- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28.1K
Kutip
706
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#259
Chapter 160
Quote:
Beberapa hari yang lalu, tepat setelah Gonzalo bercerita tentang masa lalu Silver Clan dan sedikit tentang BASS, bandara internasional kota Surban kedatangan dua orang yang terkuat dari Silver Clan, yaitu Sterling dan tuan Stam. Mereka datang setelah menyempatkan waktu untuk datang ke rapat rahasia yang diadakan di markas besar Gold Clan, sebuah kastil besar yang tersembunyi di hutan belantara. Agenda yang dibicarakan sangat penting, yaitu tentang kebangkitan Red Sun yang semakin dekat.
“Hm, kenapa kita tidak langsung mengakhirinya saja?” tanya Sterling kepada tuan Stam sambil menunggu pesanan mobilnya siap.
“Kita tidak bisa bertindak gegabah, tidak tanpa kehadiran Black Clan,” jawab tuan Stam.
“Pantas saja Allison bergabung bersama mereka, tiba-tiba datang langsung menyerang ketua Golden Clan, itu sangat gila!”
“Mereka pantas melakukannya,” membuat suasana hening. “ketua Golden Clan sangat berlebihan kepada mereka, dengan menebar fitnah atas kejadian yang ditimbulkan oleh Allison, sehingga keadaannya jauh menjadi sangat rumit,” mobil jemputan pesanan atas namanya datang, tuan Stam akan melanjutkannya ketika sampai ke caffe.
Kedatangan tuan Stam dan juga Sterling disambut oleh seluruh anggota, termasuk Vivian yang jarang sekali menampakan batang hidungnya di Wilson Bar & Caffe. Raut wajah tuan Stam dan juga Sterling yang cukup serius membuat penyambutan tidak berakhir ceria, semua digiring masuk ke dalam ruangan tuan Stam. Melihat orang yang baru datang seperti itu membuat atmosfer ruangan menjadi terkesan suram.
“Apa ada hal serius yang harus diketahui?” tanya Solo.
“Hm, bagaimana yah,” Sterling meminta izin kepada tuan Stam untuk menjelaskannya, dan ketua Silver Clan itu mengizinkan. “baiklah, dengarkan baik-baik…,” semua mata tertuju padanya. “Black Clan menemukan lokasi persembunyian dari Red Sun,” suasana menjadi sangat tegang. “sayangnya kami tidak bisa menyerbunya, karena keadaan anggota Black Clan termasuk ketuanya dalam kondisi kritis, Beat mereka rusak dan menghambat regen.”
Djohan mengepal tangannya dengan keras, “Benarkah? Red Sun sudah ditemukan?”
Tuan Stam yang menjawabnya, “Benar, dan aku minta kalian bersiap-siap. Ketika anggota Black Clan pulih, kita semua berangkat tuk melawan Red Sun.”
Djohan merasa bahwa dirinya belum terlalu kuat, sedangkan musuh besar sudah terlihat jelas. Namun ia ingin ‘kutukan’ ini segera berakhir dan kehidupan keluarganya terutama adiknya dapat berjalan kembali dengan normal tanpa gangguan dari serangan monster Beaters.
Hampir seminggu setelah pemberitahuan dan Djohan berada dalam ruangan latihan bersama dua anggota BASS yang datang dengan baju tempur terbarunya. Pertarungan masih berlanjut dan menjadi sangat sengit ketika Gareth memompa baju tempurnya agar memberinya kekuatan yang lebih besar, padahal baju tempurnya masih dalam tahap percobaan.
“Tendanganku di awal tadi, rasanya sangat menyebalkan!” Gareth berputar-putar, memaksimalkan kekuatan pelontar roketnya.
“Hoi! Kau bodoh apa?!” kapten Julian memarahi Gareth. “meskipun ini belum sempurna, kau jangan berbuat seenaknya!”
Djohan masih mampu melihat pergerakan Gareth, jika orang biasa, yang mereka lihat hanyalah sebuah garis berwarna biru terang yang melesat tidak karuan. Ini akibat dari desain baju tempurnya yang memiliki garis sebagai tanda jika baju tempurnya siap digunakan karena masih memiliki tenaga yang penuh. Meskipun begitu, pujian diberikan kepada Gareth karena kekuatannya jauh berkembang dibandingkan sebelumnya, terutama saat melawan Max.
“Di sini!” Djohan menggunakan cakarnya untuk menyerang, dalam sepersekian mili detik, Gareth mampu menghindarinya sambil membuat serangan balasan. “menarik!” di ujung matanya terlihat kapten Julian yang siap untuk menebasnya.
Kaki yang siap digunakan untuk menyerang balik Djohan mampu ditangkap, gerakannya seketika terhenti. Lalu Djohan melempar Gareth ke arah kapten Julian, tabrakan seharusnya terjadi namun Gareth tidak menyerah dengan membelokan badan di saat genting. Kapten Julian selamat namun dihadapannya sudah berdiri sosok Djohan, telapak tangannya digunakan untuk mendorong dagunya dengan keras hingga terpental.
“MASIH BELUM!” Gareth kembali melesat, sosok Djohan tiba-tiba menghilang. “eh?” baju tempur milik Gareth hancur tanpa diketahuinya, sel buatan yang mirip sel Beaters itu hancur lebur tidak terkendali. “bagaimana bisa?”
“Di mana?” ucap kapten Julian yang mencari keberadaan Djohan.
“Menyerahlah…,” Djohan sudah kembali berada di depan kapten Julian, memamerkan kukunya yang panjang tepat di ujung bola matanya.
“Kau menang,” kapten Julian mengulurkan tangannya, lalu Djohan membantunya tuk bangkit. Seketika Djohan kembali ke wujud manusianya.
Gareth yang tidak puas berjalan dengan amarah menuju Djohan, “Apa yang kau lakukan barusan?”
“Tidak, aku hanya lebih cepat darimu…,” Gareth mengerti apa yang Djohan katakan, tidak ada lagi hal yang perlu ditanyakan.
Kapten Julian sangat berterima kasih dengan Djohan karena mau membantunya mengumpulkan data, walaupun data tersebut lebih banyak dari baju tempur milik Gareth tapi setidaknya data itu bisa menjadi landasan bagi kemajuan baju tempur model terbaru ini. Harapannya data ini dapat membantu menyempurnakannya dalam waktu yang dekat.
“Aku lebih banyak menonton sih barusan, bocah itu sangat menyebalkan, nanti kuberitahu kaptennya baru tahu rasa!” kapten Julian merengek seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon oleh ibunya.
Djohan memandangi Gareth yang berjalan keluar, ia paham betul bahwa kekecewaan sedang menyelimuti anggota BASS tim 13 itu. Hal yang tidak diketahuinya bahwa Djohan terus berlatih dan terus menambah jamnya ketika tuan Stam memberi peringatan tentang kebangkitan Red Sun. Di lantai atas sudah dipenuhi oleh beberapa pelanggan saat Gareth terlihat muncul.
“Tumben sekali tidak ada keributan,” sindir Solo saat melihat Gareth.
“Terima kasih atas waktunya,” jawabnya dengan sangat dingin.
“Eh...kau pasti kalah telak melawan Djohan kan?”
Gareth menghentikan langkahnya, suasana menjadi sangat tegang karena aura yang dikeluarkannya sangat kelam. Lio sudah bersiap di dalam jika terjadi sesuatu yang di luar kendali, begitu pun dengan Gonzalo meskipun tahu bahwa Gareth tidak akan melakukan sesuatu yang konyol, terlebih lagi kepada Silver Clan.
“Kau benar, aku masih lemah,” ucap Gareth sambil membalikan kepalanya, senyumnya begitu dipaksakan.
Solo malah kesal melihatnya, ekspresi Gareth barusan terkesan mengejeknya. Gonzalo mampu menahannya karena ada beberapa pelanggan yang sudah menikmati kopi hangat.
Di luar sudah ada mobil suv hitam yang sudah menunggu Gareth, ekspresi kekecewaannya begitu terlihat dari dalam mobil. Gareth membuka pintu depan, lalu langsung menyenderkan kepalanya dibantalan yang empuk. Seseorang yang berada di area supir melihatnya dengan mata yang sinis, yaitu Leah yang memutuskan untuk menunggu saja di dalam mobil.
“Ada apa dengamu? Apa datanya tidak dapat?” tanya Leah.
“Aku dapat banyak, hanya saja…,” Gareth diam sesaat, lalu mengalihkan pembicaraannya.
“kenapa kau duduk saja di sini, tidak masuk ke dalam. Masih malu bertemu dengan Djohan?”
Wajah Leah memerah, “Tidak ada urusannya dengan itu!” mobil dinyalakan dan kaki kanannya menginjak gas dengan sangat dalam.
“HEI LEAH, HATI-HATI BANYAK ORANG DI SINI!” Gareth teriak ketakutan karena Leah membawa mobil dengan ugal-ugalan.
“Hm, kenapa kita tidak langsung mengakhirinya saja?” tanya Sterling kepada tuan Stam sambil menunggu pesanan mobilnya siap.
“Kita tidak bisa bertindak gegabah, tidak tanpa kehadiran Black Clan,” jawab tuan Stam.
“Pantas saja Allison bergabung bersama mereka, tiba-tiba datang langsung menyerang ketua Golden Clan, itu sangat gila!”
“Mereka pantas melakukannya,” membuat suasana hening. “ketua Golden Clan sangat berlebihan kepada mereka, dengan menebar fitnah atas kejadian yang ditimbulkan oleh Allison, sehingga keadaannya jauh menjadi sangat rumit,” mobil jemputan pesanan atas namanya datang, tuan Stam akan melanjutkannya ketika sampai ke caffe.
Kedatangan tuan Stam dan juga Sterling disambut oleh seluruh anggota, termasuk Vivian yang jarang sekali menampakan batang hidungnya di Wilson Bar & Caffe. Raut wajah tuan Stam dan juga Sterling yang cukup serius membuat penyambutan tidak berakhir ceria, semua digiring masuk ke dalam ruangan tuan Stam. Melihat orang yang baru datang seperti itu membuat atmosfer ruangan menjadi terkesan suram.
“Apa ada hal serius yang harus diketahui?” tanya Solo.
“Hm, bagaimana yah,” Sterling meminta izin kepada tuan Stam untuk menjelaskannya, dan ketua Silver Clan itu mengizinkan. “baiklah, dengarkan baik-baik…,” semua mata tertuju padanya. “Black Clan menemukan lokasi persembunyian dari Red Sun,” suasana menjadi sangat tegang. “sayangnya kami tidak bisa menyerbunya, karena keadaan anggota Black Clan termasuk ketuanya dalam kondisi kritis, Beat mereka rusak dan menghambat regen.”
Djohan mengepal tangannya dengan keras, “Benarkah? Red Sun sudah ditemukan?”
Tuan Stam yang menjawabnya, “Benar, dan aku minta kalian bersiap-siap. Ketika anggota Black Clan pulih, kita semua berangkat tuk melawan Red Sun.”
Djohan merasa bahwa dirinya belum terlalu kuat, sedangkan musuh besar sudah terlihat jelas. Namun ia ingin ‘kutukan’ ini segera berakhir dan kehidupan keluarganya terutama adiknya dapat berjalan kembali dengan normal tanpa gangguan dari serangan monster Beaters.
Hampir seminggu setelah pemberitahuan dan Djohan berada dalam ruangan latihan bersama dua anggota BASS yang datang dengan baju tempur terbarunya. Pertarungan masih berlanjut dan menjadi sangat sengit ketika Gareth memompa baju tempurnya agar memberinya kekuatan yang lebih besar, padahal baju tempurnya masih dalam tahap percobaan.
“Tendanganku di awal tadi, rasanya sangat menyebalkan!” Gareth berputar-putar, memaksimalkan kekuatan pelontar roketnya.
“Hoi! Kau bodoh apa?!” kapten Julian memarahi Gareth. “meskipun ini belum sempurna, kau jangan berbuat seenaknya!”
Djohan masih mampu melihat pergerakan Gareth, jika orang biasa, yang mereka lihat hanyalah sebuah garis berwarna biru terang yang melesat tidak karuan. Ini akibat dari desain baju tempurnya yang memiliki garis sebagai tanda jika baju tempurnya siap digunakan karena masih memiliki tenaga yang penuh. Meskipun begitu, pujian diberikan kepada Gareth karena kekuatannya jauh berkembang dibandingkan sebelumnya, terutama saat melawan Max.
“Di sini!” Djohan menggunakan cakarnya untuk menyerang, dalam sepersekian mili detik, Gareth mampu menghindarinya sambil membuat serangan balasan. “menarik!” di ujung matanya terlihat kapten Julian yang siap untuk menebasnya.
Kaki yang siap digunakan untuk menyerang balik Djohan mampu ditangkap, gerakannya seketika terhenti. Lalu Djohan melempar Gareth ke arah kapten Julian, tabrakan seharusnya terjadi namun Gareth tidak menyerah dengan membelokan badan di saat genting. Kapten Julian selamat namun dihadapannya sudah berdiri sosok Djohan, telapak tangannya digunakan untuk mendorong dagunya dengan keras hingga terpental.
“MASIH BELUM!” Gareth kembali melesat, sosok Djohan tiba-tiba menghilang. “eh?” baju tempur milik Gareth hancur tanpa diketahuinya, sel buatan yang mirip sel Beaters itu hancur lebur tidak terkendali. “bagaimana bisa?”
“Di mana?” ucap kapten Julian yang mencari keberadaan Djohan.
“Menyerahlah…,” Djohan sudah kembali berada di depan kapten Julian, memamerkan kukunya yang panjang tepat di ujung bola matanya.
“Kau menang,” kapten Julian mengulurkan tangannya, lalu Djohan membantunya tuk bangkit. Seketika Djohan kembali ke wujud manusianya.
Gareth yang tidak puas berjalan dengan amarah menuju Djohan, “Apa yang kau lakukan barusan?”
“Tidak, aku hanya lebih cepat darimu…,” Gareth mengerti apa yang Djohan katakan, tidak ada lagi hal yang perlu ditanyakan.
Kapten Julian sangat berterima kasih dengan Djohan karena mau membantunya mengumpulkan data, walaupun data tersebut lebih banyak dari baju tempur milik Gareth tapi setidaknya data itu bisa menjadi landasan bagi kemajuan baju tempur model terbaru ini. Harapannya data ini dapat membantu menyempurnakannya dalam waktu yang dekat.
“Aku lebih banyak menonton sih barusan, bocah itu sangat menyebalkan, nanti kuberitahu kaptennya baru tahu rasa!” kapten Julian merengek seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon oleh ibunya.
Djohan memandangi Gareth yang berjalan keluar, ia paham betul bahwa kekecewaan sedang menyelimuti anggota BASS tim 13 itu. Hal yang tidak diketahuinya bahwa Djohan terus berlatih dan terus menambah jamnya ketika tuan Stam memberi peringatan tentang kebangkitan Red Sun. Di lantai atas sudah dipenuhi oleh beberapa pelanggan saat Gareth terlihat muncul.
“Tumben sekali tidak ada keributan,” sindir Solo saat melihat Gareth.
“Terima kasih atas waktunya,” jawabnya dengan sangat dingin.
“Eh...kau pasti kalah telak melawan Djohan kan?”
Gareth menghentikan langkahnya, suasana menjadi sangat tegang karena aura yang dikeluarkannya sangat kelam. Lio sudah bersiap di dalam jika terjadi sesuatu yang di luar kendali, begitu pun dengan Gonzalo meskipun tahu bahwa Gareth tidak akan melakukan sesuatu yang konyol, terlebih lagi kepada Silver Clan.
“Kau benar, aku masih lemah,” ucap Gareth sambil membalikan kepalanya, senyumnya begitu dipaksakan.
Solo malah kesal melihatnya, ekspresi Gareth barusan terkesan mengejeknya. Gonzalo mampu menahannya karena ada beberapa pelanggan yang sudah menikmati kopi hangat.
Di luar sudah ada mobil suv hitam yang sudah menunggu Gareth, ekspresi kekecewaannya begitu terlihat dari dalam mobil. Gareth membuka pintu depan, lalu langsung menyenderkan kepalanya dibantalan yang empuk. Seseorang yang berada di area supir melihatnya dengan mata yang sinis, yaitu Leah yang memutuskan untuk menunggu saja di dalam mobil.
“Ada apa dengamu? Apa datanya tidak dapat?” tanya Leah.
“Aku dapat banyak, hanya saja…,” Gareth diam sesaat, lalu mengalihkan pembicaraannya.
“kenapa kau duduk saja di sini, tidak masuk ke dalam. Masih malu bertemu dengan Djohan?”
Wajah Leah memerah, “Tidak ada urusannya dengan itu!” mobil dinyalakan dan kaki kanannya menginjak gas dengan sangat dalam.
“HEI LEAH, HATI-HATI BANYAK ORANG DI SINI!” Gareth teriak ketakutan karena Leah membawa mobil dengan ugal-ugalan.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas