- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
27.9K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#220
Chapter 140
Quote:
Mereka semua saling menatap satu sama lain, menunggu terobosan apa yang akan dijelaskan oleh Dr. Geere. Professor senior itu malah menatap ke arah Wayne, seketika ia merasa bahwa akan ada suatu tugas yang begitu berat yang akan diberikan padanya. Namun tidak disangka, Dr. Geere hanya memintanya untuk membuka salah satu telapak tangannya.
Tanpa banyak bertanya, Wayne melakukan apa yang dipinta oleh Dr. Geere, “Oke, kuharap ini bukan sesuatu yang menyakitkan,” timpanya sambil bercanda.
“Tidak, aku hanya ingin melakukan ini,” dengan cepat Dr. Geere meraih telapak tangan Wayne, menggenggamnya dengan erat.
“Apa yang--,” darah tiba-tiba muncul, menyembur pelan. Melihat kejadian seperti itu, Ferdinand dan Marco menjauh bahkan sudah siap untuk mempertahankan diri.
“Jangan khawatir, aku hanya memasukan salah satu kumbang milikku saja,” kumbang itu bergerak pelan menuju bagian organ dalamnya. “aku melakukan ini untuk menandai diriku saja.”
“Menandai?” tanya Wayne heran, ia juga tidak sakit apapun.
Dr. George bantu menjelaskan apa yang dilakukan seniornya itu. Dr. Geere berniat untuk menyatukan mereka dengan mengikat satu sama lain melalui Wayne. Karena dirinya merupakan ras kumbang terkuat saat ini dengan warna emasnya yang berkilau. Sehingga kekuatan yang ada dirinya sudah tentu di atas yang lain. Wayne pun diminta untuk mengeluarkan kumbang emas miliknya dari telapak tangannya yang lain. Permintaan aneh ini sulit untuk dilakukan karena Wayne sama sekali tidak mengetahui tentang kemampuan baru ini.
“Kau hanya perlu memikirkannya saja, darah dalam tubuh kita sudah tercemar oleh virus monster berukuran super mikro. Karena sudah lepas dari ikatan komandan, kita bebas untuk membuat perintah apapun, termasuk membuat salinan kumbang seperti ini,” Dr. George mendemokan dengan membuka telapak tangannya, lalu perlahan keluar kumbang putih berukuran kecil.
“Kau akan kujadikan pimpinan grup ini,” ucap Dr. Geere menambahkan. “kita bertarung sebagai tim dan menang sebagai tim, tidak ada alasan bagi kita untuk berpisah, karena sejatinya monster merah itu masih berkeliaran di luar sana,” Ferdinand dan Marco kembali tenang dan duduk kembali.
Kumbang emas keluar dari telapak tangan milik Wayne setelah berhasil mencobanya. Lalu kemudian satu kumbang berwarna perak dikeluarkannya. Serangga itu tidak bergerak, namun setelah Dr. Geere bangkit dari tempatnya, mahkluk hidup kecil itu ikut bergerak. Menandakan bahwa kumbang itu merupakan persona dari Dr. Geere.
“Kau memintaku tuk mengawasi gerak-gerik kalian?” tanya Wayne heran.
“Ya, dan untuk mengeksekusi kami jika kedepannya kami melakukan sesuatu yang buruk,” arah pembicaraan semakin serius dan membingungkan.
Dr. Geere menjelaskan kembali, dalam tubuh mereka masih tersimpan virus atau dna dari indukan yaitu sang komandan Gert yang sewaktu-waktu bisa bangkit dan meracuni pikiran mereka. Hal yang mereka lakukan adalah menjinakan sel tersebut bukan memusnahkannya. Selama beberapa hari ini, dalam waktu yang singkat, belum ada sesuatu yang tercipta untuk membunuh sel jahat itu. Karena kekurangan sampel dan juga peralatan yang minim.
Wayne dengan kekuatannya dapat dengan mudah membinasakan mereka yang berkhianat, termasuk Dr. Geere sendiri jika suatu saat nanti sel jahat itu meracuni otaknya. Pertarungan bersamanya sudah menjadi jawaban bahwa rentang kekuatan miliknya terpaut jauh dengan anak muda itu. Namun bukan berarti kumbang jenis lainnya tidak mempunyai keunggulan lain.
Dr. George dengan kumbang putihnya terbukti memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan Dr. Geere, mereka berdua sudah mengetesnya. Lalu kumbang perunggu milik Marco yang dapat membuat berbagai jenis senjata, kumbang hitam milik Ferdinand mengeluarkan kekuatan yang sifatnya merusak seperti racun, sangat cocok untuk dijadikan mata-mata. Semua hal ini diutarakan oleh Dr. Geere dalam tempo singkat dan ringkas.
“Aku sudah membawa surat perjanjiannya, kalian bisa membacanya,” ucap Dr. Geere sembari mengeluarkan kertas buram yang tulisannya ditulis menggunakan tinta hitam. Kertas itu hanya ada satu, sehingga yang lain bisa membacanya bergantian.
Wayne membacanya digiliran akhir, tiap-tiap kalimat dibacanya dengan seksama. Kagum dengan cara cepat berpikir Dr. Geere yang bisa membuat ini semua dalam hitungan minggu. Ide ini tidak buruk hanya saja menjadikan dirinya sebagai ketua merupakan tindakan yang gegabah, Wayne lebih setuju jika Dr. Geere yang menjadi ketua perkumpulan ini. Selesai membaca, tidak ada sanggahan atau pertanyaan keluar dari mulutnya, Wayne hanya meminta beberapa waktu saja untuk mencerna semua ini dan mendalami perannya sebagai ketua.
Semua anggota sudah setujui dengan surat penjanjian ini, yang menjadi landasan mereka dalam bergerak dan berorganisasi. Pertemuan itu menjadi titik awal pencarian sisa-sisa monster merah yang kebangkitannya tidak diharapkan. Semua sudah tahu dan paham dengan tugas masing-masing yang mana tertera dalam surat perjanjian itu.
“Baiklah, semuanya sudah setuju, tapi ada satu hal yang belum disebutkan dari awal pertemuan kita ini,” tanya Marco.
“Aku juga menyadarinya, apa organisasi kita ini mempunyai nama?” ucap Ferdinand.
Sebuah pertanyaan yang kenanak-kanakan dari mereka yang sudah menjadi mayat sebelumnya, namun Dr. Geere sudah menyiapkan jawaban dari pertanyaan ini.
“Beaters Clan!” jawab Dr. Geere dengan suara lantang, menandakan bahwa perkumpulan inilah yang akan memburu monster merah itu sampai akarnya.
Pertemuan itu disudahi dengan peresmian sebuah nama dan juga persetujuan semua pihak dengan poin-poin perjanjian yang sudah dibuat. Anggota yang lainnya pun pergi dan segera memulai misinya masing-masing, Dr. Geere pun kembali ke kamarnya sementara Dr. George masih terlibat perbincangan dengan Wayne, perihal penunjukan ketua organisasi. Tidak ingin penjelasannya didengar oleh Dr. Geere, maka obrolan itu dialihkan keluar rumah, tepatnya di teras dengan pemandangan serba hijau yang menyejukkan mata.
“Sudah kuduga ada yang tidak beres,” Wayne sangat tajam ketika membaca situasi.
Angin berhembus segar membuat perasaan Dr. George jauh lebih nyaman tuk mengatakannya.
“Sebenarnya kondisi Dr. George sedang tidak baik-baik saja, beliau terkena penyakit mematikan, sejenis kanker.”
Wayne tersenyum bahkan hampir tertawa ketika mendengarnya, logikanya tidak berjalan karena sejatinya tubuh mereka sudah mati, tidak mungkin ada penyakit yang menyerang. Namun ekspresi wajah yang serius dari Dr. George membuktikan bahwa ucapannya tidak main-main. “Bagaimana bisa?”
“Kukira kita menjadi abadi dengan kutukan seperti ini, ternyata tidak. Kumbang besar yang memompa jantung kita ini memberikan sebuah kehidupan, dan sel-sel penyakitpun bisa tumbuh karena sel monster dalam tubuh tidak memakan sebuah parasit, mereka hanya ingin kesegaran….,” ucap Dr. George pelan. “kekuatan untuk memulihkan diri sendiri juga tidak sanggup melakukannya, karena penyakit seperti ini dikenalinya sebagai parasit. Mungkin pertumbuhannya akan jauh lambat dibanding manusia pada umumnya. Untuk itulah alasan kuat mengapa kau dipilih menjadi ketua, kau masih muda, tubuhmu juga masih sanggup untuk bertahan setidaknya sampai 100 tahun nanti…,” pungkasnya sambil tertawa.
Sementara itu Dr. Geere duduk dikamarnya, memandangi jendela keluar. Membayangkan dalam usia ini bisa bersama anak dan juga istrinya. Tidak terasa air matanya turun, bayangan kedua orang yang dicintainya sangat menyakitkan, apalagi jika teringat bagaimana kedua mati ditangannya. Kini tatapannya lebih mantap, berharap generasi selanjutnya dapat menuntaskan apa yang tidak bisa diselesaikannya. Dengan membekali mereka dengan berbagai pengetahuan dari uji coba yang dilakukan untuk memudahkan jalannya.
Tanpa banyak bertanya, Wayne melakukan apa yang dipinta oleh Dr. Geere, “Oke, kuharap ini bukan sesuatu yang menyakitkan,” timpanya sambil bercanda.
“Tidak, aku hanya ingin melakukan ini,” dengan cepat Dr. Geere meraih telapak tangan Wayne, menggenggamnya dengan erat.
“Apa yang--,” darah tiba-tiba muncul, menyembur pelan. Melihat kejadian seperti itu, Ferdinand dan Marco menjauh bahkan sudah siap untuk mempertahankan diri.
“Jangan khawatir, aku hanya memasukan salah satu kumbang milikku saja,” kumbang itu bergerak pelan menuju bagian organ dalamnya. “aku melakukan ini untuk menandai diriku saja.”
“Menandai?” tanya Wayne heran, ia juga tidak sakit apapun.
Dr. George bantu menjelaskan apa yang dilakukan seniornya itu. Dr. Geere berniat untuk menyatukan mereka dengan mengikat satu sama lain melalui Wayne. Karena dirinya merupakan ras kumbang terkuat saat ini dengan warna emasnya yang berkilau. Sehingga kekuatan yang ada dirinya sudah tentu di atas yang lain. Wayne pun diminta untuk mengeluarkan kumbang emas miliknya dari telapak tangannya yang lain. Permintaan aneh ini sulit untuk dilakukan karena Wayne sama sekali tidak mengetahui tentang kemampuan baru ini.
“Kau hanya perlu memikirkannya saja, darah dalam tubuh kita sudah tercemar oleh virus monster berukuran super mikro. Karena sudah lepas dari ikatan komandan, kita bebas untuk membuat perintah apapun, termasuk membuat salinan kumbang seperti ini,” Dr. George mendemokan dengan membuka telapak tangannya, lalu perlahan keluar kumbang putih berukuran kecil.
“Kau akan kujadikan pimpinan grup ini,” ucap Dr. Geere menambahkan. “kita bertarung sebagai tim dan menang sebagai tim, tidak ada alasan bagi kita untuk berpisah, karena sejatinya monster merah itu masih berkeliaran di luar sana,” Ferdinand dan Marco kembali tenang dan duduk kembali.
Kumbang emas keluar dari telapak tangan milik Wayne setelah berhasil mencobanya. Lalu kemudian satu kumbang berwarna perak dikeluarkannya. Serangga itu tidak bergerak, namun setelah Dr. Geere bangkit dari tempatnya, mahkluk hidup kecil itu ikut bergerak. Menandakan bahwa kumbang itu merupakan persona dari Dr. Geere.
“Kau memintaku tuk mengawasi gerak-gerik kalian?” tanya Wayne heran.
“Ya, dan untuk mengeksekusi kami jika kedepannya kami melakukan sesuatu yang buruk,” arah pembicaraan semakin serius dan membingungkan.
Dr. Geere menjelaskan kembali, dalam tubuh mereka masih tersimpan virus atau dna dari indukan yaitu sang komandan Gert yang sewaktu-waktu bisa bangkit dan meracuni pikiran mereka. Hal yang mereka lakukan adalah menjinakan sel tersebut bukan memusnahkannya. Selama beberapa hari ini, dalam waktu yang singkat, belum ada sesuatu yang tercipta untuk membunuh sel jahat itu. Karena kekurangan sampel dan juga peralatan yang minim.
Wayne dengan kekuatannya dapat dengan mudah membinasakan mereka yang berkhianat, termasuk Dr. Geere sendiri jika suatu saat nanti sel jahat itu meracuni otaknya. Pertarungan bersamanya sudah menjadi jawaban bahwa rentang kekuatan miliknya terpaut jauh dengan anak muda itu. Namun bukan berarti kumbang jenis lainnya tidak mempunyai keunggulan lain.
Dr. George dengan kumbang putihnya terbukti memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan Dr. Geere, mereka berdua sudah mengetesnya. Lalu kumbang perunggu milik Marco yang dapat membuat berbagai jenis senjata, kumbang hitam milik Ferdinand mengeluarkan kekuatan yang sifatnya merusak seperti racun, sangat cocok untuk dijadikan mata-mata. Semua hal ini diutarakan oleh Dr. Geere dalam tempo singkat dan ringkas.
“Aku sudah membawa surat perjanjiannya, kalian bisa membacanya,” ucap Dr. Geere sembari mengeluarkan kertas buram yang tulisannya ditulis menggunakan tinta hitam. Kertas itu hanya ada satu, sehingga yang lain bisa membacanya bergantian.
Wayne membacanya digiliran akhir, tiap-tiap kalimat dibacanya dengan seksama. Kagum dengan cara cepat berpikir Dr. Geere yang bisa membuat ini semua dalam hitungan minggu. Ide ini tidak buruk hanya saja menjadikan dirinya sebagai ketua merupakan tindakan yang gegabah, Wayne lebih setuju jika Dr. Geere yang menjadi ketua perkumpulan ini. Selesai membaca, tidak ada sanggahan atau pertanyaan keluar dari mulutnya, Wayne hanya meminta beberapa waktu saja untuk mencerna semua ini dan mendalami perannya sebagai ketua.
Semua anggota sudah setujui dengan surat penjanjian ini, yang menjadi landasan mereka dalam bergerak dan berorganisasi. Pertemuan itu menjadi titik awal pencarian sisa-sisa monster merah yang kebangkitannya tidak diharapkan. Semua sudah tahu dan paham dengan tugas masing-masing yang mana tertera dalam surat perjanjian itu.
“Baiklah, semuanya sudah setuju, tapi ada satu hal yang belum disebutkan dari awal pertemuan kita ini,” tanya Marco.
“Aku juga menyadarinya, apa organisasi kita ini mempunyai nama?” ucap Ferdinand.
Sebuah pertanyaan yang kenanak-kanakan dari mereka yang sudah menjadi mayat sebelumnya, namun Dr. Geere sudah menyiapkan jawaban dari pertanyaan ini.
“Beaters Clan!” jawab Dr. Geere dengan suara lantang, menandakan bahwa perkumpulan inilah yang akan memburu monster merah itu sampai akarnya.
Pertemuan itu disudahi dengan peresmian sebuah nama dan juga persetujuan semua pihak dengan poin-poin perjanjian yang sudah dibuat. Anggota yang lainnya pun pergi dan segera memulai misinya masing-masing, Dr. Geere pun kembali ke kamarnya sementara Dr. George masih terlibat perbincangan dengan Wayne, perihal penunjukan ketua organisasi. Tidak ingin penjelasannya didengar oleh Dr. Geere, maka obrolan itu dialihkan keluar rumah, tepatnya di teras dengan pemandangan serba hijau yang menyejukkan mata.
“Sudah kuduga ada yang tidak beres,” Wayne sangat tajam ketika membaca situasi.
Angin berhembus segar membuat perasaan Dr. George jauh lebih nyaman tuk mengatakannya.
“Sebenarnya kondisi Dr. George sedang tidak baik-baik saja, beliau terkena penyakit mematikan, sejenis kanker.”
Wayne tersenyum bahkan hampir tertawa ketika mendengarnya, logikanya tidak berjalan karena sejatinya tubuh mereka sudah mati, tidak mungkin ada penyakit yang menyerang. Namun ekspresi wajah yang serius dari Dr. George membuktikan bahwa ucapannya tidak main-main. “Bagaimana bisa?”
“Kukira kita menjadi abadi dengan kutukan seperti ini, ternyata tidak. Kumbang besar yang memompa jantung kita ini memberikan sebuah kehidupan, dan sel-sel penyakitpun bisa tumbuh karena sel monster dalam tubuh tidak memakan sebuah parasit, mereka hanya ingin kesegaran….,” ucap Dr. George pelan. “kekuatan untuk memulihkan diri sendiri juga tidak sanggup melakukannya, karena penyakit seperti ini dikenalinya sebagai parasit. Mungkin pertumbuhannya akan jauh lambat dibanding manusia pada umumnya. Untuk itulah alasan kuat mengapa kau dipilih menjadi ketua, kau masih muda, tubuhmu juga masih sanggup untuk bertahan setidaknya sampai 100 tahun nanti…,” pungkasnya sambil tertawa.
Sementara itu Dr. Geere duduk dikamarnya, memandangi jendela keluar. Membayangkan dalam usia ini bisa bersama anak dan juga istrinya. Tidak terasa air matanya turun, bayangan kedua orang yang dicintainya sangat menyakitkan, apalagi jika teringat bagaimana kedua mati ditangannya. Kini tatapannya lebih mantap, berharap generasi selanjutnya dapat menuntaskan apa yang tidak bisa diselesaikannya. Dengan membekali mereka dengan berbagai pengetahuan dari uji coba yang dilakukan untuk memudahkan jalannya.
ARC VI: ORIGIN, END!
69banditos dan gabrielllllllll memberi reputasi
3
Kutip
Balas