- Beranda
- Berita dan Politik
Habib Ini Tak Sudi Dukung Anies Baswedan, Meski Sama-sama Keturunan Yaman
...
TS
ncub
Habib Ini Tak Sudi Dukung Anies Baswedan, Meski Sama-sama Keturunan Yaman
JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dzurriyah yang memiliki keturunan Nabi Muhammad SAW atau cucu Nabi, Habib Husin Shihab tak sudi mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sekarang ini digadang - gadang bakal maju pada Pilpres 2024 mendatang.
Ketua Cyber Indonesia itu terang-terangan menyatakan dirinya sama sekali ogah mendukung Anies pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu kendati dirinya dan Anies Baswedan sama-sama keturunan Yaman.
"Saya tidak pernah sudi mendukung Anies walau dia sama-sama turunan Yaman,” kata Husin Shihab dikutip akun Twitternya, dikutip Selasa 7 Juni 2022.
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi Habib Husin enggan menjadi pendukung Anies Baswedan. Salah satunya Habib Husin menilai Anies Baswedan dalam karir politiknya selalu didukung kelompok-kelompok intoleran atau radikal.
Jadi menurutnya, jika Anies Baswedan menjadi Presiden, maka kelompok - kelompok seperti ini yang sudah susah payah diberangus Presiden Joko Widodo bakal tumbuh subur kembali. Menurut Husin Shihab ini adalah ancaman buat Indonesia yang tak boleh dianggap enteng.
Habib Husin Shihab mengatakan, jika Anies Baswedan benar - benar maju pada Pilpres mendatang, maka Islam bakal kembali ditunggangi untuk meraih kekuasaan sebagaimana yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Menurutnya, Pilkada DKI 2017 dikenal sebagai pesta demokrasi terburuk sepanjang sejarah karena permainan politik identitas yang sukses memecah belah masyarakat.
Bukan tanpa alasan Habib Husin mengatakan hal itu, buktinya kata dia saat ini berbagai kelompok sudah terang-terangan mendeklarasikan dukungan buat Anies Baswedan pada Pilpres nanti.
“Kalau uda kayak gini ISLAM akan ditunggangi lagi di 2024,” tukasnya. (*)
SUMBER
Jadi mesti ngikut cucu nabi yang mana nih ?
Ketua Cyber Indonesia itu terang-terangan menyatakan dirinya sama sekali ogah mendukung Anies pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu kendati dirinya dan Anies Baswedan sama-sama keturunan Yaman.
"Saya tidak pernah sudi mendukung Anies walau dia sama-sama turunan Yaman,” kata Husin Shihab dikutip akun Twitternya, dikutip Selasa 7 Juni 2022.
Ada banyak alasan yang melatarbelakangi Habib Husin enggan menjadi pendukung Anies Baswedan. Salah satunya Habib Husin menilai Anies Baswedan dalam karir politiknya selalu didukung kelompok-kelompok intoleran atau radikal.
Jadi menurutnya, jika Anies Baswedan menjadi Presiden, maka kelompok - kelompok seperti ini yang sudah susah payah diberangus Presiden Joko Widodo bakal tumbuh subur kembali. Menurut Husin Shihab ini adalah ancaman buat Indonesia yang tak boleh dianggap enteng.
Habib Husin Shihab mengatakan, jika Anies Baswedan benar - benar maju pada Pilpres mendatang, maka Islam bakal kembali ditunggangi untuk meraih kekuasaan sebagaimana yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Menurutnya, Pilkada DKI 2017 dikenal sebagai pesta demokrasi terburuk sepanjang sejarah karena permainan politik identitas yang sukses memecah belah masyarakat.
Bukan tanpa alasan Habib Husin mengatakan hal itu, buktinya kata dia saat ini berbagai kelompok sudah terang-terangan mendeklarasikan dukungan buat Anies Baswedan pada Pilpres nanti.
“Kalau uda kayak gini ISLAM akan ditunggangi lagi di 2024,” tukasnya. (*)
SUMBER
Jadi mesti ngikut cucu nabi yang mana nih ?
coffeetiam dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
2
1.4K
23
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
693.5KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#4
Entah kenapa ane sampai sekarang masih belum pengen ada non pribumi (arab maupun Tionghoa) jadi presiden..
Ane melihat baik arab maupun Tionghoa itu BISA JADI High performance but low sustainability.
Sementara orang pribumi (Jawa), BISA JADI low performance but High sustainability.
Untuk bangsa yang besar dan heterogen, high sustainability adalah prioritas utama. Karena cost nya terlalu besar kalo sampai bangsa ini rontok karena pr sidennya nggak bisa menghandle heterogenitas.
Untung Jokowi high performance dan high sustainability.

Ane melihat baik arab maupun Tionghoa itu BISA JADI High performance but low sustainability.
Sementara orang pribumi (Jawa), BISA JADI low performance but High sustainability.
Untuk bangsa yang besar dan heterogen, high sustainability adalah prioritas utama. Karena cost nya terlalu besar kalo sampai bangsa ini rontok karena pr sidennya nggak bisa menghandle heterogenitas.
Untung Jokowi high performance dan high sustainability.

Diubah oleh User telah dihapus 07-06-2022 10:50
tiwer dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
2
Tutup