- Beranda
- Stories from the Heart
Hay... Kak Ness
...
TS
slametfirmansy4
Hay... Kak Ness

HAY... KAK NESS
Welcome to Another Thread
Sebuah thread khusus untuk seorang wanita spesial, mungkin beberapa dari kalian sudah tau siapa dia. Dan jika belum, silakan membaca cerita ini dg tenang. Sebuah perjalanan kisah cinta gw dg wanita ini memang memakan waktu lama dan menerjang jalan terjal yg bahkan orang lain tak mau melaluinya. Dan bagaimana akhir kisah ini??
Kembali ke beberapa reader yg tau apa bakal terjadi, tapi bagi yg baru??
Rules
1. Gw gak pernah salah
2. Jika gw salah maka kembali ke pasal 1
3. Ikuti aturan H2H
4. Jangan pernah menghakimi hidup gw, lu gak kenal gw, lu kenal gw hanya dalam tulisan. Berani menghakimi gw, gw hakimi balik lu!
5. Tangapi thread ini dg santai, akan banyak konten dewasa, rasis, kriminal dan brutal.
Quote:
Desc
Pernah merasa takut untuk memiliki seseorang? Atau mungkin merasa gak pantas karena gak percaya apa yg ada dalam diri kalian? Entah itu merubah penampilan agar dia tau bahwa kita ada untuknya dan menjadi baik untuknya? Jadi, perlukah itu semua kita lakukan untuk orang yg belum tentu membalas rasa sayang kita?
Cowok: kenapa Kak??
Cewek: sekedar mengingat masa lalu
Cowok: yg lalu biarlah berlalu
Cewek: bagaimana jika kisah kita dibuat tulisan?? Suatu saat entah kapan, kita akan tertawa
Cowok: tulisan itu butuh kata yg panjang
Cewek: gw hanya ingin membaca kembali
Sebenarnya gw keberatan dg permintaanya, tapi akhir akhir ini gw mulai mengerti maksudnya setelah apa yg terjadi
memory digital bisa dihapus, tapi tidak dengan memori otak manusia. Ingatan merupakan hal paling berharga. Gw bukan sherlock holmes, tapi gw akan coba mengingat semampu gw
Dilarang copy tanpa izin atau tulis ulang dalam bentuk apapun. cerita ini hanya dapat dinikmati di kaskus. Sebab akibat dan konsekuensi menanti bagi pelanggar
TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA
©Hak Cipta dilindungi Slamet Firmansyah, bukan undang undang
cibuyaa dan 94 lainnya memberi reputasi
89
125.8K
3.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
slametfirmansy4
#954
Part 105
Flashback....
Seharian di bengkel membuat mood gw seperti sedia kala, gw suka suasana bengkel. Berkutat dg mesin bercengkerama dg lainya, menyenangkan sekali. Jam menunjukan pukul 4 gw hampir menutup bengkel dan sebuah mobil datang, lancer merah.
Gw tahu betul siapa pemiliknya, siapa lagi jika bukan Nerissa!! Gw yg masih menyimpan rasa sakit hati begitu benci melihatnya! Rasanya gw ingin menghabisinya saat ini juga, gw tak ingin menemui batang hidungnya. Gw menjauh dg merapikan alat, gw melirik dia bicara pada junior.
" mas, katanya mesinnya nyendat"
" Cek " kata gw
" maunya sama mas" kata nya
Gw menghampiri mencari masalahnya dan cuma perlu ganti busi saja. Gw lepas businya
" hei, lu baik baik aja??"
" hmm" kata gw gak menghiraukannya
" gw dengar lu mau nikah sama Rena, se... "
" gw disini kerja bukan buat ngobrol, lu ngajak gw ngobrol! Lu harus bayar!" kata gw
" ok" kata Nerissa
Gw hanya biarkan dia ngoceh, gw tak mendengarkan apapun dan satu katapun yg ia ucapkan.
" Terima kasih lu turuti permintaan gw untuk kejar Rena" Nerissa masing mengoceh
Bagi gw dia adalah radio rusak! Cukup dihancurkan tak perlu diperbaiki.
Hingga gw mencoba menyalakan mesin, tak adalagi masalahnya. Selesai sudah trouble mesin ini. Gw menulis bill yaitu biaya busi sebesar sekian dan biaya ajak ngobrol sebesar 2 Juta!
Gw memberikan bill pada junior untuk diberikan pada Nerissa secara langsung. Tak lama kemudian dia kembali dg uang yg diberikan Nerissa.
" ini apaan??" tanya gw melihat uang asli sesuai bill
" sesuai bill mas"
Gw menghembuskan nafas
" Rapikan alat" kata gw
" ok mas"
Gw menghapiri Nerissa yg hampir melaju, gw ketuk kaca dan memberi isyarat untuk menurunkan kaca. Nerissa menuruti gw
" ini apaan??" tanya gw
" sesuai nota tagihan, 2juta sekian sekian"
" lu hina gw??"
" tapi..." kata Nerissa bingung
" gw kembalikan! Ambil duit lu!!" kata gw menarik tangannya dan mengembalikan uangnya
" banyak bengkel yg lebih bagus! Jangan pernah kemari! Jangan panggil gw lagi" kata gw pergi menutup bengkel
....
Dua hari kemudian gw masih di bengkel. Mobil keluar selesai servis dan melihat pipa besi yg gw tinggalkan, gw sudah berencana merakit gokart untuk mainan. Mungkin sudah seharusnya gw lanjutkan project yang tertunda.
Lalu Gw mendengar raungan knalpot khas ketika gw menggambar chasis untuk project. Gw sudah mengira kalo dia adalah Nerissa yg kembali.
" mas, yg kemarin balik lagi tuh... Cantik mas" kata junior
" bilang tidak menerima selain muslim!" kata gw melanjutkan mencari celah untuk mendapatkan chasis minim pipa tapi kuat tuk menahan bobot lebih dari seharusnya.
Junior kembali
" cuma mau ganti kampas rem mas, gampang kok"
" gampang?? Lu ganti aja sendiri" kata gw
" tapi aku masih gak bisa mas"
" trus lu ngapain lu kesini kalo masih gak bisa??" tanya gw
Mulutnya akan terbuka tapi gw potong
" mau belajarkan?? Gw tau! Di sekolah lu belajar apa??" kata gw pada anak magang ini
Gw jengkel menghampiri Nerissa
" gw sudah bilang banyak bengkel yg jauh lebih bagus, buat apa kesini lagi?? " tanya gw
" gw mau disini, lagipula cuma ganti kampas rem... Gampang kok"
" gampang??" kata gw berbalik dan memasang impact dg selang kompressor juga memberikannya dongkrak
" lu ganti aja sendiri, gampang kok... Dan ini alatnya" kata gw berbalik meninggalkannya yg mematung bingung menggunakan impact
Gw kembali melihat project, meliriknya yg masih diam
" heh lu bantu aja tuh orang ganti kampas rem!" kata gw
Tak lama kemudian mas Dedy datang tanpa banyak bicara melayani keluhan Nerissa, mungkin dia tahu apa yg terjadi. Mas dedy tak bertanya satu kata pun, dia tahu jika gw sedang bersitegang
Keesokan harinya Nerissa masih kembali ke bengkel! Kali ini electrical body mati!
" balik lagi??" tanya gw menghela nafas kesal
Gw melihat masalahnya dan ini hanya relay yg sengaja dilepas! Ingin sekalian gw rusak mobil ini, tapi Bobby melarang untuk berbuat demikian.
" Ok!! Silahkan lu bicarakan maksud dan tujuan lu"" kata gw nyerah tak peduli apapun yg akan keluar dari mulutnya
Gw fokuskan untuk cek mobilya diselingi ocehan Nerissa. Gw tak ingin mendengar satu katapun darinya, gw memang tak ingin.
" hei... Lu dengerin gw gak sih?" tanya Nerissa
" menurut lu? lu pikir gw mau sia siakan waktu buat dengar ocehan lu?"
Nerissa menghela nafas panjang, entah apa isi pikirannya tapi gw membencinya.
" Gw gak bisa Kak Ness, gw gak bisa jadi orang yg bisa lu datangi kapan saja saat lu tau kalau gw memang benar tentang ini semua. Gw yakin lu memang tau kalau Mike memang jauh lebih baik dari gw, toh gw memang gampang buat digantikan bukan??" Tanya gw terkekeh dg penuh kekecewaan
" jadi apa lagi yg lu mau dari gw?? Gw gak mau ngungkit apa yg udah gw beri dan korbankan buat lu... Lu emang ahli buat gw hancur dan kini lu nyakitin gw seumur hidup "
" kenapa lu masih seperti ini? Lu terima maaf gw kan?" tanya Nerissa bodoh! Atau gw yg bodoh karena berbicara hal yg ia ekspektasikan.
Gw tarik tangannya, gw buka pintu mobilnya dan menyuruh pulang.
" Gw terima maaf lu!! Lalu apa?? Gw hanya mau lu pergi, jangan cari gw, dan gw muak lihat lu bersikeras!!"
" Tunggu..." Pintanya
" Nerissa, gw gak pernah kasar sama lu dan gw juga tak ingin memulainya"
" Gw cuma minta waktu sebentar" ia sedikit memaksa
" KELUARR!!" gw berteriak tepat di wajahnya
" KELUARR PELACvR BANGSAD!!" kata gw
PLAKK!! Tamparan gw terima, gw lihat matanya berair. Dia langsung pergi dg mesin meraung.
Gw menghela nafas, kini gw yg jahat! Gw menuju kamar mandi untuk cuci muka. Gw merasa jahat meneriakinya, apalagi dg kata kata yg begitu ia benci. Gw menyesal, tapi gw juga akan senang jika ia tak lagi mengganggu dan fokus kembali pada kehidupannya. Untuknya, apa yg gw ucapkan tak pernah gw harapkan maaf darinya. Karena lebih baik kita menjadi asing kembali.
Seperti dua batu yg bergesekan, menciptakan percikan yg indah. Dan terus bergesekan, melupakan bagian dari kita yg menjadi pecah. Dan terus bergesekan hingga lupa luka akibatnya menjadi kenangan seburuk ini. Gw memang tak pantas mendapatkan maaf darinya.
Gw bernafas menstabilkan detak jantung, kemunculan wajah Nerissa hanya akan membuat jantung gw kumat. Nerissa benar benar ingin membunuh gw tanpa menyentuh dg memanfaatkan penyakit gw. Gw menenangkan diri untuk pernikahan gw dg Rena nanti.
Ingatan mengenai dirinya yg memilih mengakhiri hubungan antara kami lewat dalam otak. Bagaimana gw mati Matian memperjuangkan hubungan kami disaat ia putus asa. Lalu kini semua serasa terbalik.
Apa rencana Tuhan sebenarnya? Apa tuhan masih ingin menguji atau melatih gw untuk melampaui batas yg ada.
Diubah oleh slametfirmansy4 06-06-2024 20:03
JabLai cOY dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Tutup