- Beranda
- Stories from the Heart
Kamus Kehidupan ku
...
TS
xandler
Kamus Kehidupan ku
Quote:

Quote:
GIF
Read First ;
1.Cerita ini 100% fiksi.
2.Update akan keluar 2 - 3 hari sekali.
3.Dilarang menyalin, mempublikasikan nya ke tempat lain tanpa persetujuan penulis "Xandler".
4.Ini pertama kali nya saya menulis tentang cerita Pure Romance, dengan sedikit bumbu komedi. Anggap saja cerita ini sebagai ajang belajar saya.
5.Ini akan menjadi cerita pendek, yang akan memakan sekitar 20 chapter.
6.Update akan di mulai pada tanggal 25 Agustus 2022.
Quote:
PROLOG ;
Miya adalah seorang perempuan yang berasal dari desa kecil, yang datang ke ibu kota jakarta untuk mengadu nasib.
Selama di kampung halaman nya, ia hanya hidup berdua dengan ibu nya di sebuah rumah kecil, dan dia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis yang sukses.
Orang tua nya bercerai saat ia masih berusia 8 tahun, lalu ayah nya pindah dan pergi meninggalkan mereka berdua tanpa meninggalkan apa pun
Miya mengambil kuliah dengan jurusan sastra di kota bandung, dan semenjak lulus kuliah dia pindah ke ibu kota, lalu dia berhasil bekerja di sebuah perusahaan Media yang cukup besar, sebagai seorang asisten penulis.
Awal nya dia mengira semua nya akan berjalan sesuai rencana nya, sampai di suatu titik dia menyadari bahwa hidup tidak lah semudah apa yang ia fikirkan.
Dia memiliki teman pria dari masa kecil nya, yang saat ini bekerja sebagai seorang jaksa, bernama Ervin. Yang selalu memberinya semangat di setiap Miya sedang jatuh.
Di sisi lain, Seorang aktor terkenal bernama Melvin, yang saat itu sedang begitu naik daun. Malvin memiliki sifat yang cukup narsis dan begitu percaya diri akan wajah tampan dan juga bakat nya.
Hingga pada sebuah takdir yang membuat nya bertemu dengan Miya, Takdir yang juga akan ikut merubah kehidupan nya. Yang akan membuat nya memandang dunia dengan cara yang berbeda
Cerita ini akan berfokus kepada Miya, seorang penulis wanita berumur 27 tahun, yang memiliki sifat keras kepala, pantang menyerah, teguh akan pendirian nya dan memiliki rasa penyayang
Akankah dia berhasil meraih mimpi nya? atau justru mimpi nya akan tergerus oleh kenyataan pahit di depan mata nya?
Quote:
Diubah oleh xandler 30-08-2022 01:45
pilotamoy141 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
2.5K
Kutip
22
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
xandler
#2
Quote:
Chapter 1 : worst day
"Mamah.... Suatu hari nanti, Aku pasti akan menjadi penulis terbaik dan akan membeli rumah yang sangat... sangatttt besar untuk mamah hehe". ucap ku dengan begitu bersemangat.
"ya.. tentu kamu pasti bisa". jawab ibu ku tersenyum sembari memeluk ku
.
.
*Suara Alarm*
Suara alarm tiba-tiba saja membangunkan ku dari mimpi, dengan perlahan aku mencoba untuk mencari keberadaan handphone ku, hingga akhirnya aku menemukan nya di bawah bantal.
"HAAHHHH...???????".
Sial.. Bagaimana aku bisa memasang alarm 1 jam lebih lambat? ahh.. aku benar-benar lupa untuk mengganti nya, karna hari ini adalah jadwal meeting pertama ku untuk set Drama yang akan segera di tayangkan.
Dengan terburu-buru aku langsung menuju kamar mandi, dan langsung menggosok gigi lalu memakai sabun muka.
*Suara telfon*
"ahh.. siapa coba nelfon sepagi ini?".
Dengan gosok gigi yang masih berada di mulut, aku pun berlari keluar kamar mandi dan segera melihat panggilan di handphone ku..
"Halo pak?".
"Miya.. Salinan untuk episode 1 sama kamu kan??".
"heh? masa sih pak? seinget saya sudah saya kasih ke ibu indah".
"loh.. ibu indah saya tanya kata nya sama kamu".
"ya-yaudah pak... saya print ulang deh, nanti aaya bawa untuk meeting hari ini".
"oke.. jangan sampai telat ya".
Setelah panggilan di tutup, secara reflek aku membanting handphone ku ke kasur dengan keras nya.
"Wanita itu... bagaimana dia bisa menyalahkan ku, aku sangat yakin telah memberikan naskah nya kepadannya... arrggghhhh".
Dengan kondisi rambut setengah basah, dan gosok gigi yang masih berada di mulut ku, aku membuka laptop dan langsung mengulang print untuk skrip episode satu. Untung saja aku sudah memiliki alat print sendiri.
Selagi menunggu aku pun kembali ke kamar mandi untuk melanjutkan cuci muka dan menggosok gigi...
"Mandi ga ya? ga usah ah.. pake minyak wangi aja".
*Duarrr*
Ketika aku galau untuk mandi atau tidak, karna waktu yang mepet. Tiba-tiba aku mendengar suara ledakan yang berasal dari kamar ku, aku pun langsung keluar melihat apa yang terjadi..
"Si-si-si-.....SIIAAAALLLAAAANNNNNNN"....
Aku tidak bisa lagi menahan emosi ku, bagaimana mungkin alat print ku yang baru saja aku beli bisa meledak seperti itu.
*tok tok tok tok*
Tiba-tiba saja seseorang mengetok pintu kamar ku, aku yang sedang di penuhi oleh emosi pun langsung peegi menuju pintu...
"siapa lagi cobaaaa"...
Dan ketika aku membuka pintu, ternyata itu adalah Ervin yang sudah terlihat rapih dengan Jas nya..
"E-e-ervan??". ujar ku terkejut.
Sesaat dia melihat ku, tiba-tiba saja dia langsung memalingkan tatapan nya dengan wajah malu..
"Kamu kenapa??". tanya ku kembali.
"i-itu...". ujar nya tanpa melihat ku.
"eh??".
Aku pun perlahan melihat pakaian yang sedang aku kenakan, dan... aku pun ebgitu terkejut, ternyata aku masih memakai tank top dan celana pendek...
"Ahhh... maaf-maaf". ucap ku yang langsung menutup pintu.
Setelah memakai jaket yang aku gantung di samping pintu, aku pun kembali membuka pintu dan mempersilahkan Ervan masuk.
Ervan adalah satu-satu nya teman SD yang masih sering melakukan kontak dengan ku sampai saat ini, dia adalah orang yang begitu tekun dengan pekerjaan, hingga dia berhasil menjadi jaksa di usia yang cukup muda.
Dia tinggal di sebelah apartemen ku, dan jujur saja aku terkadang bingung di buat nya, maksud ku dia adalah seorang jaksa yang berpenghasilan tinggi, namun mengapa dia mau tinggal di apartemen kecil seperti ini.
"Kamu kenapa kesini?". tanya ku.
"Sebelum tanya itu... aku lebih penasaran sama printer kamu yang keluar asap". ujar Ervan.
"AHHHHH AKU LUPAAA".... Teriak ku panik.
Lalu Ervan pun membantu ku dengan melihat bagian belakang printer, yang ternyata stop kontak tempat aku mencolok kabel basah karna minuman yang aku tumpahkan semalam, karna aku terlalu lelah untuk mengelap nya malam itu, jadi aku berfikir untuk membersihkan nya besok.
"aduhh... terus gimana skrip nya dongg". eluh ku panik.
"haha... kamu emang dari dulu ga pernah berubah, selalu ceroboh". ucap nya tersenyum.
"ihhh... bukan saat nya ngungkit masa lalu, skrip ini tuh nyawa aku". eluh ku kembali.
"yaudah tenang... Karna sidang hari ini baru di gelar siang, kamu aku anterin nge print dulu, baru aku anterin ke kantor". ujar nya tersenyum.
"ahh.. kamu emang the best lah, sahabat terbaikk". ujar ku sembari memegangi tangan nya.
Lalu aku pun menarik nya keluar apartemen ku dan meminta nya menunggu di luar..
"eh? aku nunggu di luar?". tanya Ervan terkejut.
"iya lah.. di apartemen aku kan ga ada kamar, cuma ada 1 ruangan.. aku mau ganti baju dimana??". ujar ku yang langsung menutup pintu.
Setelah menghabiskan kurang lebih 15 menit untuk merapihkan rambut, dan berpakaian rapih.. dengan kemeja cream dan celana bahan hitam, aku pun keluar menemui Ervan dan langsung menarik tangan nya menuju tempat parkir.
.
.
"make up mana make up".
Ketika berada di dalam mobil Ervan, aku sibuk dengan make up ku, karna sejak di rumah aku tidak ada waktu melakukan nya.
"Kenapa nyengir-nyengir??". tanya ku.
"haha gpp... cuma udah lama aja ga liat kamu kaya gini". ujar nya tersenyum sembari menyetir.
"ia juga ya.. terakhir tuh kalo ga salah 6 bulan lalu, di hari terakhir pendidikan kamu, sekarang liat.. udah jadi Jaksa super sibuk". ujar ku sembari memakai lipstik.
"haha... maklum lah, terkadang dalam sehari aku bisa nanganin 2 kasus sekaligus, faktor kekurangan orang". ujar Ervan.
"oia van... aku boleh nanya sesuatu?". Tanya ku menatap nya.
"boleh..". jawab nya.
"Kamu kan bukan dari kalangan keluarga biasa kaya aku, di tambah.. sekarang kamu udah jadi jaksa yang penghasilan nya udah ga bisa di bilang sekedar cukup aja... kenapa kamu masih tinggal di apartemen sumpek kaya aku?". tanya ku.
"eh? y-ya karna aku udah nyaman aja". ucap nya grogi.
"hehhh... masa sih? tapi kaya nya aku tau kenapa". ujar ku kembali.
"A-apa tuh?". ujar nya menelan ludah.
"Karna pramugari yang tinggal di lantai bawah kan???.. aku sering liat kamu ngobrol berdua, masa sampe sekarang kamu ga berhasil deketin dia". ujar ku.
"ha? bu-bukan lah.. dia cuma tetangga biasa aja". ucap nya.
"hmmm.... iya deh iya". ledek ku.
"tapi.. kamu bener-bener mau tau alasan aku masih tinggal di sana?". ucap nya menatap ku serius.
"eh? kok tiba-tiba jadi serius gini hawa nya... yaudah.. karna apa?". tanya ku kembali.
Dia terlihat mengambil nafas sejenak, seperti sedang mengumpulkan keberanian.
"Ka-karna aku su-
"EHHH ITU FOTO COPY NYA.....". ujar ku memotong pembicaraan.
Secara reflek ketika aku melihat ruko foto copy, aku langsung saja menunjuk nya, karna aku benar-benar harus mem print skrip ini.
Ervan pun langsung menghentikan mobil nya. Dan aku langsung turun dan mengeprint skip untuk episode satu.
Lalu sekitsr 15 menit kemudian, dengan perasaan yang begitu lega, aku kembali ke dalam mobil Ervan..
"ahhh... akhirnya selesai, oia tadi kamu mau ngomong apa van??". tanya ku.
"eh? ga penting juga kok, lupain aja". ucap nya tersenyum.
"hmm sory ya, tadi tiba-tiba reflek aja pas liat tukang foto copy". jawab ku.
"lagian kenapa gak kamu print di kantor aja? di kantor kan pasti ada printer". tanya nya.
"ada sih, tapi aku males kalo harus denger sindiran dari Pak Agus, pasti dia nanti bilang masa tugas udah 2 minggu masih harus di print di kantor juga pas hari H meeting... aku juga kan sering cerita sama kamu dulu tentang bawel nya dia". eluh ku.
"kamu ga pernah berfikir untuk pindah kantor gitu? kaya nya dari yang aku dengar dari cerita kamu, atasan kamu jarang yang beres". ujar nya.
"huft.. mau gimana lagi, aku udah ngerasa kalau pekerjaan ini seperti hidup aku sendiri, di tambah.. untuk penulis pemula seperti aku ini, ini salah satu perusahaan terbaik untuk belajar dari nama-nama penulis besar". eluh ku menghela nafas.
"hmm ya kalau gitu... aku cuma berdoa yang terbaik buat kamu". ujar ervan tersenyum.
"hehe... aku tau kalo itu". ujar ku sembari mencubit pipi kanan nya.
"duh aduh....". ujar nya.
Sekitar 30 menit di perjalanan, akhir nya aku pun sampai di kantor, tidak lupa aku berterimakasih kepada ervan telah mengantarkan ku kesini.
Lalu tanpa basa basi, aku pun langsung masuk ke dalam gedung dan berlari menuju lift, dan ketika aku sudah dekat dengan lift.. aku melihat pintu lift hampir saja tertutup.
"Tu-tunggu.....". teriak ku.
Terlihat seorang pria bertubuh tinggi, dan juga berwajah rupawan di dalam lift tersebut, namun bukan nya ia menolong ku memencet tombol, ia malah memalingkan wajah nya dari ku.
Namun untung saja dengan tepat waktu, aku berhasil menyelipkan kaki ku dan berhasil menghentikan pintu lift untuk tertutup. Dan dengan nafas ngos-ngosan aku pun berhasil masuk ke dalam lift.
"Kau sebegitu nya ingin menemui ku? kau dari surat kabar mana?". ujar pria tersebut.
"heh?". saut ku bingung.
"wahhh.... sampai pura-pura tidak tau, kau ingin berpura-pura bodoh? kau sebegitu nya ingin tanda tangan ku? sini berikan buku mu". ujar nya yang langsung menarik buku di tangan ku.
"eh eh... i-ituu---".
Dengan rasa bingung tentang apa yang sesari tadi pria ini ocehkan, ia tiba-tiba merenggut skrip yang baru saja aku print dan langsung menandatangani nya.
"Wah... kau sampai memiliki judul drama ini.... nih... puas kan??... sekarang jangan ganggu aku lagi" ujar nya dengan wajah yang menyebalkan.
"k-kau....k-kau"...
"kau??"
"KAAAUUUUUUU......"
"heh?"
*dukkkk*
Aku dengan sekuat tenaga menginjak kaki nya, hingga membuat dia langsung jatuh sembari memegangi kaki kiri nya.
"AKU BAHKAN TIDAK TAU SIAPA KAU, BE-BERANI-BERANI NYA KAU MENGOTORI SKRIP KU INI". Teriak ku begitu keras di dalam lift.
"Heh? hah?? ja-jangan berbohong, tidak mungkin aku tidak mengenal ku". ujar nya kebingungan.
"biar aku ulangi sekali lagi... AKU TIDAK MENGENAL MU MANUSIA ANEH". Teriak ku mengeaskan.
Dia pun langsung terlihat begitu ketakutan setelah aku membentak nya.
Dan setelah lift terbuka, dan ada beberapa orang yang melihat kami berdua dengan situasi aneh ini, namun aku tidak memperdulikan nya dan langsung menuju ruang meeting.
"Gimana miya? skrip nya udah kamu print?". tanya pak agus.
"u-udah pak, tapi maaf.. ada orang aneh tadi tiba-tiba nyoret-nyoret cover skrip nya". ujar ku.
"eh? orang aneh?.. yaudah itu ga penting sekarang, yang penting kamu sekarang tolong bagikan beberapa salinan nya ke tiap bangku ya". ujar Pak Agus.
"baik pak". jawab ku.
Aku pun memfoto copy menjadi 10 salinan untuk ku bagikan ke setiap crew yang akan terlibat dalam drama ini.
Dan setelah selesai, aku pun langsung masuk ke dalam ruang meeting dan membagikan skrip tersebut, dan lalu aku pun duduk di samping pak agus sebagau perwakilan atas bu indah yang tidak bisa hadir karna sakit.
Lalu.. beberapa saat sebelum meeting ingin di mulai, seorang sutra mengatakan kalau aktor utama dalam drama ini akan datang sendiri ke meeting pertama ini..
Dan satu ruangan pun menjadi bersemangat, mengingat.. jarang sekali seorang aktor utama mau datang ke meeting pertama seperti ini.
"ngomong-ngomong... aktor utama nya siapa pak?". bisik ku ke pak agus.
"eh? masa kamu gatau sih? aktor utama kita kali ini tuh aktor top yang lagi naik daun.. Melvin". jawab nya.
"hmm melvin?... Seperti pernah mendengar nama nya". ujar ku.
Dan tidak lama berselang, tiba-tiba saja seorang pria muncul ke ruang rapat, sembari berjalan agak pincang...
"Di-dia....". ucap ku.
"Kamu kenapa vin?". tanya sutradara.
"ah gpp.. yaudah bisa kita mulai meeting nya?". ujar Melvin.
"ME-ME-MELVINNNNNN"....
Teriak ku yang baru menyadari kalau pria yang aku temui barusan di lift adalah Melvin, aktor yang akan menjadi pemain utama dalam drama ini.
Perhatian seluruh ruangan pun langsung tertuju kepada ku, termasuk juga dengan Melvin... ia terlihat begitu terkejut saat melihat ku... tidak hanya terkejut, ia terlihat begitu ketakutan...
"KA-KAAUUU WANITA TADII?????"...
pilotamoy141 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Kutip
Balas
Tutup