_31 Desember 2016 20.30 Madesde : Hai, Nes… Masih inget aku ga?_
_01 Januari 2017 00.07 AnestyaD : Hai.. Kamu temen paskibrakaku di tahun 2009 bukan sih?_
_00.09 Madesde : Iya, betul. Akhirnya, setelah setahun nungguin, dibales juga wkwk_
_00.10 AnestyaD : Hahaha setahun banget emang?_
_00.11 Madesde : Yaa aku chat kamu di 2016. Kamu balesnya di 2017. Setahun kan?_
_00.15 AnestyaD : Yeee ngelawak haha. Btw nama kamu siapa maaf? Aku inget sekilas kalau dulu saat di paskib ada yang namanya Made. Itu kamu kan ya? Hihi maapin takut salah orang._
_00.16 Madesde : Iyaa, namaku Made Darma._
_00.16 AnestyaD : Kalau gitu aku panggil Darma ya?
_00.16 Madesde : Dulu saat paskib, kamu kan cewe yang paling banyak fansnya. Tapi kamunya jutek banget saat aku mau kenalan. Hahahaha_
_00.19 AnestyaD : Haha selain jutek aku juga galak!! AAUUUM!!_
_00.21 Madesde : Wah jangan-jangan kalau tengah malam berubah jadi harimau ya?_
_00.23 AnestyaD : Hahahahahha!!_
Membalas pesan Darma malam itu, mengingatkanku pada momen-momen saat aku terpilih menjadi bagian dari PASKIBRAKA
(Pasukan Pengibar Bendera Pusaka)tingkat Kabupaten di tahun 2009. Aku yang saat itu masih baru masuk sebagai siswi SMA, rela tidak mengikuti mata pelajaran selama satu bulan lamanya. Bahkan aku juga rela saat rambut panjangku yang sudah tak kupotong selama hampir dua tahun harus dipotong pendek (diatas bahu, tepat dibawah kuping).
Aku yang masih belum tahu tentang sunblock atau sunscreen apalagi skincare, ngerasa pede banget dengan warna kulit yang mulai gosong karena latihan tiap hari dibawah terik panas sinar matahari. Jika diliat kembali foto masa itu, terlihat gigiku dan mataku yang tampak putih, sedang kulit wajahku? Argh sudahlah hehehe.
Meski begitu, ada kebanggaan tersendiri sih saat aku menjadi salah satu tim pengibar bendera kala itu. Apalagi, aku berhasil terpilih menjadi Pasukan Delapan, si Pembawa Baki.
Yaa meski hal itu menimbulkan banyak pro-kontra dari pihak orangtua karena aku adalah anak dari seorang PNS biasa, bukan anak pejabat daerah.
Kata mereka : “Emang Anes anak siapa? Orangtuanya kerja apa? Kenapa dia yang kepilih di pasukan delapan? Anak saya anak wakap*lres loh, anak Ibu ini juga anak koram*l. Kenapa ga kepilih di pasukan delapan?”.
Lalu, dengan tegas pelatih-pelatihku mengatakan bahwa kemampuan baris-berbarisku lebih bagus dari anak-anak mereka, juga tinggiku yang lebih tinggi dari anak-anak mereka, dan gerakanku tetap tegas (ga lemes) meski sudah latihan berjam-jam. Jadi untuk menjadi Pasukan Delapan, bukan dilihat dari dia anak siapa, tapi dilihat dari kekuatan fisik dan juga pertahanan menjaga irama dalam gerakan.
Lucu yaa ibu-ibu pejabat itu hehehe. Saat ngejatuhin seseorang harus gitu ya di depan orangnya langsung? Saat itu aku masih baru lulus SMP loh!! Tapi gapapa sih, kalau ga gitu, mentalku ga bakal sekuat sekarang. Yakan? Hehehe.
—
Pada suatu hari di jam istirahat untuk makan siang, ada seorang cowok yang tak pernah ku kenal sebelumnya
(padahal hari itu sudah memasuki minggu ketiga kami latihan baris-berbaris bersama), tengah berjalan menghampiriku yang sedang duduk di atas rerumputan seorang diri. Aku yang ketika itu merasa takut, sama sekali tak berani untuk melihat wajahnya. Jadi yang bisa kulakukan yaa hanya bersikap cuek sambil minum air gelas untuk ngurangin rasa panik.
“Hai Nes, aku Made Darma.”, ujarnya sembari menjulurkan tangannya ke arahku, seperti mengajak bersalaman. Aku menatap tangannya kemudian beralih menatap sepatunya alih-alih menatap wajahnya. Karena bingung harus gimana dan lebih ke malu jika ada yang melihat aku bersalaman dengannya dan takut dicie-ciein setelahnya, akupun langsung berdiri dan melangkah pergi menjauh darinya, memilih untuk mengabaikannya.
‘
Iiiih kog aku jahat banget gitu siiih!!!’, gerutuku dalam hati saat mengakhiri ingatanku itu.
***
Di pagi harinya dan di hari-hari setelahnya, aku masih berkirim pesan dengan Darma. Yaa itung-itung nambah temen ya kan, juga biar ga sepi-sepi amat nih handphone! Soalnya sejak si Mas Ibor kabur ninggalin aku lalu diem-diem nikah, handphone aku bener-bener ga pernah ada notifikasi chat dari cowok wkwk.
Katanya, dia adalah seorang mahasiswa di Jakarta. Dan sekarang lagi libur natal-tahun baru dan sedang pulang kampung yang letak kampungnya sama dengan kampung halamanku. Tapi katanya, dia bukan asli orang sana.
Mengenai kejadian tujuh tahun silam ketika aku nyuekin dia abis-abisan, aku sudah meminta maaf padanya. Berharap dia benar memaafkanku.
// Darma : Nes, kamu jomblo atau udah ada yang punya? //
// Anes : Kamu? //
// Darma : Dih, ditanya malah tanya balik wkwk //
// Anes : Jomblo kog. Kamu? //
// Darma : Sama, aku juga jomblo hehe. Ohya kamu mau cari pacar atau cari suami Nes? //
// Anes : Kayanya cari pacar untuk ku jadiin suami sih. //
// Darma : Hm memang kamu mau cari suami yang gimana? //
// Anes : Selain harus seiman, aku ga mau kalau dia itu anggota TNI atau Polisi atau Pilot. Kalau kamu? //
// Darma : Aku ga mau kalau dia pramugari. //
// Anes : Hahaha kenapa? //
// Darma : Ga tau sih, ga mau aja hehehe. //
Saat aku mendapatkan pertanyaan itu darinya di room chat di aplikasi line, engga tau kenapa aku mau ngejawabnya, yaa meski ngejawab sekenanya sih. Aku tuh kaya kehipnotis sama setiap ketikan kalimatnya gitu. Hehehe.
Ohya, saat itu, aku tak memberitahunya bahwa aku sedang mengikuti proses rekrutmen pramugari. Ga tau juga kenapa aku harus melakukan itu.
Ngomong-ngomong, ada pesan dari dia yang lebih mencengangkan lagi. Ceritanya, saat itu aku baru selesai shalat malam. Lalu ga disangka-sangka, handphone aku berbunyi, ada notifikasi pesan masuk. Saat aku melihat pesan masuk itu dari siapa, ternyata pesan dari Darma.
// Nes… //
// Yaaa? //
// Kalau kamu nantinya juga ada rasa ke aku, mau ga kamu shalat istikharah juga? //
// Hm maksudnya? //
Jujur saat itu akunya ga ngerti sama maksud kalimatnya. Dan sebelnya, dianya ga segera membalas pertanyaanku. Sungguh aku jadi penasaran setengah mati.
Karena itu, aku mulai pengen tahu tentang dia. Dan akhirnya,
-untuk pertama kalinya-, aku pun melihat foto profilnya dengan seksama.
(Foto profil Darma yang kulihat saat itu, mirip sama Rizky Nazar yang ini. Ada brewok tipis dan rambut yang sedikit acak-acakan. Perawakan Darma pun persis sama dengan artis ini.
)
-foto diambil dari google-