- Beranda
- Stories from the Heart
Demi Sebuah Ponsel Keluarga Ini Hancur Berantakan.
...
TS
User telah dihapus
Demi Sebuah Ponsel Keluarga Ini Hancur Berantakan.

~Semua ini memang mutlak sebuah kesalahan saya, dan saya sangat menyesalkan atas tindakan yang saya perbuat~


Halo nama saya Andi (nama samaran)umur saya 20 tahun dan sedang merintis bisnis sebagai wirausaha kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya yang memilukan tentang memberikan ponsel kepada kedua orangtuaku walaupun awalnya nampak bahagia dan dengan lengahnya bisa berakhir berantakan.
Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, saya ingin sekali membahagiakan mereka walaupun hanya sedikit yang bisa saya berikan, selagi nyawa masih dikandung badan dan ingin berbalas budi kepada mereka yang telah membesarkan saya sedari kecil dengan memberikannya ponsel merek apel kegigit.
Quote:
Kenapa saya berani membeli ponsel mahal ? Itu karena keinginan beliau mereka tidak sudi memegang ponsel Android takut alergi tuturnya, yahh dengan berat hati tabungan yang saya kumpulkan saya gelontorkan untuk membeli kedua ponsel teranyar tersebut dalam batinku tidak boleh perhitungan sama orang tua sendiri yahh meskipun bisa dikatakan inilah awal mula malapetaka itu terjadi.
Quote:
Saya masih ingat hari peristiwa ini bermula yaitu hari Jum'at saya sering menyebutnya dengan sebutan Jum'at kelabu bagi keluarga saya, kejadiannya pada petang hari setelah saya selesai bertugas dengan berjalan sedikit berlari menuju rumah lebih spesifik mengarah ke ruang keluarga dimana kedua orang tua saya bersemayam, dengan semangat 45 saya berkata sembari berteriak Ayah Bunda aku pulang bawa kejutan !!! Kedua mata ayahanda menylidik sedangkan kedua mata ibunda menatap tajam bertanya-tanya dalam pikiran apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan gairah darah muda mengalir deras ditubuhku saya keluarkan smartphone kalangan sultan di dalam tas dan mengatakan ayah mama aku bawa ponsel pesanan kalian !!!
Mereka nampak terkejut dengan suprise yang aku keluarkan mereka berjalan ke arah saya dan dengan gesit mengambil ponsel digenggaman tangan saya, dan mulai mengoperasikan HP besutan mendiang steve jobs tersebut tanpa perlu berbasa-basi lagi mereka asyik dengan dunianya sendiri tanpa berkata sekatah apapun saya hanya menatap melongo kayak sapi ompong.
Dengan gairah darah muda mengalir deras ditubuhku saya keluarkan smartphone kalangan sultan di dalam tas dan mengatakan ayah mama aku bawa ponsel pesanan kalian !!!
Mereka nampak terkejut dengan suprise yang aku keluarkan mereka berjalan ke arah saya dan dengan gesit mengambil ponsel digenggaman tangan saya, dan mulai mengoperasikan HP besutan mendiang steve jobs tersebut tanpa perlu berbasa-basi lagi mereka asyik dengan dunianya sendiri tanpa berkata sekatah apapun saya hanya menatap melongo kayak sapi ompong.
Bersambung...
bandarlaguna dan 48 lainnya memberi reputasi
45
81.7K
10K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.6KAnggota
Tampilkan semua post
provocator.3301
#78
~Part 3~
Ayah Psikopat


Begitulah sifat ayah arogan, tempramental, egois, pemarah, dengki, munafik dan konotasi buruk lainnya jika dipersepsikan secara personal ayah saya itu tidak jauh berbeda dengan setan yeahh benar manusia berwujud iblis atau manusia yang bereinkarnasi menjadi Monster atau apalah kalian bebas untuk menyimpulkan bagi para pembaca memang saya terdengar sebagai anak yang kualat dan kurang ajar menyamakan orang tua dengan iblis tetapi itulah realita yang saya rasakan saat ini bagi kalian yang tinggal bersama orangtua harmonis akan mengumpat perkataan ini tapi beda cerita jika seseorang yang hidup di keluarga yang rusak oke lanjut...
Ibu saya yang sudah membina rumah tangga bersama ayah saya lebih dari setengah abad sudah tidak kaget dengan peristiwa ini, dengan diam membisu ia memungut makanan yang berceceran di lantai padahal makanan itu baru saja dimasak, dan lagi-lagi saya hanya bisa mengintip dibalik kamar diam menyepi bingung apa yang harus dilakukan saat saya menatap dengan tatapan kosong menatap jendela luar berharap bisa keluar bebas dalam belenggu terdengar suara
Bruakkkkk...Bukkkk....bukkkk....bukkkk....brukkkk...
aduh sakit pahh jerit ibu saya memohon untuk berhenti dipukul akan tetapi ayah saya tetap bersemangat memukul ibu saya membabi buta layaknya orang kesurupan.
Dengan sedikit menggeram Sicodet (mulai sekarang ayah saya akan saya panggil dengan sebutan ini)menendang ibu saya sekuat tenaga menggunakan kaki tepat mengenai bahunya satu tendangan mengenai telinga satu tendangan lagi mengenai kepala pada saat itu ibu saya hanya bisa meringkuk memegang badannya menahan rasa sakit setelah kenyang di bogem sampai babak belur dan pasrah duduk dilantai ditemani makanan yang berserakan ia menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh anak-anaknya.
Terdengar suara langkah kaki dan Bruaaakkkkk.....
pintu kamar saya ditendang sekuat-kuatnya sampai pintu kayunya retak dengan sekuat tenaga ia menjambak rambut saya menyeret keluar dan melemparkan saya menuju ibu dengan biadab ia membantai kami dengan siksaan dan diakhiri meludah ke-lantai dan mengumpat kata-kata kebun binatang beserta bahasa kotor lainnya...
Hehhh Gembel, ANJING aja kalau dilatih sama majikannya bisa pinter kok elu bodohNYA melebihi binatang sihh...nyesel gw punya anak kaya elu gk bisa banggain orang tua, tadi saya pas ambil gajian ketemu temen saya pak Alferd bawa mobil katanya hadiah dari anaknya, trus pak Gunawan bawa motor gede hasil pemberian anaknya, nahh elu bisa ngasih apa ke gua, nihil nol besar lu disini cuman makan, tidur, berak gk ada bedanya sama BABI numpang hidup kayak MONYET dipenangkaran prinsip saya itu cuman satu klo anak yg gk berguna dan membangkang bakalan gw buang tuhh lihat abng sama kakak lu gw usir gk gw anggep anak lgi karena mereka gk patuh perkataan gw sekarang gw kasih lu tenggat waktu smpe sebulan klo lu sampai gk bisa menghasilkan apa-apa mending lu angkat kaki dirumah gw....
Setelah puas dia memberikan ceramah tidak lupa ia memberikan hadiah pukulan yang dilayangkan kebadan ini ibu saya berusaha melerai namun langsung ditampar dengan buas sama si codet sekitar 10 menit berlalu ketika penyiksaan itu berakhir kondisi fisik sudah babak belur yang ironisnya diperbuat sama ayah kandung sendiri sesudah peristiwa berdarah itu berakhir ia pergi tanpa rasa dosa dan tanpa rasa penyesalan entah pergi kemana dan saya berharap ia tidak perlu datang lagi untuk selama-lamanya...
Dan saya memeluk ibu sambil menangis mah maafin saya sebagai seorang putra satu-satunya belum bisa melindungi mama, ibu saya balas memeluk dan berkata sambil berbisik sudahlah nak memang begitu sifat ayahmu dari pertama kali ibu nikah juga orangnya sudah berwatak keras...
#bersambung
Ayah Psikopat


Begitulah sifat ayah arogan, tempramental, egois, pemarah, dengki, munafik dan konotasi buruk lainnya jika dipersepsikan secara personal ayah saya itu tidak jauh berbeda dengan setan yeahh benar manusia berwujud iblis atau manusia yang bereinkarnasi menjadi Monster atau apalah kalian bebas untuk menyimpulkan bagi para pembaca memang saya terdengar sebagai anak yang kualat dan kurang ajar menyamakan orang tua dengan iblis tetapi itulah realita yang saya rasakan saat ini bagi kalian yang tinggal bersama orangtua harmonis akan mengumpat perkataan ini tapi beda cerita jika seseorang yang hidup di keluarga yang rusak oke lanjut...
Ibu saya yang sudah membina rumah tangga bersama ayah saya lebih dari setengah abad sudah tidak kaget dengan peristiwa ini, dengan diam membisu ia memungut makanan yang berceceran di lantai padahal makanan itu baru saja dimasak, dan lagi-lagi saya hanya bisa mengintip dibalik kamar diam menyepi bingung apa yang harus dilakukan saat saya menatap dengan tatapan kosong menatap jendela luar berharap bisa keluar bebas dalam belenggu terdengar suara
Bruakkkkk...Bukkkk....bukkkk....bukkkk....brukkkk...
aduh sakit pahh jerit ibu saya memohon untuk berhenti dipukul akan tetapi ayah saya tetap bersemangat memukul ibu saya membabi buta layaknya orang kesurupan.
Dengan sedikit menggeram Sicodet (mulai sekarang ayah saya akan saya panggil dengan sebutan ini)menendang ibu saya sekuat tenaga menggunakan kaki tepat mengenai bahunya satu tendangan mengenai telinga satu tendangan lagi mengenai kepala pada saat itu ibu saya hanya bisa meringkuk memegang badannya menahan rasa sakit setelah kenyang di bogem sampai babak belur dan pasrah duduk dilantai ditemani makanan yang berserakan ia menahan tangisnya agar tidak terdengar oleh anak-anaknya.
Terdengar suara langkah kaki dan Bruaaakkkkk.....
pintu kamar saya ditendang sekuat-kuatnya sampai pintu kayunya retak dengan sekuat tenaga ia menjambak rambut saya menyeret keluar dan melemparkan saya menuju ibu dengan biadab ia membantai kami dengan siksaan dan diakhiri meludah ke-lantai dan mengumpat kata-kata kebun binatang beserta bahasa kotor lainnya...
Hehhh Gembel, ANJING aja kalau dilatih sama majikannya bisa pinter kok elu bodohNYA melebihi binatang sihh...nyesel gw punya anak kaya elu gk bisa banggain orang tua, tadi saya pas ambil gajian ketemu temen saya pak Alferd bawa mobil katanya hadiah dari anaknya, trus pak Gunawan bawa motor gede hasil pemberian anaknya, nahh elu bisa ngasih apa ke gua, nihil nol besar lu disini cuman makan, tidur, berak gk ada bedanya sama BABI numpang hidup kayak MONYET dipenangkaran prinsip saya itu cuman satu klo anak yg gk berguna dan membangkang bakalan gw buang tuhh lihat abng sama kakak lu gw usir gk gw anggep anak lgi karena mereka gk patuh perkataan gw sekarang gw kasih lu tenggat waktu smpe sebulan klo lu sampai gk bisa menghasilkan apa-apa mending lu angkat kaki dirumah gw....
Setelah puas dia memberikan ceramah tidak lupa ia memberikan hadiah pukulan yang dilayangkan kebadan ini ibu saya berusaha melerai namun langsung ditampar dengan buas sama si codet sekitar 10 menit berlalu ketika penyiksaan itu berakhir kondisi fisik sudah babak belur yang ironisnya diperbuat sama ayah kandung sendiri sesudah peristiwa berdarah itu berakhir ia pergi tanpa rasa dosa dan tanpa rasa penyesalan entah pergi kemana dan saya berharap ia tidak perlu datang lagi untuk selama-lamanya...
Dan saya memeluk ibu sambil menangis mah maafin saya sebagai seorang putra satu-satunya belum bisa melindungi mama, ibu saya balas memeluk dan berkata sambil berbisik sudahlah nak memang begitu sifat ayahmu dari pertama kali ibu nikah juga orangnya sudah berwatak keras...
Saya berkata dengan amarah bolehkah saya membunuh ayah ?
***
#bersambung
Diubah oleh provocator.3301 27-09-2022 23:38
knoopy dan atikamut memberi reputasi
2
Tutup

