- Beranda
- The Lounge
Pengantin Pria Kabur karena Tak Kuat Dituntut Biaya Resepsi, Ini Menjadi Pelajaran
...
TS
masnukho
Pengantin Pria Kabur karena Tak Kuat Dituntut Biaya Resepsi, Ini Menjadi Pelajaran

Mahalnya biaya resepsi menjadi beban pikiran, seorang pengantin pria nekat kabur saat jelang pernikahan
Publik beberapa hari yang lalu sempat dibuat heboh dengan sebuah video berdurasi 17 detik yang memperlihatkan seorang mempelai wanita mengadakan resepsi pernikahan tanpa adanya pengantin pria.
Banyak muncul dugaan terkait video tersebut, mulai dari dugaan pengantin pria lari dari tanggung jawab, sampai pengantin pria dikabarkan meninggal dunia sempat menjadi dugaan dari warganet.
Usut punya usut ternyata kejadian tersebut terjadi di Desa Gambiran, Kecamatan Maospati, Magetan. Menimpa seorang pengantin wanita bernama Ranting Delima (22 tahun) yang seharusnya menikah dengan pria bernama Gandi Alfian (24 tahun) yang kabur beberapa hari sebelum acara pernikahan.
Adapun ternyata kronologis kejadiannya Gandi Alfian tidak langsung kabur begitu saja tanpa ada omongan, melainkan telah menggagalkan pernikahan secara langsung beberapa hari sebelum acara pernikahan dilangsungkan.
Alasan Gandi Alfian memutuskan untuk menggagalkan pernikahan adalah karena dituntut biaya resepsi pernikahan yang mahal dan mahar yang tinggi, sedangkan niat hati Gandi hanya ingin menikah di KUA dan resepsi sekedarnya saja.
Banyak muncul dugaan terkait video tersebut, mulai dari dugaan pengantin pria lari dari tanggung jawab, sampai pengantin pria dikabarkan meninggal dunia sempat menjadi dugaan dari warganet.
Usut punya usut ternyata kejadian tersebut terjadi di Desa Gambiran, Kecamatan Maospati, Magetan. Menimpa seorang pengantin wanita bernama Ranting Delima (22 tahun) yang seharusnya menikah dengan pria bernama Gandi Alfian (24 tahun) yang kabur beberapa hari sebelum acara pernikahan.
Adapun ternyata kronologis kejadiannya Gandi Alfian tidak langsung kabur begitu saja tanpa ada omongan, melainkan telah menggagalkan pernikahan secara langsung beberapa hari sebelum acara pernikahan dilangsungkan.
Alasan Gandi Alfian memutuskan untuk menggagalkan pernikahan adalah karena dituntut biaya resepsi pernikahan yang mahal dan mahar yang tinggi, sedangkan niat hati Gandi hanya ingin menikah di KUA dan resepsi sekedarnya saja.

Tuntutan keluarga dari pengantin wanita tersebutlah yang membuat akhirnya Gandi Alfian memutuskan kabur saat acara pernikahan untuk pergi merantau ke Kalimantan demi membayar hutang biaya resepsi karena menurut penjelasan Gandi jika biaya tersebut tidak dibayar maka orang tuanya akan dipenjarakan.
Tanpa rasa penyesalan Gandi Alfian mantap meninggalkan Ranting kekasihnya, meskipun Gandi mengaku kasihan melihat Ranting berada di pelaminan sendiri dan videonya viral namun menurut Gandi itu adalah keputusan yang tepat melihat dirinya tidak mampu untuk mencukupi tuntutan biaya resepsi dari keluarga Ranting.
Memang kejadian ini terlihat sangat miris dan disayangkan GanSis, sebuah hubungan serius terpaksa harus digagalkan karena beban berat resepsi pernikahan.
Namun dari kejadian ini ada pelajaran yang dapat diambil, berikut ini beberapa diantaranya.
Tanpa rasa penyesalan Gandi Alfian mantap meninggalkan Ranting kekasihnya, meskipun Gandi mengaku kasihan melihat Ranting berada di pelaminan sendiri dan videonya viral namun menurut Gandi itu adalah keputusan yang tepat melihat dirinya tidak mampu untuk mencukupi tuntutan biaya resepsi dari keluarga Ranting.
Memang kejadian ini terlihat sangat miris dan disayangkan GanSis, sebuah hubungan serius terpaksa harus digagalkan karena beban berat resepsi pernikahan.
Namun dari kejadian ini ada pelajaran yang dapat diambil, berikut ini beberapa diantaranya.

1. Pengorbanan
Menikah tidak hanya bermodalkan cinta melainkan juga pengorbanan. Tentu pengorbanan sendiri juga tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya kepada keluarga calon mempelai pria, melainkan juga keluarga calon mempelai wanita juga harus ikut membantu dan berkorban meskipun tidak banyak.
Jangan pernah sekali-kali keluarga calon pengantin pria memasrahkan seluruh biaya kepada calon mempelai pria, karena yang menikah adalah pria dan wanita.
2. Kesepakatan
Demi kelancaran dan keberlangsungan acara pernikahan maka kesepakatan antar dua keluarga seharusnya sudah ditemukan jauh-jauh hari sebelum resepsi pernikahan GanSis.
Baik dari keluarga calon pengantin pria atau wanita harus saling memahami keadaan agar bisa menemukan kesepakatan yang tidak memberatkan satu sama lain.
Jika memang ada satu pihak yang merasa keberatan maka keputusan untuk digagalkan atau dicarikan solusi terbaik itu akan dapat dilakukan dari pada harus berantakan saat acara sudah dilangsungkan.
3. Kesederhanaan
Tidak ada yang salah dari resepsi pernikahan mewah tujuh hari tujuh malam jika memang mampu, namun jika tidak mampu maka alangkah lebih baik jika dilakukan secara sederhana saja.
Beban berat akan dirasakan jika memaksakan diri untuk membuat resepsi pernikahan besar-besaran sedangkan dana tidak ada dan harus mengutang sana-sini.
Akibatnya sebelum acara pernikahan gagal karena pengantin pria kabur, atau setelah acara pernikahan cerai karena konflik utang piutang yang tidak bisa ditanggung bersama.
Itulah GanSis pelajaran yang dapat diambil dari kejadian yang dialami oleh Gandi Alfian dan Ranting Delima.
Mudah-mudahan kedepannya tidak ada keluarga calon pengantin pria atau wanita yang saling menuntut yang berakibat pada kandasnya hubungan yang sudah dijalani dengan serius.
Mudah-mudahan kedepannya tidak ada keluarga calon pengantin pria atau wanita yang saling menuntut yang berakibat pada kandasnya hubungan yang sudah dijalani dengan serius.

agamnaufal dan 73 lainnya memberi reputasi
68
42K
438
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.4KAnggota
Tampilkan semua post
shinobu92
#109
Lah kan seharusnya masalah resepsi itu sudah dibicarakan saat lamaran, baiknya mau bagaimana, klo saat itu gk setuju kan bisa nego atau nolak dan bisa jg dibatalin saat itu, trus knp ttp lanjut ?
Ini ortu cwenya jg tolol bgt, gk mau mikir kemampuan si cwonya, seharusnya resepsi ya disesuaikan kemampuan si cwo.
Ada temen ane dlu Nikah tp bokap cwenya minta secara adat, dan ada syarat berupa benda yg harus dibeli sama tmn ane dan itu benda harganya mahal, klo dibanding resepsi mending dia buat nambahin resepsi drpd benda itu. awalnya dia bngung smpe akhirnya dia beraniin buat berunding, temen ane bilang "Pak klo secara adat kykny kita gk bakal cocok dan sy jg blm sanggup, baiknya kita nikah yg udah pasti cocok aja yaitu secara tuntunan Agama Islam" dan akhirnya bokap si cwe setuju, Alhamdulillah smpe skrg langgeng dia.
Ini ortu cwenya jg tolol bgt, gk mau mikir kemampuan si cwonya, seharusnya resepsi ya disesuaikan kemampuan si cwo.
Ada temen ane dlu Nikah tp bokap cwenya minta secara adat, dan ada syarat berupa benda yg harus dibeli sama tmn ane dan itu benda harganya mahal, klo dibanding resepsi mending dia buat nambahin resepsi drpd benda itu. awalnya dia bngung smpe akhirnya dia beraniin buat berunding, temen ane bilang "Pak klo secara adat kykny kita gk bakal cocok dan sy jg blm sanggup, baiknya kita nikah yg udah pasti cocok aja yaitu secara tuntunan Agama Islam" dan akhirnya bokap si cwe setuju, Alhamdulillah smpe skrg langgeng dia.
maroonia dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Tutup