- Beranda
- Sejarah & Xenology
Apakah Kerajaan Sriwijaya Itu Fiktif?
...
TS
c4punk1950...
Apakah Kerajaan Sriwijaya Itu Fiktif?

Banyak orang beranggapan bahwa kerajaan Sriwijaya itu fiktif, mungkin ini disebabkan tidak ditemukannya artifak dan peninggalan-peninggalan yang menjadi bukti bahwa ada sebuah kerajaan besar di tanah Sumatra.
Menariknya lagi Budayawan Betawi, Ridwan Saidi memberikan statement yang sama dengan menyebut Kerajaan Sriwijaya itu fiktif, ia beranggapan bahwa tanah yang ditempati itu bukanlah sebuah kerajaan namun hanya base camp sekelompok bajak laut, yang beroperasi di perairan nusantara.
Hmm, sangat menarik bukan pendapat ini ayuk kita bahas!
Dalam kronik China, pada masa Dinasti Song (960-1279) di Tiongkok mencatat keberadaan kerajaan San-fo-tsi. Saat itu merupakan kerajaan besar yang menguasai 15 wilayah pada masa itu, bahkan disebutkan pula kalau San-fo-tsi sebuah kerajaan yang berada di selatan Ch-uan-hou.

Kerajaan ini menghasilkan padi, rempah-rempah dan sebagainya. Nah, kerajaan San-fo-tsi berada diantara Kerajaan Chenla, yang wilayahnya meliputi Laos, Kamboja, sebagian Vietnam dan Thailand. Dan kerajaan Jawa, jadi diantara dua kerajaan ini adalah kerajaan San-fo-tsi.
Berarti kesimpulannya San-fo-tsi berada di sekitar semenanjung malaya dan Sumatra, dalam catatan itu juga diungkapkan bahwa kerajaan ini adalah kerajaan kuat, bahkan punya tentara tempur yang hebat baik di darat maupun lautan, bahkan admistrasinya juga cukup rapih.
Maka dari catatan ini, banyak para ahli sejarah yang menyebutkan kerajaan San-fo-tsi adalah Sriwijaya.

Hal ini disangkut pautkan dengan Prasasti Kedukan Bukit, yang ditemukan di Kedukan Bukit, Palembang. Prasasti yang diperkirakan ada sejak 683 Masehi ini ditulis menggunakan huruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno.
Dimana isinya kurang lebih penaklukkan wilayah lain dengan 20.000 pasukan, yang dipimpin oleh Dapunta Hyang. Walau dalam prasasti tidak disebutkan kerajaan apa, namun kalau mau dikaitkan kemungkinan kerajaan Sunda yang ditaklukkan oleh Sriwijaya.
Menariknya ada juga Prasasti Talang Tuo, yang ditemukan di daerah kaki Bukit Seguntang, dekat Palembang, dimana Dapunta Hyang Sri Jayanaga bertempat di srivijaya.

Kenapa bahasa Cinanya jadi San-fo-tsi?
Kerajaan ini disebut di catatan mempunyai rentang waktu 3 abad, apakah yang dimaksud adalah kerajaan yang sama?
Ada dua pendapat, ada yang berpendapat bahwa San-fo-tsi adalah Sriwijaya namun ada yang berpendapat kerajaan San-fo-tsi kelanjutan dari Sriwijaya. Namun, menurut catatan Kerajaan Sriwijaya itu eksis bukan fiktif.
Namun sekali lagi catatan sejarah kerajaan di Indonesia memang minim sekali, apa pendapatmu tentang hal ini?

Terima kasih yang sudah membaca thread ini sampai akhir, bila ada kritik silahkan disampaikan dan semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat dan merdeka. Ane c4punk pamit undur diri, See u next thread.


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"

Tulisan : c4punk@2022
referensi : 1, 2
Pic : google





Penjelasan Kaskuser
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh c4punk1950... 19-10-2022 20:41
aldri89 dan 24 lainnya memberi reputasi
25
12.6K
184
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
6.5KThread•11.6KAnggota
Tampilkan semua post
tyrodinthor
#19
Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan jika Sriwijaya itu fiktif.
1. Prasasti Nalanda di Bihar (India) berisi statement dari Raja Balaputradeva, raja Suvarnabhumi dari wangsa Syailendra. Kerajaan apa lagi di Suvarnabhumi kalo bukan Srivijaya?
2. Catatan Yi-jing / I-tsing bukan sekedar menyebut Shi-li-fo-shi, tapi juga menyarankan para pelajar yang hendak ke Nalanda untuk sebaiknya singgah dulu di Shi-li-fo-shi untuk belajar bahasa Sanskerta. Dia sendiri menyebut di San-fo-shih ada wilayah dimana orang-orang Mo-lo-yu berguru dengan seorang resi asal Cho-po bernama Hui-ning. Ya silahkan sebut, kerajaan apa itu Shi-li-fo-shi kalo bukan Srivijaya?
3. Pada naskah kerajaan Chola, mereka berhasil menundukkan raja Suvarnadvipa. Dimana itu Suvarnadvipa kalo bukan Srivijaya?
4. Berbagai prasasti kuno beraksara Pallava, plus Candi Muara Takus, buatan siapa kalo bukan dari Srivijaya?
5. dll silahkan nambahin sendiri.
Bukan bermaksud ad hom, tapi Ridwan Saidi sendiri memang bukan sejarahwan. Praktis dia tidak punya kompetensi di bidang historiografi, arkeologi, paleografi, filologi, dll. Apa yang bisa dipertanggungjawabkan dari klaim Sriwijaya itu fiktif? Apakah dia berani mengajukan tesis supaya diuji oleh banyak profesor baik di dalam maupun di luar negeri?
1. Prasasti Nalanda di Bihar (India) berisi statement dari Raja Balaputradeva, raja Suvarnabhumi dari wangsa Syailendra. Kerajaan apa lagi di Suvarnabhumi kalo bukan Srivijaya?
2. Catatan Yi-jing / I-tsing bukan sekedar menyebut Shi-li-fo-shi, tapi juga menyarankan para pelajar yang hendak ke Nalanda untuk sebaiknya singgah dulu di Shi-li-fo-shi untuk belajar bahasa Sanskerta. Dia sendiri menyebut di San-fo-shih ada wilayah dimana orang-orang Mo-lo-yu berguru dengan seorang resi asal Cho-po bernama Hui-ning. Ya silahkan sebut, kerajaan apa itu Shi-li-fo-shi kalo bukan Srivijaya?
3. Pada naskah kerajaan Chola, mereka berhasil menundukkan raja Suvarnadvipa. Dimana itu Suvarnadvipa kalo bukan Srivijaya?
4. Berbagai prasasti kuno beraksara Pallava, plus Candi Muara Takus, buatan siapa kalo bukan dari Srivijaya?
5. dll silahkan nambahin sendiri.
Bukan bermaksud ad hom, tapi Ridwan Saidi sendiri memang bukan sejarahwan. Praktis dia tidak punya kompetensi di bidang historiografi, arkeologi, paleografi, filologi, dll. Apa yang bisa dipertanggungjawabkan dari klaim Sriwijaya itu fiktif? Apakah dia berani mengajukan tesis supaya diuji oleh banyak profesor baik di dalam maupun di luar negeri?
Diubah oleh tyrodinthor 25-10-2022 13:30
ytbjts dan 23 lainnya memberi reputasi
24
Tutup
