkan oleh ketua Golden Clan saat itu, meskipun Allison bedebah menyebabkan masalah yang besar, namun tidak etis jika asal menuduh bahwa ketua Black Clan lah menjadi dalang utama dibalik itu semua. Naasnya Troy kalah dan merasa dirinya lemah, mungkin itu alasannya mengapa ia ingin mengalahkan semua kapten BASS lalu bertarung dengan kita,” Sterling bingung dengan keadaannya yang menjadi sangat rumit ini.
“Apakah kita akan mencarinya?” tanya Djohan.
“Entahlah, BASS sudah terlibat dalam masalah ini. Kita harus menunggu keputusan dari tuan Stam. Jika dibiarkan, BASS akan….,” Sterling sudah memikirkan kejadian yang paling buruk dari aksi Troy ini.
Sementara itu laporan sudah dibuat oleh Danny untuk disampaikan kepada seluruh jajaran, terutama pada skuad yang berada di area setelah skuad 8. Karena sesuai pernyataan dari kapten Julian, pelaku yang menyerangnya yaitu Troy dari Golden Clan berencana untuk melawan semua kapten BASS. Terjadi kehebohan di kalangan BASS, apalagi setelah memutuskan hubungan dengan Silver Clan, mereka akan menghadapi kekacauan ini sendiri.
“Ayolah prof, situasi kita sedang sulit, bisakah Anda mempercepat penyempurnaan baju tempurnya,” ucap Adrian yang tidak bisa masuk karena sang professor menguncinya dari dalam dan melarang siapa pun untuk masuk.
Di area tempat skuad 9 berada, mereka sudah menyiapkan diri untuk menghadapi situasi paling buruk yang nantinya akan terjadi. Kapten skuad 9 adalah seorang perempuan, meskipun begitu ia sama sekali tidak takut dengan teror yang disebar oleh Troy. Apalagi ciri-cirinya sudah tersebar luas di kalangan BASS, termasuk wajah dan juga pakaian yang dikenakan. Data dari baju tempur kapten Julian yang terekam pun sudah diberikan kepada seluruh kapten sebagai bahan analisis jika pertempuran benar-benar terjadi.
“Bagaimana kapten Sabrina, apakah kita akan menyergapnya? Jika kita pindai sekarang kemungkinan orang itu akan diketahui keberadaannya,” tanya salah seorang anggotanya.
Kapten yang memiliki rambut panjang itu menanggapinya dengan santai, meskipun dari Golden Clan tetap saja orang yang bernama Troy bukanlah tidak mempunyai kelemahan.
“Rekaman dari baju tempur kapten Julian ini sangat berharga, Beaters itu memiliki senjata yang bisa menembus benda solid, kita harus bersiap namun tidak boleh gegabah!”
Dua anggota Silver Clan telah sampai ke tempat ternyamannya, Wilson bar dan kafe. Saat Sterling membuka pintu, keadaan di dalam sudah kosong, tidak terlihat satu pun pelanggan yang sedang duduk-duduk menikmati sajian dari bar. Semuanya memasang muka serius, termasuk Vivian yang sudah berada di dalam yang sebelumnya bersama Sterling namun memilih tuk langsung menuju ke Wilson bar dan kafe.
“Tuan Stam sudah menunggu,” ucap Vivian.
“Hm, nampaknya masalah ini akan sangat serius bagi kita,” ucap Sterling yang berjalan di paling depan diikuti oleh anggota yang lain menuju ruangan tuan Stam.
Daun pintunya dibuka perlahan, tuan Stam sudah menunggu kedatangan semuanya, dan pembicaraan akhirnya dimulai saat masing-masing sudah mendapatkan tempat duduk. Tuan Stam membukanya dengan pertemuannya bersama perwakilan Royal Clan lainnya di tempat Golden Clan. Djohan sudah mendengarnya dari Sterling, namun tetap menyimak apa yang dikatakan oleh pimpinan. Saat pertemuan itu memang Troy dari Golden Clan sempat dinyatakan hilang setelah dikurung karena menunjukan perilaku yang aneh, tidak disangka bahwa orang tersebut datang ke kota Surban dan melakukan teror.
“Apa kapten Julian selamat?” tanya tuan Stam.
“Iya, keadaannya tidak terlalu baik tapi ia selamat,” jawab Sterling. “info yang kudapat dari kapten Julian, Troy ini berniat melawan kita, tetapi sebelum melakukannya, ia akan ‘berlatih’ dengan para kapten dari BASS,” semuanya menunjukan wajah yang kaget setelah Sterling mengucapkannya.
“Hm, kita tidak ada kaitan dengan perilaku Troy dan kerja sama kita dengan BASS juga sudah berakhir. Jadi…,” menantikan sikap dari tuan Stam atas kejadian ini. “selama Troy belum mengusik Silver Clan, maka kutegaskan ini bukan masalah kita, biarkan orang BASS itu yang akan menangkapnya,” pernyataan dari tuan Stam ini sangat mengecewakan terutama bagi Djohan.
69banditos dan gabrielllllllll memberi reputasi
2
Kutip
Balas
Tutup