- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#262
Chapter 162
Quote:
Suara papan ketik yang ditekan dengan sangat cepat terdengar keras hingga memenuhi seluruh ruangan kosong yang hanya diisi oleh seorang diri. Seorang professor yang mengklaim dirinya nomor satu di perusahaan ini tiada hentinya terus melakukan penyempurnaan pada baju tempur model baru yang sudah dibuat model contohnya itu. Prof Halstenbergh memang lebih menyukai kerja sendirian, terlebih dengan kejadian yang menimpa sebelumnya yaitu pengkhianatan mantan anak buahnya yang sangat dipercaya.
“Sebentar lagi, hm…,” alisnya naik ke atas, melihat data yang mendadak muncul dari baju tempur contoh yang dipakai oleh tim 7. “datanya sangat menakjubkan!” ujarnya. “lebih banyak musuh kuat maka semakin bagus untuk perkembangan model baju ini,” sel-sel aktif buatannya menari-menari di meja lab, sedang diberi makan data yang berlimpah.
Troy dengan langkahnya yang pelan sudah mencapai area 8 tempat di mana Silver Clan berada. Dengan kemampuan Golden Clan yang hampir dimiliki oleh semua anggotanya yaitu untuk melacak keberadaan semua anggota clan di luar Golden Clan itu sendiri, pencarian Silver Clan pun dengan mudah dapat diketahuinya. Sebuah bangunan dua lantai yang memiliki papan penanda cukup besar ini pun sudah diduga menjadi sarang Silver Clan.
“Jadi mereka di sini?” ucap Troy santai. Ia melihat sekelilingnya, keadaannya cukup ramai dengan banyaknya pejalan kaki yang sibuk sendiri. “tidak mungkin aku melakukannya sekarang, terlalu menimbulkan kegaduhan yang luar biasa, bagaimana kalau…,” matanya memincing hebat, senyumannya melebar.
Djohan dan teman-temannya di Wilson Bar sedang melayani beberapa pelanggan yang sedang menikmati sajian kopi hangat di waktu yang cukup dingin ini. Tiba-tiba saat sedang membantu Solo memberikan makanan kepada pelanggan, bulu kuduk Djohan berdiri menandakan sesuatu yang buruk berada didekatnya.
“Ada apa?” tanya Solo.
“Tidak,” memberikan makanan dengan ramah, lalu membalikan nampannya. “tiba-tiba saja aku merinding, entah apa penyebabnya,” jawab Djohan.
“Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak baik, mungkin kau hanya kedinginan saja,” ucap Solo menguatkan bahwa yang dirasakan oleh Djohan hanyalah reaksi biasa ketika seseorang sedang merasa kedinginan.
“Oi, kalian berdua di sana, jangan melamun. Masih ada beberapa pesanan yang harus diantarkan,” sahut Lio dari meja bar, gayanya sudah seperti pemilik bar dan kafe ini saja, padahal dari usia dirinya lah yang paling muda.
Solo dan Djohan kembali ke area dapur untuk mengambil pesanan, keputusan untuk menambah menu di bagian kafe memang belakangan membuat kerja mereka sebagai pengelola tempat makan menjadi lebih sibuk dibandingkan hari sebelumnya. Djohan pun merasa enakan dan rasa merindingnya itu pun seketika menghilang ketika berada di lingkungan yang lebih hangat.
Sementara itu, seorang pria tua mengantar anak muda menuju ke suatu tempat yang diyakini sebagai markas dari tim BASS area 8. Dengan pengumuman besar-besar saat terjadi insiden hebat yang menimpa salah satu area waktu itu, kini keberadaan BASS tidak menjadi asing lagi di kalangan masyarakat kota Surban, begitu dengan pemerintah yang mengumumkan tim khusus yang sengaja dibuat untuk membantu BASS yang bernama Unit-1.
“Terima kasih pak, semoga harimu menyenangkan,” ujar pemuda ini dengan senyumnya yang tulus.
“Iya nak, semoga masalahmu dapat terselesaikan,” ujar pria tua yang perlahan pergi menjauh.
Pemuda yang diantarkan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Troy, seorang Golden Clan.
“Jadi ini tempatnya, tapi lagi-lagi berada di tempat yang banyak orang berlalu-lalang,” Troy dengan santai mulai masuk dan disambut oleh wanita dengan ramah.
Umumnya BASS akan langsung bergerak jika sensor yang berada di kantor berbunyi dan memberi tahu kemunculan monster Beaters. Jarang sekali mereka menerima tamu, apalagi dari kalangan masyarakat biasa, karena jika ada aduan bisa dilaporkan pada kepolisian terdekat yang memang bisa mengurusi hal-hal yang berbau kriminal biasa. Namun kedatangan Troy masih disambut dengan ramah dan dipertanyakan maksud dan tujuannya.
“Hm, apa aku bisa bertemu pada bos kalian?” tanya Troy.
“Bos? Maksudmu ketua tim?”
“iya, siapa pun yang berkuasa di sini,” jawaban dari Troy itu membuatnya dicurigai. Namun wanita itu tetap bersikap tenang dan naik ke lantai atas untuk memberitahu Kapten Julian tentang kedatangan seseorang misterius yang mencari keberadaannya.
Kapten Julian sedang bersantai menatap layar komputernya yang kosong tanpa adanya pekerjaan yang datang, di area 8 jarang sekali monster Beaters yang berkeliaran. Meskipun situasinya sedang gawat di mana monster keluar tidak terkendali, tetap saja area 8 dapat dikategorikan sebagai tempat yang cukup aman bagi seluruh masyarakatnya yang tinggal di sini. Keberadaan Silver Clan memang membuat perbedaan yang sangat jauh.
“Hah? Seseorang mencariku? Dari mana asal orang itu? pemerintahan? Atau utusan kantor?” tanya kapten Julian.
“Tidak, orang ini hanya mengatakan telah menemui orang-orang dari daerah sebelah, dan mereka menyuruhkan untuk datang ke sini,” jawabnya.
“Daerah sebelah? Kapten sialan itu, mengapa harus melimpahkan masalahnya ke sini? Sialan! Utusan dari tim 7 rupanya,” kapten Julian bergegas ke bawah dengan emosi yang mulai naik.
Kapten Julian beserta anggotanya itu turun, lalu melihat Troy yang masih duduk santai di tempat penerimaan tamu. Lalu Kapten Julian meminta anggotanya itu untuk meninggalkan dirinya tuk berbincang berdua saja dengan orang yang disangkanya utusan dari area 7. Tidak ada sama sekali rasa curiga yang muncul, apalagi Troy memiliki paras yang lumayan dan tergolong muda tidak jauh dari usia kapten Julian sebagai salah satu kapten termuda di skuad BASS.
“Jadi, kau dari area 7, kapten sialan itu yang memintamu datang ke sini? Apa keperluanmu dengan tim 8?” tanpa basa-basi perkenalan, kapten Julian langsung menyodorkan beberapa pertanyaan.
Raut wajah Troy langsung berubah, “Jadi kau bosnya, apa kau orang yang kuat?” Troy bertanya balik pada kapten Julian.
“Apa maksudmu?” kapten Julian mulai mencurigai orang di depannya ini.
“Aku kemarin sudah menghajar temanmu, kelompok kalian cukup meresahkan. Dan kuputuskan akan kujadikan pemanasan agar tubuhku tidak terlalu kaget.”
“Aku tidak mengerti apapun yang kau bicarakan,” Troy mulai bangkit dari tempat duduknya. Kapten Julian yang sudah menggunakan baju tempur contoh pun bersiap.
Melihat gelagatnya seperti orang yang menantang duel membuat kapten Julian harus membawanya menuju ke suatu tempat yang sepi dan kerumunan orang-orang. Ada tempat yang sangat sesuai dengan itu, tetapi kapten Julian tidak mau melibatkan orang-orang Silver Clan dengan masalah sepele yang dapat dibereskannya sendiri. Sebelum pergi, kapten Julian membawa katana andalannya dan juga menitipkan pesan kepada anggotanya untuk tidak mengikutinya.
“Eh, kau yakin tidak membawa serta temanmu itu?” tanya Troy yang berjalan di belakang mengikuti kapten Julian.
“aku tidak tahu apa tujuanmu menantangku tuk bertarung, apa kau dari perusahaan lain yang ingin ikut andil memburu monster Beaters dan menguji sesuatu padaku atau ada hal lainnya?” Troy tidak menjawabnya, membuat situasi ini menjadi lebih membingungkan.
Sebuah tempat penyimpanan gerbong kereta api yang sudah lama tidak digunakan dan hanya dijadikan sebagai gudang saja oleh pemerintah adalah tempat yang sengaja dipilih oleh kapten Julian untuk membereskan masalahnya ini. Jauh dari tempat orang-orang dan tempat ini tergolong sepi karena sudah lama kosong tanpa penjaga.
“Baiklah, jadi katakan sekarang kau siapa dan dari mana kau berasal, siapa yang mengutusmu, apa tujuanmu berlagak seperti itu menantangku tuk bertarung,” beragam pertanyaan dilontarkan oleh kapten Julian. “dari tampilanmu jelas kau bukan orang iseng yang sering datang mengganggu di kantor, jika perkataanmu benar telah menghajar orang dari tim 7, berarti kau adalah orang yang terlatih. Meskipun orang-orang tim 7 bodoh, tetapi mereka bukanlah rakyat biasa yang tidak diberi latihan khusus untuk melawan monster Beaters.”
“Apa aku menjawabnya satu-satu?” Troy meledek. “tujuanku sebenarnya bukan melawan kelompok bodoh mu itu, tapi setelah melawan salah satu orangnya, ku kira sangat bagus sebagai pemanasan sebelum ke menu utama.”
“Masih saja berkelit, tinggal sebut siapa---,” kapten Julian mulai bersiap ketika Troy mengeluarkan pedang cahayanya. “teknologi baru? Tidak, itu kan….,” sebuah tanduk kecil muncul dari kening Troy, kapten Julian melihat alat pendeteksinya, tidak menyala sama sekali. “Monster Beaters jenis baru kah?”
Troy meradang, “Sialan! Apa aku terlihat seperti monster hah?!” pedangnya semakin menyala.
Kapten Julian sudah mengaktifkan baju tempur miliknya, lengkap dengan kaca mata pemindai yang ternyata tidak menangkap apapun, sensor tidak menyala sama sekali. Lalu kapten Julian membuat sebuah pedang laser, yang memang sudah diprogram sebelumnya karena keuntungannya sebagai kapten dapat memodifikasi program yang disematkan pada bajunya meskipun baru di tahap percobaan. Pertarungan pun akan segera dimulai.
“Sebentar lagi, hm…,” alisnya naik ke atas, melihat data yang mendadak muncul dari baju tempur contoh yang dipakai oleh tim 7. “datanya sangat menakjubkan!” ujarnya. “lebih banyak musuh kuat maka semakin bagus untuk perkembangan model baju ini,” sel-sel aktif buatannya menari-menari di meja lab, sedang diberi makan data yang berlimpah.
Troy dengan langkahnya yang pelan sudah mencapai area 8 tempat di mana Silver Clan berada. Dengan kemampuan Golden Clan yang hampir dimiliki oleh semua anggotanya yaitu untuk melacak keberadaan semua anggota clan di luar Golden Clan itu sendiri, pencarian Silver Clan pun dengan mudah dapat diketahuinya. Sebuah bangunan dua lantai yang memiliki papan penanda cukup besar ini pun sudah diduga menjadi sarang Silver Clan.
“Jadi mereka di sini?” ucap Troy santai. Ia melihat sekelilingnya, keadaannya cukup ramai dengan banyaknya pejalan kaki yang sibuk sendiri. “tidak mungkin aku melakukannya sekarang, terlalu menimbulkan kegaduhan yang luar biasa, bagaimana kalau…,” matanya memincing hebat, senyumannya melebar.
Djohan dan teman-temannya di Wilson Bar sedang melayani beberapa pelanggan yang sedang menikmati sajian kopi hangat di waktu yang cukup dingin ini. Tiba-tiba saat sedang membantu Solo memberikan makanan kepada pelanggan, bulu kuduk Djohan berdiri menandakan sesuatu yang buruk berada didekatnya.
“Ada apa?” tanya Solo.
“Tidak,” memberikan makanan dengan ramah, lalu membalikan nampannya. “tiba-tiba saja aku merinding, entah apa penyebabnya,” jawab Djohan.
“Akhir-akhir ini cuaca sedang tidak baik, mungkin kau hanya kedinginan saja,” ucap Solo menguatkan bahwa yang dirasakan oleh Djohan hanyalah reaksi biasa ketika seseorang sedang merasa kedinginan.
“Oi, kalian berdua di sana, jangan melamun. Masih ada beberapa pesanan yang harus diantarkan,” sahut Lio dari meja bar, gayanya sudah seperti pemilik bar dan kafe ini saja, padahal dari usia dirinya lah yang paling muda.
Solo dan Djohan kembali ke area dapur untuk mengambil pesanan, keputusan untuk menambah menu di bagian kafe memang belakangan membuat kerja mereka sebagai pengelola tempat makan menjadi lebih sibuk dibandingkan hari sebelumnya. Djohan pun merasa enakan dan rasa merindingnya itu pun seketika menghilang ketika berada di lingkungan yang lebih hangat.
Sementara itu, seorang pria tua mengantar anak muda menuju ke suatu tempat yang diyakini sebagai markas dari tim BASS area 8. Dengan pengumuman besar-besar saat terjadi insiden hebat yang menimpa salah satu area waktu itu, kini keberadaan BASS tidak menjadi asing lagi di kalangan masyarakat kota Surban, begitu dengan pemerintah yang mengumumkan tim khusus yang sengaja dibuat untuk membantu BASS yang bernama Unit-1.
“Terima kasih pak, semoga harimu menyenangkan,” ujar pemuda ini dengan senyumnya yang tulus.
“Iya nak, semoga masalahmu dapat terselesaikan,” ujar pria tua yang perlahan pergi menjauh.
Pemuda yang diantarkan itu tidak lain dan tidak bukan adalah Troy, seorang Golden Clan.
“Jadi ini tempatnya, tapi lagi-lagi berada di tempat yang banyak orang berlalu-lalang,” Troy dengan santai mulai masuk dan disambut oleh wanita dengan ramah.
Umumnya BASS akan langsung bergerak jika sensor yang berada di kantor berbunyi dan memberi tahu kemunculan monster Beaters. Jarang sekali mereka menerima tamu, apalagi dari kalangan masyarakat biasa, karena jika ada aduan bisa dilaporkan pada kepolisian terdekat yang memang bisa mengurusi hal-hal yang berbau kriminal biasa. Namun kedatangan Troy masih disambut dengan ramah dan dipertanyakan maksud dan tujuannya.
“Hm, apa aku bisa bertemu pada bos kalian?” tanya Troy.
“Bos? Maksudmu ketua tim?”
“iya, siapa pun yang berkuasa di sini,” jawaban dari Troy itu membuatnya dicurigai. Namun wanita itu tetap bersikap tenang dan naik ke lantai atas untuk memberitahu Kapten Julian tentang kedatangan seseorang misterius yang mencari keberadaannya.
Kapten Julian sedang bersantai menatap layar komputernya yang kosong tanpa adanya pekerjaan yang datang, di area 8 jarang sekali monster Beaters yang berkeliaran. Meskipun situasinya sedang gawat di mana monster keluar tidak terkendali, tetap saja area 8 dapat dikategorikan sebagai tempat yang cukup aman bagi seluruh masyarakatnya yang tinggal di sini. Keberadaan Silver Clan memang membuat perbedaan yang sangat jauh.
“Hah? Seseorang mencariku? Dari mana asal orang itu? pemerintahan? Atau utusan kantor?” tanya kapten Julian.
“Tidak, orang ini hanya mengatakan telah menemui orang-orang dari daerah sebelah, dan mereka menyuruhkan untuk datang ke sini,” jawabnya.
“Daerah sebelah? Kapten sialan itu, mengapa harus melimpahkan masalahnya ke sini? Sialan! Utusan dari tim 7 rupanya,” kapten Julian bergegas ke bawah dengan emosi yang mulai naik.
Kapten Julian beserta anggotanya itu turun, lalu melihat Troy yang masih duduk santai di tempat penerimaan tamu. Lalu Kapten Julian meminta anggotanya itu untuk meninggalkan dirinya tuk berbincang berdua saja dengan orang yang disangkanya utusan dari area 7. Tidak ada sama sekali rasa curiga yang muncul, apalagi Troy memiliki paras yang lumayan dan tergolong muda tidak jauh dari usia kapten Julian sebagai salah satu kapten termuda di skuad BASS.
“Jadi, kau dari area 7, kapten sialan itu yang memintamu datang ke sini? Apa keperluanmu dengan tim 8?” tanpa basa-basi perkenalan, kapten Julian langsung menyodorkan beberapa pertanyaan.
Raut wajah Troy langsung berubah, “Jadi kau bosnya, apa kau orang yang kuat?” Troy bertanya balik pada kapten Julian.
“Apa maksudmu?” kapten Julian mulai mencurigai orang di depannya ini.
“Aku kemarin sudah menghajar temanmu, kelompok kalian cukup meresahkan. Dan kuputuskan akan kujadikan pemanasan agar tubuhku tidak terlalu kaget.”
“Aku tidak mengerti apapun yang kau bicarakan,” Troy mulai bangkit dari tempat duduknya. Kapten Julian yang sudah menggunakan baju tempur contoh pun bersiap.
Melihat gelagatnya seperti orang yang menantang duel membuat kapten Julian harus membawanya menuju ke suatu tempat yang sepi dan kerumunan orang-orang. Ada tempat yang sangat sesuai dengan itu, tetapi kapten Julian tidak mau melibatkan orang-orang Silver Clan dengan masalah sepele yang dapat dibereskannya sendiri. Sebelum pergi, kapten Julian membawa katana andalannya dan juga menitipkan pesan kepada anggotanya untuk tidak mengikutinya.
“Eh, kau yakin tidak membawa serta temanmu itu?” tanya Troy yang berjalan di belakang mengikuti kapten Julian.
“aku tidak tahu apa tujuanmu menantangku tuk bertarung, apa kau dari perusahaan lain yang ingin ikut andil memburu monster Beaters dan menguji sesuatu padaku atau ada hal lainnya?” Troy tidak menjawabnya, membuat situasi ini menjadi lebih membingungkan.
Sebuah tempat penyimpanan gerbong kereta api yang sudah lama tidak digunakan dan hanya dijadikan sebagai gudang saja oleh pemerintah adalah tempat yang sengaja dipilih oleh kapten Julian untuk membereskan masalahnya ini. Jauh dari tempat orang-orang dan tempat ini tergolong sepi karena sudah lama kosong tanpa penjaga.
“Baiklah, jadi katakan sekarang kau siapa dan dari mana kau berasal, siapa yang mengutusmu, apa tujuanmu berlagak seperti itu menantangku tuk bertarung,” beragam pertanyaan dilontarkan oleh kapten Julian. “dari tampilanmu jelas kau bukan orang iseng yang sering datang mengganggu di kantor, jika perkataanmu benar telah menghajar orang dari tim 7, berarti kau adalah orang yang terlatih. Meskipun orang-orang tim 7 bodoh, tetapi mereka bukanlah rakyat biasa yang tidak diberi latihan khusus untuk melawan monster Beaters.”
“Apa aku menjawabnya satu-satu?” Troy meledek. “tujuanku sebenarnya bukan melawan kelompok bodoh mu itu, tapi setelah melawan salah satu orangnya, ku kira sangat bagus sebagai pemanasan sebelum ke menu utama.”
“Masih saja berkelit, tinggal sebut siapa---,” kapten Julian mulai bersiap ketika Troy mengeluarkan pedang cahayanya. “teknologi baru? Tidak, itu kan….,” sebuah tanduk kecil muncul dari kening Troy, kapten Julian melihat alat pendeteksinya, tidak menyala sama sekali. “Monster Beaters jenis baru kah?”
Troy meradang, “Sialan! Apa aku terlihat seperti monster hah?!” pedangnya semakin menyala.
Kapten Julian sudah mengaktifkan baju tempur miliknya, lengkap dengan kaca mata pemindai yang ternyata tidak menangkap apapun, sensor tidak menyala sama sekali. Lalu kapten Julian membuat sebuah pedang laser, yang memang sudah diprogram sebelumnya karena keuntungannya sebagai kapten dapat memodifikasi program yang disematkan pada bajunya meskipun baru di tahap percobaan. Pertarungan pun akan segera dimulai.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas
Tutup