- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#245
Chapter 153
Quote:
Ratusan bahkan ribuan kumbang berukuran kecil meluncur ke arah Cronic berada, ternyata sang musuh telah menyiapkan semuanya. Cronic yang masih menancapkan tangannya ke wajah Globe, langsung keluar melalui lubang yang dibuatnya sewaktu menabrak gedung ini. Sayapnya yang halus dan bersih dibuka selebar-selebar, terbang sambil mengangkat tubuh monster yang berukuran besar.
Kumbang-kumbang ikut dari belakang seperti misil yang ditembakan oleh seorang tentara. Dengan mode terbarunya ini, Cronic pun mendapatkan kekuatan baru, yaitu dapat mengendalikan salju-salju yang turun disekitarnya. Salju itu dibuat tajam di kedua sisinya, dengan gerakan pelan dari tangannya, salju itu menerkam kumbang-kumbang yang mencoba mendekat. Satu persatu berhasil dijinakan. Memanfaatkan momentum yang ada, Globe yang masih sadar mencoba untuk melepaskan dirinya, dengan membelah bagian tubuh bawah.
“Cih, akan kubalas!” Globe membelah tubuhnya, dan salju-salju tajam yang mengarahnya dapat ditahan.
“Bagaimana? Kau tidak bisa mengalahkan kami jika begini bukan?” ucap Atlas tepat dihadapan Cronic, sebelum mengeras dan tubuhnya bagaikan cangkang kosong. Atlas muncul kembali di tubuh Globe, kembali menyatu hanya saja bagian tubuh bawah dikuasai oleh Atlas.
Cronic melempar cangkang kosong itu, dan menuntaskan pekerjaannya dengan mengeleminasi sisa kumbang-kumbang pengarah yang berdatangan. Dari ketinggian di sini, meskipun sedang hujan salju, keindahan kota Surban masih bisa dinikmati. Bagaimana kota dengan keindahan malam seperti ini menyimpan sosok monster yang begitu mengerikan, pikir Cronic.
“Kekuatannya memang menambah pesat, bersiaplah Atlas, kita balik menyerang,” ucap Globe.
“Tunggu dulu, kita pakai strategi berbeda,” kemudian berbisik pada Globe.
“Eh…harusnya yang picik itu aku!” Globe tertawa dan mulai terbang ke arah Cronic.
Salju mulai muncul di dekat tangan Cronic, saling berbenturan satu sama lain dan kemudian menyatu menjadi sebuah senjata pedang. Dengan kuda-kuda mantap, Cronic siap menebas monster besar itu. Sang monster menambah kecepatannya, namun bukannya menghadapi Cronic yang juga sudah bersiap, tetapi sayap mereka membelok, ke sumber cahaya yang terang, menuju tempat orang-orang berkumpul. Ide ini datang dari Atlas supaya menganggu konsentrasi dari Cronic.
“Apa?!” Cronic terkejut dengan sikap pengecut yang dilakukan oleh musuhnya, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menampakan diri kepada khalayak. Cronic mengejarnya, menambah kecepatannya dan mengendalikan salju untuk ditembakan guna menghambat jalur monster besar.
“Darimana kau berpikir kotor seperti ini Atlas?” Globe tersenyum, didepannya sudah terlihat kerumunan orang. Matanya melirik ke sesuatu sosok yang bergerak cepat datang dari bawah.
“hm?” semakin cepat mendekat dan sosok tersebut tanpa aba-aba malah menyerang mereka.
Sebuah tendangan keras menyerang bagian kepala, Atlas yang mengontrol bagian bawah mencoba memberikan sinyal pada Globe yang pada akhirnya mampu menahannya di detik-detik terakhir sebelum kaki itu mendarat kewajahnya. Tubuh mereka melesat kembali menjauh dari kerumunan warga. Cronic menghentikan lajunya, melihat sosok yang menyerang monster itu. Betapa terkejutnya bahwa sosok yang menyerang adalah Kaizer, ketua Silver Clan yang harusnya masih mengistirahatkan dirinya.
“Tuan Kaizer….,” ucap Cronic pelan, Kaizer sudah dalam mode sempurnanya seperti tempo hari. Dengan jubah putih panjang dan juga pedang mengkilat di malam hari yang dipegangnya.
“Tetap fokus! Kita hadapi bersama!” sahut Kaizer dari kejauhan.
Cronic masih belum menerima semua ini, bagaimana tidak, jika dipaksakan bertarung maka kondisi Kaizer akan semakin memburuk. Cronic mengikuti dibelakang sementara Kaizer memimpin di depan, menuju tempat jatuhnya monster yang dihajarnya barusan. Saat sudah sampai hanya bekasnya saja yang terlihat, sosok monster besarnya sudah hilang dari pandangan.
“Apa mereka melarikan diri?” ucap Cronic.
“Tidak mungkin, dengan menantangmu bertarung saja, mereka sudah siap dengan resiko terburuk yang akan diterimanya,” Kaizer menatap Cronic dalam mode yang baru saja berhasil dikuasai. “modelmu tidak buruk,” ucapnya. “tapi tetap saja, jubah ini membuatku lebih gagah, iya kan?”
Cronic tidak bisa membalasnya, kata-kata yang keluar dari mulut atasannya itu terasa sangat pahit, seperti pesan yang tidak akan diucapkan kembali setelahnya. Yang dilakukannya hanya mengangguk pelan. Suasana yang melankolis itu harus berakhir cepat setelah dari sisi kiri dan kanan, monster yang tadinya besar kini sudah memisahkan diri menjadi duo kembar yang menyusahkan mulai menerjang.
“AKU MENYERANG YANG INI, KETUANYA LEBIH LAYAK TUK DIBUNUH!” ucap Globe bersemangat.
Kaizer melesat menuju Globe sedangkan Cronic tetap ditempatnya menunggu Atlas yang mulai datang dari kejauhan. Keanehan mulai dirasakan oleh Cronic, Atlas yang mulai mendekat tidak memiliki aura sama sekali. Dan ketika Cronic mendekat untuk menyerang, sosok didepannya itu ternyata hanyalah sebuah cangkang kosong yang tidak berjiwa.
“Jangan-jangan…,” Cronic menyadari bahwa target utamanya adalah atasannya, yaitu Kaizer. Sebuah tebasan ringan membelah cangkang kosong menjadi dua, lalu sayap Cronic kembali berkibar mengejar atasannya yang berada jauh dibelakang.
Perlahan muncul dari badan Globe, sebuah kepala, yaitu kepala dari Atlas. Tubuh monster Globe yang tadinya berukuran normal, kini berubah kembali menjadi besar lengkap dengan kedua tangannya yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya. Kaizer tidak gentar, satu tebasan di daerah kaki sudah menamatkan duo pembuat onar selama ini.
Tangan Kaizer mulai mengayun pelan, saat target sudah berada dalam jangkauannya. Yang tidak disadari, muncul kumbang-kumbang kecil dari arah yang tidak terduga, langsung mengarah padanya. Cronic mencoba untuk membantu atasannya itu, namun tangannya malah retak saat ingin mengendalikan salju yang turun, dan kemudian hancur membuat tangan manusianya yang nampak. Tidak hanya itu, retakan mulai menjulur ke badan hingga kepala, membuat semuanya hancur.
“Kenapa? Di saat seperti ini?” Cronic bersiap jatuh tersungkur. “ternyata aku belum sekuat yang aku kira,” badannya terseret dengan posisi kepala menghadap tanah yang dipenuhi salju.
Jemari yang tajam, pedang yang melesat, kumbang yang terjun, semua menjadi satu kesatuan, siapa yang paling cepat mendarat. Keyakinan begitu terpencar dalam mata Globe yang sedang memegang kendali, bahwa serangannya ini akan menghabisi ketua Silver Clan itu. Sementara Kaizer tetap santai, mode terkuat ini tidak akan kalah dari segerombolan Beaters amatir seperti Atlas dan juga Globe.
“Kalian terlalu menganggapku remeh,” sebuah bunyi gemuruh keras terdengar, menyapu hujan salju hingga terbang tak terkendali.
“Apa yang terjadi?” Cronic terlalu lemas, badannya masih susah digerakan.
Barulah setelah angin yang menyapu dan membuat pandangan melemah hilang, semuanya nampak. Bunga es bermekaran hingga kejalan, kumbang kecil menjadi beku di udara, begitu pun monster besar yang jemarinya akan menusuk wajah Kaizer, hanya disisakan sedikit wajahnya untuk berkata sombong. Yang mereka tidak sadari, kedua kakinya telah terpotong, membelah atas dan bawah.
“Berakhir sudah,” ucap Kaizer pelan.
“Lihat dirimu sendiri, kau yakin bisa selamat setelah mengeluarkan kekuatan yang besar tadi barusan?” ucap Globe yang badannya mulai terkikis. “aku tahu semuanya, kau tidak akan bertahan lama, dan misiku telah selesai di sini. Seluruh pertempuran ini tidak berarti bagiku,” lanjutnya.
“Misiku juga berjalan sukses,” darah mulai mengalir dari kepala kumbang milik Kaizer, lalu seluruh tubuhnya retak semua.
“Tuan…,” Cronic bisa melihatnya dengan jelas meskipun dari kejauhan. “TUAN KAIZER!!!” baju tempur yang dipakai oleh Kaizer pecah, hanya sosok manusia sekarang yang berdiri tepat di atas es yang terukir indah.
Kumbang-kumbang ikut dari belakang seperti misil yang ditembakan oleh seorang tentara. Dengan mode terbarunya ini, Cronic pun mendapatkan kekuatan baru, yaitu dapat mengendalikan salju-salju yang turun disekitarnya. Salju itu dibuat tajam di kedua sisinya, dengan gerakan pelan dari tangannya, salju itu menerkam kumbang-kumbang yang mencoba mendekat. Satu persatu berhasil dijinakan. Memanfaatkan momentum yang ada, Globe yang masih sadar mencoba untuk melepaskan dirinya, dengan membelah bagian tubuh bawah.
“Cih, akan kubalas!” Globe membelah tubuhnya, dan salju-salju tajam yang mengarahnya dapat ditahan.
“Bagaimana? Kau tidak bisa mengalahkan kami jika begini bukan?” ucap Atlas tepat dihadapan Cronic, sebelum mengeras dan tubuhnya bagaikan cangkang kosong. Atlas muncul kembali di tubuh Globe, kembali menyatu hanya saja bagian tubuh bawah dikuasai oleh Atlas.
Cronic melempar cangkang kosong itu, dan menuntaskan pekerjaannya dengan mengeleminasi sisa kumbang-kumbang pengarah yang berdatangan. Dari ketinggian di sini, meskipun sedang hujan salju, keindahan kota Surban masih bisa dinikmati. Bagaimana kota dengan keindahan malam seperti ini menyimpan sosok monster yang begitu mengerikan, pikir Cronic.
“Kekuatannya memang menambah pesat, bersiaplah Atlas, kita balik menyerang,” ucap Globe.
“Tunggu dulu, kita pakai strategi berbeda,” kemudian berbisik pada Globe.
“Eh…harusnya yang picik itu aku!” Globe tertawa dan mulai terbang ke arah Cronic.
Salju mulai muncul di dekat tangan Cronic, saling berbenturan satu sama lain dan kemudian menyatu menjadi sebuah senjata pedang. Dengan kuda-kuda mantap, Cronic siap menebas monster besar itu. Sang monster menambah kecepatannya, namun bukannya menghadapi Cronic yang juga sudah bersiap, tetapi sayap mereka membelok, ke sumber cahaya yang terang, menuju tempat orang-orang berkumpul. Ide ini datang dari Atlas supaya menganggu konsentrasi dari Cronic.
“Apa?!” Cronic terkejut dengan sikap pengecut yang dilakukan oleh musuhnya, sekarang bukan waktu yang tepat untuk menampakan diri kepada khalayak. Cronic mengejarnya, menambah kecepatannya dan mengendalikan salju untuk ditembakan guna menghambat jalur monster besar.
“Darimana kau berpikir kotor seperti ini Atlas?” Globe tersenyum, didepannya sudah terlihat kerumunan orang. Matanya melirik ke sesuatu sosok yang bergerak cepat datang dari bawah.
“hm?” semakin cepat mendekat dan sosok tersebut tanpa aba-aba malah menyerang mereka.
Sebuah tendangan keras menyerang bagian kepala, Atlas yang mengontrol bagian bawah mencoba memberikan sinyal pada Globe yang pada akhirnya mampu menahannya di detik-detik terakhir sebelum kaki itu mendarat kewajahnya. Tubuh mereka melesat kembali menjauh dari kerumunan warga. Cronic menghentikan lajunya, melihat sosok yang menyerang monster itu. Betapa terkejutnya bahwa sosok yang menyerang adalah Kaizer, ketua Silver Clan yang harusnya masih mengistirahatkan dirinya.
“Tuan Kaizer….,” ucap Cronic pelan, Kaizer sudah dalam mode sempurnanya seperti tempo hari. Dengan jubah putih panjang dan juga pedang mengkilat di malam hari yang dipegangnya.
“Tetap fokus! Kita hadapi bersama!” sahut Kaizer dari kejauhan.
Cronic masih belum menerima semua ini, bagaimana tidak, jika dipaksakan bertarung maka kondisi Kaizer akan semakin memburuk. Cronic mengikuti dibelakang sementara Kaizer memimpin di depan, menuju tempat jatuhnya monster yang dihajarnya barusan. Saat sudah sampai hanya bekasnya saja yang terlihat, sosok monster besarnya sudah hilang dari pandangan.
“Apa mereka melarikan diri?” ucap Cronic.
“Tidak mungkin, dengan menantangmu bertarung saja, mereka sudah siap dengan resiko terburuk yang akan diterimanya,” Kaizer menatap Cronic dalam mode yang baru saja berhasil dikuasai. “modelmu tidak buruk,” ucapnya. “tapi tetap saja, jubah ini membuatku lebih gagah, iya kan?”
Cronic tidak bisa membalasnya, kata-kata yang keluar dari mulut atasannya itu terasa sangat pahit, seperti pesan yang tidak akan diucapkan kembali setelahnya. Yang dilakukannya hanya mengangguk pelan. Suasana yang melankolis itu harus berakhir cepat setelah dari sisi kiri dan kanan, monster yang tadinya besar kini sudah memisahkan diri menjadi duo kembar yang menyusahkan mulai menerjang.
“AKU MENYERANG YANG INI, KETUANYA LEBIH LAYAK TUK DIBUNUH!” ucap Globe bersemangat.
Kaizer melesat menuju Globe sedangkan Cronic tetap ditempatnya menunggu Atlas yang mulai datang dari kejauhan. Keanehan mulai dirasakan oleh Cronic, Atlas yang mulai mendekat tidak memiliki aura sama sekali. Dan ketika Cronic mendekat untuk menyerang, sosok didepannya itu ternyata hanyalah sebuah cangkang kosong yang tidak berjiwa.
“Jangan-jangan…,” Cronic menyadari bahwa target utamanya adalah atasannya, yaitu Kaizer. Sebuah tebasan ringan membelah cangkang kosong menjadi dua, lalu sayap Cronic kembali berkibar mengejar atasannya yang berada jauh dibelakang.
Perlahan muncul dari badan Globe, sebuah kepala, yaitu kepala dari Atlas. Tubuh monster Globe yang tadinya berukuran normal, kini berubah kembali menjadi besar lengkap dengan kedua tangannya yang ukurannya jauh lebih besar dari tubuhnya. Kaizer tidak gentar, satu tebasan di daerah kaki sudah menamatkan duo pembuat onar selama ini.
Tangan Kaizer mulai mengayun pelan, saat target sudah berada dalam jangkauannya. Yang tidak disadari, muncul kumbang-kumbang kecil dari arah yang tidak terduga, langsung mengarah padanya. Cronic mencoba untuk membantu atasannya itu, namun tangannya malah retak saat ingin mengendalikan salju yang turun, dan kemudian hancur membuat tangan manusianya yang nampak. Tidak hanya itu, retakan mulai menjulur ke badan hingga kepala, membuat semuanya hancur.
“Kenapa? Di saat seperti ini?” Cronic bersiap jatuh tersungkur. “ternyata aku belum sekuat yang aku kira,” badannya terseret dengan posisi kepala menghadap tanah yang dipenuhi salju.
Jemari yang tajam, pedang yang melesat, kumbang yang terjun, semua menjadi satu kesatuan, siapa yang paling cepat mendarat. Keyakinan begitu terpencar dalam mata Globe yang sedang memegang kendali, bahwa serangannya ini akan menghabisi ketua Silver Clan itu. Sementara Kaizer tetap santai, mode terkuat ini tidak akan kalah dari segerombolan Beaters amatir seperti Atlas dan juga Globe.
“Kalian terlalu menganggapku remeh,” sebuah bunyi gemuruh keras terdengar, menyapu hujan salju hingga terbang tak terkendali.
“Apa yang terjadi?” Cronic terlalu lemas, badannya masih susah digerakan.
Barulah setelah angin yang menyapu dan membuat pandangan melemah hilang, semuanya nampak. Bunga es bermekaran hingga kejalan, kumbang kecil menjadi beku di udara, begitu pun monster besar yang jemarinya akan menusuk wajah Kaizer, hanya disisakan sedikit wajahnya untuk berkata sombong. Yang mereka tidak sadari, kedua kakinya telah terpotong, membelah atas dan bawah.
“Berakhir sudah,” ucap Kaizer pelan.
“Lihat dirimu sendiri, kau yakin bisa selamat setelah mengeluarkan kekuatan yang besar tadi barusan?” ucap Globe yang badannya mulai terkikis. “aku tahu semuanya, kau tidak akan bertahan lama, dan misiku telah selesai di sini. Seluruh pertempuran ini tidak berarti bagiku,” lanjutnya.
“Misiku juga berjalan sukses,” darah mulai mengalir dari kepala kumbang milik Kaizer, lalu seluruh tubuhnya retak semua.
“Tuan…,” Cronic bisa melihatnya dengan jelas meskipun dari kejauhan. “TUAN KAIZER!!!” baju tempur yang dipakai oleh Kaizer pecah, hanya sosok manusia sekarang yang berdiri tepat di atas es yang terukir indah.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas