- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#242
Chapter 151
Quote:
Pencarian duo kembar meresahkan telah membuahkan hasil. Setelah mencari di sekitar bar mewah berada, mister Brock yang menjadi incaran sudah ada di depan mata, tanpa ada satu orang pun yang menemani dan juga secara kebetulan berada di blok jalan yang jarang dilalui orang-orang sibuk di Surban City.
“Atlas, coba kau sorot fotonya ke arah sinar lampu,” ucap Globe.
“Ya, memang ini orangnya,” setelah kembali mencocokan dengan foto, wajahnya serupa.
Mister Brock berjalan mundur, melihat dua orang yang berpakaian nyentrik ini membuatnya takut, yang ada dibenaknya adalah dua orang preman yang siap meminta uang padanya.
“Apa mau kalian? jika uang aku bisa memberikan banyak, tetapi tolong jangan sakiti aku,” pinta mister Brock yang mulai kembali kesadaran ketika merasa dirinya terancam.
“Cih, mulutmu bau sekali minuman alkohol, berapa botol yang kau minum pak tua?!” bentak Globe yang semakin membuat mister Brock ketakutan.
Mister Brock mengeluarkan dompetnya, lalu melempar uang dalam jumlah yang banyak, tetap meminta agar tidak disakiti oleh dua orang didepannya itu.
“Apa benar orang ini pemilik media terbesar di kota ini? sama sekali tidak terlihat,” ucap Atlas dalam hati. “maaf pak, tapi kami harus melakukan tugas yang telah diberikan,” merubah pergelangan tangannya menjadi bentuk monster dengan kuku-kuku tajam yang berukuran besar.
Atlas berjalan pelan menghampiri mister Brock, dari pandangannya yang terlihat sangat ketakutan akan nyawanya, orang ini tidak terlalu asing dengan sosok monster yang muncul dihadapannya. Lalu Globe juga mulai mengeluarkan tangan monsternya, tidak ada jalan keluar lagi bagi mister Brock. Kondisi jalanan sangat sepi, hanya mobil yang terparkir di luar menunggu tuannya untuk memberinya kehidupan.
“Aku masih mabuk rupanya,” ucap mister Brock sambil terus bergerak mundur sambil mencari alternative untuk melarikan diri.
“HAH?! MABUK?!” Globe mulai kehilangan kesadaran, “ini asli pak tua,” dirinya menghilang dari pandangan, lalu tiba-tiba muncul tepat dihadapan mister Brock, mendorongnya pelan lalu menyabet pipinya dengan menggunakan kuku yang tajam.
“Agh!” mister Brock terjatuh, saat pipinya dipegang, luka sayatan muncul beserta darah yang mengalir.
“Sebentar,” Atlas menahan Globe tuk berbuat lebih lanjut lagi, “kau tahu siapa kami?” tanya Atlas.
Mister Brock jadi teringat ada salah satu kepala editor dikantornya memberikannya sebuah artikel belum jadi tentang banyaknya warga Surban City yang hilang secara misterius, bahkan kepolisian setempat pun terkesan menutupi penyebabnya. Lalu di artikel itu juga disisipkan gambar yang tidak jelas, sosoknya menyeramkan dan diyakini menjadi dalang dari hilangnya warga.
Fenomena ini sangat ramai di forum bawah tanah, gambar yang tidak jelas juga didapatkan dari forum itu. Namun pada akhirnya mister Brock tidak memberikan izin untuk meloloskan artikel yang belum jadi tersebut. Menurutnya, jika suatu informasi yang belum jelas kebenarannya dilempar ke masyarakat umum, akan menimbulkan kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi. Dan di sisi lain kredibiltas media yang dipegangnya akan dipertanyakan.
“Ternyata artikel itu benar adanya, tapi aku tidak mungkin mengangkatnya, orang-orang akan panik lalu perputaran--,” belum sempat menyelesaikannya, Globe menarik kerah jaketnya lalu melemparnya ke sebuah mobil, suara hantamannya sangat keras di jalan yang kosong.
“Kenapa kau malah berbicara sendiri? cih, akan ku bereskan sekarang,” Globe mulai berjalan menghampiri mister Brock.
“Hm, jadi begitu, orang yang punya pengaruh besar di kota ini mati di tengah jalan yang kosong. Siapa pun tidak akan lepas!” Atlas mulai mengikuti Globe dari belakang.
Akibat dari lemparan barusan, mister Brock tidak bisa menggerakan tubuhnya, di usianya yang tidak muda lagi dilempar ke sebuah mobil sangatlah menyakitkan.
“jika aku tidak mengusir pengawalku barusan,” rasa penyesalannya baru muncul di detik-detik akhir hidupnya.
“SNOW WALL!” sebuah tembok besar dari salju tiba-tiba muncul menutupi mister Brock.
“AHA! Dia di sini!” Globe senang ketika mengetahui targetnya yang lain datang.
Cronic muncul dari dalam tembok salju yang tebal itu, kepalanya sudah berbentuk Beaters mode terbaru yang sudah dikuasainya. Bentuknya lebih halus jika dibandingkan perubahan biasa yang lebih mirip monster kumbang. Tanduknya panjang dengan mata yang tajam dan bagian mulut tertutup seperti ninja modern. Mister Brock begitu terkejut melihatnya, ada satu sosok aneh lagi yang muncul didepannya.
“Pergi dari sini sekarang!” ucap Cronic yang suaranya ikut terdistorsi akibat mode yang digunakannya itu.
Mister Brock ingin segera bangkit, tetapi badannya sama sekali tidak bisa digerakan.
“Kita serang!” perintah Atlas yang langsung membelah tembok saljunya, sedangkan Globe membelah bagian lainnya. Ternyata baik Cronic dan juga mister Brock sudah menghilang dari sana.
Cronic membawa pergi mister Brock ke tempat yang tidak jauh dari sana, agar duo kembar tidak mengejarnya dan menimbulkan keributan yang tidak perlu. Cronic melapisi tubuh mister Brock dengan saljunya, yang anehnya salju itu bersifat hangat dan perlahan-lahan mulai memberikan pertolongan dengan mengobati lukanya.
“Semoga saja ini membantu,” Cronic bersiap pergi.
“Kau ini, siapa?” tanya mister Brock.
Cronic membalikan badannya, terjadi keheningan sebentar dan ia langsung pergi meninggalkan mister Brock ditempat yang aman.
Hawa menjadi sangat dingin di tempat Atlas dan juga Globe, pertanda Cronic sudah dekat. Dan benar saja, bola salju berukuran besar dilemparkan ke arah mereka berdua. Cukup mudah untuk dihindari dalam bentuk manusia. Cronic belum menggunakan mode terbarunya sepenuhnya, masih tetap dengan perubahan di kepala saja.
“Eh, kemana atasanmu itu? sudah mati yah?” ledek Globe.
Di sisi lain Cronic tetap tenang tidak menunjukan amarahnya, jika fokusnya terpecah, maka mode terbarunya itu akan langsung goyah dan kemungkinan besar akan hancur.
“Oi ini dua lawan satu, kau tidak akan menang!” Globe mulai melancarkan serangan, cakarnya siap menerjang. Cronic diam ditempatnya. “rasakan ini!” sebuah tebasan dilancarkan, Cronic menghilang dengan cepat.
“Serangan lemah seperti itu tidak akan bisa mengenaiku!” Cronic tiba-tiba muncul disampingnya, lalu meninju wajah aneh salah satu kembar itu hingga terpental jauh.
“Hm, kekuatannya jauh meningkat,” ucap Atlas mengamati pertarungan, “aku tidak boleh lengah,” langsung merubah dirinya menjadi bentuk monster Beaters.
“Kau lebih pintar dari si mulut kotor itu rupanya,” Cronic bersiap melawan Atlas.
Sementara itu Kaizer bangun dari tempat tidurnya dan turun ke bawah dengan pakaian yang sangat rapih, membuat Gonzalo yang sedang menemani pelanggan bertanya-tanya. Apalagi kondisi bosnya itu belum sepenuhnya stabil, wajahnya juga masih sangat pucat dan terlihat lesu seperti kekurangan cairan.
“Tuan Kaizer, ingin kemana? Dokter bilang tuan harus banyak istirahat,” ucap Gonzalo pelan agar tidak mengganggu pelanggan.
“Tidak, aku sudah membaik kok,” jawabnya. “Cronic mana? Bukannya dia kutugaskan membantu mu di sini?”
“Cronic sudah pergi, sepertinya melakukan pekerjaan yang biasa kalian lakukan di malam hari,” Kaizer tertawa canggung mendengarnya.
“Baiklah, aku akan menyusulnya,” dari gerak tubuhnya Gonzalo ingin menahannya pergi, Kaizer merasakannya. Tetapi Kaizer tahu kalau Cronic sedang bertarung di luar sana, ia tidak bisa tinggal diam.
Pintu bar tertutup kembali, ada perasaan mengganjal dalam diri Gonzalo. Tekadnya sudah bulat untuk mengetahui hal yang sebenarnya ditutupi, apalagi setelah kejadian waktu itu, di mana ia melihat sosok misterius dan melihat jejaknya ada pada diri Cronic. Tetapi pekerjaannya belum usai, masih ada pelanggan yang masih menikmati minuman yang menghangatkan tubuh di malam hari.
“Cronic sudah menguasai mode itu ternyata,” senyum tipis muncul di wajah Kaizer.
“Atlas, coba kau sorot fotonya ke arah sinar lampu,” ucap Globe.
“Ya, memang ini orangnya,” setelah kembali mencocokan dengan foto, wajahnya serupa.
Mister Brock berjalan mundur, melihat dua orang yang berpakaian nyentrik ini membuatnya takut, yang ada dibenaknya adalah dua orang preman yang siap meminta uang padanya.
“Apa mau kalian? jika uang aku bisa memberikan banyak, tetapi tolong jangan sakiti aku,” pinta mister Brock yang mulai kembali kesadaran ketika merasa dirinya terancam.
“Cih, mulutmu bau sekali minuman alkohol, berapa botol yang kau minum pak tua?!” bentak Globe yang semakin membuat mister Brock ketakutan.
Mister Brock mengeluarkan dompetnya, lalu melempar uang dalam jumlah yang banyak, tetap meminta agar tidak disakiti oleh dua orang didepannya itu.
“Apa benar orang ini pemilik media terbesar di kota ini? sama sekali tidak terlihat,” ucap Atlas dalam hati. “maaf pak, tapi kami harus melakukan tugas yang telah diberikan,” merubah pergelangan tangannya menjadi bentuk monster dengan kuku-kuku tajam yang berukuran besar.
Atlas berjalan pelan menghampiri mister Brock, dari pandangannya yang terlihat sangat ketakutan akan nyawanya, orang ini tidak terlalu asing dengan sosok monster yang muncul dihadapannya. Lalu Globe juga mulai mengeluarkan tangan monsternya, tidak ada jalan keluar lagi bagi mister Brock. Kondisi jalanan sangat sepi, hanya mobil yang terparkir di luar menunggu tuannya untuk memberinya kehidupan.
“Aku masih mabuk rupanya,” ucap mister Brock sambil terus bergerak mundur sambil mencari alternative untuk melarikan diri.
“HAH?! MABUK?!” Globe mulai kehilangan kesadaran, “ini asli pak tua,” dirinya menghilang dari pandangan, lalu tiba-tiba muncul tepat dihadapan mister Brock, mendorongnya pelan lalu menyabet pipinya dengan menggunakan kuku yang tajam.
“Agh!” mister Brock terjatuh, saat pipinya dipegang, luka sayatan muncul beserta darah yang mengalir.
“Sebentar,” Atlas menahan Globe tuk berbuat lebih lanjut lagi, “kau tahu siapa kami?” tanya Atlas.
Mister Brock jadi teringat ada salah satu kepala editor dikantornya memberikannya sebuah artikel belum jadi tentang banyaknya warga Surban City yang hilang secara misterius, bahkan kepolisian setempat pun terkesan menutupi penyebabnya. Lalu di artikel itu juga disisipkan gambar yang tidak jelas, sosoknya menyeramkan dan diyakini menjadi dalang dari hilangnya warga.
Fenomena ini sangat ramai di forum bawah tanah, gambar yang tidak jelas juga didapatkan dari forum itu. Namun pada akhirnya mister Brock tidak memberikan izin untuk meloloskan artikel yang belum jadi tersebut. Menurutnya, jika suatu informasi yang belum jelas kebenarannya dilempar ke masyarakat umum, akan menimbulkan kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi. Dan di sisi lain kredibiltas media yang dipegangnya akan dipertanyakan.
“Ternyata artikel itu benar adanya, tapi aku tidak mungkin mengangkatnya, orang-orang akan panik lalu perputaran--,” belum sempat menyelesaikannya, Globe menarik kerah jaketnya lalu melemparnya ke sebuah mobil, suara hantamannya sangat keras di jalan yang kosong.
“Kenapa kau malah berbicara sendiri? cih, akan ku bereskan sekarang,” Globe mulai berjalan menghampiri mister Brock.
“Hm, jadi begitu, orang yang punya pengaruh besar di kota ini mati di tengah jalan yang kosong. Siapa pun tidak akan lepas!” Atlas mulai mengikuti Globe dari belakang.
Akibat dari lemparan barusan, mister Brock tidak bisa menggerakan tubuhnya, di usianya yang tidak muda lagi dilempar ke sebuah mobil sangatlah menyakitkan.
“jika aku tidak mengusir pengawalku barusan,” rasa penyesalannya baru muncul di detik-detik akhir hidupnya.
“SNOW WALL!” sebuah tembok besar dari salju tiba-tiba muncul menutupi mister Brock.
“AHA! Dia di sini!” Globe senang ketika mengetahui targetnya yang lain datang.
Cronic muncul dari dalam tembok salju yang tebal itu, kepalanya sudah berbentuk Beaters mode terbaru yang sudah dikuasainya. Bentuknya lebih halus jika dibandingkan perubahan biasa yang lebih mirip monster kumbang. Tanduknya panjang dengan mata yang tajam dan bagian mulut tertutup seperti ninja modern. Mister Brock begitu terkejut melihatnya, ada satu sosok aneh lagi yang muncul didepannya.
“Pergi dari sini sekarang!” ucap Cronic yang suaranya ikut terdistorsi akibat mode yang digunakannya itu.
Mister Brock ingin segera bangkit, tetapi badannya sama sekali tidak bisa digerakan.
“Kita serang!” perintah Atlas yang langsung membelah tembok saljunya, sedangkan Globe membelah bagian lainnya. Ternyata baik Cronic dan juga mister Brock sudah menghilang dari sana.
Cronic membawa pergi mister Brock ke tempat yang tidak jauh dari sana, agar duo kembar tidak mengejarnya dan menimbulkan keributan yang tidak perlu. Cronic melapisi tubuh mister Brock dengan saljunya, yang anehnya salju itu bersifat hangat dan perlahan-lahan mulai memberikan pertolongan dengan mengobati lukanya.
“Semoga saja ini membantu,” Cronic bersiap pergi.
“Kau ini, siapa?” tanya mister Brock.
Cronic membalikan badannya, terjadi keheningan sebentar dan ia langsung pergi meninggalkan mister Brock ditempat yang aman.
Hawa menjadi sangat dingin di tempat Atlas dan juga Globe, pertanda Cronic sudah dekat. Dan benar saja, bola salju berukuran besar dilemparkan ke arah mereka berdua. Cukup mudah untuk dihindari dalam bentuk manusia. Cronic belum menggunakan mode terbarunya sepenuhnya, masih tetap dengan perubahan di kepala saja.
“Eh, kemana atasanmu itu? sudah mati yah?” ledek Globe.
Di sisi lain Cronic tetap tenang tidak menunjukan amarahnya, jika fokusnya terpecah, maka mode terbarunya itu akan langsung goyah dan kemungkinan besar akan hancur.
“Oi ini dua lawan satu, kau tidak akan menang!” Globe mulai melancarkan serangan, cakarnya siap menerjang. Cronic diam ditempatnya. “rasakan ini!” sebuah tebasan dilancarkan, Cronic menghilang dengan cepat.
“Serangan lemah seperti itu tidak akan bisa mengenaiku!” Cronic tiba-tiba muncul disampingnya, lalu meninju wajah aneh salah satu kembar itu hingga terpental jauh.
“Hm, kekuatannya jauh meningkat,” ucap Atlas mengamati pertarungan, “aku tidak boleh lengah,” langsung merubah dirinya menjadi bentuk monster Beaters.
“Kau lebih pintar dari si mulut kotor itu rupanya,” Cronic bersiap melawan Atlas.
Sementara itu Kaizer bangun dari tempat tidurnya dan turun ke bawah dengan pakaian yang sangat rapih, membuat Gonzalo yang sedang menemani pelanggan bertanya-tanya. Apalagi kondisi bosnya itu belum sepenuhnya stabil, wajahnya juga masih sangat pucat dan terlihat lesu seperti kekurangan cairan.
“Tuan Kaizer, ingin kemana? Dokter bilang tuan harus banyak istirahat,” ucap Gonzalo pelan agar tidak mengganggu pelanggan.
“Tidak, aku sudah membaik kok,” jawabnya. “Cronic mana? Bukannya dia kutugaskan membantu mu di sini?”
“Cronic sudah pergi, sepertinya melakukan pekerjaan yang biasa kalian lakukan di malam hari,” Kaizer tertawa canggung mendengarnya.
“Baiklah, aku akan menyusulnya,” dari gerak tubuhnya Gonzalo ingin menahannya pergi, Kaizer merasakannya. Tetapi Kaizer tahu kalau Cronic sedang bertarung di luar sana, ia tidak bisa tinggal diam.
Pintu bar tertutup kembali, ada perasaan mengganjal dalam diri Gonzalo. Tekadnya sudah bulat untuk mengetahui hal yang sebenarnya ditutupi, apalagi setelah kejadian waktu itu, di mana ia melihat sosok misterius dan melihat jejaknya ada pada diri Cronic. Tetapi pekerjaannya belum usai, masih ada pelanggan yang masih menikmati minuman yang menghangatkan tubuh di malam hari.
“Cronic sudah menguasai mode itu ternyata,” senyum tipis muncul di wajah Kaizer.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas