TS
ibliss666
Cerita dan Inspirasi Bisnis ini Perlu di Baca agar Agan Sista Makin Kaya
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA




Jadi Bos itu Penting
Belajar untuk jadi Bos itu Perlu
Mulailah Dari Sini
Membaca Bersama Saya


Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for anu:
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA

Diubah oleh muselimah 08-05-2022 06:38
ekspedisisby dan 26 lainnya memberi reputasi
27
47.2K
212
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
UKM
14.8KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
muselimah
#188
INVESTASI
kita memang tidak bisa memprediksi secara pasti kemana harganya di masa depan. Juga ada slogan yang bunyinya: ```“Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan”```.
Namun psikologi harga emas memiliki karakter akan meneruskan kebiasannya yang bergerak naik.
Contoh karakter dan kebiasaan:
Bila selama 10 tahun belakangan ini, saya dikenal sebagai orang yang hemat, rajin menabung dan disiplin investasi emas. Maka lebih besar kemungkinannya dia akan melanjutkan kebiasaan itu, daripada tiba-tiba berubah menjadi seorang yang boros, suka berfoya-foya apalagi jadi penjudi.
Lalu, perlukah kita Menabung dan Berinvestasi Emas?
Tiga hal di bawah ini adalah alasan utama kita perlu banget-banget-banget melirik Emas:
1. Diversifikasi.
Memiliki Saham, Reksa Dana, Properti dan uang Cash, relatif belum cukup untuk mencapai Diversifikasi yang aman. Ibarat ```“empat sehat lima sempurna”```, dengan Emas-lah strategi Diversifikasi kita menjadi maksimal ya SoHip.
2. Safe Haven:
Emas merupakan_Safe Haven_. Saat terjadi penurunan ekonomi dan ketiakpastian situasi geopolitik, investor akan memindahkan investasinya ke Safe Haven. Selain Emas, yang termasuk Safe haven yaitu _US Treasury_ (Obligasi Pemerintah Amerika Serikat) dan USD. Tapi USD sudah _overvalued_ dan tentu saja lemah terhadap Inflasi.
3. Pelindung atas Inflasi:
Sejak terjadinya pandemi, Bank Sentral di berbagai negara mencetak uang untuk mendukung pemulihan ekonomi di negaranya masing-masing saat terjadi krisis ekonomi/resesi. Yang namanya cetak uang, uang beredar terlalu banyak, maka secara langsung dan gak langsung akan menyebabkan Inflasi. Dan Emas akan naik harganya seiring peningkatan Inflasi.
Mempelajari Investasi Emas bisa dibilang lebih sederhana daripada Paper Asset yang sudah disebutkan tadi di atas. Pertama, ```kita pelajari karakter harganya```. Kedua, ```kita pelajari ciri fisik keaslian Emasnya dan tempat beli Emas yang Aman & Terpercaya```.
Dalam mempelajari karakter harga emas, SoHip perlu mengerti 3 hal utama, yaitu:
1. Analisa Fundamental (FA)
Agar SoHip memahami bagaimana situasi Ekonomi negara kita, juga global, lalu bagaimana Supply & Demand Emas. Dengan wawasan ini, SoHip bisa memahami bagaimana sentimen pasar akan Emas sebagai Safe Haven maupun Investasi.
2. Geopolitik
Situasi Geopolitik sering kali berdampak positif maupun negative terhadap harga Emas. Dengan pemahaman ini, kita bisa mengenali mana konflik yang berpotensi membuat harga Emas naik (contohnya: Korea Utara tes Rudal di akhir 2017 lalu; juga Perang Russia-Ukraina), mana pula yang tidak kuat pengaruhnya (Tarik ulur negosiasi Rusia-Ukraina)
3. Analisa Teknikal (TA)
Analisa ini sangat detail sampe ke pergerakan harga per bulan/hari/jam/ bahkan menit, gunanya untuk mempelajari psikologi harga dan mencari peluang momentum terbaik untuk _Value Averaging_ dalam pergerakan harganya.
Bila SoHip sudah mempelajari harga emas dengan tiga cara ini, maka semoga SoHip tidak akan mudah panik saat membaca berita tentang perubahan harga ataupun situasi ekonomi, investasi dan dunia.
SoHip udah pada tau kan apa aja faktor yang menyebabkan harga Emas naik turun?
1. Supply & Demand.
Supply utama Emas bergantung dengan produksi dari Tambang Emas (Produsen). Produksi Tambang Emas memiliki kecenderungan turun setiap tahunnya, sehingga semakin lama semakin sedikit supply dari Produsen, yang artinya perlahan-lahan akan menyebabkan kenaikan harga emas. Saat Pandemi tahun 2020 lalu, terjadi hambatan Supply Emas, Produsen banyak yang harus di lock down karena penularan Korona, bahkan jalur transportasi pun juga terganggu karena Pesawat sering batal penerbangannya, sehingga harga Emas cepat melambung tinggi sampai di puncaknya bulan Agustus 2020 lalu.
*Demand terbesar saat ini adalah di *Perhiasan*; kemudian disusul pembelian untuk Cadangan Devisa *Bank Sentral*; lalu *Emas batangan & koin*; *Gold ETF* (investasi Emasnya investor kelas kakap). Demand Safe Haven tercermin di pergerakan Gold ETF. Demand selanjutnya adalah kebutuhan *Teknologi*, yaitu untuk elektronik dan kedokteran. Kemajuan teknologi Crypto juga mendorong kebutuhan Emas untuk teknologinya.
Demand akan bergerak naik dan turun sesuai dengan faktor-faktor yang selanjutnya…
2. Ekonomi
Semakin bertumbuh ekonomi suatu negara maupun secara global, maka akan lebih banyak Investor memilih emas untuk melindungi asetnya dari Inflasi. Dan saat Ekonomi sedang memburuk juga, Investor semakin memburu Emas karna sifatnya sebagai Safe Haven. Bagian faktor Ekonomi ini juga termasuk tingkat Pengangguran dan Inflasi.
3. Bank Sentral
Bank Sentral akan memutuskan untuk menaikkan maupun menurunkan Suku Bunga acuan di negaranya, yang efeknya akan membuat harga Emas bergejolak. Contohnya: saat ini Federal Reserve/the FED, Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan akan menaikkan Suku Bunga sebanyak 10x 25bps menjadi 2.75%, tentunya ini akan menjadi pemicu fluktuasi besar di harga Emas. Pembelian untuk Cadangan Devisa Bank Sentral berbagai negara di dunia yang biasanya Net Buy.
4. Geopolitik
Saat ini yang sudah ada di depan mata ya konflik perang antara Rusia – Ukraina. Ketidakpastian ini bisa menjaga harga Emas tetap bertahan di area $1900-$1200/oz. Apalagi kenaikan harga Oil & Gas serta Gandum sudah jelas menjadi pemicu kenaikan Inflasi global.
5. Forex
Faktor Forex (nilai tukar mata uang), adalah yang mempengaruhi secara langsung fluktuasi harga Emas dari hari ke hari sampai dalam satuan menit dan detik. Mata uang paling utama adalah USD (DXY), ya karna harga Emas dunia dalam satuan USD ($/oz). Kemudian mata uang yang lain ya mata uang di negara masing-masing, contohnya kita di Indonesia dengan nilai tukar USD (USD/IDR). Harga Emas dalam satuan Rupiah (Rp/gr) sangat sensitif terhadap naik turunnya USD/IDR. Transaksi yang berpengaruh yaitu export; import; aliran dana asing keluar dan masuk Indonesia; juga naik maupun turunnya nilai mata uang asing terkait.
Paper Asset seperti Saham, harganya bisa naik, lalu turun lagi kembali ke harga beberapa tahun lalu tergantung bisnis perusahaan tersebut. Belum lagi corporate action seperti stock split dan reverse stock split yang bisa merubah situasi harga saham tersebut. Dan gak semua orang bisa mengikuti terus menerus bagaimana action perusahaan yang sahamnya dimilikinya. Tapi hal ini berbeda dengan Emas.
Dengan menabung dan berinvestasi Emas, SoHip cukup beli dan simpan saja Emasnya (tentunya gak di bawah kasur yaa hehehe). Emas itu Dwifungsi, yaitu bisa menjadi Investasi untuk Jangka Panjang, tapi juga bisa menjadi simpanan Tabungan Dana Darurat.
Seringkali teman-teman di sekeliling kita bertanya: Kapan waktu yang tepat beli Emas? Beli hari ini apa besok aja? Besok naik apa turun ya?
Waktu yang tepat membeli Emas adalah kemaren
Waktu yang tepat selanjutnya adalah hari ini
Kalo hari ini kamu belum beli Emas
Maka waktu yang tepat selanjutnya adalah besok
Tapi karena…“Tomorrow Never Comes”
*Jadi kalo udah ada uangnya, waktu yang tepat untuk beli Emas adalah hari ini*.
tujuan kita berinvestasi kan idealnya yaitu untuk melindungi aset kita agar tidak tergerus Inflasi. Ya harapan kita Investasi kita itu akan naik nilainya (Capital Gain); atau juga menghasilkan income seperti Dividend dan Bunga. Untuk yang Investasi di Bisnis, ya biasanya mengharapkan keuntungan dari hasil usahanya.
Tapi, SoHip pernah dengar kan quote dari Warren Buffett tentang aturan dalam berinvestasi?
“*Rule no.1: Never Lose Money. Rule no.2: Never Forget Rule no.1*”
Setiap Investasi tentu ada Risiko yang terkandung di dalamnya. Mengingat Rules di atas, dan kemungkinan adanya Risiko, maka sebelum mengharapkan Cuan, kita mesti memperhatikan apa Risiko yang kita tanggung. Jangan sampe cuma kena Risikonya, tapi gada Cuannya.
Agar kita gak rugi saat Menabung maupun Investasi Emas di platform Digital gak dibawa kabur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka kita perlu memastikan Perusahaannya sudah memiliki Izin yang memenuhi syarat sesuai bisnisnya.
Contohnya, Pegadaian yang sudah resmi berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) – *Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK*. Alternatif bagi yang memilih Pedagang Emas Digital, pastikan hanya memilih Perusahaan yang sudah memiliki izin dari BAPPEPTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Catatan: per hari ini, baru hanya empat Pedagang Emas Digital yang resmi berizin BAPPEBTI.
Setelah itu, barulah kita memikirikan gimana supaya untung dalam Menabung dan Investasi Emas. Caranya ya dengan melakukan dua (2) Langkah Pembelajaran dan tiga (3) Metode Beli Emas tadi ya SoHip.
Tentunya SoHip ada yang penasaran nih apa sih ya Perbandingan menabung Emas Konvensional vs Emas Digital?
Namun psikologi harga emas memiliki karakter akan meneruskan kebiasannya yang bergerak naik.
Contoh karakter dan kebiasaan:
Bila selama 10 tahun belakangan ini, saya dikenal sebagai orang yang hemat, rajin menabung dan disiplin investasi emas. Maka lebih besar kemungkinannya dia akan melanjutkan kebiasaan itu, daripada tiba-tiba berubah menjadi seorang yang boros, suka berfoya-foya apalagi jadi penjudi.
Lalu, perlukah kita Menabung dan Berinvestasi Emas?
Tiga hal di bawah ini adalah alasan utama kita perlu banget-banget-banget melirik Emas:
1. Diversifikasi.
Memiliki Saham, Reksa Dana, Properti dan uang Cash, relatif belum cukup untuk mencapai Diversifikasi yang aman. Ibarat ```“empat sehat lima sempurna”```, dengan Emas-lah strategi Diversifikasi kita menjadi maksimal ya SoHip.
2. Safe Haven:
Emas merupakan_Safe Haven_. Saat terjadi penurunan ekonomi dan ketiakpastian situasi geopolitik, investor akan memindahkan investasinya ke Safe Haven. Selain Emas, yang termasuk Safe haven yaitu _US Treasury_ (Obligasi Pemerintah Amerika Serikat) dan USD. Tapi USD sudah _overvalued_ dan tentu saja lemah terhadap Inflasi.
3. Pelindung atas Inflasi:
Sejak terjadinya pandemi, Bank Sentral di berbagai negara mencetak uang untuk mendukung pemulihan ekonomi di negaranya masing-masing saat terjadi krisis ekonomi/resesi. Yang namanya cetak uang, uang beredar terlalu banyak, maka secara langsung dan gak langsung akan menyebabkan Inflasi. Dan Emas akan naik harganya seiring peningkatan Inflasi.
Mempelajari Investasi Emas bisa dibilang lebih sederhana daripada Paper Asset yang sudah disebutkan tadi di atas. Pertama, ```kita pelajari karakter harganya```. Kedua, ```kita pelajari ciri fisik keaslian Emasnya dan tempat beli Emas yang Aman & Terpercaya```.
Dalam mempelajari karakter harga emas, SoHip perlu mengerti 3 hal utama, yaitu:
1. Analisa Fundamental (FA)
Agar SoHip memahami bagaimana situasi Ekonomi negara kita, juga global, lalu bagaimana Supply & Demand Emas. Dengan wawasan ini, SoHip bisa memahami bagaimana sentimen pasar akan Emas sebagai Safe Haven maupun Investasi.
2. Geopolitik
Situasi Geopolitik sering kali berdampak positif maupun negative terhadap harga Emas. Dengan pemahaman ini, kita bisa mengenali mana konflik yang berpotensi membuat harga Emas naik (contohnya: Korea Utara tes Rudal di akhir 2017 lalu; juga Perang Russia-Ukraina), mana pula yang tidak kuat pengaruhnya (Tarik ulur negosiasi Rusia-Ukraina)
3. Analisa Teknikal (TA)
Analisa ini sangat detail sampe ke pergerakan harga per bulan/hari/jam/ bahkan menit, gunanya untuk mempelajari psikologi harga dan mencari peluang momentum terbaik untuk _Value Averaging_ dalam pergerakan harganya.
Bila SoHip sudah mempelajari harga emas dengan tiga cara ini, maka semoga SoHip tidak akan mudah panik saat membaca berita tentang perubahan harga ataupun situasi ekonomi, investasi dan dunia.
SoHip udah pada tau kan apa aja faktor yang menyebabkan harga Emas naik turun?
1. Supply & Demand.
Supply utama Emas bergantung dengan produksi dari Tambang Emas (Produsen). Produksi Tambang Emas memiliki kecenderungan turun setiap tahunnya, sehingga semakin lama semakin sedikit supply dari Produsen, yang artinya perlahan-lahan akan menyebabkan kenaikan harga emas. Saat Pandemi tahun 2020 lalu, terjadi hambatan Supply Emas, Produsen banyak yang harus di lock down karena penularan Korona, bahkan jalur transportasi pun juga terganggu karena Pesawat sering batal penerbangannya, sehingga harga Emas cepat melambung tinggi sampai di puncaknya bulan Agustus 2020 lalu.
*Demand terbesar saat ini adalah di *Perhiasan*; kemudian disusul pembelian untuk Cadangan Devisa *Bank Sentral*; lalu *Emas batangan & koin*; *Gold ETF* (investasi Emasnya investor kelas kakap). Demand Safe Haven tercermin di pergerakan Gold ETF. Demand selanjutnya adalah kebutuhan *Teknologi*, yaitu untuk elektronik dan kedokteran. Kemajuan teknologi Crypto juga mendorong kebutuhan Emas untuk teknologinya.
Demand akan bergerak naik dan turun sesuai dengan faktor-faktor yang selanjutnya…
2. Ekonomi
Semakin bertumbuh ekonomi suatu negara maupun secara global, maka akan lebih banyak Investor memilih emas untuk melindungi asetnya dari Inflasi. Dan saat Ekonomi sedang memburuk juga, Investor semakin memburu Emas karna sifatnya sebagai Safe Haven. Bagian faktor Ekonomi ini juga termasuk tingkat Pengangguran dan Inflasi.
3. Bank Sentral
Bank Sentral akan memutuskan untuk menaikkan maupun menurunkan Suku Bunga acuan di negaranya, yang efeknya akan membuat harga Emas bergejolak. Contohnya: saat ini Federal Reserve/the FED, Bank Sentral Amerika Serikat diperkirakan akan menaikkan Suku Bunga sebanyak 10x 25bps menjadi 2.75%, tentunya ini akan menjadi pemicu fluktuasi besar di harga Emas. Pembelian untuk Cadangan Devisa Bank Sentral berbagai negara di dunia yang biasanya Net Buy.
4. Geopolitik
Saat ini yang sudah ada di depan mata ya konflik perang antara Rusia – Ukraina. Ketidakpastian ini bisa menjaga harga Emas tetap bertahan di area $1900-$1200/oz. Apalagi kenaikan harga Oil & Gas serta Gandum sudah jelas menjadi pemicu kenaikan Inflasi global.
5. Forex
Faktor Forex (nilai tukar mata uang), adalah yang mempengaruhi secara langsung fluktuasi harga Emas dari hari ke hari sampai dalam satuan menit dan detik. Mata uang paling utama adalah USD (DXY), ya karna harga Emas dunia dalam satuan USD ($/oz). Kemudian mata uang yang lain ya mata uang di negara masing-masing, contohnya kita di Indonesia dengan nilai tukar USD (USD/IDR). Harga Emas dalam satuan Rupiah (Rp/gr) sangat sensitif terhadap naik turunnya USD/IDR. Transaksi yang berpengaruh yaitu export; import; aliran dana asing keluar dan masuk Indonesia; juga naik maupun turunnya nilai mata uang asing terkait.
Paper Asset seperti Saham, harganya bisa naik, lalu turun lagi kembali ke harga beberapa tahun lalu tergantung bisnis perusahaan tersebut. Belum lagi corporate action seperti stock split dan reverse stock split yang bisa merubah situasi harga saham tersebut. Dan gak semua orang bisa mengikuti terus menerus bagaimana action perusahaan yang sahamnya dimilikinya. Tapi hal ini berbeda dengan Emas.
Dengan menabung dan berinvestasi Emas, SoHip cukup beli dan simpan saja Emasnya (tentunya gak di bawah kasur yaa hehehe). Emas itu Dwifungsi, yaitu bisa menjadi Investasi untuk Jangka Panjang, tapi juga bisa menjadi simpanan Tabungan Dana Darurat.
Seringkali teman-teman di sekeliling kita bertanya: Kapan waktu yang tepat beli Emas? Beli hari ini apa besok aja? Besok naik apa turun ya?
Waktu yang tepat membeli Emas adalah kemaren
Waktu yang tepat selanjutnya adalah hari ini
Kalo hari ini kamu belum beli Emas
Maka waktu yang tepat selanjutnya adalah besok
Tapi karena…“Tomorrow Never Comes”
*Jadi kalo udah ada uangnya, waktu yang tepat untuk beli Emas adalah hari ini*.
tujuan kita berinvestasi kan idealnya yaitu untuk melindungi aset kita agar tidak tergerus Inflasi. Ya harapan kita Investasi kita itu akan naik nilainya (Capital Gain); atau juga menghasilkan income seperti Dividend dan Bunga. Untuk yang Investasi di Bisnis, ya biasanya mengharapkan keuntungan dari hasil usahanya.
Tapi, SoHip pernah dengar kan quote dari Warren Buffett tentang aturan dalam berinvestasi?
“*Rule no.1: Never Lose Money. Rule no.2: Never Forget Rule no.1*”
Setiap Investasi tentu ada Risiko yang terkandung di dalamnya. Mengingat Rules di atas, dan kemungkinan adanya Risiko, maka sebelum mengharapkan Cuan, kita mesti memperhatikan apa Risiko yang kita tanggung. Jangan sampe cuma kena Risikonya, tapi gada Cuannya.
Agar kita gak rugi saat Menabung maupun Investasi Emas di platform Digital gak dibawa kabur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka kita perlu memastikan Perusahaannya sudah memiliki Izin yang memenuhi syarat sesuai bisnisnya.
Contohnya, Pegadaian yang sudah resmi berizin OJK (Otoritas Jasa Keuangan) – *Terdaftar dan Diawasi Oleh OJK*. Alternatif bagi yang memilih Pedagang Emas Digital, pastikan hanya memilih Perusahaan yang sudah memiliki izin dari BAPPEPTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Catatan: per hari ini, baru hanya empat Pedagang Emas Digital yang resmi berizin BAPPEBTI.
Setelah itu, barulah kita memikirikan gimana supaya untung dalam Menabung dan Investasi Emas. Caranya ya dengan melakukan dua (2) Langkah Pembelajaran dan tiga (3) Metode Beli Emas tadi ya SoHip.
Tentunya SoHip ada yang penasaran nih apa sih ya Perbandingan menabung Emas Konvensional vs Emas Digital?
0


