- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#260
Chapter 161
Quote:
Adrian dan Johana saling menatap satu sama lain ketika melihat orang tua yang kegirangan sendiri melihat data yang begitu banyak terkumpul dari anggota BASS yang mencoba baju tempur model terbaru. Sampai-sampai kehadiran dua orang dari divisi persenjataan ini sama sekali tidak dianggap. Memakai baju panjang berwarna putih sebagai luaran dengan baju polos yang berwarna sama di bagian dalam. Sosoknya seperti dokter yang bekerja di rumah sakit.
“HAHA! Data ini! Tidak kusangka mereka dapat mengumpulkannya!” orang tua ini melihat ke arah Adrian dan Johana yang akhirnya dianggap keberadaanya. “bukannya kalian sudah memutus hubungan kerja sama dengan kumbang perak ini? kenapa bisa?” matanya berbinar.
“Um, jadi begini prof…Halstenbergh, memang kita sudah memustuskannya, tapi---“ Adrian berhenti setelah prof Halstenbergh mengangkat telunjuknya.
“Itu tidak penting sekarang,” ucapnya. “sekarang tinggal memasukan semua data ini ke dalam alat itu, dan boom! Temanmu siap menghadapi semua monster yang muncul, bahkan dari galaksi lain,” begitu percaya diri dengan kemampuannya. Lalu meminta Adrian dan Johana untuk keluar dari ruangan karena dinilai mengganggu konsentrasinya.
Di lorong menuju ruangannya, kedua staf ahli dari divisi persenjataan ini tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Padahal keduanya turut ikut andil dalam menciptakan baju tempur terbaru, tapi ketika diusir begitu saja, rasanya semua kerja keras mereka tidak ternilai sama sekali. Bahkan Johana tidak tahu siapa orang tua yang disebut Professor itu, kemunculannya yang serba mendadak tidak ada pemberitahuan sama sekali membuatnya tanpa kesal.
”Beliau itu merupakan otak di dalam organisasi BASS selama ini, wajar jika kau tidak tahu…,” ucap Adrian.
“Hah?! Maksudmu otak itu apa? bukannya prof Leonie yang merancang semuanya? Sekarang malah menghilang dengan membawa banyak data salinan….,” keluh Johana.
“Prof Leonie hanya menjalankan tugasnya saja, sebenarnya prof Halstenbergh lah yang merancangnya sejak awal. Aku sudah bertemu dengannya saat hari pertama bekerja di sini, tapi belum pernah melihatnya ketika bekerja, ternyata separah itu…,” Adrian hanya bisa menunduk sambil menggelengkan kepalanya. “untuk menghindari kejadian seperti prof Leonie, beliau langsung turun tangan sekarang, kita tunggu saja perkembangannya. Orang itu terlalu jenius bagi kita berdua, membuat rekaan seperti sel beaters, itu saja sudah di luar kemampuan kita,” rekanan itu berjalan tanpa ada pembicaraan lanjutan.
Sementara itu, di suatu sektor di kota Surban. Seorang gelandangan sedang bersembunyi di sela-sela gedung yang berdiri tinggi nan kokoh. Jarang sekali gelandangan dapat berjalan bebas di area kota, untuk menjaga citra sebagai kota metropolitan dengan kemegahan yang terpampang nyata, keberadaan orang-orang ini memang diperhatikan dengan sangat ketat. Jika ada satu saja yang berkeliaran, maka taruhannya adalah denda yang sangat besar ataupun penjara, salah satu sisi gelap yang jarang diketahui oleh pendatang.
“Hei, lihat itu!” seseorang memakai jaket kulit tidak sengaja melihat seorang gelandangan yang sedang bersandar pada kotak sampah berukuran besar.
“Ah…gelandangan rupanya, bagaimana kalau kita tangkap lalu serahkan ke pihak kepolisian? Pasti imbalannya lumayan untuk membeli minuman!” rencana buruk ini langsung disetujui oleh temannya, tanpa berpikir terlebih dahulu.
Dua orang itu mulai menghampiri, semakin dekat semakin terlihat jelas bahwa gelandangan ini memakai baju yang tidak layak dipakai. Banyak lubang sana-sini dan compang-camping seperti terkena sayatan benda tajam, potongannya begitu kasar. Celana berbahan jins yang dikenakan tinggal separuh, hanya menutupi bagian paha gelandangan berjenis kelamin laki-laki ini. Karena dekat kotak sampah, bau yang dihasilkan pun tidak enak dihirup.
“Hei, cepat kau angkat gelandangan ini, baunya menusuk hidungku!”
“Kau jangan diam saja! Bantu aku!” terjadi keributan kecil yang tidak perlu, saat tangan keduanya mencoba meraih gelandangan ini, mereka terkejut ketika melihat mata si gelandangan yang menyala.
“Kalian, sedang apa?” ucap si gelandangan, yang kemudian mencoba tuk berdiri. Membuat kedua orang didepannya mundur beberapa langkah. “hei…hei…, jaket kulitmu itu, bagus!” matanya semakin terang, di kegelapan yang muncul dari badan gedung yang menghalangi matahari.
Takut melihat hal aneh terjadi di saat keadaan kota yang belum stabil, membuat dua orang ini mengundurkan niatnya untuk membawa gelandangan di depan mereka ke kantor polisi. Lalu dengan cepat membalikan kabar untuk kabur, namun belum sempat menyentuh pinggir jalan, kepala mereka tertebas oleh sebuah pedang yang terbuat dari cahaya.
“Apa yang barusan terjadi?” tanya orang berjaket kulit.
“Aku merasakan seperti ada sesuatu yang melintas menembus wajahku,” jawabnya. “apa kau…,” melihat sebuah garis yang muncul di wajah temannya. “wajahmu…,” ternyata temannya juga menunjuk ke arah yang sama, muncul garis di wajah mereka masing-masing.
Tidak menunggu lama setelah garis itu muncul, wajah keduanya terbakar hebat. Api menggerogoti wajah mereka dengan cepat, menghabiskan setengah wajah sampai menjadi tidak terkenali lagi, sedangkan bagian bawah garis masih utuh. Kedua orang ini ambruk dan tewas seketika di tempat kejadian. Banyaknya orang yang berlalu-lalang tidak serta membuat dua jenazah ini terlihat, mereka hanya melihat ke depan, tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.
“Hm, jaket kulit ini dan celana ini, ku pinjam sebentar yah!” ucap gelandangan di depan dua mayat yang tergeletak tidak berdaya. Setelah berganti pakaian menjadi lebih layak, seseorang ini barulah dapat dikenali, yaitu Troy dari Golden Clan. “cih, aku terjatuh sangat keras hingga tak sadarkan diri,” dahinya menekan sangat keras hingga urat-uratnya muncul. “akan kukalahkan Silver Clan! Lalu orang yang sok mengatur itu dapat mengakui kemampuanku!” Troy berjalan santai, sambil mencari informasi di mana letak tempat bersarangnya Silver Clan.
Kejadian yang mengerikan itu akhirnya sampai juga kepada tim BASS yang mendiami sektor tersebut. Dilihat dari keadaan mayat yang mengenaskan, dipastikan bahwa pelakunya bukanlah seorang manusia biasa, ada indikasi bahwa pelaku utama adalah monster Beaters. Hal ini juga berkaitan dengan kawah kecil yang muncul beberapa hari lalu. Begitu menurut ketua tim sektor ini.
“Cih! Aku ingin monster ini ditemukan segera! Kerahkan semua unit untuk menelusuri kota!” ucap ketua tim BASS. “bagaimana mungkin sensor yang terpasang hampir di setiap titik tidak bisa menangkap sinyalnya? Apakah monster ini mampu mengelabui sensornya?” ucapnya dengan marah, anggotanya yang berada disampingnya tidak berani berkomentar. “kita harus menyelesaikannya sebelum monster ini keluar area kita, aku tidak ingin kehilangan muka, terutama pada kapten sialan itu!”
“SIAP!” sahut anggotanya, pencarian pun mulai dilakukan, dengan melakukan penyisiran di sekitar tempat penemuan mayat yang setengah wajahnya hangus terbakar.
Pencarian terus berlanjut, saat sedang melakukan pencarian secara tidak sengaja salah satu anggota berpapasan dengan Troy, hanya saja anggota tersebut tidak menyadarinya. Dengan memakai baju tempur terbaru dan berjalan di siang yang menyala terang tentunya mudah dikenali oleh orang-orang. Troy pun berpikir untuk bertanya pada anggota yang sedang sendirian itu.
“Hm?” menyadari bahwa ada yang mengikuti, anggota ini menggiringnya ke tempat yang sepi. Lagi-lagi di sela-sela gedung bertingkat.
“Membawaku ke tempat seperti ini, apa kau sudah menyadarinya?” tanya Troy.
“….,” anggota ini berbisik, memberikan titik lokasinya melalui alat dipergelangan tangannya.
“apa maumu? Gerak-gerikmu sungguh mencurigakan, aku tidak waktu untuk mengurusi orang sepertimu,” ucapnya.
“Benarkah? Lalu apa---,” Troy menyadari sesuatu. “ah, taktik mengulur waktu. Sayangnya aku tidak mau buang-buang waktu di sini!” Troy menerjang, dengan sapuan kakinya.
Anggota BASS itu mampu menghindar dengan kekuatan baju tempur yang masih sampel, melompat ke udara. Saat melayang, dimanfaatkannya dengan melakukan serangan balasan. Daya roket ditumitnya menyala, kedua kakinya ditekuk meluncur deras menghujam tanah. Sayangnya Troy dapat menghindarinya dengan melompat ke sisi yang lain. Lalu keluar pedang cahaya dari tangannya, diarahkan kepada anggota BASS itu untuk mengancam.
“Jadi, kawah itu lalu kedua mayat tadi, kau pelakunya?!” sahut anggota BASS. “kenapa kau datang ke sini?! Apa tujuanmu?! Apa kau antek monster Beaters yang berniat meneror kota?!”
“Monster Beaters?” wajah Troy heran dengan sebutan itu. “cih, aku ini kesatria Beaters!” senyumnya melebar, Troy menyerang anggota BASS yang banyak bertanya itu.
Ketua tim beserta anggota yang lain sudah sampai ke titik yang diberitahu sebelumnya. Namun di tempat ini hanya ada seorang anggota BASS yang terbaring lemah, disekelilingnya bertaburan sel-sel buatan yang tampak kebingungan tidak bisa menyatu meskipun alat dipergelangan tangannya masih terpasang. Tidak ada tanda-tanda bekas orang yang melakukan serangan ini pada salah satu anggota.
“Siapa yang melakukannya?! Di mana orang itu sekarang?!” tanya ketua tim.
“Ia, mengarah ke area 8, tempat Silver Clan berada,” ucapnya sambil mengerang kesakitan. “ia mengaku sebagai kesatria Beaters,” tambahnya.
“Cih! Kelompok itu memang sumber masalah di kota ini!” ucapnya dengan marah. “kesatria Beaters? Apa maksudnya?!” menginjak tanah dengan keras, istilah aneh yang baru didengarnya terkesan dibuat-buat.
“HAHA! Data ini! Tidak kusangka mereka dapat mengumpulkannya!” orang tua ini melihat ke arah Adrian dan Johana yang akhirnya dianggap keberadaanya. “bukannya kalian sudah memutus hubungan kerja sama dengan kumbang perak ini? kenapa bisa?” matanya berbinar.
“Um, jadi begini prof…Halstenbergh, memang kita sudah memustuskannya, tapi---“ Adrian berhenti setelah prof Halstenbergh mengangkat telunjuknya.
“Itu tidak penting sekarang,” ucapnya. “sekarang tinggal memasukan semua data ini ke dalam alat itu, dan boom! Temanmu siap menghadapi semua monster yang muncul, bahkan dari galaksi lain,” begitu percaya diri dengan kemampuannya. Lalu meminta Adrian dan Johana untuk keluar dari ruangan karena dinilai mengganggu konsentrasinya.
Di lorong menuju ruangannya, kedua staf ahli dari divisi persenjataan ini tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Padahal keduanya turut ikut andil dalam menciptakan baju tempur terbaru, tapi ketika diusir begitu saja, rasanya semua kerja keras mereka tidak ternilai sama sekali. Bahkan Johana tidak tahu siapa orang tua yang disebut Professor itu, kemunculannya yang serba mendadak tidak ada pemberitahuan sama sekali membuatnya tanpa kesal.
”Beliau itu merupakan otak di dalam organisasi BASS selama ini, wajar jika kau tidak tahu…,” ucap Adrian.
“Hah?! Maksudmu otak itu apa? bukannya prof Leonie yang merancang semuanya? Sekarang malah menghilang dengan membawa banyak data salinan….,” keluh Johana.
“Prof Leonie hanya menjalankan tugasnya saja, sebenarnya prof Halstenbergh lah yang merancangnya sejak awal. Aku sudah bertemu dengannya saat hari pertama bekerja di sini, tapi belum pernah melihatnya ketika bekerja, ternyata separah itu…,” Adrian hanya bisa menunduk sambil menggelengkan kepalanya. “untuk menghindari kejadian seperti prof Leonie, beliau langsung turun tangan sekarang, kita tunggu saja perkembangannya. Orang itu terlalu jenius bagi kita berdua, membuat rekaan seperti sel beaters, itu saja sudah di luar kemampuan kita,” rekanan itu berjalan tanpa ada pembicaraan lanjutan.
Sementara itu, di suatu sektor di kota Surban. Seorang gelandangan sedang bersembunyi di sela-sela gedung yang berdiri tinggi nan kokoh. Jarang sekali gelandangan dapat berjalan bebas di area kota, untuk menjaga citra sebagai kota metropolitan dengan kemegahan yang terpampang nyata, keberadaan orang-orang ini memang diperhatikan dengan sangat ketat. Jika ada satu saja yang berkeliaran, maka taruhannya adalah denda yang sangat besar ataupun penjara, salah satu sisi gelap yang jarang diketahui oleh pendatang.
“Hei, lihat itu!” seseorang memakai jaket kulit tidak sengaja melihat seorang gelandangan yang sedang bersandar pada kotak sampah berukuran besar.
“Ah…gelandangan rupanya, bagaimana kalau kita tangkap lalu serahkan ke pihak kepolisian? Pasti imbalannya lumayan untuk membeli minuman!” rencana buruk ini langsung disetujui oleh temannya, tanpa berpikir terlebih dahulu.
Dua orang itu mulai menghampiri, semakin dekat semakin terlihat jelas bahwa gelandangan ini memakai baju yang tidak layak dipakai. Banyak lubang sana-sini dan compang-camping seperti terkena sayatan benda tajam, potongannya begitu kasar. Celana berbahan jins yang dikenakan tinggal separuh, hanya menutupi bagian paha gelandangan berjenis kelamin laki-laki ini. Karena dekat kotak sampah, bau yang dihasilkan pun tidak enak dihirup.
“Hei, cepat kau angkat gelandangan ini, baunya menusuk hidungku!”
“Kau jangan diam saja! Bantu aku!” terjadi keributan kecil yang tidak perlu, saat tangan keduanya mencoba meraih gelandangan ini, mereka terkejut ketika melihat mata si gelandangan yang menyala.
“Kalian, sedang apa?” ucap si gelandangan, yang kemudian mencoba tuk berdiri. Membuat kedua orang didepannya mundur beberapa langkah. “hei…hei…, jaket kulitmu itu, bagus!” matanya semakin terang, di kegelapan yang muncul dari badan gedung yang menghalangi matahari.
Takut melihat hal aneh terjadi di saat keadaan kota yang belum stabil, membuat dua orang ini mengundurkan niatnya untuk membawa gelandangan di depan mereka ke kantor polisi. Lalu dengan cepat membalikan kabar untuk kabur, namun belum sempat menyentuh pinggir jalan, kepala mereka tertebas oleh sebuah pedang yang terbuat dari cahaya.
“Apa yang barusan terjadi?” tanya orang berjaket kulit.
“Aku merasakan seperti ada sesuatu yang melintas menembus wajahku,” jawabnya. “apa kau…,” melihat sebuah garis yang muncul di wajah temannya. “wajahmu…,” ternyata temannya juga menunjuk ke arah yang sama, muncul garis di wajah mereka masing-masing.
Tidak menunggu lama setelah garis itu muncul, wajah keduanya terbakar hebat. Api menggerogoti wajah mereka dengan cepat, menghabiskan setengah wajah sampai menjadi tidak terkenali lagi, sedangkan bagian bawah garis masih utuh. Kedua orang ini ambruk dan tewas seketika di tempat kejadian. Banyaknya orang yang berlalu-lalang tidak serta membuat dua jenazah ini terlihat, mereka hanya melihat ke depan, tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.
“Hm, jaket kulit ini dan celana ini, ku pinjam sebentar yah!” ucap gelandangan di depan dua mayat yang tergeletak tidak berdaya. Setelah berganti pakaian menjadi lebih layak, seseorang ini barulah dapat dikenali, yaitu Troy dari Golden Clan. “cih, aku terjatuh sangat keras hingga tak sadarkan diri,” dahinya menekan sangat keras hingga urat-uratnya muncul. “akan kukalahkan Silver Clan! Lalu orang yang sok mengatur itu dapat mengakui kemampuanku!” Troy berjalan santai, sambil mencari informasi di mana letak tempat bersarangnya Silver Clan.
Kejadian yang mengerikan itu akhirnya sampai juga kepada tim BASS yang mendiami sektor tersebut. Dilihat dari keadaan mayat yang mengenaskan, dipastikan bahwa pelakunya bukanlah seorang manusia biasa, ada indikasi bahwa pelaku utama adalah monster Beaters. Hal ini juga berkaitan dengan kawah kecil yang muncul beberapa hari lalu. Begitu menurut ketua tim sektor ini.
“Cih! Aku ingin monster ini ditemukan segera! Kerahkan semua unit untuk menelusuri kota!” ucap ketua tim BASS. “bagaimana mungkin sensor yang terpasang hampir di setiap titik tidak bisa menangkap sinyalnya? Apakah monster ini mampu mengelabui sensornya?” ucapnya dengan marah, anggotanya yang berada disampingnya tidak berani berkomentar. “kita harus menyelesaikannya sebelum monster ini keluar area kita, aku tidak ingin kehilangan muka, terutama pada kapten sialan itu!”
“SIAP!” sahut anggotanya, pencarian pun mulai dilakukan, dengan melakukan penyisiran di sekitar tempat penemuan mayat yang setengah wajahnya hangus terbakar.
Pencarian terus berlanjut, saat sedang melakukan pencarian secara tidak sengaja salah satu anggota berpapasan dengan Troy, hanya saja anggota tersebut tidak menyadarinya. Dengan memakai baju tempur terbaru dan berjalan di siang yang menyala terang tentunya mudah dikenali oleh orang-orang. Troy pun berpikir untuk bertanya pada anggota yang sedang sendirian itu.
“Hm?” menyadari bahwa ada yang mengikuti, anggota ini menggiringnya ke tempat yang sepi. Lagi-lagi di sela-sela gedung bertingkat.
“Membawaku ke tempat seperti ini, apa kau sudah menyadarinya?” tanya Troy.
“….,” anggota ini berbisik, memberikan titik lokasinya melalui alat dipergelangan tangannya.
“apa maumu? Gerak-gerikmu sungguh mencurigakan, aku tidak waktu untuk mengurusi orang sepertimu,” ucapnya.
“Benarkah? Lalu apa---,” Troy menyadari sesuatu. “ah, taktik mengulur waktu. Sayangnya aku tidak mau buang-buang waktu di sini!” Troy menerjang, dengan sapuan kakinya.
Anggota BASS itu mampu menghindar dengan kekuatan baju tempur yang masih sampel, melompat ke udara. Saat melayang, dimanfaatkannya dengan melakukan serangan balasan. Daya roket ditumitnya menyala, kedua kakinya ditekuk meluncur deras menghujam tanah. Sayangnya Troy dapat menghindarinya dengan melompat ke sisi yang lain. Lalu keluar pedang cahaya dari tangannya, diarahkan kepada anggota BASS itu untuk mengancam.
“Jadi, kawah itu lalu kedua mayat tadi, kau pelakunya?!” sahut anggota BASS. “kenapa kau datang ke sini?! Apa tujuanmu?! Apa kau antek monster Beaters yang berniat meneror kota?!”
“Monster Beaters?” wajah Troy heran dengan sebutan itu. “cih, aku ini kesatria Beaters!” senyumnya melebar, Troy menyerang anggota BASS yang banyak bertanya itu.
Ketua tim beserta anggota yang lain sudah sampai ke titik yang diberitahu sebelumnya. Namun di tempat ini hanya ada seorang anggota BASS yang terbaring lemah, disekelilingnya bertaburan sel-sel buatan yang tampak kebingungan tidak bisa menyatu meskipun alat dipergelangan tangannya masih terpasang. Tidak ada tanda-tanda bekas orang yang melakukan serangan ini pada salah satu anggota.
“Siapa yang melakukannya?! Di mana orang itu sekarang?!” tanya ketua tim.
“Ia, mengarah ke area 8, tempat Silver Clan berada,” ucapnya sambil mengerang kesakitan. “ia mengaku sebagai kesatria Beaters,” tambahnya.
“Cih! Kelompok itu memang sumber masalah di kota ini!” ucapnya dengan marah. “kesatria Beaters? Apa maksudnya?!” menginjak tanah dengan keras, istilah aneh yang baru didengarnya terkesan dibuat-buat.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas