- Beranda
- Heart to Heart
Gimana rasanya jadi pekerja ?
...
TS
h3ll..
Gimana rasanya jadi pekerja ?
Halo warga h2h, ane silent reader mau ikutan nimbrung disini 
Jadi gini gan/sis, ane ini seumur hidup belum pernah kerja ikut orang, entah di pt pabrik atau perkantoran, proyek or anything else..
Latar belakang ane dari keluarga broken home, ortu cerai sejak ane kecil karena sering ribut masalah ekonomi, sebab itulah ane belajar wirausaha sejak usia sekolah dan berlanjut sampai sekarang biarpun masih jatuh bangun, trial and error...tapi tetap bersyukur hasilnya udah lebih dari cukup untuk hidup ane sendiri dan sesekali kirim buat nyokap tercinta walau beliau ga minta.
Tanpa bermaksud merendahkan, ane penasaran gimana rasanya jadi pegawai, karyawan kantoran atau buruh pabrik dan segala keluh kesahnya di dunia kerja..mungkin agan dan sista ada yang berkenan berbagi cerita disini.
Kenapa buat hal sederhana begini ane malah tanya di kaskus, kenapa ga tanya ke bokap atau saudara sendiri ? Karena ane ga akrab sama mereka gan, faktornya di point ke 2 tadi..ane sungkan buat sekedar cerita apalagi curhat ke mereka.
Sekian dan sorry kalo ga penting or ga bermutu, cuma tulisan seorang pedagang online yang lagi gabut and dongkol karena kiriman nya terpaksa dicancel sama cargo hari ini dan mesti nunggu flight schedule terdekat

Jadi gini gan/sis, ane ini seumur hidup belum pernah kerja ikut orang, entah di pt pabrik atau perkantoran, proyek or anything else..
Latar belakang ane dari keluarga broken home, ortu cerai sejak ane kecil karena sering ribut masalah ekonomi, sebab itulah ane belajar wirausaha sejak usia sekolah dan berlanjut sampai sekarang biarpun masih jatuh bangun, trial and error...tapi tetap bersyukur hasilnya udah lebih dari cukup untuk hidup ane sendiri dan sesekali kirim buat nyokap tercinta walau beliau ga minta.
Tanpa bermaksud merendahkan, ane penasaran gimana rasanya jadi pegawai, karyawan kantoran atau buruh pabrik dan segala keluh kesahnya di dunia kerja..mungkin agan dan sista ada yang berkenan berbagi cerita disini.
Kenapa buat hal sederhana begini ane malah tanya di kaskus, kenapa ga tanya ke bokap atau saudara sendiri ? Karena ane ga akrab sama mereka gan, faktornya di point ke 2 tadi..ane sungkan buat sekedar cerita apalagi curhat ke mereka.
Sekian dan sorry kalo ga penting or ga bermutu, cuma tulisan seorang pedagang online yang lagi gabut and dongkol karena kiriman nya terpaksa dicancel sama cargo hari ini dan mesti nunggu flight schedule terdekat

Diubah oleh h3ll.. 20-05-2022 18:08
zeze6986 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
2.3K
60
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Heart to Heart
23KThread•39.7KAnggota
Tampilkan semua post
rifaye
#27
Hmm.. sebagai pekerja sejak lulus SMU ane pernah coba beberapa lini pekerjaan mulai dari karyawan supermarket, sales, tutor, it support, programer, desainer.
dari semua itu yg menurut gw sama yaitu kepastian penghasilan/gaji, walaupun pernah jg ngalamin kerja di kantor yg nge-gajinya sempet ditunda2 karena ada faktor x, tapi secara rata2 sebagai pekerja itu gajinya dh pasti dan mudah terukur.
Apalagi sebagian besar pekerja itu pasti melalui proses interview dll, sampai penandatanganan kontrak/karyawan kita tau tuh ekpektasi penghasilan, benefit2 yang bakal didapat sudah ada ketentuannya dari awal. Tinggal keputusan kita ni yg mau kerja, apakah akan diambil pekerjaan tsb atau gak.
jam kerja yg "relatif" standart sebagai karyawan/pekerja itu ada waktu2nya. kalaupun ada dmn saat2 ngejar dealine dan harus lembur, tp tetap ada ketentuan normal jam kerja standar itu berapa jam dan terjadwal.. Mau mode shift2an, atau standar office hour(9 jam) biasanya setiap perusahaan atau usaha perorangan tetap punya ketentuan.
Keluh kesahnya ya gak sedikit jg, pernah punya atasan yg semena2, kadang nemuin bully2an antar karyawan junior-senior, atau keputusan2 sepihak dari atasan/perusahaan yang kadang memberatkan kita sebagai karyawan.
Yah begitulah dunia pekerja yang selama ini ane temuin
pinter2 kita cari cara yg terbaik dalam menghadapi hal2 begitu.
di syukuri aja sih ane yg gitu2 dijadiin pengalaman hidup.
dari semua itu yg menurut gw sama yaitu kepastian penghasilan/gaji, walaupun pernah jg ngalamin kerja di kantor yg nge-gajinya sempet ditunda2 karena ada faktor x, tapi secara rata2 sebagai pekerja itu gajinya dh pasti dan mudah terukur.
Apalagi sebagian besar pekerja itu pasti melalui proses interview dll, sampai penandatanganan kontrak/karyawan kita tau tuh ekpektasi penghasilan, benefit2 yang bakal didapat sudah ada ketentuannya dari awal. Tinggal keputusan kita ni yg mau kerja, apakah akan diambil pekerjaan tsb atau gak.
jam kerja yg "relatif" standart sebagai karyawan/pekerja itu ada waktu2nya. kalaupun ada dmn saat2 ngejar dealine dan harus lembur, tp tetap ada ketentuan normal jam kerja standar itu berapa jam dan terjadwal.. Mau mode shift2an, atau standar office hour(9 jam) biasanya setiap perusahaan atau usaha perorangan tetap punya ketentuan.
Keluh kesahnya ya gak sedikit jg, pernah punya atasan yg semena2, kadang nemuin bully2an antar karyawan junior-senior, atau keputusan2 sepihak dari atasan/perusahaan yang kadang memberatkan kita sebagai karyawan.
Yah begitulah dunia pekerja yang selama ini ane temuin
pinter2 kita cari cara yg terbaik dalam menghadapi hal2 begitu.di syukuri aja sih ane yg gitu2 dijadiin pengalaman hidup.
Diubah oleh rifaye 22-05-2022 22:15
stricagnoli dan h3ll.. memberi reputasi
2
Tutup