Kaskus

Story

chomchoromAvatar border
TS
chomchorom
Asrama Horror Story
Hai agan sekalian..
Ane yg masih newbie ini ingin menuliskan sebuah kisah kelam seorang gadis yg tinggal di sekolah berasrama. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Welcome kritik dan saran yg ramah.. 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak dan bagi cendolnya yaaa 🙈🙈



Asrama Horror Story

Quote:



Index:
Bab Satu
Bab Dua
Bab Tiga
Bab Empat
Bab Lima
Bab Enam
Bab Tujuh
Bab Delapan
Bab Sembilan
Bab Sepuluh
Bab Sebelas
Diubah oleh chomchorom 26-05-2022 23:05
c4kr4d3w4Avatar border
69banditosAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 15 lainnya memberi reputasi
16
5K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
chomchoromAvatar border
TS
chomchorom
#20
Bab 10
Hai agan semuaa.. Maaf sekali karena aku sempat hiatus beberapa waktu lalu, karena kondisi kesehatan yg kurang fit jadi belum bisa up 🙏
Semoga update an hari ini bisa buat agan semua terhibur.
Selamat membaca 😍

kaskus-image

Andin dan Dhea membopong tubuh lunglai Anita ke atas kasurnya.

Dhea menghela napas panjang. Menunggu penjelasan Andin tentang semua yg diketahui olehnya.

"Jadi.. Gu.. Gue.. Sejak terakhir pingsan gatau kenapa selalu berdebar setiap ketemu pandang sama dokter Imam.. Dan.. Dan setiap dokter Imam megang gue.. Rasanya kaya kesetrum gitu... Awalnya gue pikir gue naksir.. Tapi gue ga pernah tertarik bahkan gue ga tau apapun tentang dia Dhe.."
"Terus? Dokter Imam udh ngapain aja din??"
"Hmmm.. Yaaaa awalnya gue selalu ngerasa dia ga sengaja bahkan ga sadar kalo megang2 bagian tubuh gue yg ga harusnya dia pegang Dhe.. Tapi.. Tapi setelah gue baca diary tadi.. Gue jg jadi ngerasa kotor Dhe.."
"Din.. Emang lu diapain aja??????"
"Yah.. Gue.. Sering ga minum obat yg dikasih dokter Imam Dhe.. Gue sering pura-pura tidur supaya ga usah ngobrol atau canggung. Kadang.. Dia duduk di samping kasur gue.. Tangannya nempel ke dada gue pas meriksa gue. Atau pas dia pake stetoskop.. Dia selalu buka kancing atas gue Dhe setiap gue pura-pura tidur.."
"Kalo lu melek???"
"Dia cuma periksa dari perut. Atau tangannya aja yg masuk.. Itupun dia minta maaf dulu.."
"Anjing.. Anjing banget Din.. Lu kenapa ga pernah cerita????"
"Gue sendiri gatau Dhe. Gue takut gue aja yg baper atau sebenernya dia ga sengaja"
"Itu udah masuk pelecehan Din!!! Lu udah di lecehin!"

Dhea yg spontan meninggikan suaranya meminta maaf dan memeluk sahabatnya yg kini menangis sesenggukan.

"Maaf Din.. Maaf.... Gue kebawa emosi banget denger cerita lu.. Gue.. Gue ga rela sahabat gue jadi kaya gini.."

Andin mengangguk pelan disela tangisannya yg terdengar pilu.

Sementara itu Anita yg tubuhnya sedang terbaring kini sedang menyaksikan hal yg tidak pernah dibayangkannya seumur hidup akan dilihatnya.

Anita menatap pria muda yg sedang menyetir sebuah mobil sedan toyota putih sambil berbincang dengan seorang gadis manis di sebelahnya.

Gadis tersebut tampak menahan kantuknya hingga akhirnya tertidur saat sedang berbincang.

Pria tersebut dengan lembut menyentuh dagu gadis tersrbut. Membangunkannya dengan menggelitik leher jenjang gadis tersebut.

"Eh.. Ah.. Maaf dok aku ketiduran.."
"Masa diajak ngobrol bisa tidur. Emang aku lagi dongeng???" Rajuk pria tersebut
"Hehehe abis semalem bergadaang baca novel hehehe"
"Yaudah kalo gitu tidur dulu aja. Nanti aku bangunin kalo udah sampe"
"Gapapa dok??"
"Ya gapapa. Yg ga boleh itu manggil aku dokter. Kita kan ga lagi di asrama"
"Ohh terus gimana hehe"
"Panggil aja kak. Mau manggil sayang juga boleh hehehe"
"Ihh dokter hahaha"
"Loh baru dikasih tau jangan manggil dokter.."
"Eh iya.. Kak.. Hehe"

Setelah berusaha menahan kantuk akhirnya gadis itu terlelap juga. Pria di sampingnya menatapnya dengan senyum mengembang.

"Cantik sekali.. Bunga sepertimu harusnya dinikmati saat putik sarinya masih segar" Tangan kiri nya mengusap leher jenjang gadis disampingnya.

Wajah anita menunjukan ekspresi seolah melihat sesuatu yg menjijikan di hadapannya.

Tangan pria tersebut menelusuri leher jenjang gadis disampingnya. Terus turun kebawah sampai ke paha.

Ia terus menyetir sambil mengusap2 paha mulus gadis si sampingnya sambil berbisik "malam ini kau akan menjadi milikku"

Anita menahan napas melihat sebelah tangan dokter yg dikenalnya menggerayangi tubuh gadis di sampingnya.

Gadis tersebut tidak bergeming. Mobil berhenti di sebuah restoran seafood yg cukup sepi.

Dokter Imam membangunkan gadis itu dan menggandengnya masuk kedalam ruang vip.

Hidangan datang dan gadis tersebut makan dengan riang. Anita menangisi kebodohan gadis di hadapannya.

"Pelan pelan makannya. Ini di coba Aaaaa" Ucap dokter Imam sambil menjulurkan tangannya ke wajah gadis cantik dihadapannya.
"Eh? A.. Aku bisa ambil sendiri hehe.."
"Tanganku pegel loh begini teruuuusss"
"Eh.. Hmm.. Hahaha aku bisa makan sendiri kooook"
"Jangan ditolak dong aku jadi malu udah keram begini masa di tolak"
"Eh keram?? Ah.. O.. Oke.." Akhirnya dengan canggung gadis tersebut menerima makanan dari tangan dokter Imam
"Pelan-pelan aja. Ga usah buru-buru makannya nanti kesedak" Ucap doktet imam sambil mengambil sebutir nasi dari bibir gadis tersebut lalu memakannya.

Melihat hal itu membuat gadis tersebut tersipu malu dan terus meneguk minumannya dan segera menghabiskan makanannya.

Selesai makan dokter Imam mengajak gadis tersebut berbincang dan bercerita. Hingga tak terasa hari sudah mulai gelap.

Mereka kembali menuju asrama saat petang menjelang. Gadis tersebut masih belum juga ingin kembali karena saat itu sedang ada pemadaman listrik total di wilayah sekitar sekolah mereka.

Dokter Imam memutar mobilnya menuju sebuah lahan luas yg sunyi.

Gadis itu terpana akan keindahan langit bertabur bintang di hadapannya.

"Lin.. Tadi kan aku udah nurutin mau nya Linda.. Sekarang gantian dong Linda yg nurutin aku.."
"Eh? Apa dok??"
"Sekarang Linda pindah ke belakang yaa.."
"Gamau ah gelap banget.."
"Tuhkan.."
"Tapi gelap.."
"Kan ada aku.."

Dengan cemberut gadis tersebut pindah ke kursi belakang. Anita yg sudah bisa menebak adegan selanjutnya melihat mereka sambil menggigit bibir bawahnya dengan gelisah.

Kini keduanya sudah berada di kursi belakang. Dokter Imam berbisik meminta gadis tersebut diam dan menurutinya. Gadis tersebut patuh. Tangan nya bergetar saat dengan cepat dokter Imam mencium bibir tipisnya.

Tangan dokter Imam menyusup kedalam baju gadis tersebut. Menggerayangi dada gadis tersebut.

"D.. D.. Dok.." Ucapnya hampir tanpa suara
"Ssshhh.." Dokter Imam menutup bibir gadis tersebut dengan telunjuknya

Air mata mengalir di pipi gadis tersebut. Tubuhnya lunglai tidak bertenaga. Memudahkan dokter Imam melanjutkan perbuatan tidak senonoh terhadap dirinya.

Dokter Imam tersenyum puas sambil merapikan pakaiannya.

"Manis sekali.. Mulai saat ini hidupmu akan berubah.." Ucapnya sambil mengecup dahi gadis dihadapan nya yg sedang menangis meraung-raung karena kehilangan keperawanannya.

Tiba-tiba pandangan Anita dan dokter Imam bertemu. Dokter Imam seolah dapat melihatnya dan tersenyum mengejek ke arah Anita.

Anita terbangun dengan mual hebat. Anitapun muntah karena tak kuat menahan mualnya.

Andin dan Dhea dengan sigap menolong sahabatnya itu.

Ketiganya berkumpul. Saling menceritakan apa yg terjadi pada mereka.

Ketiganya menangis sambil berpelukan.

Satu hal yg mereka tau pasti saat ini. Andin adalah target berikutnya..

Bersambung...
Diubah oleh chomchorom 20-05-2022 07:24
69banditos
simounlebon
simounlebon dan 69banditos memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.