- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28.6K
Kutip
706
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33.1KThread•55.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#248
Chapter 155
Quote:
Suasana menjadi jauh lebih sepi dan juga hening setelah kepergian Kaizer, Cronic lebih banyak diam dan jarang sekali keluar kamarnya. Bar yang sering menyediakan alkohol bagi para warga yang ingin menyejukan pikiran pun harus tutup tuk sementara, beberapa pelanggan regular menanyakan hal tersebut ketika secara tidak sengaja bertemu dengan Gonzalo di luar. Mereka tidak diberitahu alasan sebenarnya, renovasilah yang menjadi alasan paling masuk di akal saat ini.
Gonzalo duduk di taman, termenung sendirian, entah apa yang harus dilakukannya. Bar tutup sedangkan orang yang selalu memberikan arahan selama ini telah tiada. Tiap kali pintu kamar Cronic diketuk, tidak ada jawaban sama sekali. Ada keinginan dalam dirinya untuk memberikan motivasi atau semangat hidup pada Cronic, namun Gonzalo berpikir dirinya tidak ada kapasitas untuk melakukannya.
Orang-orang tampak semangat untuk menjalani hidup, meskipun kegiatan yang dilakukan selalu terulang setiap harinya. Ada keinginan untuk tetap hidup, penderitaan yang dijalani tidak berlangsung selamanya, ada kebahagiaan yang siap menanti bagi orang-orang yang selalu berjuan dan tidak patah semangat. Gonzalo meninggalkan taman, membawa semangat baru yang ingin diberikan pada Cronic, meskipun beresiko besar dengan kematian yang menunggu jika salah dalam berucap.
Kondisi bar gelap, hanya lampu meja bar saja yang menyala, itu juga hanya satu lampu sedangkan sisanya dibiarkan mati. Gonzalo jalan secara perlahan menuju lantai dua, hingga berada di depan pintu kamar Cronic, untuk sekali lagi mengetuk pintunya. Muncul keraguan saat belakang jemarinya sudah berjarak satu senti, apakah langkah ini sungguh tepat atau tidak.
“Hei…, tuan masih di sana?” ucap Gonzalo tidak jadi tuk mengetuk terlebih dahulu. “sudah beberapa hari semenjak Tuan Kaizer telah tiada, bar pun tutup….,” lanjutnya. “aku akan berbicara sebagai teman saat ini, jadi maafkan jika bahasa yang kugunakan sedikit lancang,” Gonzalo menarik nafas panjang, lalu mulai mengutarakan apa yang ada dibenaknya.
Gonzalo membicarakan semuanya, mulai dari awal mula ia mencari pekerjaan, hingga menemukan tempat kerjanya saat ini lalu berlanjut dengan sikap Kaizer maupun Cronic yang tidak pernah menganggap remeh dirinya dan selalu bersikap baik meskipun hanya sebagai pembuat minuman di bar. Dan juga rahasia yang mulai terbongkar, tidak ada perasaan takut yang muncul, semua berkat sikap yang ditunjukan selama ini oleh Kaizer dan juga Cronic. Pada akhirnya Gonzalo berpesan untuk terus melanjutkan apa yang Kaizer lakukan, melindungi banyak orang dari monster Beaters.
“Maaf jika aku salah menyebut, aku belum familiar dengan istilah-istilah baru ini,” Gonzalo mulai mundur menjauhi pintu. “untuk itu, aku ingin menjadi sepertimu, ubahlah aku menjadi sosok monster mengerikan yang dapat melindungi banyak orang!” ucapan Gonzalo itu membuat Cronic membukakan pintunya.
“Tidak…., aku tidak ingin muncul korban lainnya,” ucap Cronic yang tampak sangat lesu. “kau boleh pulang kerumahmu dan jangan lagi kembali ke sini,” saat ingin menutup pintunya, Gonzalo sempat menahan.
“Aku serius! Jika kau berdiam terus dan merenungi takdir yang tidak bisa dicegah, siapa yang akan melanjutkan mimpi tuan Kaizer!” Gonzalo meninggikan nada bicaranya. “aku ingat betul, saat tuan Kaizer membeberkan semuanya. Ia ingin sekali melindungi orang-orang di sini dari serangan monster yang berkeliaran, tidak perduli harus membutuhkan waktu sepanjang hidupnya!”
Cronic tidak terima Gonzalo berkata seperti itu, ia menarik kerah baju Gonzalo dengan kuat. “Jaga ucapanmu, jangan seolah-olah kau akrab dengannya!”
Gonzalo balik menarik kerah baju Cronic hingga benar-benar keluar dari area kamarnya, mengepal tinjunya dengan keras dan melemparkannya tepat ke pipi sebelah kanan. Serangan dari seorang manusia biasa itu mampu membuat Cronic jatuh.
“Tuan Kaizer yang menerimaku bekerja di sini, Tuan Kaizer juga yang memberikanku arahan, dan Tuan Kaizer selalu bertanya tentang keadaanku di pagi hari, TENTU AKU SUDAH AKRAB DENGANNYA!”
Cronic tidak berekasi, rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya. Tidak puas dengan satu pukulan telak, Gonzalo kembali mendekat, dan menarik lagi kerah baju Cronic. Bekas pukulan masih hangat terasa ditangannya, tapi Gonzalo masih sanggup memberikan pukulan bahkan hingga seratus kali pun ia sanggup.
“Apa kau bersedia tuk mati?” ucap Cronic.
“Hah? Apa maksudmu?” Gonzali balik bertanya.
“Tidak pernah dalam sejarah mengubah seseorang menjadi Beaters dalam kondisi masih hidup, semuanya harus mati terlebih dahulu, termasuk aku dan juga Tuan Kaizer…,” mendengar hal seperti itu Gonzalo melepaskan tangannya. “ada apa? kau takut kematian?” ledek Cronic.
Gonzalo malah tersenyum, “Kematianku tidak akan membuat orang lain bersedih, bahkan aku lebih baik memilih tidak dilahirkan jika harus tumbuh besar tanpa kehadiran orang tua,” baru kali ini Gonzalo bercerita tentang kehidupan pribadinya, membuat Cronic tertegun.
“bagaimana rasanya mati? Apakah itu sakit?” tanya Gonzalo yang tampaknya sudah siap.
“Aku akan membuatnya mudah dan tanpa rasa sakit untukmu,” jemari Cronic mendadak berubah menjadi kurus dan panjang, apalagi dengan kuku yang tajam.
Suara gemuruh sempat terdengar keras di dekat Wilson Bar, orang-orang yang kebetulan sempat bertanya-tanya karena cuaca sangat cerah dengan matahari paling terang di akhir tahun sepanjang hari. Suara yang dihasilkan berasal dari dalam, tepatnya ruangan rahasia di bawah tanah. Cronic tampak berdiri dengan pakaian yang compang-camping sementara Gonzalo tertidur didekatnya. Tampaknya Gonzalo sudah dijinakan oleh Cronic, gejala seperti ini memang biasa terjadi jika mengubah seseorang menjadi Beaters.
“Tinggal pemberian serum penahan sel saja, orang ini ternyata kuat juga…,” ucap Cronic sambil memandangi Gonzalo.
Keesokan harinya, Gonzalo terbangun dengan rasa tubuh hancur lebur, dirinya juga merasa sangat lapar. Tidak mengingat kejadian saat sisi manusianya digantikan dengan sisi monster yang sekarang hidup dibadannya. Ia beranjak dari kasur menuju ruangan bawah tempat bar berada untuk mengambil minuman segar, kebetulan bar belum dibuka kembali untuk bisnis.
“Cronic? ah maksudku tuan Cronic…,” melihat Cronic duduk di depan meja bar.
“Bagaimana? Apa yang kau rasakan?” tanya Cronic.
“Aku merasa sangat lapar dan tubuhku rasanya remuk seperti terjatuh dari gedung tinggi,” jawab Gonzalo.
“Hm, semuanya normal. Dan selamat, kau sudah resmi menjadi anggota Silver Clan…”
Gonzalo melompat kegirangan setelah mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari kelompoknya Cronic, padahal sisi manusianya ditumbalkan sebagai bayarannya.
“Jadi kapan kita memulai pemburuannya tuan Cronic? Malam ini?” tanya Gonzalo antusias.
“Tidak, kau belum siap. Ada beberapa latihan pengendalian lagi, kita mulai latihannya besok,” Gonzalo lesu mendengarnya. “dan ingat, panggil aku Tuan Stam…”
Gonzalo duduk di taman, termenung sendirian, entah apa yang harus dilakukannya. Bar tutup sedangkan orang yang selalu memberikan arahan selama ini telah tiada. Tiap kali pintu kamar Cronic diketuk, tidak ada jawaban sama sekali. Ada keinginan dalam dirinya untuk memberikan motivasi atau semangat hidup pada Cronic, namun Gonzalo berpikir dirinya tidak ada kapasitas untuk melakukannya.
Orang-orang tampak semangat untuk menjalani hidup, meskipun kegiatan yang dilakukan selalu terulang setiap harinya. Ada keinginan untuk tetap hidup, penderitaan yang dijalani tidak berlangsung selamanya, ada kebahagiaan yang siap menanti bagi orang-orang yang selalu berjuan dan tidak patah semangat. Gonzalo meninggalkan taman, membawa semangat baru yang ingin diberikan pada Cronic, meskipun beresiko besar dengan kematian yang menunggu jika salah dalam berucap.
Kondisi bar gelap, hanya lampu meja bar saja yang menyala, itu juga hanya satu lampu sedangkan sisanya dibiarkan mati. Gonzalo jalan secara perlahan menuju lantai dua, hingga berada di depan pintu kamar Cronic, untuk sekali lagi mengetuk pintunya. Muncul keraguan saat belakang jemarinya sudah berjarak satu senti, apakah langkah ini sungguh tepat atau tidak.
“Hei…, tuan masih di sana?” ucap Gonzalo tidak jadi tuk mengetuk terlebih dahulu. “sudah beberapa hari semenjak Tuan Kaizer telah tiada, bar pun tutup….,” lanjutnya. “aku akan berbicara sebagai teman saat ini, jadi maafkan jika bahasa yang kugunakan sedikit lancang,” Gonzalo menarik nafas panjang, lalu mulai mengutarakan apa yang ada dibenaknya.
Gonzalo membicarakan semuanya, mulai dari awal mula ia mencari pekerjaan, hingga menemukan tempat kerjanya saat ini lalu berlanjut dengan sikap Kaizer maupun Cronic yang tidak pernah menganggap remeh dirinya dan selalu bersikap baik meskipun hanya sebagai pembuat minuman di bar. Dan juga rahasia yang mulai terbongkar, tidak ada perasaan takut yang muncul, semua berkat sikap yang ditunjukan selama ini oleh Kaizer dan juga Cronic. Pada akhirnya Gonzalo berpesan untuk terus melanjutkan apa yang Kaizer lakukan, melindungi banyak orang dari monster Beaters.
“Maaf jika aku salah menyebut, aku belum familiar dengan istilah-istilah baru ini,” Gonzalo mulai mundur menjauhi pintu. “untuk itu, aku ingin menjadi sepertimu, ubahlah aku menjadi sosok monster mengerikan yang dapat melindungi banyak orang!” ucapan Gonzalo itu membuat Cronic membukakan pintunya.
“Tidak…., aku tidak ingin muncul korban lainnya,” ucap Cronic yang tampak sangat lesu. “kau boleh pulang kerumahmu dan jangan lagi kembali ke sini,” saat ingin menutup pintunya, Gonzalo sempat menahan.
“Aku serius! Jika kau berdiam terus dan merenungi takdir yang tidak bisa dicegah, siapa yang akan melanjutkan mimpi tuan Kaizer!” Gonzalo meninggikan nada bicaranya. “aku ingat betul, saat tuan Kaizer membeberkan semuanya. Ia ingin sekali melindungi orang-orang di sini dari serangan monster yang berkeliaran, tidak perduli harus membutuhkan waktu sepanjang hidupnya!”
Cronic tidak terima Gonzalo berkata seperti itu, ia menarik kerah baju Gonzalo dengan kuat. “Jaga ucapanmu, jangan seolah-olah kau akrab dengannya!”
Gonzalo balik menarik kerah baju Cronic hingga benar-benar keluar dari area kamarnya, mengepal tinjunya dengan keras dan melemparkannya tepat ke pipi sebelah kanan. Serangan dari seorang manusia biasa itu mampu membuat Cronic jatuh.
“Tuan Kaizer yang menerimaku bekerja di sini, Tuan Kaizer juga yang memberikanku arahan, dan Tuan Kaizer selalu bertanya tentang keadaanku di pagi hari, TENTU AKU SUDAH AKRAB DENGANNYA!”
Cronic tidak berekasi, rambutnya yang panjang menutupi sebagian wajahnya. Tidak puas dengan satu pukulan telak, Gonzalo kembali mendekat, dan menarik lagi kerah baju Cronic. Bekas pukulan masih hangat terasa ditangannya, tapi Gonzalo masih sanggup memberikan pukulan bahkan hingga seratus kali pun ia sanggup.
“Apa kau bersedia tuk mati?” ucap Cronic.
“Hah? Apa maksudmu?” Gonzali balik bertanya.
“Tidak pernah dalam sejarah mengubah seseorang menjadi Beaters dalam kondisi masih hidup, semuanya harus mati terlebih dahulu, termasuk aku dan juga Tuan Kaizer…,” mendengar hal seperti itu Gonzalo melepaskan tangannya. “ada apa? kau takut kematian?” ledek Cronic.
Gonzalo malah tersenyum, “Kematianku tidak akan membuat orang lain bersedih, bahkan aku lebih baik memilih tidak dilahirkan jika harus tumbuh besar tanpa kehadiran orang tua,” baru kali ini Gonzalo bercerita tentang kehidupan pribadinya, membuat Cronic tertegun.
“bagaimana rasanya mati? Apakah itu sakit?” tanya Gonzalo yang tampaknya sudah siap.
“Aku akan membuatnya mudah dan tanpa rasa sakit untukmu,” jemari Cronic mendadak berubah menjadi kurus dan panjang, apalagi dengan kuku yang tajam.
Suara gemuruh sempat terdengar keras di dekat Wilson Bar, orang-orang yang kebetulan sempat bertanya-tanya karena cuaca sangat cerah dengan matahari paling terang di akhir tahun sepanjang hari. Suara yang dihasilkan berasal dari dalam, tepatnya ruangan rahasia di bawah tanah. Cronic tampak berdiri dengan pakaian yang compang-camping sementara Gonzalo tertidur didekatnya. Tampaknya Gonzalo sudah dijinakan oleh Cronic, gejala seperti ini memang biasa terjadi jika mengubah seseorang menjadi Beaters.
“Tinggal pemberian serum penahan sel saja, orang ini ternyata kuat juga…,” ucap Cronic sambil memandangi Gonzalo.
Keesokan harinya, Gonzalo terbangun dengan rasa tubuh hancur lebur, dirinya juga merasa sangat lapar. Tidak mengingat kejadian saat sisi manusianya digantikan dengan sisi monster yang sekarang hidup dibadannya. Ia beranjak dari kasur menuju ruangan bawah tempat bar berada untuk mengambil minuman segar, kebetulan bar belum dibuka kembali untuk bisnis.
“Cronic? ah maksudku tuan Cronic…,” melihat Cronic duduk di depan meja bar.
“Bagaimana? Apa yang kau rasakan?” tanya Cronic.
“Aku merasa sangat lapar dan tubuhku rasanya remuk seperti terjatuh dari gedung tinggi,” jawab Gonzalo.
“Hm, semuanya normal. Dan selamat, kau sudah resmi menjadi anggota Silver Clan…”
Gonzalo melompat kegirangan setelah mengetahui bahwa dirinya sudah menjadi bagian dari kelompoknya Cronic, padahal sisi manusianya ditumbalkan sebagai bayarannya.
“Jadi kapan kita memulai pemburuannya tuan Cronic? Malam ini?” tanya Gonzalo antusias.
“Tidak, kau belum siap. Ada beberapa latihan pengendalian lagi, kita mulai latihannya besok,” Gonzalo lesu mendengarnya. “dan ingat, panggil aku Tuan Stam…”
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas