- Beranda
- Stories from the Heart
THE WORLD [MONSTER]
...
TS
the.collega
THE WORLD [MONSTER]
Dibalik kemegahan dan kilauannya dunia ini, ternyata ia menyimpan suatu rahasia tergelap.
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
ARC I "Black Beat Beaters"
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
PERHATIAN:
- Mengandung kekerasan
- Bahasa Kasar
- Sedikit Vulgar
Quote:
![THE WORLD [MONSTER]](https://s.kaskus.id/images/2020/09/15/2385673_20200915024638.jpg)
"The Beetle Monster" by Funky Boy on artstation.com
Cerita mulai di post 2
INDEX
Character Bio : Penggambaran karakter yang muncul di serial ini [BWK Super]
bio
The World Entertainment : berisi cerita-cerita jenaka dari dunia The World [Monster]
Spoiler for Cerita Jenaka:
ARC I "Black Beat Beaters"
Spoiler for ARC I:
- Chapter 1
- Chapter 2
- Chapter 3
- Chapter 4
- Chapter 5
- Chapter 6
- Chapter 7
- Chapter 8
- Chapter 9
- Chapter 10
- Chapter 11
- Chapter 12
- Chapter 13
- Chapter 14
- Chapter 15
- Chapter 16
- Chapter 17
- Chapter 18
- Chapter 19
- Chapter 20
ARC II "The Farm"
Spoiler for ARC II:
- Chapter 21
- Chapter 22
- Chapter 23
- Chapter 24
- Chapter 25
- Chapter 25
- Chapter 26
- Chapter 27
- Chapter 28
- Chapter 29
- Chapter 30
- Chapter 31
- Chapter 32
- Chapter 33
- Chapter 34
- Chapter 35
- Chapter 36
- Chapter 37
- Chapter 38
- Chapter 39
- Chapter 40
- Chapter 41
- Chapter 42
- Chapter 43
- Chapter 44
- Chapter 45
ARC III "Mecha-Nism"
Spoiler for ARC III:
- Chapter 46
- Chapter 47
- Chapter 48
- Chapter 49
- Chapter 50
- Chapter 51
- Chapter 52
- Chapter 53
- Chapter 54
- Chapter 55
- Chapter 56
- Chapter 57
- Chapter 58
- Chapter 59
- Chapter 60
ARC IV "Warriors"
Spoiler for ARC IV:
- Chapter 61
- Chapter 62
- Chapter 63
- Chapter 64
- Chapter 65
- Chapter 66
- Chapter 67
- Chapter 68
- Chapter 69
- Chapter 70
- Chapter 71
- Chapter 72
- Chapter 73
- Chapter 74
- Chapter 75
- Chapter 76
- Chapter 77
- Chapter 78
- Chapter 79
- Chapter 80
- Chapter 81
- Chapter 82
- Chapter 83
- Chapter 84
- Chapter 85
- Chapter 86
- Chapter 87
ARC V "Betrayal"
Spoiler for ARC V:
- Chapter 88
- Chapter 89
- Chapter 90
- Chapter 91
- Chapter 92
- Chapter 93
- Chapter 94
- Chapter 95
- Chapter 96
- Chapter 97
- Chapter 98
- Chapter 99
- Chapter 100
- Chapter 101
- Chapter 102
- Chapter 103
- Chapter 104
- Chapter 105
- Chapter 106
- Chapter 107
- Chapter 108
- Chapter 109
- Chapter 110
- Chapter 111
- Chapter 112
- Chapter 113
- Chapter 114
- Chapter 115
- Chapter 116
- Chapter 117
ARC VI "Origin"
Spoiler for ARC VI:
- Chapter 118
- Chapter 119
- Chapter 120
- Chapter 121
- Chapter 122
- Chapter 123
- Chapter 124
- Chapter 125
- Chapter 126
- Chapter 127
- Chapter 128
- Chapter 129
- Chapter 130
- Chapter 131
- Chapter 132
- Chapter 133
- Chapter 134
- Chapter 135
- Chapter 136
- Chapter 137
- Chapter 138
- Chapter 139
- Chapter 140
ARC VII "Sword Of Light"
Spoiler for ARC VII:
- Chapter 141
- Chapter 142
- Chapter 143
- Chapter 144
- Chapter 145
- Chapter 146
- Chapter 147
- Chapter 148
- Chapter 149
- Chapter 150
- Chapter 151
- Chapter 152
- Chapter 153
- Chapter 154
- Chapter 155
- Chapter 156
- Chapter 157
ARC VIII "Beaters Assassination Special Squad"
Spoiler for ARC VIII:
- Chapter 158
- Chapter 159
- Chapter 160
- Chapter 161
- Chapter 162
- Chapter 163
- Chapter 164
- Chapter 165
- Chapter 166
- Chapter 167
- Chapter 168
- Chapter 169
- Chapter 170
- Chapter 171
- Chapter 172
- Chapter 173
- Chapter 174
- Chapter 175
- Chapter 176
- Chapter 177
- Chapter 178
- Chapter 179
- Chapter 180
- Chapter 181
- Chapter 182
- Chapter 183
- Chapter 184
- Chapter 185
- Chapter 186
- Chapter 187
- Chapter 188
- Chapter 189
- Chapter 190
- Chapter 191
- Chapter 192
- Chapter 193
- Chapter 194
- Chapter 195
- Chapter 196
- Chapter 197
ARC IX "RED SUN"
Spoiler for ARC IX:
- Chapter 198
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
- Chapter 199
- Chapter 200
- Chapter 201
- Chapter 202
- Chapter 203
- Chapter 204
- Lanjutan Arc
Diubah oleh the.collega 07-05-2025 14:12
eldini dan 34 lainnya memberi reputasi
25
28K
Kutip
702
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
the.collega
#210
Chapter 135
Quote:
Kini wujud Dr. Geere sangat berwibawa dan berkharisma, layaknya seorang ksatria putih yang datang untuk mengalahkan sang monster naga di dongeng-dongeng yang sering dibawakan oleh guru TK dinegaranya. Tanduknya mengecil namun tidak kuat menjulang ke atas, menyatu dengan kepalanya bagaikan helm kesatria, hanya matanya yang terlihat. Belum lagi permukaan badannya yang kasar tadi sekarang sudah halus berkat lapisan baju zirah yang membentang. Tak lupa jubah putih yang terang memantulkan cahaya bulan malam.
“Hm, aku sudah bosan mengucapkannya. Mau bentuk seperti apapun---,” hawa dingin menerpa tubuh komandan. Angin-angin dingin menyapa, membuat hawa panas yang dijadikan tameng melunak. “menarik…tapi…,” sang komandan kembali menaikan suhu hawanya, menjadi lebih panas dari sebelumnya.
Dr. Geere dengan tangannya menarik sebuah pedang panjang berwarna putih dari sarungnya. Uap-uap menari di sekitar pedang yang dikeluarkan. Satu serangan dilepaskan, sebuah tebasan es yang dibuat melalui udara yang didinginkan dengan level ekstrim disekitarnya.
Secara mengejutkan komandan Gert melompat menghindarinya, padahal zona pelindungnya sudah dibuat makin panas, tetapi seakan-seakan sel dapat tubuhnya memberi peringatan bahwa serangan yang dilepaskan oleh Dr. Geere mungkin saja dapat melukainya. Harga dirinya retak, komandan Gert meluncur cepat. Namun, lagi-lagi sel monster dalam tubuhnya memberikan sinyal dan membuat pergerakannya terhenti. Tepat sebelum es-es Kristal dikeluarkan oleh Dr. Geere dari dalam tanah dalam jumlah banyak.
“Ada apa? kau lebih banyak menghindar sekarang?” ejek Dr. Geere.
“Sial, kau sudah bermulut besar rupanya. Cih!” komandan Gert tidak terima diejek seperti itu, apalagi oleh seorang ilmuan berumur yang sudah dibunuhnya. Tubuhnya kembali melesat, tetapi kali ini sebuah balok besar berwarna emas menghantam tubuhnya dan menyeretnya jauh hingga ke dalam hutan. “apa lagi ini!” kedua tangannya menahan agar balok panjang itu berhenti menyeretnya.
Sesosok bercahaya akibat pantulan sinar bulan datang, ia mendarat tepat dihadapan Dr. Geere. Bentuk tidak jauh berbeda, hanya saja sosok ini seperti kesatria emas, sedangkan warna dominan Dr. Geere adalah silver yang mengkilat.
“Wayne?” ucap Dr. Geere memastikan.
“Ya, ini aku…,” jawabnya. “saat aku membuka mata, bentuknya sudah seperti ini. Apakah kekuatan kita bangkit setelah merasakan rasa sakit yang sangat besar hingga membahayakan nyawa?” sebuah pertanyaan yang bisa menjadi sebuah jawaban asal usul kekuatan yang saat ini sedang mereka dapatkan.
“Entahlah, aku belum memikirkannya sampai sejauh itu…,” Wayne baru menyadari bahwa didepannya hanya ada Dr. Geere seorang.
“Kemana yang lainnya?”
Dr. Geere berhasil menyelamatkan mereka sebelum tubuh mereka benar-benar hangus dan habis terbakar. Ia menjelaskan bahwa kekuatan berelemen es yang didapatnya ternyata dapat memulihkan rekan-rekannya dari luka yang didapat. Kini ketiga sedang dibekukan sambil diobati, jadi pertempuran ini hanya milik mereka berdua saja. Lebih cepat dibereskan maka lebih baik, ketiga rekannya sudah menjalani rasa sakit yang luar biasa.
“Oh iya, apa kau ingat tentang ide yang aku ingin katakan itu?” tanya Wayne. “akan kuutarakan padamu sekarang,” Dr. Geere menyimak semuanya dengan detil akan ide yang diutarakan oleh Wayne, sekaligus ia menjelas tentang kekuatan yang didapatnya.
Sementara itu komandan Gert berhasil menghancurkan balok panjang dan besar yang dilemparkan oleh Wayne. Kekesalannya semakin memuncak, kebakaran hutan pun terjadi dengan sangat cepat saat mereka dilalui oleh komandan yang meluncur dengan kecepatan penuh. Lintasan api itu memudahkan Wayne untuk mengetahui lokasi dari komandan Gert. Dari telapak tangannya muncul sebuah balok panjang lagi berwarna emas.
“Rasakan ini!” Wayne melempar balok besarnya, benda itu menukik cepat menuju komandan.
Mengetahui ada serangan yang datang, sang komandan menoleh kebelakang. Balok besar itu datang kearahnya. Dengan menggerakan tubuhnya secara lihai, balok besar itu berhasil dihindari. Namun serangan susulan datang beriringan, jumlahnya kini mungkin puluhan. Balok-balok besar itu menutup jalan komandan, meskipun tidak ada satu pun yang mengenainya.
“Kau ingin kemana? Aku di sini!” kali ini Wayne yang mendekat.
Komandan meledakan zona pelindungnya yang berisi hawa panas, balok-balok disekitarnya terpental menjauhi. Wayne tidak begitu terpengaruh, langkahnya tidak terhenti. Tinjunya dilepaskan, komandan berhasil menghindar. Beberapa serangan lanjutan dikeluarkan, Wayne seperti yang bermain-main, ingin membuktikan bahwa dirinya tahan dengan hawa panas disekitarnya. Hal ini membuat komandan semakin marah.
“BOCAH SIALAN!”
“Memang dalamnya sudah terlalu panas,” kesempatan ini langsung diambil oleh Wayne ketika keadaan emosi komandan tidak terkendali, pergerakannya menjadi kacau dan dengan mudahnya Wayne menaruh telapak tangannya pada tubuh komandan. “terbanglah tinggi!” sebuah balok besar mendadak muncul mendorong jauh komandan ke atas puncak pegunungan. “sekarang giliranmu prof!”
Komandan tidak bisa berbuat banyak karena balok besar yang membawanya ke langit cukup tebal dan unsur alami emas yang baru dapat melebur di titik 1064 derajat celcius. Posisinya semakin di atas dan udara menjadi jauh lebih dingin dari sebelumnya, membuat dirinya semakin melemah. Sayap besarnya dikeluarkan untuk menahan laju balok besar, komandan berhasil. Lalu dilepaskannya kembali hawa panasnya yang kali ini dalam sekejap mampu melenyapkan balok besar yang menghalangi pandangannya.
“ARGH!!!” teriak komandan ketika emasnya hancur lebur, tetapi sesuatu melesat kearahnya.
Dr. Geere menusukan pedangnya tepat ke jantung komandan Gert, kemudian kristal-kristal es keluar dari tubuhnya, membuatnya terperangkap dan terkunci. Suhu tubuhnya mendadak mendidik hingga di bawah titik beku.
“Kau bersembunyi dibalik balok emas itu hah?” tanya komandan Gert.
“Aku tidak bersembunyi…,” jawabnya pelan. Keduanya kini saling bertatapan dalam jarak dekat.
Ide yang diutarakan oleh Wayne adalah dengan menguji coba ketahanan tubuhnya sambil mencoba terus menyerang komandan tuk memecah fokusnya. Saat ia melemparkan monster biasa, tubuh monster itu langsung terbakar dan hangus. Sehingga jika teori sederhana Wayne terbukti, ia yang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar kemungkinan besar dapat menahannnya. Belum lagi ditambah dengan kebangkitannya mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Wayne sempat melihat Dr. Geere dengan bentuk kesatrianya itu melepaskan serangan berupa tebasan es, sayangnya esnya itu cepat meleleh dan menjadi uap dingin. Jadi rencana selanjutnya adalah dengan membuat pertahanan untuk Dr. Geere dan kemudian biar sang professor yang menuntaskan semua rasa sakit ini. Ada alasan mengapa Wayne ingin Dr. Geere yang membereskan semuanya.
“Kau yang mengawali, begitu juga tugasmu untuk mengakhiri semua ini,” ucap Wayne setelah mengutarakan idenya yang telah dimodifikasi karena munculnya kekuatan yang hebat secara dadakan.
Dr. Geere dan komandan Gert terapung di angkasa, sayap-sayap Dr. Geere yang bentuknya seperti sayap malaikat dengan ujung yang tajam itu menopang tubuh komandan Gert. Wayne mencoba menghampiri untuk mengetahui apakah serangan fatal itu berhasil menuntaskan semua ini atau tidak. Dengan sayap yang serupa, Wayne terbang menuju sang professor.
“Hei ingin kuberitahu hal menarik?” tubuhnya yang mendingin membuat komandan jauh lebih tenang. Dr. Geere membiarkannya karena tahu momen ini merupakan momen terakhir untuk komandan. “aku ingin indukan kalian, jika aku mati maka kalianpun akan mati,” Dr. Geere seakan tidak perduli karena sejatinya dirinya juga merupakan mayat hidup. “karena indukan atau patient zero, aku lebih leluasa mengatur kumbang besar di dalam tubuhku ini,” Dr. Geere mulai menyadari ada yang tidak beres, karena seluruh badan sang komandan sudah tertusuk oleh kristal es kecuali kepalanya saja. “dan yang ketiga, terima kasih karena telah membuat diriku jauh lebih tenang dengan membuatku membeku seperti ini dan hampir saja mati dibuatnya,” senyum lebar muncul dari mulut sang komandan, gigi-giginya yang tajam membuat senyumnya semakin menakutkan.
Dr. Geere dapat menyadarinya dengan cepat, bahwa komandan Gert telah memindahkan monster kumbang dari jantung ke kepala tepatnya ke bagian otak. Dan kondisi hampir mati yang dialami oleh komandan sama seperti Dr. Geere dan Wayne yang artinya, kekuatan baru akan bangkit. Jika demikian, betapa mengerikannya kekuatan yang akan bangkit dari komandan. Situasinya menjadi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.
“Selamat pagi,” sebelum Dr. Geere mengeluarkan kristal es dari dalam untuk menembus kepala komandan, tubuh monster berwarna merah itu menyala sangat terang.
“Cahaya apa ini? Apa yang terjadi?! Apa rencananya gagal?”! Wayne semakin mempercepat langkahnya, namun cahaya yang bersinar menyilaukan matanya.
Cahaya itu ternyata adalah hawa panas yang dilepaskan oleh komandan Gert, semua yang masuk dalam jangkauannya langsung musnah tak berbekas. Puncak gunung yang berada di dekat komandan habis, menjadi lahan gersang. Begitu juga dengan area lain yang terkena cahaya tadi, tidak jauh berbeda hanya asap panas yang muncul dari permukaannya. Tubuh komandan Gert semakin merah menyala dengan retakan-retakan berwarna oranye yang terlihat hampir di seluruh tubuhnya.
“RED SUN…kekuatan panas matahari. Kuakui, kau memang sangat jenius professor! Kini, tidak ada lagi yang menghalangi jalanku!”
“Hm, aku sudah bosan mengucapkannya. Mau bentuk seperti apapun---,” hawa dingin menerpa tubuh komandan. Angin-angin dingin menyapa, membuat hawa panas yang dijadikan tameng melunak. “menarik…tapi…,” sang komandan kembali menaikan suhu hawanya, menjadi lebih panas dari sebelumnya.
Dr. Geere dengan tangannya menarik sebuah pedang panjang berwarna putih dari sarungnya. Uap-uap menari di sekitar pedang yang dikeluarkan. Satu serangan dilepaskan, sebuah tebasan es yang dibuat melalui udara yang didinginkan dengan level ekstrim disekitarnya.
Secara mengejutkan komandan Gert melompat menghindarinya, padahal zona pelindungnya sudah dibuat makin panas, tetapi seakan-seakan sel dapat tubuhnya memberi peringatan bahwa serangan yang dilepaskan oleh Dr. Geere mungkin saja dapat melukainya. Harga dirinya retak, komandan Gert meluncur cepat. Namun, lagi-lagi sel monster dalam tubuhnya memberikan sinyal dan membuat pergerakannya terhenti. Tepat sebelum es-es Kristal dikeluarkan oleh Dr. Geere dari dalam tanah dalam jumlah banyak.
“Ada apa? kau lebih banyak menghindar sekarang?” ejek Dr. Geere.
“Sial, kau sudah bermulut besar rupanya. Cih!” komandan Gert tidak terima diejek seperti itu, apalagi oleh seorang ilmuan berumur yang sudah dibunuhnya. Tubuhnya kembali melesat, tetapi kali ini sebuah balok besar berwarna emas menghantam tubuhnya dan menyeretnya jauh hingga ke dalam hutan. “apa lagi ini!” kedua tangannya menahan agar balok panjang itu berhenti menyeretnya.
Sesosok bercahaya akibat pantulan sinar bulan datang, ia mendarat tepat dihadapan Dr. Geere. Bentuk tidak jauh berbeda, hanya saja sosok ini seperti kesatria emas, sedangkan warna dominan Dr. Geere adalah silver yang mengkilat.
“Wayne?” ucap Dr. Geere memastikan.
“Ya, ini aku…,” jawabnya. “saat aku membuka mata, bentuknya sudah seperti ini. Apakah kekuatan kita bangkit setelah merasakan rasa sakit yang sangat besar hingga membahayakan nyawa?” sebuah pertanyaan yang bisa menjadi sebuah jawaban asal usul kekuatan yang saat ini sedang mereka dapatkan.
“Entahlah, aku belum memikirkannya sampai sejauh itu…,” Wayne baru menyadari bahwa didepannya hanya ada Dr. Geere seorang.
“Kemana yang lainnya?”
Dr. Geere berhasil menyelamatkan mereka sebelum tubuh mereka benar-benar hangus dan habis terbakar. Ia menjelaskan bahwa kekuatan berelemen es yang didapatnya ternyata dapat memulihkan rekan-rekannya dari luka yang didapat. Kini ketiga sedang dibekukan sambil diobati, jadi pertempuran ini hanya milik mereka berdua saja. Lebih cepat dibereskan maka lebih baik, ketiga rekannya sudah menjalani rasa sakit yang luar biasa.
“Oh iya, apa kau ingat tentang ide yang aku ingin katakan itu?” tanya Wayne. “akan kuutarakan padamu sekarang,” Dr. Geere menyimak semuanya dengan detil akan ide yang diutarakan oleh Wayne, sekaligus ia menjelas tentang kekuatan yang didapatnya.
Sementara itu komandan Gert berhasil menghancurkan balok panjang dan besar yang dilemparkan oleh Wayne. Kekesalannya semakin memuncak, kebakaran hutan pun terjadi dengan sangat cepat saat mereka dilalui oleh komandan yang meluncur dengan kecepatan penuh. Lintasan api itu memudahkan Wayne untuk mengetahui lokasi dari komandan Gert. Dari telapak tangannya muncul sebuah balok panjang lagi berwarna emas.
“Rasakan ini!” Wayne melempar balok besarnya, benda itu menukik cepat menuju komandan.
Mengetahui ada serangan yang datang, sang komandan menoleh kebelakang. Balok besar itu datang kearahnya. Dengan menggerakan tubuhnya secara lihai, balok besar itu berhasil dihindari. Namun serangan susulan datang beriringan, jumlahnya kini mungkin puluhan. Balok-balok besar itu menutup jalan komandan, meskipun tidak ada satu pun yang mengenainya.
“Kau ingin kemana? Aku di sini!” kali ini Wayne yang mendekat.
Komandan meledakan zona pelindungnya yang berisi hawa panas, balok-balok disekitarnya terpental menjauhi. Wayne tidak begitu terpengaruh, langkahnya tidak terhenti. Tinjunya dilepaskan, komandan berhasil menghindar. Beberapa serangan lanjutan dikeluarkan, Wayne seperti yang bermain-main, ingin membuktikan bahwa dirinya tahan dengan hawa panas disekitarnya. Hal ini membuat komandan semakin marah.
“BOCAH SIALAN!”
“Memang dalamnya sudah terlalu panas,” kesempatan ini langsung diambil oleh Wayne ketika keadaan emosi komandan tidak terkendali, pergerakannya menjadi kacau dan dengan mudahnya Wayne menaruh telapak tangannya pada tubuh komandan. “terbanglah tinggi!” sebuah balok besar mendadak muncul mendorong jauh komandan ke atas puncak pegunungan. “sekarang giliranmu prof!”
Komandan tidak bisa berbuat banyak karena balok besar yang membawanya ke langit cukup tebal dan unsur alami emas yang baru dapat melebur di titik 1064 derajat celcius. Posisinya semakin di atas dan udara menjadi jauh lebih dingin dari sebelumnya, membuat dirinya semakin melemah. Sayap besarnya dikeluarkan untuk menahan laju balok besar, komandan berhasil. Lalu dilepaskannya kembali hawa panasnya yang kali ini dalam sekejap mampu melenyapkan balok besar yang menghalangi pandangannya.
“ARGH!!!” teriak komandan ketika emasnya hancur lebur, tetapi sesuatu melesat kearahnya.
Dr. Geere menusukan pedangnya tepat ke jantung komandan Gert, kemudian kristal-kristal es keluar dari tubuhnya, membuatnya terperangkap dan terkunci. Suhu tubuhnya mendadak mendidik hingga di bawah titik beku.
“Kau bersembunyi dibalik balok emas itu hah?” tanya komandan Gert.
“Aku tidak bersembunyi…,” jawabnya pelan. Keduanya kini saling bertatapan dalam jarak dekat.
Ide yang diutarakan oleh Wayne adalah dengan menguji coba ketahanan tubuhnya sambil mencoba terus menyerang komandan tuk memecah fokusnya. Saat ia melemparkan monster biasa, tubuh monster itu langsung terbakar dan hangus. Sehingga jika teori sederhana Wayne terbukti, ia yang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar kemungkinan besar dapat menahannnya. Belum lagi ditambah dengan kebangkitannya mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar.
Wayne sempat melihat Dr. Geere dengan bentuk kesatrianya itu melepaskan serangan berupa tebasan es, sayangnya esnya itu cepat meleleh dan menjadi uap dingin. Jadi rencana selanjutnya adalah dengan membuat pertahanan untuk Dr. Geere dan kemudian biar sang professor yang menuntaskan semua rasa sakit ini. Ada alasan mengapa Wayne ingin Dr. Geere yang membereskan semuanya.
“Kau yang mengawali, begitu juga tugasmu untuk mengakhiri semua ini,” ucap Wayne setelah mengutarakan idenya yang telah dimodifikasi karena munculnya kekuatan yang hebat secara dadakan.
Dr. Geere dan komandan Gert terapung di angkasa, sayap-sayap Dr. Geere yang bentuknya seperti sayap malaikat dengan ujung yang tajam itu menopang tubuh komandan Gert. Wayne mencoba menghampiri untuk mengetahui apakah serangan fatal itu berhasil menuntaskan semua ini atau tidak. Dengan sayap yang serupa, Wayne terbang menuju sang professor.
“Hei ingin kuberitahu hal menarik?” tubuhnya yang mendingin membuat komandan jauh lebih tenang. Dr. Geere membiarkannya karena tahu momen ini merupakan momen terakhir untuk komandan. “aku ingin indukan kalian, jika aku mati maka kalianpun akan mati,” Dr. Geere seakan tidak perduli karena sejatinya dirinya juga merupakan mayat hidup. “karena indukan atau patient zero, aku lebih leluasa mengatur kumbang besar di dalam tubuhku ini,” Dr. Geere mulai menyadari ada yang tidak beres, karena seluruh badan sang komandan sudah tertusuk oleh kristal es kecuali kepalanya saja. “dan yang ketiga, terima kasih karena telah membuat diriku jauh lebih tenang dengan membuatku membeku seperti ini dan hampir saja mati dibuatnya,” senyum lebar muncul dari mulut sang komandan, gigi-giginya yang tajam membuat senyumnya semakin menakutkan.
Dr. Geere dapat menyadarinya dengan cepat, bahwa komandan Gert telah memindahkan monster kumbang dari jantung ke kepala tepatnya ke bagian otak. Dan kondisi hampir mati yang dialami oleh komandan sama seperti Dr. Geere dan Wayne yang artinya, kekuatan baru akan bangkit. Jika demikian, betapa mengerikannya kekuatan yang akan bangkit dari komandan. Situasinya menjadi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.
“Selamat pagi,” sebelum Dr. Geere mengeluarkan kristal es dari dalam untuk menembus kepala komandan, tubuh monster berwarna merah itu menyala sangat terang.
“Cahaya apa ini? Apa yang terjadi?! Apa rencananya gagal?”! Wayne semakin mempercepat langkahnya, namun cahaya yang bersinar menyilaukan matanya.
Cahaya itu ternyata adalah hawa panas yang dilepaskan oleh komandan Gert, semua yang masuk dalam jangkauannya langsung musnah tak berbekas. Puncak gunung yang berada di dekat komandan habis, menjadi lahan gersang. Begitu juga dengan area lain yang terkena cahaya tadi, tidak jauh berbeda hanya asap panas yang muncul dari permukaannya. Tubuh komandan Gert semakin merah menyala dengan retakan-retakan berwarna oranye yang terlihat hampir di seluruh tubuhnya.
“RED SUN…kekuatan panas matahari. Kuakui, kau memang sangat jenius professor! Kini, tidak ada lagi yang menghalangi jalanku!”
ashrose dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Kutip
Balas