Kaskus

Story

AinunbellAvatar border
TS
Ainunbell
"Cinta Seorang Hacker" Sebuah Novel Scifi Menarik Bergenre Teenlit
Hai, Gan. Ketemu lagi ama gue, author halu dan kadang suka labil. Awokwokwok.


"Cinta Seorang Hacker" Sebuah Novel Scifi Menarik Bergenre Teenlit


Kenapa labil? Lha wong baru aja kemaren bikin thread tentang novel solo gue yang judulnya "Cinta Seorang Hacker", terus gue Apus.emoticon-Cape deeehh

Maafin gue, Gaeys. Itu murni karena threadnya tidak lolos review. Ya, kali udah Hot Thread lalu gue ga dapet hujan koin. Percuma, Gaeys. Salah gue sendiri sih, bikin thread tulisan gue tapi di platform lain gak gue unpublish (wattpad).

Yaaah, maklum newbie. Maafin gue, Gaeys. Sampun. emoticon-Leh Uga

Nah, kali ini biar gue review aja deh novel solo gue yang judulnya Cinta Seorang Hacker. Kurang kerjaan amat, yak. Penulis review ceritanya sendiri. Gak papalah gaeys. Daripada ga ada yang review.

"Cinta Seorang Hacker" Sebuah Novel Scifi Menarik Bergenre Teenlit


Novel ini terbit secara self publish di penerbitan indie komunitas kepenulisan di sebuah platform Facebook. Gue nulis di sana sampe chapter 8 sedangkan isi di novel sampe chapter 14. Gue jual seharga 60 ribu. Bonus foto cantik gue. Muntaah gaeys. 🤮

Ia mengisahkan tentang seorang cowok SMA yang bernama Dean yang merupakan seorang hacker kenamaan. Yah, awal-awal sih elo semua gak bakal ngeliat aksi dia ngehack. Palingan perkenalan dia sama pusat dari tata surya dia, seorang gadis bernama Diana.

Diana ini gadis tercool di sekolah, tapi dia juga punya kepedulian besar terhadap orang lain. Solehah able, istri able, dan menantu able, deh. Dean aja sampe cinta mati ma dia. emoticon-Peluk

Sampai pada suatu ketika, saat Diana dihadapkan pilihan sulit buat lanjut kuliah atau bekerja, papanya meninggal saat dia hendak Ujian Nasional.

Lo semua ga bakal nemu bucinitas di cerita ini, gue ga suka ngebucin dan ga suka dibucinin. Gak ada tuh acaranya si Dean ini bakalan ngontrol dia, mengambil hak hidup ceweknya dll seperti yang ditulis di komen thread gue sebelumnya. Btw, gapapa sih. Gue suka kalau pembaca gue ikut ngehalu bersama gue. Love you gaeys.

Nah, saat Diana membutuhkan kerjaan, si Dean ngehack salah satu Kafe terbesar di kotanya agar si Diana mulus dalam memasuki tempat kerja itu. Plus satu lagi, Dean menyusupkan keylogger di laptop Diana agar dia bisa memantau Diana.

Keylogger itu adalah aplikasi yang bisa memantau gerak empunya laptop. Menggunakan kameranya, memantau aktivitas online si yang punya perangkat, mengakses data-datanya. Uwow. Apakah Dean punya maksud tersembunyi sampai-sampai dia tega mengintip Diana? emoticon-Wow

Dokumen cerita ini pernah gue kirim ke beberapa penerbit mayor sekelas gramed, gitu. Tapi ditolak. Gapapa sih, gue bersyukur aja karena intinya gue berani melangkah ke komunitas besar atau tempat lain yang lebih tinggi dibanding komunitas menulis yang membesarkan gue selama ini.

Satu kali penolakan, masih banyak cara lain yang bisa ditempuh. Gue gak akan nyerah, gaeys. Karena itu jalan ninjaku. Muehehehe.

Kalian semua pasti penasaran, gaeys. Bantu thread ini jadi hot thread biar gue upload semua ceritanya di sini.

Gue sayang kalian semua. emoticon-Kiss

Nah, ini gue sertakan teaser video yang gue buat sendiri dengan narsisnya. Maaf kalau jelek, ampuni aja gue. Karena adanya yang jelek-jelek makanya bisa dibandingkan sama yang bagus-bagus. Ngemeng apa sih.



Link Chapter di sini, ya. ❤️❤️❤️

👇👇👇

All Chapter
Diubah oleh Ainunbell 20-09-2019 15:51
indwan87Avatar border
Richy211Avatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan 3 lainnya memberi reputasi
4
3.3K
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
AinunbellAvatar border
TS
Ainunbell
#28
Cyber Love Bab 10
Diana menolak berkomunikasi dengan Dean. Saat lelaki itu mencoba menghubunginya, ia selalu menghindar. Ia juga berhenti bekerja dan tidak mau berhubungan dengan siapa pun.

Dean putus harapan. Diana juga tidak pernah mengaktifkan komputernya sejak hari itu. Jadi, aktivitas masuk dari keylogger di perangkat Diana sama dengan nol.

Dean berpikir apakah ada yang salah? Apa mungkin Diana sudah mengetahui keberadaan Software penyusup itu dan menghapusnya? Kenapa dia selalu lari saat Dean mencoba menemuinya?

Macam-macam pikiran berkecamuk di kepala Dean. Ia merasa dicampakkan, tetapi itu bukan salah Diana. Seandainya ia lebih dahulu menyatakan perasaannya, mungkin Diana punya alasan untuk bertahan dan menolak pertunangan sepihak tersebut.

Janji yang ia ucapkan di hadapan jenazah ayah Diana seperti menguap dibawa angin. Dean merasa payah, ia sungguh tidak mampu melakukan apa pun.

Waktu terus berlalu, dua minggu bukanlah waktu yang lama. Hari bersejarah itu akhirnya tiba.

Dean sudah berusaha semampunya, tetapi saat berkali-kali ditolak. Dean bisa apa?

Dia menyerah.

Diana menikah dengan Bastian dan langsung diboyong oleh suaminya menuju luar negeri, di mana mereka akan berbulan madu.

Dean tidak menghadiri resepsi, ia mengetahui pembicaraan itu di grup WA alumni sekolah. Dean hampir saja membanting ponsel gara-gara membaca pesan yang ada di sana.

Kesal, ia ingin lari sejauh mungkin. Ke mana saja asalkan tidak ada Diana. Namun, ia tahu semua itu percuma. Sebab, Diana selalu bercokol dalam pikirannya sendiri. Orang tidak dapat lari dari pikirannya. Dean menerima itu walau hatinya hangus terbakar dan menjadi abu.

Dia menyibukkan diri dengan kegiatan kampus. Pergi pagi, pulang sore hari. Setelah itu Dean mengurung diri di kamar, melakukan apa pun yang ia suka. Bermain game online dan mempelajari materi yang ia dapatkan di bangku kuliah.

Entah kenapa, seluruh bencana ini membuat Dean ingin segera lulus dari universitas. Ia ingin jadi orang. Ia sadar, betapa jauh panggang dari api antara dia dan Bastian.

Anak orang kaya, berkecukupan dalam segi materi. Pastinya, hidup Diana akan lebih bahagia, itu pikiran Dean.

Lelaki itu bingung, perasaan terhadap Diana bukannya hilang. Ia malah semakin rindu. Satu sisi dalam dirinya menyadari bahwa wanita itu sudah milik orang lain. Sebagian lain malah berusaha mempengaruhi Dean bahwa Diana masih bisa ia rebut.

Dean tidak ingin melakukan apa pun saat ini, dia harus segera sembuh. Luka hati membuatnya kacau. Tidak ada orang yang menyadari itu, kecuali sang ibu.

Beliau adalah wanita paling mengerti dia. Meski Dean tidak menceritakan semua, sang ibu tidak perlu penjelasan kenapa anak lelakinya bermuram durja. Ia paham. Satu nasihat terlontar.

"Cinta itu datangnya dari hati, kalau terluka karena cinta ia tidak akan cepat sembuh. Hati adalah cerminan apa yang kita tampilkan. Mama tahu, hatimu berdarah. Semua itu akan pulih, hanya masalah waktu dan penerimaan."

Dean mengerti, ia hanya harus ikhlas.

***

Sebuah mobil berhenti di depan Kafe Aurora, seorang pria berkepala plontos keluar dari dalam kendaraan diikuti lelaki lain yang berusia lebih muda.

Mereka menuju ke dalam dan mengambil tempat duduk di pojok kanan dekat konter minuman.

Malam itu pengunjung tidak ramai, hanya beberapa orang yang sendirian dan sebagian bersama pasangannya masing-masing. Dean termasuk dalam kelompok yang menyendiri meski menikmati kopi memang lebih menyenangkan bersama teman.

Ia duduk di dekat pintu masuk, di pinggiran dekat kaca. Saat melihat pria paruh baya itu, Dean terkejut. Ia adalah ayah mertua Diana.

Sebenarnya Dean ingin mengacuhkan orang-orang itu. Namun, ucapan bar tender--saat Dean mengambil pesanannya--kepada pria yang bersama ayah mertua Diana tadi membuat Dean terkejut.

Pelayan memanggilnya dengan nama Bastian.

Dean menoleh kepada pemuda itu, ia tersenyum sambil memasukkan tangan kiri ke saku jaket dan tangan kanan membawa minuman.

Dia bukanlah Bastian yang menikahi Diana. Mereka berbeda.

Berbagai macam spekulasi bermain di pikiran Dean. Apakah Surya Handoyo memiliki anak lelaki lain yang bernama Bastian?

Dean duduk di kursinya dan memperhatikan kedua orang itu. Ia semakin curiga karena tingkah mereka seperti ayah dan anak kebanyakan. Tertawa, bercanda.

Ada yang tidak beres. Dean harus mencari tahu.

Ia bangkit dan berjalan menuju toilet. Itu hanya alasannya saja, sebenarnya Dean ingin menguji sesuatu.

Saat melewati mereka, Dean menjatuhkan dompetnya tepat di dekat kursi pemuda itu.

Karena melihat dompet orang asing jatuh di sampingnya, pemuda itu memanggil Dean.

"Mas, dompetnya!" seru pemuda itu.

Dean berbalik dan berjalan menuju meja mereka.

"Oh, iya. Makasih ya." Dean menerima dompet miliknya.

"Wah, saya kenal Bapak. Ini Bapak Surya Handoyo, bukan?" tanya Dean.

Bapak tersebut tersenyum semringah, ia mengangguk mantap. Pengakuan akan eksistensi seseorang membuat orang lain bangga, itulah yang Dean coba terapkan saat ini.

"Dan Mas ini, anaknya Bapak?" tanya Dean.

Mereka terdiam, tidak mengangguk juga tidak membantah. Dean tidak kehabisan cara.

"Oh, kemarin teman kakak saya yang kebetulan satu sekolah sama anak bapak itu titip salam. Namanya Nuri. Mas kenal?"

Mendengar nama Nuri, pemuda itu langsung bereaksi. Nuri adalah teman sekelas Bastian yang--Dean ketahui--dekat dengannya selama ini.

Dean tahu info itu saat menceritakan pernikahan Bastian dan Diana kepada kakak kandungnya. Cerita mengalir begitu saja, ternyata kakak Dean adalah teman Nuri, dari sana Dean tahu cerita spesial antara Bastian dan Nuri.

Waktu itu Dean tidak ambil pusing mengenai celetukan kakaknya yang mempertanyakan kenapa perhelatan pernikahan anak pengusaha sepertinya tidak mengundang satu pun teman sekokah terdahulu. Sekarang semuanya menjadi beban pikiran Dean. Sebuah keping teka-teki yang tersembunyi.

"Iya, dia teman sekelas saya," ujarnya.

"Nuri itu bukan cuma teman sekelas, tapi cinta pertama Babas," timpal ayahnya. Mereka tergelak.

"Ya, kak Nuri itu cantik. Masih single pula," sahut Dean.

Umpan termakan, Dean tahu bahwa dia memang benar Bastian.

"Ya sudah, Pak. Saya minta maaf sudah mengganggu. Ngomong-ngomong, Mas Babas ini ada saudara lelakinya juga kah? Kemarin saya ketemu seseorang yang mirip dia," tanya Dean.

Pak Surya menggeleng.

"Dia anak lelaki saya satu-satunya. Kakaknya semua sudah menikah, dia aja yang belum. Mungkin nunggu Nuri," seloroh sang bapak. Mereka tergelak.

"Ya sudah, Pak. Saya mau ke toilet dulu, terima kasih perkenalannya. Semoga kita bisa bertemu lain waktu," ujar Dean. Ia berpamitan dan bergegas menuju toilet.

Dean berdiri di depan cermin kamar mandi, ia memikirkan banyak hal. Ada keping yang hilang, tidak hanya satu, tetapi banyak.

Dean pasti bahwa Diana sedang dalam bahaya.

Ia keluar dari toilet, kedua orang tadi sudah tidak ada di tempatnya. Dean memasukkan laptop ke dalam tas kemudian pulang.

***

Dean menyalakan komputernya. Saat perangkat itu aktif, pasti ada hal penting yang akan Dean kerjakan. Selama ini untuk aktivitas harian, Dean cukup memakai laptop.

Perangkat jenis terbaru ini--dengan basis sistem operasi Tails (OS tails)--adalah benda keramat yang akan ia pakai untuk aktivitas hacking skala besar. Salah satunya, menyusupkan virus mematikan ke perangkat komputer restoran esek-esek tempat Diana bekerja dulu. Sekilas, kenangan tentang Diana memenuhi benaknya sekali lagi.

Ia membuka mesin pencari dan memasukkan nama Surya Handoyo. Beberapa website muncul berkaitan dengan apa yang ia cari.

Dean menuju ke situs resmi perusahaan batu-bara milik keluarga tersebut. Benar bahwa Surya hanya memiliki tiga anak, Bastian adalah yang paling bungsu.

Sampai sekarang status Bastian di sana adalah lajang.

Ia tak habis pikir, kenapa? Ada apa? Sesuatu sedang tidak beres.

Akhirnya dia memasukkan nama Diana di kolom pencarian.

"Diana Dewinta Septrinavani"

Beberapa situs terbuka. Tidak ada data spesifik soal Diana, bahkan nomor induk siswa miliknya di database kemendikbud juga raib.

Facebook Diana menghilang. Data dirinya di website dinas kependudukan dan catatan sipil juga tidak ditemukan.

Seluruh foto dan hal yang berkaitan dengan nama Diana hanya menampilkan beberapa hasil yang tidak mendekati sama sekali. Hanya sosial media dengan nama yang sama, foto berbeda.

Diana menghilang!

Dean tidak menemukan jejaknya di mana pun. Ini semakin aneh.

Akhirnya--dengan rasa cemas--Dean menelepon Nyonya Rika. Itu adalah satu-satunya jalan yang menghubungkan dia dan Diana.

"Tut! Tut!"


Nada sambung menghilang dan digantikan oleh suara serak seorang wanita.

"Halo," sahutnya.

Suara itu terbatuk beberapa kali. Dean tahu, ibu Diana pasti sakit lagi.

"Tante, ini Dean."

"Sudah lama kau tidak menelepon, Nak."

"Iya, maafkan Dean. Saya hanya ingin menenangkan diri," Pemuda itu menghela napas.

"Iya, tidak apa-apa. Berusahalah, Nak. Lantas, ada apa Dean menelepon?"

"Dean cuma mau tahu, apakah Diana sudah menghubungi Tante?"

Suara di seberang sana terdiam beberapa saat, mungkin sedang berpikir.

"Ah, iya. Terakhir kali, dua minggu lalu. Katanya dia masih di Thailand."

"Oh, jadi apa Tante tidak menangkap ada yang aneh di pembicaraan kalian, Bu?"

Nyonya Rika terdiam lagi.

"Aneh, iya. Ada satu keanehan. Suara Diana bergetar, Tante tahu meski dia berusaha menutupi itu. Hanya sebentar, Dean. Tante pikir itu gangguan signal."

"Oke baiklah."

"Ada apa sebenarnya, Nak?"

Dean terdiam, "Tidak apa-apa, Tante. Cuma merindukan Diana," sahutnya.

Mereka mengakhiri panggilan saat Dean berhasil mendapatkan nomor pemanggil yang dicurigai sebagai nomor yang digunakan Diana saat menelepon ibunya.

Benar saja--setelah dicek-- alamat IP panggilan itu berasal dari Indonesia, bukan Thailand.

Bersambung

OS Tails (The Amnesic Incognito Live System) = sistem operasi suatu perangkat yang berfokus pada tingkat kemanan dan kerahasiaan.

IP address = adalah alamat jelajah dari mana diaksesnya suatu situs.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.