- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.8K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#225
Chapter 142
Quote:
Malam berhiaskan bintang-bintang yang tertutup gemerlap lampu dari kota Surban. Waktu menunjukan hampir pukul sebelas malam, namun aktivitas orang-orang jauh dari kata selesai. Terutama di pusat kota seperti ini, tidak jarang dipinggiran kota mulai sepi namun masih terhitung ramai jika dibandingkan kota sebelahnya.
Menurut informasi dari anggota Black Clan, waktu sepeti ini sangat ideal untuk memburu monster Beaters jenis baru ini, yang berwarna hijau dan cokelat. Kaizer dan juga Cronic menggunakan pakaian yang rapih agar lebih mudah berbaur dengan warga sekitar. Pandangan mereka tidak pernah lengah mengawasi tiap gerak-gerik orang yang dilewatinya.
“Itu!” Kaizer merasakan sesuatu, geraknya cepat menuju sumber suara yang didengarnya sekilas.
“Ada apa?” tanya Cronic dalam hati, ia sama sekali tidak menyadari telah terjadi sesuatu.
Pergerakan Kaizer membawanya ke sebuah lorong sempit, hasil dari dua buah gedung yang saling berdampingan namun tidak bersatu. Ada mayat seseorang di sana, dengan keadaan yang mengenaskan. Lehernya hampir habis digerogoti, sedangkan ada sebuah cakaran hebat nampak di permukaan badannya yang masih dilapisi oleh baju yang robek.
“Masih baru, kita harus mengejarnya!” ucap Kaizer, yang kali ini geraknya jauh lebih cepat, dalam mode manusianya yang bahkan orang biasa tidak mampu melihatnya. Hanya merasakan sebuah angin yang berhembus jika tidak secara melewati seseorang.
Lalu saat sedang mengikuti pimpinannya dari belakang, Cronic melihat Kaizer menangkap leher seseorang dan dengan kecepatan penuh terbang ke atas untuk menjauh dari orang-orang yang terkejut dengan kejadian aneh yang menimpa mereka. Cronic berdiri tenang sambil melirik ke atas, ia tidak bisa melakukannya di sini sementara orang-orang masih bingung dengan apa yang terjadi, dengan hilangnya seseorang dengan cepat.
“Sebaiknya aku lewat jalan samping,” Cronic berjalan sebentar, lalu saat kondisinya sudah sepi ia terbang ke atas dengan memanfaatkan momentum dari pijakan ke tanah.
Saat berada di atas gedung bertingkat ini, seseorang sudah terperangkap dalam Kristal es yang mengeras di kedua kakinya. Mulutnya penuh darah yang masih basah, begitu juga dengan jemarinya yang terlihat berwarna merah.
“Bisa-bisanya kau berjalan santai seperti itu, memasukan kedua tanganmu ke dalam saku celana, dan menganggap tidak ada yang terjadi, kau membuatku muak!” ucap Kaizer yang menunjukan sisi seriusnya. “Dari mana kau memperolehnya?” tanya Kaizer.
“HAHAH! Kau jangan berlagak bodoh, aku tahu kau juga sama sepertiku kan?” es mulai menjalar, kini pahanya juga mengeras tertutup es.
“Kau tidak berhak bertanya kepadaku, di sini posisiku lebih menguntungkan. Ku tanya sekali lagi, dari mana kau memperoleh kekuatanmu itu?” orang itu tidak menjawabnya, tetapi malah mengeluarkan kata-kata yang menjijikan untuk didengar, ia menjelaskan dengan jelas bagaimana dirinya membunuh orang yang tidak berdosa itu.
Cronic yang kesal mendengarnya malah melompat ke arah pelaku, dan menusukan jemarinya yang tajam ke arah leher. “bosku tidak bertanya bagaimana kau membunuh orang itu, ia bertanya dari mana kau mendapatkan kekuatanmu ini?” nada bicaranya lebih tenang, yang malah membuat sang pelaku jadi gemetaran.
“Ti…tidak akan kuberi---,” Cronic menggeser jemarinya hingga membuat kepala sang pelaku terputus dari badannya.
“Kuberi satu kesempatan lagi, selama Beat ditubuhmu tidak hancur, kepalamu masih bisa tersambung,” kini Cronic menggeser jemarinya ke arah dada, di mana letak Beat berada.
“Baik..baik akan kuberitahu, tapi tolong pasangkan dulu kepalaku,” pintanya.
Cronic pun berjalan beberapa langkah, mengambil kepala pelaku kejahatan, dan secara perlahan memasangkan kembali kepalanya. Terihat sel-sel Beaters langsung bekerja dengan menyambungkan kembali kepala yang terputus dari lehernya. Cronic pun menunggu sang pelaku memberitahunya, mulutnya terbuka lebar.
“PERSETAN DENGAN KALIAN!” Cronic melompat menghindar, ketika dari tubuh sang pelaku muncul Kristal es yang menusuknya dari dalam hingga tertembus keluar.
“Hm, kita membuang waktu dengannya. Malam masih panjang, kita cari lagi,” ucap Kaizer yang menjadi dalang keluarnya es dari dalam tubuh sang pelaku.
Pemburuannya terus dilakukan, ada beberapa Beaters yang berhasil ditangkap, namun semuanya tidak ada yang mengakuinya dari mana sumber kekuatannya itu berasal. Malam yang larut mulai beranjak menuju pagi, kedua anggota Silver Clan itu memutuskan untuk menyudahinya dan berniat melanjutkan pemburuan keesokan harinya. Cronic selalu membawa kunci duplikat untuk memudahkan dirinya beserta atasannya itu masuk ke dalam tempat persembunyian yang telah menjadi bar dan caffe. Karena tidak mungkin satu-satunya karyawan yang dimiliki harus bekerja tanpa henti.
Cronic membuka pintunya secara perlahan, keadaan sedikit remang ada satu lampu menyala di meja pelanggan. Di sana ada Gonzalo yang tertidur pulas sambil memegang lap yang mungkin digunakannya untuk bersih-bersih saat penutupan.
“Aku tidak tega melihatnya seperti ini, apa kita harus menambah karyawan?” ucap Kaizer kepada Cronic.
“Kita bahkan belum genap satu bulan melakukan pemburuan, lagipula tempat ini masih baru, belum terlalu ramai menurutku,” balas Cronic.
Saat keduanya hendak ke lantai atas, Gonzalo tiba-tiba terbangun. “Bos sudah pulang?” tanyanya dalam keadaan setengah sadar, “maaf aku ketiduran, pelanggan yang hadir cukup banyak, stok alkohol kita nampaknya berkurang pesat,” Gonzalo melangkah sambil menggeser bangku dan merapihkannya kembali, berniat untuk naik ke lantai dua untuk beristirahat. “bos, aku izin untuk tidur kembali beberapa saat, jika diperbolehkan?” dari aromanya, tercium bau alkohol yang kuat.
“Hm, kau mabuk?” tanya Kaizer.
“Tidak, aku hanya mencoba minuman racikanku sendiri, karena hari ini banyak pelanggan yang menyukainya,” Gonzalo tertawa bangga, lalu badannya ambruk dan ia mulai tertidur lagi.
Kaizer melirik ke arah Cronic, tidak ada pilihan baginya selain membawa badan besar
karyawannya ini menuju kamarnya. Gonzalo beruntung karena diberikan ruangan yang ada di lantai atas untuk tinggal, selain itu alasan lainnya karena Kaizer tidak ingin banyak kamar yang tersedia tetapi tidak ada yang menempatinya. Sudah diduga sebelumnya, kekuatan Cronic yang bukan seorang manusia terlihat ketika mengangkat Gonzalo hanya dengan satu tangan.
“Baiklah, kututup malam ini dengan kegagalan, belum banyak informasi yang kuperoleh,” Kaizer menggelengkan kepalanya kecewa.
Terjadi keributan saat pagi baru saja datang, suara orang rusuh terdengar hebat dari lantai atas. Gonzalo merasa tidak enak ketika sadar berada di tempat tidur yang nyaman. Hal terakhir yang diingatnya adalah ketika sedang beristirahat saat membersihkan meja di area caffe, lalu ketika itu ia sedang mencicipi minuman yang banyak dipesan pelanggan belakangan ini. Baju yang dikenakan masih sama, ia bergegas menuruni tangga, orang yang dilihatnya adalah Cronic sedang mengelap gelas kaca.
“Pa….pagi…,” ucapnya canggung.
“Eh?! Tolong simpan gelasnya!” Gonzalo merasa tidak enak melihat atasannya malah sedang membersihkan gelas, ia bergegas dan mengambil gelasnya. “biar ku lanjutkan, maaf jika sikapku kurang professional,” sambil membungkukan badannya.
“Hm, kau harusnya meminta maaf kepadaku!” sahut orang dari arah samping.
Gonzalo menaikan badannya lagi, lalu melihat Kaizer berdiri, “Iya Tuan! Maafkan sikapku yang payah ini!” membungkuk lebih bawah dibanding tadi.
Kaizer hanya tersenyum melihatnya, tidak ada niatan untuk memarahi karyawannya itu, semua dilakukan untuk menjailinya saja. “Jika seka---,” Kaizer merasakan aura yang sangat buruk dari depan pintu tempatnya, Cronic pun merasakah hal yang sama.
Pintu bar terbuka, seseorang masuk padahal sudah jelas papan penanda masih belum berganti. Gonzalo yang mendengarnya pun segera membalikan badannya, “Maaf kami….,” betapa terkejutnya ketika melihat seorang yang badannya lebih besar darinya. Kepalanya pelontos dan rahangnya sangat tegas.
“Yo!” sapa orang itu kepada ketiganya.
Menurut informasi dari anggota Black Clan, waktu sepeti ini sangat ideal untuk memburu monster Beaters jenis baru ini, yang berwarna hijau dan cokelat. Kaizer dan juga Cronic menggunakan pakaian yang rapih agar lebih mudah berbaur dengan warga sekitar. Pandangan mereka tidak pernah lengah mengawasi tiap gerak-gerik orang yang dilewatinya.
“Itu!” Kaizer merasakan sesuatu, geraknya cepat menuju sumber suara yang didengarnya sekilas.
“Ada apa?” tanya Cronic dalam hati, ia sama sekali tidak menyadari telah terjadi sesuatu.
Pergerakan Kaizer membawanya ke sebuah lorong sempit, hasil dari dua buah gedung yang saling berdampingan namun tidak bersatu. Ada mayat seseorang di sana, dengan keadaan yang mengenaskan. Lehernya hampir habis digerogoti, sedangkan ada sebuah cakaran hebat nampak di permukaan badannya yang masih dilapisi oleh baju yang robek.
“Masih baru, kita harus mengejarnya!” ucap Kaizer, yang kali ini geraknya jauh lebih cepat, dalam mode manusianya yang bahkan orang biasa tidak mampu melihatnya. Hanya merasakan sebuah angin yang berhembus jika tidak secara melewati seseorang.
Lalu saat sedang mengikuti pimpinannya dari belakang, Cronic melihat Kaizer menangkap leher seseorang dan dengan kecepatan penuh terbang ke atas untuk menjauh dari orang-orang yang terkejut dengan kejadian aneh yang menimpa mereka. Cronic berdiri tenang sambil melirik ke atas, ia tidak bisa melakukannya di sini sementara orang-orang masih bingung dengan apa yang terjadi, dengan hilangnya seseorang dengan cepat.
“Sebaiknya aku lewat jalan samping,” Cronic berjalan sebentar, lalu saat kondisinya sudah sepi ia terbang ke atas dengan memanfaatkan momentum dari pijakan ke tanah.
Saat berada di atas gedung bertingkat ini, seseorang sudah terperangkap dalam Kristal es yang mengeras di kedua kakinya. Mulutnya penuh darah yang masih basah, begitu juga dengan jemarinya yang terlihat berwarna merah.
“Bisa-bisanya kau berjalan santai seperti itu, memasukan kedua tanganmu ke dalam saku celana, dan menganggap tidak ada yang terjadi, kau membuatku muak!” ucap Kaizer yang menunjukan sisi seriusnya. “Dari mana kau memperolehnya?” tanya Kaizer.
“HAHAH! Kau jangan berlagak bodoh, aku tahu kau juga sama sepertiku kan?” es mulai menjalar, kini pahanya juga mengeras tertutup es.
“Kau tidak berhak bertanya kepadaku, di sini posisiku lebih menguntungkan. Ku tanya sekali lagi, dari mana kau memperoleh kekuatanmu itu?” orang itu tidak menjawabnya, tetapi malah mengeluarkan kata-kata yang menjijikan untuk didengar, ia menjelaskan dengan jelas bagaimana dirinya membunuh orang yang tidak berdosa itu.
Cronic yang kesal mendengarnya malah melompat ke arah pelaku, dan menusukan jemarinya yang tajam ke arah leher. “bosku tidak bertanya bagaimana kau membunuh orang itu, ia bertanya dari mana kau mendapatkan kekuatanmu ini?” nada bicaranya lebih tenang, yang malah membuat sang pelaku jadi gemetaran.
“Ti…tidak akan kuberi---,” Cronic menggeser jemarinya hingga membuat kepala sang pelaku terputus dari badannya.
“Kuberi satu kesempatan lagi, selama Beat ditubuhmu tidak hancur, kepalamu masih bisa tersambung,” kini Cronic menggeser jemarinya ke arah dada, di mana letak Beat berada.
“Baik..baik akan kuberitahu, tapi tolong pasangkan dulu kepalaku,” pintanya.
Cronic pun berjalan beberapa langkah, mengambil kepala pelaku kejahatan, dan secara perlahan memasangkan kembali kepalanya. Terihat sel-sel Beaters langsung bekerja dengan menyambungkan kembali kepala yang terputus dari lehernya. Cronic pun menunggu sang pelaku memberitahunya, mulutnya terbuka lebar.
“PERSETAN DENGAN KALIAN!” Cronic melompat menghindar, ketika dari tubuh sang pelaku muncul Kristal es yang menusuknya dari dalam hingga tertembus keluar.
“Hm, kita membuang waktu dengannya. Malam masih panjang, kita cari lagi,” ucap Kaizer yang menjadi dalang keluarnya es dari dalam tubuh sang pelaku.
Pemburuannya terus dilakukan, ada beberapa Beaters yang berhasil ditangkap, namun semuanya tidak ada yang mengakuinya dari mana sumber kekuatannya itu berasal. Malam yang larut mulai beranjak menuju pagi, kedua anggota Silver Clan itu memutuskan untuk menyudahinya dan berniat melanjutkan pemburuan keesokan harinya. Cronic selalu membawa kunci duplikat untuk memudahkan dirinya beserta atasannya itu masuk ke dalam tempat persembunyian yang telah menjadi bar dan caffe. Karena tidak mungkin satu-satunya karyawan yang dimiliki harus bekerja tanpa henti.
Cronic membuka pintunya secara perlahan, keadaan sedikit remang ada satu lampu menyala di meja pelanggan. Di sana ada Gonzalo yang tertidur pulas sambil memegang lap yang mungkin digunakannya untuk bersih-bersih saat penutupan.
“Aku tidak tega melihatnya seperti ini, apa kita harus menambah karyawan?” ucap Kaizer kepada Cronic.
“Kita bahkan belum genap satu bulan melakukan pemburuan, lagipula tempat ini masih baru, belum terlalu ramai menurutku,” balas Cronic.
Saat keduanya hendak ke lantai atas, Gonzalo tiba-tiba terbangun. “Bos sudah pulang?” tanyanya dalam keadaan setengah sadar, “maaf aku ketiduran, pelanggan yang hadir cukup banyak, stok alkohol kita nampaknya berkurang pesat,” Gonzalo melangkah sambil menggeser bangku dan merapihkannya kembali, berniat untuk naik ke lantai dua untuk beristirahat. “bos, aku izin untuk tidur kembali beberapa saat, jika diperbolehkan?” dari aromanya, tercium bau alkohol yang kuat.
“Hm, kau mabuk?” tanya Kaizer.
“Tidak, aku hanya mencoba minuman racikanku sendiri, karena hari ini banyak pelanggan yang menyukainya,” Gonzalo tertawa bangga, lalu badannya ambruk dan ia mulai tertidur lagi.
Kaizer melirik ke arah Cronic, tidak ada pilihan baginya selain membawa badan besar
karyawannya ini menuju kamarnya. Gonzalo beruntung karena diberikan ruangan yang ada di lantai atas untuk tinggal, selain itu alasan lainnya karena Kaizer tidak ingin banyak kamar yang tersedia tetapi tidak ada yang menempatinya. Sudah diduga sebelumnya, kekuatan Cronic yang bukan seorang manusia terlihat ketika mengangkat Gonzalo hanya dengan satu tangan.
“Baiklah, kututup malam ini dengan kegagalan, belum banyak informasi yang kuperoleh,” Kaizer menggelengkan kepalanya kecewa.
Terjadi keributan saat pagi baru saja datang, suara orang rusuh terdengar hebat dari lantai atas. Gonzalo merasa tidak enak ketika sadar berada di tempat tidur yang nyaman. Hal terakhir yang diingatnya adalah ketika sedang beristirahat saat membersihkan meja di area caffe, lalu ketika itu ia sedang mencicipi minuman yang banyak dipesan pelanggan belakangan ini. Baju yang dikenakan masih sama, ia bergegas menuruni tangga, orang yang dilihatnya adalah Cronic sedang mengelap gelas kaca.
“Pa….pagi…,” ucapnya canggung.
“Eh?! Tolong simpan gelasnya!” Gonzalo merasa tidak enak melihat atasannya malah sedang membersihkan gelas, ia bergegas dan mengambil gelasnya. “biar ku lanjutkan, maaf jika sikapku kurang professional,” sambil membungkukan badannya.
“Hm, kau harusnya meminta maaf kepadaku!” sahut orang dari arah samping.
Gonzalo menaikan badannya lagi, lalu melihat Kaizer berdiri, “Iya Tuan! Maafkan sikapku yang payah ini!” membungkuk lebih bawah dibanding tadi.
Kaizer hanya tersenyum melihatnya, tidak ada niatan untuk memarahi karyawannya itu, semua dilakukan untuk menjailinya saja. “Jika seka---,” Kaizer merasakan aura yang sangat buruk dari depan pintu tempatnya, Cronic pun merasakah hal yang sama.
Pintu bar terbuka, seseorang masuk padahal sudah jelas papan penanda masih belum berganti. Gonzalo yang mendengarnya pun segera membalikan badannya, “Maaf kami….,” betapa terkejutnya ketika melihat seorang yang badannya lebih besar darinya. Kepalanya pelontos dan rahangnya sangat tegas.
“Yo!” sapa orang itu kepada ketiganya.
69banditos memberi reputasi
2
Kutip
Balas