- Beranda
- The Lounge
Menikahi Anak Orang Kaya, Bukannya Hidup bahagia, Harga Diri Malah Terinjak-injak
...
TS
millenie
Menikahi Anak Orang Kaya, Bukannya Hidup bahagia, Harga Diri Malah Terinjak-injak

Kata orang-orang pernikahan itu jalan kebahagian. jiah belum tahu aja.. kalau mau nyari kebahagian hidup dalam pernikahan mah mending cari alternatif lain aja. Becuase berumah tangga itu bukan buat nyari kebahagian, jika niat anda di awal demikian.. seperi nya anda salah server. Aneh aja jika ada orang nih menuntut kebhagian ke orang lain, kenapa kebahagian anda tangung jawab orang lain.
Yang namanya pernikahan dan rumah tangga itu lebih inten dari itu, gak ada jaminan jika anda menikah terus bahgia selamanya. Ingat bola itu bundar, jika di tendang bakal mengelinding. Terlebih jika dalam pernikahan tersebut ada yang namanya unsur perbedaan status sosial.
Cinta aja udah gak njamin pernikahan harmonis apa lagi di tambah perbedaan status sosial. Mungkin lebih tepat nya dua insane yang berumah tangga tidak mempermasalah kan akan hal tersebut, tapi pihak keluarga bakal lain cerita lagi, dimana bakal ikut campur dan mempermasalahan hal tersebut.
Ane brani tegaskan tidak ada keluarga orang kaya yang lahir batin meresetui pernikahan antara si kaya dan si miskin, kecuali itu di dalam sinetron atau di acaranya rumah uya kuya jelas itu mungkin. Ya memang hubungan kedua insane tersebut sampai kepelaminan, tapi rumah tangga nya bakal di hantui dengan mulut mertua yang pait, bahkan sampai ikut campur.
Ini kisah nyata di alami paman temen ane, dimana temen ane ini cerita kalau keluarga paman nya cukup ironis sih. Dari depan nya kelihatan nya bahagia dan tenang-tenang aja, tapi keadaan di dalam keleluarga tersebut cukup chaos.
Jadi paman temen ane ini dia dapat anak orang kaya, kaya nya itu bukan sekedar kaya bro.. yang punya mobil tapi gak punya garasi.. tapi emang bener-bener asli orang kaya. Dan sebenernya hubugan mereka ini dari awal sudah tidak di sukai oleh pihak wanita, dengan alasan status sosial.
Sampai pada akhirnya paman temen ane ini berhasil lanjut kepelaminan, apakah itu berjalan mulus tentu saja tidak donk. ketika keluarga paman temen ane ini melamar calon istri nya, yang terjadi adalah tidak di hargai. dah bangke nya udah bertamu malah ibu calon istri nya, tidak di sambut dan malah sibuk nonton neflix. Mana pihak paman temen ane itu udah nunggu kayak orang ilang di ruang tamu.
Konten Sensitif
Sampai pada akhir nya di desak sampai nangis-nagis oleh calon istri paman temen ane buat nemuin, baru dah orang tua nya mau nemuhin. itu belum seberapa waktu membahas biaya pernikahan, buset pihak paman temen ane di kasih standar yang cukup melongo. intinya itu memberat kan pihak paman temen ane, dan akhir nya deal patungan 70-30 persen.
tidak sampai disitu..ini sumpah pihak keluarga istri (tepat nya ibu mertua), minta sesuatu yang ane pikir anjirt ada ya orang kayak gitu. bayangin aja ibu mertua minta tamu yang dari kampong pihak paman temen ane jangan datang ke pesta nikah, dengan alasan cukup absurd entar katering nya gak cukup. temen ane cerita alasan itu basa-basi intin nya pihak istri malu kalau orang kampong datang kepernikahan itu.
jujur ane agak shock pas temen ane cerita gitu, wat de pak! seluruh pihak paman temen ane juga merasa tersinggung dengan permintaan tersebut, sampai H-7 sempet mau batalin tapi karena paman temen ini saking cinta nya sama calon istri nya, jadi nya mentoleransi hal tersebut.
long strory short setahun menikah, paman temen ane ini juga rumah tangga nya sering ibu mertua ikut campur. kalau ada maslah apa kalimat-kalimat yang keluar mertua cukup tajem dan nusuk hati, itu podidi udah beda rumah. ane batihn itu kalau tinggal di rumah mertua mungkin bisa-bisa bunuh diri tuh paman temen ane.
belum lagi kalau ada pertemuan keluarga dari pihak istri, paman temen ane sering gak di hargai. entah tidak di ajak ngobrol atau di abaikan. untung pekerjaan paman temen ane spv gaji nya cukup untuk memenuhi kebutuahan keluarga nya. ane gak kebayang kalau pekerjaan karywan biasa dengan gaji di bawah umr, bukan lagi di injek-injek tapi di tendang tendang dah.

Nah itu itu dia kisah percintaan beda satatus sosial, penuh dengan jalan terjal dan berliku tajam, mana ada happy ending bulshit. jika kalian terutama pihak laki-laki jika mau cari calon istri juga lihat status sosial nya juga, kalau gak nasib nya kurang lebih kayak cerita paman temen ane yang harga diri nya, orang tua dan pihak keluarga yang lain terinjak-injak.
tapi kalau kalian jadi menusia beruntung, yang dapat istri cantik dan kaya, serta meruta yang baik hati. mungkin akan lain cerita nya.
penulis: millenie
sumber: pengalaman paman temen
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh millenie 19-05-2022 14:59
screamo37 dan 63 lainnya memberi reputasi
62
24.9K
482
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.7KAnggota
Tampilkan semua post
Go.Mi.Nam
#203
Ane mau berbagi dikit, ane dulu mau nikah sama cewek yg sebenarnya ga kaya juga sih, sama2 kelas menengah lah, kalo dilihat lebih detail masih lebih ada keluarga ane malah, beda nya keluarga ane tinggal di kampung, keluarga si calon tinggal di kota, "mungkin" hal ini membuat si calon mertua merasa sebagai orang kaya.
Hampir mirip lah dengan yg teman paman ente alamin, untuk biaya minta dari ane yg nanggung, ane sih oke saja menanggung semua biayanya 100%, tapi karena keluarga ane ada di kampung, resepsinya diadakan di kampung ane, sebagai penanggung dana berhak menentukan mau diadakan di mana dong. Nah si calon mertua ga setuju, kalo ane mau adain di kampung silakan, tapi di tempat dia juga adain, mana dia mau nya standarnya megah, yg menurut ane sih ga cocok juga dengan latar belakang keluarganya, ane setuju2 saja dia mau mengadakan yg megah, silakan adakan sendiri, tapi ane ga bisa danain karena jujur berat untuk mengadakan di 2 tempat sekaligus, apalagi ini megah.
Si calon mertua karena ga bisa menekan ane, dia mencoba menekan orang tua ane & marah2 karena mau nya harus sebagai mana yg dia inginkan, kata orang tua ane silakan, tapi biayain sendiri. Akhirnya menjadi masalah lah resepsi pernikahan tersebut.
Singkat cerita akhirnya ane bilang ke calon ane, kalo sebenarnya orang tua kamu tidak mau anaknya bahagia, buktinya belum apa2 sudah morotin calon mantu yg nantinya akan menghidupi anaknya, apa dia pengen anaknya hidup susah setelah menikah?, apa dia pengen anaknya memulai kehidupan berumah tangga dengan terlilit hutang, padahal banyak kasus terjadi perceraian karena masalah finansial, ini malah berusaha memberikan masalah finansial ke keluarga anaknya, memangnya apa yang dia diinginkan? Dengan mudahnya mengorbankan masa depan anaknya demi gengsi dia dihadapan tetangga. Ane suruh calon ane bilang ke orang tua nya.
Setelah itu kita membatalkan pernikahannya, awalnya ane mengira itu adalah ujian sebelum nikah, tapi setelah ane pikir2 itu adalah peringatan sebelum nikah.
Padahal sudah menjadi hukumnya, jika pernikahan dipersulit, maka zina akan menjadi mudah, jangan lah menjadi orang tua durhaka, yg membuat anaknya jadi lebih mudah mendekati zina, atau juga mendekatkan perceraian di awal kehidupan rumah tangga anaknya.
Bukan cuma anak yg durhaka, orang tua malah lebih banyak yg durhaka, hanya saja mereka bersembunyi di balik anak harus patuh pada orang tua, kalo tidak di cap sebagai anak yg durhaka, padahal si orang tua yg durhaka.
Hampir mirip lah dengan yg teman paman ente alamin, untuk biaya minta dari ane yg nanggung, ane sih oke saja menanggung semua biayanya 100%, tapi karena keluarga ane ada di kampung, resepsinya diadakan di kampung ane, sebagai penanggung dana berhak menentukan mau diadakan di mana dong. Nah si calon mertua ga setuju, kalo ane mau adain di kampung silakan, tapi di tempat dia juga adain, mana dia mau nya standarnya megah, yg menurut ane sih ga cocok juga dengan latar belakang keluarganya, ane setuju2 saja dia mau mengadakan yg megah, silakan adakan sendiri, tapi ane ga bisa danain karena jujur berat untuk mengadakan di 2 tempat sekaligus, apalagi ini megah.
Si calon mertua karena ga bisa menekan ane, dia mencoba menekan orang tua ane & marah2 karena mau nya harus sebagai mana yg dia inginkan, kata orang tua ane silakan, tapi biayain sendiri. Akhirnya menjadi masalah lah resepsi pernikahan tersebut.
Singkat cerita akhirnya ane bilang ke calon ane, kalo sebenarnya orang tua kamu tidak mau anaknya bahagia, buktinya belum apa2 sudah morotin calon mantu yg nantinya akan menghidupi anaknya, apa dia pengen anaknya hidup susah setelah menikah?, apa dia pengen anaknya memulai kehidupan berumah tangga dengan terlilit hutang, padahal banyak kasus terjadi perceraian karena masalah finansial, ini malah berusaha memberikan masalah finansial ke keluarga anaknya, memangnya apa yang dia diinginkan? Dengan mudahnya mengorbankan masa depan anaknya demi gengsi dia dihadapan tetangga. Ane suruh calon ane bilang ke orang tua nya.
Setelah itu kita membatalkan pernikahannya, awalnya ane mengira itu adalah ujian sebelum nikah, tapi setelah ane pikir2 itu adalah peringatan sebelum nikah.
Padahal sudah menjadi hukumnya, jika pernikahan dipersulit, maka zina akan menjadi mudah, jangan lah menjadi orang tua durhaka, yg membuat anaknya jadi lebih mudah mendekati zina, atau juga mendekatkan perceraian di awal kehidupan rumah tangga anaknya.
Bukan cuma anak yg durhaka, orang tua malah lebih banyak yg durhaka, hanya saja mereka bersembunyi di balik anak harus patuh pada orang tua, kalo tidak di cap sebagai anak yg durhaka, padahal si orang tua yg durhaka.
p.a.c.o.l dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup

