- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#237
Chapter 148
Quote:
Siang hari waktu Surban City, seperti yang sudah diberitahu sebelumnya, bahwa akan datang seorang dokter pribadi yang akan memeriksa kesehatan dari Kaizer. Panas terik di musim dingin yang jarang terjadi merupakan sebuah pertanda yang tidak baik, begitu pikir Cronic yang sejak pagi sudah tidak ada dikamarnya, sementara Gonzalo dengan sabar dan telaten merawat atasannya itu.
“Cronic belum memberi kabar?” tanya Kaizer yang duduk lemah di atas kasur.
“Belum tuan….,” jawab Gonzalo sambil menundukan wajahnya.
Seorang dokter lengkap dengan baju kebesarannya tiba di bandara Surban City, kedatangannya tidak sendiri, membawa satu orang asistennya yang masih muda. Kaizer sudah menghubunginya malam lalu, karena situasinya sudah semakin sulit, maka dirinya yang datang langsung untuk melihatnya. Asistennya itu membawa koper besar yang berisi semua peralatan yang akan digunakan.
“Hm, tidak ada perwakilan dari tuan Kaizer?” ucap asisten sang dokter.
“Setauku dia membawa satu anggotanya ke kota ini, entahlah,” matanya melirik ke supir taxi yang sedang menunggu penumpang. “kita naik taxi saja,” ucapnya lalu berjalan menuju taxi yang menunggu penumpang.
Pemandangan orang-orang yang terlihat sibuk menjadi hal yang aneh bagi keduanya, karena di kota mereka berasal, suasananya sangat sepi, bahkan di jam mendekati makan siang jarang orang yang berkeliaran di jalan. Gedung-gedung tinggi juga hanya berada di pusat kota saja, sementara sepanjang perjalanannya menuju tempat Kaizer, banyak gedung tinggi yang saling menunjukan kekuatannya. Mobil berwarna kuning yang membawa penumpang dari jauh akhirnya berhenti tepat di Wilson Café dan Bar tempat pasien berada.
“Hm, memilih bar sebagai tempat penyamaran? Bukannya itu terlalu beresiko jika banyak pelanggan yang datang?’ tanya asisten dokter.
“Tidak, mereka yang datang juga mempunyai masalah kehidupan masing-masing, tidak sempat untuk terlalu perduli dengan urusan dapur tempat ini,” jawab sang dokter.
“Hm, masuk akal juga,” ucap asistennya sambil mendorong koper besar.
Papan penanda bar masih belum dibalik, tertuliskan ‘Closed’, tetapi anehnya pintu tidak terkunci saat asisten dokter coba menarik gagang pintu. Lalu secara perlahan mulai mengintip ke dalam, suasananya sangat sepi, ada beberapa lampu yang sengaja dinyalakan, namun nampaknya tidak ada tanda-tanda kehidupan.
“Apa anda yakin ini tempatnya Dok?”
“Sebentar biar aku---,” terdengar suara orang berlari dari dalam, begitu terdengar akibat tempat yang sepi tanpa pelanggan.
Seseorang berbadan besar turun dan langsung menyapa dengan hangat, “Maaf, saya sedang di atas, anda…,” dokter mengangguk dan dipersilahkan untuk masuk, Gonzalo mengenalkan diri dan langsung mengantar kedua tamu menuju ruangan Kaizer di atas.
“Maaf, tapi bisakah kau menunggu di luar?” ucap dokter kepada Gonzalo, ia mengangguk. Sebelum masuk dokter menanyakan suatu hal pada Gonzalo. “kau hanya sendirian? Bukannya pasienku ini memiliki satu orang lagi bawahannya?”
“Anu, yang anda maksud Cronic dia sedang….,” sang dokter langsung paham dan masuk ke dalam bersama asistennya.
Cronic sedang berada di taman dengan memanfaatkan ranting yang penuh dedaunan sebagai tempat untuk meneduh. Pepohonan baik yang besar dan juga kecil membuat suasana hatinya jauh lebih baik, ia pun beranjak dari tempatnya dan berjalan pulang. Langkahnya pelan sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket panjang yang dikenakannya.
Dokter dan juga asistennya masuk, melihat Kaizer yang sedang duduk lemas terkulai di atas kasurnya. Semenjak semalam kondisinya semakin menurun. Kaizer mencoba bangun dari tempat tidur untuk memberi salam pada dokter, namun dicegah karena sang dokter sendiri sudah paham dari pandangan pertamanya atas kondisi pasiennya itu. Asistennya mulai membuka koper besar yang menyimpan berbagai peralatan medis untuk melakukan perawatan.
“Maaf Dokter Lucas, sampai merepotkan anda tuk datang,” ucap Kaizer.
“Tidak usah begitu, anda ini kan ketua Silver Clan, tidak mungkin saya tidak membantu anda. Ini tanggung kami sebagai White Clan untuk mengobati kalian para petarung, saya juga membawa asisten saya untuk menemani.”
“Hm, saya Guan Li, asisten Dokter Lucas,” ucap Li mengenalkan diri.
Pemeriksaan pun dilakukan dengan teknik ala White Clan, memasukan beberapa kumbang-kumbang kecil berukuran biji beras ke dalam jaringan darah tuk melakukan pengecekan, alat medis yang dibawa juga tidak luput dari pengunaan. Dua faktor berbeda saling membantu satu sama lain. Pemeriksaan tidak berlangsung lama, dokter Lucas langsung tahu bahwa penyakit yang diderita Kaizer.
“Hmm,” ucapnya sambil menghela nafas. “sudah berapa lama anda menyembunyikan ini?” tanya dokter Lucas yang berambut putih dengan rambut tipis berwarna senada yang memenuhi wajahnya. Kumbang-kumbang kecil yang dimasukan sudah keluar kembali memberikan semua informasi yang dibutuhkan.
“Sebenarnya sudah sangat lama, tetapi kan karena tubuh kita sedikit berbeda jadinya aku tidak terlalu menganggapnya secara serius.”
Dokter Lucas melepas kaca mata dan juga stetoskop yang dikalungkan kelehernya, “Benar, tubuh kita sudah berbeda, dulunya…,” ia berdiri. “tetapi tetap saja jika ada penyakit seperti ini, sel Beaters kita akan menganggapnya parasit, mereka tidak akan melahapnya dan dibiarkan untuk tetap tumbuh, memang tidak secepat pertumbuhan di tubuh manusia normal yang masih hidup.”
“Jadi penyakit ini tidak bisa disembuhkan?” tanya Li.
“Kita bisa melakukan terapi kanker menggunakan sinar kemo, hanya berlaku bagi manusia normal tentunya, bahkan sel kita tidak menahannya, kemungkinan terbesarnya adalah mati,” semua terdiam. “aku tahu, anda membawa satu anggota untuk melakukan misi di sini, tetapi saran saya jika anda ingin hidup lebih lama, limpahkan semua misi itu pada anggotamu saja,” tutup dokter Lucas dengan penjelasannya.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kumbang Beaters yang merubah manusia menjadi sosok monster yang menakutkan tidak mendapatkan rahasia kehidupan abadi. Kebangkitan setelah kematian yang dialami semua anggotanya tidak bisa lepas dari penuaan dan juga penyakit. Sel-sel lain yang ada dalam tubuh seperti diingatkan kembali tuk kembali hidup. Keunggulan yang mereka miliki adalah imun yang cukup tinggi yang dapat menahan beberapa penyakit dan juga regenerasi bagian tubuh yang hilang dan juga rusak. Jika mereka para Beaters hidup abadi, mungkin para leluhur yang mengalahkan Red Sun masih ada dan ikut berjuang bersama.
“Sebenarnya saya pribadi cukup heran mengapa orang-orang digenerasi terdahulu sampai membuat serum untuk menahan sel Beaters dalam tubuh kita, jika alasannya agar hidup kita lebih terkendali ada benarnya namun itu juga melemahkan kita secara potensial. Padahal turunan sel Red Sun terus berevolusi, tapi kita malah melemahkan diri,” menggeleng kepalanya.
Asistennya mulai membereskan lagi peralatan yang dipakai, selang infusan telah dipasang yang berisi vitamin penguat sel Beaters. Vitamin yang digunakan tidak diperuntukan untuk menguatkan diri dan memberikan kekuatan yang besar. Fungsi utamanya adalah untuk menguatkan sel dalam tubuh agar tidak kalah oleh parasit yang terus menyebar secara perlahan.
“Terima kasih Dok dan juga kau Li telah datang jauh-jauh untuk mengobatiku,” ucap Kaizer.
“Jika ada apa-apa anda bisa menghubungi kami lagi,” ucap Dokter Lucas yang kemudian pamit bersama asistennya Li.
Cronic akhirnya tiba, membuka pintu dan melihat dua orang asing bangun dari tempatnya dan berjalan pergi. Dua gelas kecil yang disuguhkan masih tersisa sedikit, wajah Gonzalo tampak sangat murung meskipun terlihat tersenyum saat memberikan salam perpisahan kepada dua pelanggannya itu. Dengan melihat pakaiannya saja Cronic sudah langsung tahu bahwa dua orang asing ini adalah perwakilan dari White Clan Beaters.
“Ah anda anggota yang dibawa oleh Kaizer, aku Dokter Lu--,” Cronic langsung menghantamnya dengan pertanyaan. Menurut Li caranya itu tidaklah sopan.
“Hei! Ada apa denganmu!” sahut Li.
“Apa penyakit yang dideritanya?” wajah Gonzalo semakin murung, Dokter Lucas tersenyum kemudian berjalan pelan dan membisikan sesuatu pada Cronic.
“Kanker stadium akhir,” ucapannya yang pelan malah membuat Cronic bergidik, hatinya begitu hancur. Sambil menepuk pundaknya, Dokter Lucas dan juga Li yang masih marah pamit. “jaga dan rawatlah atasanmu itu….,” pintu tertutup rapat, suasana menjadi begitu dingin saat Cronic hanya diam mematung tidak bisa berkata-kata.
“Cronic belum memberi kabar?” tanya Kaizer yang duduk lemah di atas kasur.
“Belum tuan….,” jawab Gonzalo sambil menundukan wajahnya.
Seorang dokter lengkap dengan baju kebesarannya tiba di bandara Surban City, kedatangannya tidak sendiri, membawa satu orang asistennya yang masih muda. Kaizer sudah menghubunginya malam lalu, karena situasinya sudah semakin sulit, maka dirinya yang datang langsung untuk melihatnya. Asistennya itu membawa koper besar yang berisi semua peralatan yang akan digunakan.
“Hm, tidak ada perwakilan dari tuan Kaizer?” ucap asisten sang dokter.
“Setauku dia membawa satu anggotanya ke kota ini, entahlah,” matanya melirik ke supir taxi yang sedang menunggu penumpang. “kita naik taxi saja,” ucapnya lalu berjalan menuju taxi yang menunggu penumpang.
Pemandangan orang-orang yang terlihat sibuk menjadi hal yang aneh bagi keduanya, karena di kota mereka berasal, suasananya sangat sepi, bahkan di jam mendekati makan siang jarang orang yang berkeliaran di jalan. Gedung-gedung tinggi juga hanya berada di pusat kota saja, sementara sepanjang perjalanannya menuju tempat Kaizer, banyak gedung tinggi yang saling menunjukan kekuatannya. Mobil berwarna kuning yang membawa penumpang dari jauh akhirnya berhenti tepat di Wilson Café dan Bar tempat pasien berada.
“Hm, memilih bar sebagai tempat penyamaran? Bukannya itu terlalu beresiko jika banyak pelanggan yang datang?’ tanya asisten dokter.
“Tidak, mereka yang datang juga mempunyai masalah kehidupan masing-masing, tidak sempat untuk terlalu perduli dengan urusan dapur tempat ini,” jawab sang dokter.
“Hm, masuk akal juga,” ucap asistennya sambil mendorong koper besar.
Papan penanda bar masih belum dibalik, tertuliskan ‘Closed’, tetapi anehnya pintu tidak terkunci saat asisten dokter coba menarik gagang pintu. Lalu secara perlahan mulai mengintip ke dalam, suasananya sangat sepi, ada beberapa lampu yang sengaja dinyalakan, namun nampaknya tidak ada tanda-tanda kehidupan.
“Apa anda yakin ini tempatnya Dok?”
“Sebentar biar aku---,” terdengar suara orang berlari dari dalam, begitu terdengar akibat tempat yang sepi tanpa pelanggan.
Seseorang berbadan besar turun dan langsung menyapa dengan hangat, “Maaf, saya sedang di atas, anda…,” dokter mengangguk dan dipersilahkan untuk masuk, Gonzalo mengenalkan diri dan langsung mengantar kedua tamu menuju ruangan Kaizer di atas.
“Maaf, tapi bisakah kau menunggu di luar?” ucap dokter kepada Gonzalo, ia mengangguk. Sebelum masuk dokter menanyakan suatu hal pada Gonzalo. “kau hanya sendirian? Bukannya pasienku ini memiliki satu orang lagi bawahannya?”
“Anu, yang anda maksud Cronic dia sedang….,” sang dokter langsung paham dan masuk ke dalam bersama asistennya.
Cronic sedang berada di taman dengan memanfaatkan ranting yang penuh dedaunan sebagai tempat untuk meneduh. Pepohonan baik yang besar dan juga kecil membuat suasana hatinya jauh lebih baik, ia pun beranjak dari tempatnya dan berjalan pulang. Langkahnya pelan sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket panjang yang dikenakannya.
Dokter dan juga asistennya masuk, melihat Kaizer yang sedang duduk lemas terkulai di atas kasurnya. Semenjak semalam kondisinya semakin menurun. Kaizer mencoba bangun dari tempat tidur untuk memberi salam pada dokter, namun dicegah karena sang dokter sendiri sudah paham dari pandangan pertamanya atas kondisi pasiennya itu. Asistennya mulai membuka koper besar yang menyimpan berbagai peralatan medis untuk melakukan perawatan.
“Maaf Dokter Lucas, sampai merepotkan anda tuk datang,” ucap Kaizer.
“Tidak usah begitu, anda ini kan ketua Silver Clan, tidak mungkin saya tidak membantu anda. Ini tanggung kami sebagai White Clan untuk mengobati kalian para petarung, saya juga membawa asisten saya untuk menemani.”
“Hm, saya Guan Li, asisten Dokter Lucas,” ucap Li mengenalkan diri.
Pemeriksaan pun dilakukan dengan teknik ala White Clan, memasukan beberapa kumbang-kumbang kecil berukuran biji beras ke dalam jaringan darah tuk melakukan pengecekan, alat medis yang dibawa juga tidak luput dari pengunaan. Dua faktor berbeda saling membantu satu sama lain. Pemeriksaan tidak berlangsung lama, dokter Lucas langsung tahu bahwa penyakit yang diderita Kaizer.
“Hmm,” ucapnya sambil menghela nafas. “sudah berapa lama anda menyembunyikan ini?” tanya dokter Lucas yang berambut putih dengan rambut tipis berwarna senada yang memenuhi wajahnya. Kumbang-kumbang kecil yang dimasukan sudah keluar kembali memberikan semua informasi yang dibutuhkan.
“Sebenarnya sudah sangat lama, tetapi kan karena tubuh kita sedikit berbeda jadinya aku tidak terlalu menganggapnya secara serius.”
Dokter Lucas melepas kaca mata dan juga stetoskop yang dikalungkan kelehernya, “Benar, tubuh kita sudah berbeda, dulunya…,” ia berdiri. “tetapi tetap saja jika ada penyakit seperti ini, sel Beaters kita akan menganggapnya parasit, mereka tidak akan melahapnya dan dibiarkan untuk tetap tumbuh, memang tidak secepat pertumbuhan di tubuh manusia normal yang masih hidup.”
“Jadi penyakit ini tidak bisa disembuhkan?” tanya Li.
“Kita bisa melakukan terapi kanker menggunakan sinar kemo, hanya berlaku bagi manusia normal tentunya, bahkan sel kita tidak menahannya, kemungkinan terbesarnya adalah mati,” semua terdiam. “aku tahu, anda membawa satu anggota untuk melakukan misi di sini, tetapi saran saya jika anda ingin hidup lebih lama, limpahkan semua misi itu pada anggotamu saja,” tutup dokter Lucas dengan penjelasannya.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kumbang Beaters yang merubah manusia menjadi sosok monster yang menakutkan tidak mendapatkan rahasia kehidupan abadi. Kebangkitan setelah kematian yang dialami semua anggotanya tidak bisa lepas dari penuaan dan juga penyakit. Sel-sel lain yang ada dalam tubuh seperti diingatkan kembali tuk kembali hidup. Keunggulan yang mereka miliki adalah imun yang cukup tinggi yang dapat menahan beberapa penyakit dan juga regenerasi bagian tubuh yang hilang dan juga rusak. Jika mereka para Beaters hidup abadi, mungkin para leluhur yang mengalahkan Red Sun masih ada dan ikut berjuang bersama.
“Sebenarnya saya pribadi cukup heran mengapa orang-orang digenerasi terdahulu sampai membuat serum untuk menahan sel Beaters dalam tubuh kita, jika alasannya agar hidup kita lebih terkendali ada benarnya namun itu juga melemahkan kita secara potensial. Padahal turunan sel Red Sun terus berevolusi, tapi kita malah melemahkan diri,” menggeleng kepalanya.
Asistennya mulai membereskan lagi peralatan yang dipakai, selang infusan telah dipasang yang berisi vitamin penguat sel Beaters. Vitamin yang digunakan tidak diperuntukan untuk menguatkan diri dan memberikan kekuatan yang besar. Fungsi utamanya adalah untuk menguatkan sel dalam tubuh agar tidak kalah oleh parasit yang terus menyebar secara perlahan.
“Terima kasih Dok dan juga kau Li telah datang jauh-jauh untuk mengobatiku,” ucap Kaizer.
“Jika ada apa-apa anda bisa menghubungi kami lagi,” ucap Dokter Lucas yang kemudian pamit bersama asistennya Li.
Cronic akhirnya tiba, membuka pintu dan melihat dua orang asing bangun dari tempatnya dan berjalan pergi. Dua gelas kecil yang disuguhkan masih tersisa sedikit, wajah Gonzalo tampak sangat murung meskipun terlihat tersenyum saat memberikan salam perpisahan kepada dua pelanggannya itu. Dengan melihat pakaiannya saja Cronic sudah langsung tahu bahwa dua orang asing ini adalah perwakilan dari White Clan Beaters.
“Ah anda anggota yang dibawa oleh Kaizer, aku Dokter Lu--,” Cronic langsung menghantamnya dengan pertanyaan. Menurut Li caranya itu tidaklah sopan.
“Hei! Ada apa denganmu!” sahut Li.
“Apa penyakit yang dideritanya?” wajah Gonzalo semakin murung, Dokter Lucas tersenyum kemudian berjalan pelan dan membisikan sesuatu pada Cronic.
“Kanker stadium akhir,” ucapannya yang pelan malah membuat Cronic bergidik, hatinya begitu hancur. Sambil menepuk pundaknya, Dokter Lucas dan juga Li yang masih marah pamit. “jaga dan rawatlah atasanmu itu….,” pintu tertutup rapat, suasana menjadi begitu dingin saat Cronic hanya diam mematung tidak bisa berkata-kata.
69banditos memberi reputasi
1
Kutip
Balas