Kaskus

Story

wukuwuyeAvatar border
TS
wukuwuye
The Reluctant Leader : Project Tengah Bukit
The Reluctant Leader
The Flying Dutch-Oldman
The Hidden Hill


The Reluctant Leader : Project Tengah Bukit



Quote:


Spoiler for Sebelum Membaca, Harap diperhatikan:


**********

Prolog


Di suatu warung di kawasan pegunungan di suatu daerah di Indonesia, menuju tengah malam,


Spoiler for Spoiler Ini:


" Arrgh.., It's not The Flying Dutchman or The Flying Oldman, I-i j-just… this people can- can't… Arrgh.. "


" Apa, gimana pak… "
ucapku terhadap bapak-bapak sebelahku, sambil perlahan meneguk kopi pahit. Ya, malam ini aku harus lembur, jadi kupikir pahitnya kopi bisa membuka mata ini, seraya tetap menjalankan tugas pekerjaan.


" hahhh, engga.., saya keatas dulu, nanti kau nyusul aja. slesein makananmu.. "


" ah, oh, iya pak.. "


" masih 1 jam lagi sebelum mulai.. "
kata bapak itu dengan suara serak khas, seraya keluar warung dan berjalan. Dari semua orang yang sudah kutemui disini, nada suara orang ini yang selalu memiliki kesan berbeda.


Ya, Ini adalah pengalaman pertamaku menjadi pengawas sebuah proyek di tempat yang bukan kota besar. Suasana begitu berbeda dengan biasanya, tidak ada gemerlap lampu kota dan hentakkan langkah kaki orang berjalan, layaknya suara yang lumrah ku dengar di tengah kota metropolitan.


Spoiler for Spoiler Ini:



Dinginnya malam dsini juga sangat terasa, Ah.. jauh terasa dingin daripada saatku berada di atap teratas gedung yang masih berbentuk balok dan kolom saja.


Ya, gedung yang belum sepenuhnya jadi memiliki suasana khas tersendiri, seperti tempat arena aktor film aksi melakukan adegan laganya. Namun, disisi lain memiliki kesan yang kadang membuat bulu kuduk merinding, shittt.. gw ga mau bayangin. inget, rey.. lu lagi di middle of nowhere.


Spoiler for Spoiler Ini:



Jauh dari kota, terkadang juga membuatku rindu dengan pesona masakan pinggiran jalan, tentu juga rasa nasi padang yang khas dan tentunya penyetan dengan sambel ekstra pedas.


Ya, disyukuri saja, lagian rasa mie di warung ini juga enak kok, dengan tambahan sayuran dan potongan cabainya. Mungkin, karena deket dengan site project, sepertinya aku akan sering kemari.


Saat kulihat keluar warung, ternyata lampu sekitar sitesudah pada nyala. Jam tangan yang telah kuatur stopwatch, juga sepertinya bentar lagi berbunyi, harus bergegas nih.


Saat kembali lagi ke dalam warung, aku coba melihat sekeliling karena penasaran. Dan ku beranikan bertanya ke ibu warung, ya mungkin ngobrol kecil dengan ibu ini bisa mempercepat waktu yang serasa berjalan sangat lambat di tempat yang tidak bergemerlap seperti kota ini.


" ibu.. Ibu, sendiri kah disini? Kayaknya sepi banget ya daerah sini "


" Opo le, ra krungu ibuk'e? ( apa nak, gak terdengar ibu? ) "


" Emm, anu, di tempat warung ibu ini, apa ibu sendirian saja? "


" mboten le.. mboten ngertos kulo, nuwun ngapunten'e le ( maaf nak.. tidak paham ibu.. minta maaf yang banyak ya ) "


" Ah, apa, em, anu, jadi Sa-- "


" Ibuku, ga terlalu bisa bahasa indonesia lancar, cuman bisa lancar bahasa sini aja "



" *gubraak* Anj….. S-sia.. " kaget gw bangkek, kaga ngasi klakson atau apa, ada orang asal jruntung nyaut aje, maen masuk kaga ada aba-aba kek atau apa kek sms kek peluit wasit bola kek.


Spoiler for Spoiler Ini:



" Oh, nduk.. Kowe wes mangan ta? Iki sop, tewel, bung.. ( oh nak cantik, kamu sudah makan belum? Ini ada sop, sayur nangka muda, sayur tunas bambu.. ) "


" Inggih bu, wis kok. Niki kemul lan baju, mboten balik wae bu, istirahat di rumah.. "


" ora nak, mas-mas e lembur ndek ndukur, mengko pas keluwen sak'aken yen ibuk tutup.. ( ngga dulu nak, orang-orang masih kerja diatas, nanti jika lapar kasihan mereka bakal bingung kalau ibu nutup warung.. ) "



Dan itu adalah permulaan, gw ngedenger orang berbicara namun ga ngerti sama sekale, anj…, woy.. kan saya juga mau nimbrung.


Waktu ini, tiba-tiba dengan randomnya, saya akhirnya paham benar perasaan salah satu om-om pimpinan kompeni belanda yang teriak-teriak hingga repot-repot naik di atas meja saat awal mula mau klaim tanah indonesia, tapi orang pribumi langsung ngelewatin aja.


Spoiler for ingatan gw waktu itu, bahasa belanda diterjemahkan ke indonesia langsung:



Ngga, ngga, bukan berarti aku harus nembak mereka berdua, itu terlalu random.


*BOOOM* *DUUAARRRR*


" Hah, apa itu barusan.. " seloroh wanita random yang baru masuk.


" ngga.. ngga.. bukan aku.., yang pasti itu bukan aku, dan tembakan itu ku pastikan cuman ada di pikiranku, dan om-om itu hanyalah om-om imajiner yang ada di pikira-- " ucapku sambil mengangkat kedua tanganku.


" Apasih ini, om-om apalagi ini.., kenapa ada om-om sih, gaje.. " seraya wanita itu langsung keluar dari warung.


Dan,


Saat,


Ku keluar,


Ku lihat keatas,


Dan,


site projectku terbakar diatas sana,


Spoiler for Spoiler Ini:



di atas bukit sana, sang jago merah berdansa,


" MAY… Maya… ono opo to ndukkk? Ibu ndredeg jantung ra kuat (Maya, ada apa may? Jantung ibu sakit tiba-tiba sakit may.. "tiba-tiba ibu warung berjalan pelan keluar dengan memegangi area jantungnya, tertatih-tatih hingga memegangi kusen pintu, dan pingsan..


" Ibuuu… " teriak, wanita itu, dan langsung memegangi ibunya yang terjatuh dengan posisi memegangi kusen pintu warung.


" eh.. bentar.. bentar.. aku ke bedeng pekerja dulu, aku ambil peralatan k3 sama oksigen, kamu tenang ya, may.. " disinilah aku tahu, sepertinya orang random ini, bernama maya.


**********



Update 23 Maret 2022.



Chapter 1, post nanti" aja jika ada yg pingin, atau tahun depan.
emoticon-Traveller


Jadi, hanya additional scene during prolog.



Sudut pandang cerita beralih ke orang ke-3


Waktu dikembalikan saat bapak-bapak sebelah tokoh utama, mulai beranjak pergi.


Spoiler for Spoiler Ini:



Bapak itu lalu berjalan dengan buru-buru ke atas site, karena akan mengecek rombongan truk supply material dari segala penjuru Indonesia yang akan segera datang 1 jam lagi.


Ya, sepertinya ini salah satu project Top Tieryang berada di urutan list teatas pemerintahan dengan melihat kapasitas supplainya.


Ya, rombongan truk penyupplai proyek di Indonesia memang hanya bisa berangkat menjelang malam hingga menjelang subuh. Itulah mengapa banyak driver kendaraan besar ditemui pada malam hari jika kita berkendara pada malam hari.


Spoiler for Spoiler Ini:



Rombongan truk penyupplai ini membawa berbagai macam material dan furniture. Sepertinya pada malam ini, juga akan ada pengecoran lantai kerja proyek, jadi ada tronton mixer pembawa cor yang banyak akan datang malam ini.


Para truk trailer itu, sudah mulai berangkat saat sore hari atau berhari-hari yang lalu, karena konsultan menginginkan pada malam ini di jam yang ditentukan semua barang sudah ada dan tertata rapi di gudang.


**********



*Srekkk* *srekkk*suara langkah kaki bapak itu menurun temponya hingga membuat tanah bersuara.


" saya rasa, ini sudah cukup sem.., cukup.. " sepertinya bapak ini menelpon orang sejenak dengan tetap berjalan pelan menuju keatas.


Dan terdengar suara samar dari arahnya, " I've been told you! How many times, should I..? should I..!!! HAAH..!! " sepertinya muncul suara lirih dari speaker hp bapak itu.


" sem, that was enough.., are you insane.. "


" this is a fckn CHANCES... you're not inlanders to-.. wh- hy so se--ser- -ious..? inga- -at pre-- pr-- m-- .... *tiiiiitt* "


" sem... sEM... SEMM... u SON OF....  ah, DAMN IT...."



Terlihat bapak itu mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam jaketnya, dia bergegas berlari ke arah atas


Dan sepertinya ia akan sampai, ke area pekerjaan.


Spoiler for Spoiler Ini:



" Noee... Nooe.. NOELLAA... , cepat siniii "


" aahh, iya, iya, pak, napa pak.., bentar.. "
dari kejauhan, saut seorang wanita muda yang berlari mendekat dari ujung kantor sementara ( kantor sementara proyek = direksi kit, biasa berbentuk kotak trailer atau dari papan triplek sejenisnya ). Dilihat dari bajunya sepertinya anak K3 / HSE, yang memang banyak perempuan di posisi ini.


" Noe, berapa yang akan datang ? "


" Hah apa.., dateng..? Hah, dateng.., oh, dateng.., rey belum dateng pak? Pasti kesasar di hutan, di tackle babi hutan.., trus dicekek babon.. kebiasaan.. "
ucap wanita K3 itu dari tengah lapangan dan tetap berlari kecil menuju pintu project.


Spoiler for Di Suatu Tempat:



**********




Kembali ke Atas Bukit



" Noella Juniantani, S.ST !! , saya sedang bertanya berapa trailer yang akan datang??!!! "


" roger that! Sir!


bentarrr, eng.....


Anu.., bukan ini, bukan..., ono juga bukan...


Ahh, ini 200 kendaraan pak! eh 400.. eh 300 ya ini FIX.. Jenisnya.... Dai---"
, jawab noella ke bapak itu setelah membuka catatan kecilnya berulang kali.


" --suruh orang-orang ngejauhi ujung tebing, kasi tau lidya, doni dan anak HSE lain agar kasi tau ke para pekerja, cepat! "


" u-- ujung tebing, wala-- walaupun disuruh juga ngga mau pak saya di ujung-ujung, nanti jatoo--


Ehh.., roger that! Sir! "
, ucap Noella dengan hormat bendera, dan langsung berlari ke arah direksi kit serta mengabari teman-temannya.


Sesekali dirinya tersandung batu dan jatuh di kondisi bukit yang tidak teratur, namun semangatnya tetap membuatnya terbangun. Ya, itulah Noella yang berperawakan sosialita namun tersasar di tempat ini.


Spoiler for Spoiler Ini:



" haduh, saya perlu bicara sama Daniel si hrd siala---


di kantor pasti bentuknya model semua "
ucap bapak itu, yang sepertinya memiliki posisi penting di project seraya berjalan menuju tempat lain.


**********



*kreeeeekkk* *jegleeek*si bapak ini membuka suatu ruangan dalam gudang.


Spoiler for Spoiler Ini:



" bgst, ga ada yang punya kunci ruangan ini kecuali saya disini...


tempat ini berada di Dokumen Rahasia Kontrak.., berlabel 'Qualified Information', kenapa bisa kebuka..


Cuma saya dan beberapa direksi, yang punya kewenangan buka..


Siala-


HAHAHAHA..


jadi gitu..


sekarang cuman saya yang ada disini, hebat kalian semua..,


Spoiler for tersadar:



HAHA.. bgst.. "
, ucap bapak ini sembil berlutut dan memegangi mukanya dengan kedua tangan.


Dan sepertinya, pintu yang hanya bisa dibuka dengan kartu ID beberapa orang itu sudah tidak terkunci lagi.


" --dinamit hilang... --dan tanggung jawab dengan pemerintah atas namaku.. HAHA.. cih.. ", suara keluar lirih dari bapak ini yang segera meninggalkan gudang dan terlihat mengarah ke basecampHSE/K3.


Spoiler for Spoiler Ini:



Teruntuk dinamit, di setiap project jika ada bebatuan yang menghalangi atau kebutuhan memangkas bukit untuk jalan bebas hambatan tol, barang ini diperlukan, tentu untuk lain-lain pula tegantung keadaan lapangan dan persetujuan pemerintahan.


**********



" Doni, mana kunci motor trailmu ? "


" eng, ini pak.., buat apa emang.. "
, sahut mas-mas bernama doni.


"saya mau kebawah ke kampung, ada barang yang mau saya ambil di penginapan", si bapak ini langsung mengendarai trail ke arah berlawanan.


Spoiler for Spoiler Ini:



" Pppak, salah arah paaakk... "


" Punya pimpro tua kek gini ini nih, ribet faktor U.. "
, seloroh doni ke bapak itu. Akhirnya kita tahu bapak itu adalah seorang Pimpinan Project disini.


Melihat arah si Bapak mengendarai motor, ia malah berkendara kearah sebaliknya. Bukan arah ke kampung yang seharusnya melewati warung Rey dan Maya bertemu. Namun malah kearah pintu 2, ya yaitu tempat kendaraan pengangkut tiba dan berkumpul malam ini.


*ttiiiitt* *tiitt*


" Sem, sudah saya bilang.. "


" Nomor yang anda tuju--- "


" Arrghh.., shitt.. "
, si bapak ini mencoba menelpon seseorang selagi mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.


Spoiler for Spoiler Ini:



*tiittt*


" sekarang anda masuk ke layanan pesan suara, silah-- "


" Sem, kau kira berapa tahun? saya berada di dunia ini?


dan camkan ini, keunggulan saya dari kau adalah 'I really know what streetjob is'... "



**********



Di Suatu Tempat Random



Si rey terlihat mengarahkan mukanya ke kanan dan kiri secara periodik, seperti menyaksikan sebuah theater khas eropa dengan pertunjukan seriosa nya.


Spoiler for Spoiler Ini:



" ndukk, kuliahmu piye, wis bar urung.. kok wis mulih wulan iki.., ndang dimarikno loh..., ndang ibu nggendong cucuk... ngunu kan mas'e.. ( nak cantik, gimana kuliahmu di kota, udah selesai belum, kok sudah ada disini bulan ini, cepet ayo diselesaikan.., ibu mau ngegendong cucu ini, bener kan maszehh? ) ", ungkap ibu warung ke Maya seraya menoleh ke arah Rey yang terlihat seperti bocah SD lihat kuda lumping yang sesekali ngelap ingus.


" buk, apaseh, iiiiihh..


Aku niku ujian skripsi buk'e.., nah tema nya ambil ing desa niki.., ( sekarang aku skripsi bu, tema penelitian tentang sekitaran desa )


apa liat-liat ! "


" woi.. woi..


woi..


woiii..


WOIIII...


Bolaaakk BOLLAAAA...


daripada liat ini, mending liat BOLAAA..


Ane pen ke penginapan beli cendol dawet limaratusan oa oe oa oe "
, ucap Rey sambil berdiri dan menggedor meja. Walaupun terlihat muka sedikit puyeng.


" lahhh, kata ibuku, orang-orang pada kerja diatas..,


situ nyasar kesini? ga tau jalan ke atas? ga jelas "


"om-om belanda gblg, hehe, gblg lu om naek meja segala... "
, celoteh asal si rey.


*DUUUUARRRR* *BOOOOMMMM* *BOOOOMMM*


Ya itulah perbedaan suasana yang sangat jauh dengan ketegangan yang terjadi di atas bukit dan suasana harmonis serta tentram di warung tengah bukit.


Another Scene of Prologue, End.



**********



Spoiler for pertanyaan yang tidak akan dijawab:


Sumber Images
Diubah oleh wukuwuye 19-04-2022 14:50
bukhoriganAvatar border
taosipudanAvatar border
phyu.03Avatar border
phyu.03 dan 11 lainnya memberi reputasi
12
5.3K
38
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53KAnggota
Tampilkan semua post
wukuwuyeAvatar border
TS
wukuwuye
#23
Spoiler for no open:



Update 16 April 2022


**********



CHAPTER 3 : Timeless of Revenge



CH 3 PART 1



Sudut pandang beralih ke Rey Winata, anak Dr. Winata.


Spoiler for Istirahat dan Pom Bensin:



" Le, Leeee...... woiii.... tak guyang banyu lohh kowe.. tangi gak ayo... heh ra tangi tak sogok tusuk sate lo tangi ra kowe... tak obong tak oles kecap loh silit iki.. ( nak, nak bangun nak, tak siram aer loh nanti.. ) "


Itulah suara berisik yang ku denger sejak tadi, suara yang terus-menerus kedenger dari kuping sampai otak sumsum tulang belakang, hingga ku hapal nada mayor dan minornya, kapan interval nada tinggi dan berhentinya. Bahkan jika ada perlombaan bikin jingle lagu hari ini juga, ku sodorin suara tadi ke panitia.


*keplaaakkk* *cetooookkkk*


" adooohhh, bgst...


apa ini ulegan batu... !!! kenapa di POM ADA BARANG MACAM INI SIH WOIII !!! "


" hehe, sampeyan ga bangun, bangun dari tadi... Keenakan tidur di pom bensin, tak tinggal mampos sampeyan xixixi... "


" woi.. woi.. woi..


om, situ kan kang sate napa bawa ulegan segala sih, ASTAGAAA.. YAAMPU... "


" Jangan panggil saya om, emang saya admin fitness..


panggil Pakde Jatmiko... atau panggil uncle miko.. "


" HAH !!!


kenapa malem - malem, gue harus mikir perbincangan model begini sih, asw....


serah ente lah.., omong-omong wc dimana ?? mau belakang dulu "


" sinilah... "


" oi, wc.. wc... saya tanya wc... "


" iya, disini, masa ga terasa "


" hahhh, terasa.. paan... "


" xixixixixixi "


Spoiler for woiii:



" HOIIIII, HOIIIII, NGAJAK GELOED LOEE....


( JADI SEPOI SEPOI GEMERICIK TADI BUKAN HUJAN LEWAT ASW... ) "



**********



Ya, percakapan malem-malem gblg tadi mending dilupain aja, area bawahku tidak bisa diajak kerjasama lagi, bener-bener kebelet ke belakang juga ini daritadi. Jadi, sekarang ku coba tanya pegawai SPBU Mart didalem aja, siapa tahu boleh numpang ke kos nya, engg.., maksudnya kamar mandi toko. Itu si Pakde Miko maen tengok-tengok rokok di etalase, makhluk itu bayar kaga tuh asw.... mencurigakan.


*kreeekkk*


Spoiler for minimarket waktu malam:



" misi mbak, mbak misi, oi, oi... woi... " *toel* *toel*


" iya, apaa maasss ? kembalian ambil ndiri mager... "


" WOI LU KAN KASIRNYA...


s-saya mau tanya kamar mandi mbak...? sebelah mana ? "
, setelah kutanya berulang-ulang, sepertinya pegawai disini sudah pada letih, ya memang walaupun ngejaga doang tapi kalo seharian juga pasti bakal capek sih. mending gw cari sendiri aja lah, kasian.


" disono, mass...!! dibelakang,, aahhh berisik.. duh.. ", timpal mbak-mbak penjaga spbu mart itu, nih cewek teler ga ati-ati apa tengah malem kaya gini, kan banyak pelanggan mart lewat, kalo ada yang ngapa-apain gimana coba. untung aja ini gw... gw.....


eng...... imut jug.... bgst napa mikir, sadar woi..., ah bodo, belakang dulu cari wc.


*depp* *depp* *depp* *depp*, suara jalan ke daerah belakang bangunan.


" bgst, air kagak ada... harus ngisi dulu.... "


*syuurrrrrrr*, buka air keran.


*grusak* *grusak*, ambil barang dari tas.


" eng nunggu bak penuh aja..


ngomong-ngomong, kenapa ini buku blueprint proyek suruh Pak Heru aku yang bawa? suruh khatamin lagi anj... ditulis didepannya 'Dokumen Rahasia Negara', bgst kenapa aing yang bawa...,


kalo sobek, suruh nempuin ratusan juta kaga anj...., eng tulisan apa ini 'Hanya 7 Copy Resmi Beredar'...  "



ya, gw coba mahamin ini buku blueprint tersebut selagi nunggu air kamar kecil terisi.


Spoiler for night read:



" E-e-eng, bangunan apa ini menahan xxxx Kilo Newton dan lendutan ijin xxxx kN dst..., b--b-bukannya item material nya juga berlebihan buat bangunan normal ya...


*sreekkk* *sreeeekkk*, balik balik halaman buku.


b-bahkan ini s-sangat lebih dari cukup untuk menahan gempa... apa bahkan berlebihan ya..


oh ye, Pak Heru jadi apa ya disini, engggg... halaman pengantar mana pengantar...ini... engg--- "



*bruuukkkkkkk*, buku jatuh.


" oi-- oi--


oi..,


, p-pro-ject a-apa i-ini.., k-kenapa a-ada na--ma pri-a t-ua i-tu... "



di halaman pemberian penghormatan buku blueprint, tertulis 'Terimakasih atas Pengabdian Riset Dr. Winata dan Kolega...dst'.


Spoiler for Dr. Winata's Project ?:



" y-yang terpenting untuk saat ini harus sampai ke desa itu dulu... "


**********



" aaahh lega juga... eng anu... mbaaakkk.. mbaakkk kasir..


pakdeeee.... ommm miko...... woi KANG SATEE, MANE ENTE...???!!! "
, bgst napa jadi gw sendrian. *tengok* *kanankiri*


Tadi kan si mbak-mbak teler itu ada disini di kasir, ini tasnya masih ada dibawah meja kasir. Si pakde tadi habis liat-liat rokok, trus jalan ke etalase makanan ringan di ujung sana ya. Okelah coba kuputerin dulu.


*dep dep dep depp*, langkah kaki,


*tengok kanan kiri* *jalan pelan*, Disini kosong... woi apa ini... saos tumpah ya, apa sirup...


*nunduk* *jongkok* *sentuh*, noda dibawah, ini bukan tindakan asusila kan, iya kan. ku coba ulangi pertanyaan itu berulang-ulang di kepalaku. Masak om-om tadi orang mesum, sih.


Apa gw daritadi bersama seorang penjahat ?


*cium bau* *hirup cairan di jari*


Bgst... i-ini.... bukan tumpahan sirup..


*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt* *linglung* *pusing*


arrghh.., i-ini darah... darah makhluk hidup..., uuughhh, kenapa disaat kayak gini sih, obatku mana ya. Padahal di kantong tas sebelah sini tadi.


*sreeett* *sreettt* *buka tas*, suara kantong tas terobrak abrik.


Oh ini, gw harus cepet minum, *buka* *tablet* *gleekk gleek glekk*.


kayaknya ada suara, iya, terdengar suara dari luar bangunan, " bentar, woy aku mau ke dalem dulu, mau ambil rokok bozzz sekalian ambil tas cewe ini... "


Spoiler for Keramaian dari arah luar:



" Buruan, jangan lama-lama "
, sahut orang yang berada diluar, dan satu orang sepertinya menuju kemari dan bakalan masuk ke sini.


eng, itu pakde sama mbak kasir diluar ya, ngeliat dari kaca kayak gini memang sulit sih. Lagipula, kayaknya semacem preman daerah sini ya, bukannya mereka tahu setiap supermarket atau bahkan spbu ada cctv... a-apa j-jangan mereka kaga tau pengetahuan umum kek gitu ???


*kreeeeeekkk*


" nihao maaa, sepadaaaaa, rokok mana rokok...  di sebelah mana.. yaa.. *toleh* *toleh* *liat kanan kiri*


eh.. ehhh.... kau siapa ? "
, sahut orang yang baru masuk kepadaku sambil mengarahkan telunjuknya tepat kedepan mukaku.


emm.., yak, aku sekarang berhadapan secara garis lurus dengan orang itu, dan hingga saat ini belum tahu apa yang mesti dilakukan, karena kejadian ini gak pernah aku bayangkan sebelumnya.


*hening* *saling tatap*


Namun, jika melihat dari postur perawakannya memang persis preman ya, ponsel ku lagi lowbat bgst, telepon umum ada diluar ada jarak sekitar 300 meter, bahkan hanya untuk menunggu polisi datang, kita masyarakat perlu waktu 1 jam lebih untuk menunggu mereka datang dan di kondisi daerah pedalaman seperti ini, belum lagi jam karet para oknum. Gw mikir harus ngapain, argghh shi--.


Oke tenang, dalam kondisi kek gini gw harus baca kondisi sedetail mungkin...oke, tangan kanan dia ngegenggam pisau... tangan kiri kosong dengan cincin akik menonjol... ada rantai gir nge-iket di saku celananya.... leher ada kalung diujungnya terlihat benda seperti pisau lipat serbaguna.


" mas... kenapa bengong..?? situ sudah lihat ke luar ya, HUAHUAHAHA... SAKSI MATA..


harus di---.. "



**********



Sudut pandang beralih orang ke-3


Spoiler for Keramaian waktu petang:



Di luar supermarket, terlihat keadaan mulai gerimis, air hujan mulai beriringan jatuh dan mendetak aspal-aspal jalanan di sekitar area pengsian bnsin ini dan awan mulai menghitam menandakan akan turun hujan lebat setelah gerimis ini. Diarah jalan pintu masuk Pom Bensin terdengar suara beberapa sekumpulan orang berbicara dan begerombol menggunakan sepeda motor.


" Ayo mana, kendaraan-kendaraannya mbak... buka garasinya cepetan !!! ada mobil box bosmu kan disana, sama sepeda motormu mana !!! ", sahut seseorang yang tampaknya adalah pimpinan dari geng motor lokal ini dan tampaknya anak buahnya terlihat masih seumuran anak muda sekolah 14 - 19 tahun dan juga ada bapak-bapak middle aged-mandi belakangnya.


" boss, kalo ga mau buka garasi, buka bajunya aja, hehehe hehehe... mulus tuh... "


" he.. bocah, jangan ngomong gitu sampeyan ke perempuan ! "


" heh mbah-mbah diem aja, mau aku ancurin gerobak sate mu ! mau aku beret lagi pakai ini hahahaha *sreeeetttt* wkwk, bagus kan muka kau beret-beret mirip sambel terasi...!!! "



*depp* *dep* *depp* *dep*, suara langkah kaki dari kejauhan.


dari kejauhan pintu supermarket terlihat 2 orang datang dengan salah satunya berjalan agak menyeret kaki dengan keadaan tubuh babak belur dan di seret oleh orang yang di depannya.


" Bos ada satu nih dalem supermarket... "


*brruuukkk*, melemparkan seseorang.


" hah kowe pateni ta wong iku su ? ( kamu bunuh kah orang itu anj.. ? ) "


" eng-enggak kok bos... "



Sepertinya orang yang diseret satu orang lainnya tak lain dan tak bukan adalah rey yang terlihat sudah babak belur dengan posisi terlungkup dengan hujan dan darah yang mengalir bersamaan di wajahnya, di tengah itu ia berbisik lirih, " em... aaghhh... k-kejadian seperti ini lagi ya..., i-itu pak penjual sate... kah? i-itu j-uga mbak kasir... "


" m-mas ampun mas j-jangan bunuh saya mase, a-ambil semua uang saya di grobak ya mase, anak saya lagi nunggu saya di rumah.... ", *sujud* *sujud*, ucap tukang sate itu ke para pria di depannya.


" aaahhhhh..., j-jangan, jangan... pegang aku... ", *buuukkk* *baakkkk*, suara orang menendang muka penjual sate.


" ei, cewe yang itu... b-buka aja bajunya, garap aja disini xixixixi.... "


Quote:



Spoiler for Hujan dan Darah, lagi..:



" huhhhh.., h-hujan..., a-air ini.. lagi..


...d-darah ini... lagi ? dua hal ini lagi.. ?


kenapa semua selalu begini..?


berakhir begini... HAHAHA..


oi.., Tuhan..., K-Kau dimana...


sejak d-dulu ? s-sejak s-saat i-itu....  HAAHH


WOOIIIII, JAWAB GW.....!!!!????"
, teriak Rey dalam benaknya.


*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*


**********



*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*


Spoiler for Kenangan, Waktu dan Harapan:



*wiyuuu* *wiyuuu wiyuuuu*, suara ambulance dan keramaian.


Spoiler for ambulance:



*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*, bertahun-tahun sebelumnya.


" Bi-- Bibiiii kartikaa, ayaaah.. sama bundaa.. manaaa ? "


" rey, nakk sayaang... kenapa ada disini ? sama siapa kamu kesini..? ini bukan tempat mainan anak kecil "


Spoiler for Realita Pahit Sang Waktu:



" B-bibi kartikaa..., ayaah bundaa manaa...


akuu bawa bola, ayo main tangkap bola sama ayah, hihi.. hihihi.... "


" reeyy, anak kuu... ayah dan bundamu lagi bertugas... "


" Bi-bibiii, apa rey ganggu ayah sama bunda yaa ? "


" mereka orang baik nak sayaang... jangan dengarkan hal-hal lain ya nak... "


" B-bibii, kenapa nangis... kataa ayaah jadi orang harus kuat, menurut ku bibi itu kuat, jadi... "
, seloroh anak kecil itu mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan menyapuh mata wanita didepannya.


*usap* *usap* *airmata terusap saputangan*


" sayaang... anak pinteerrr... roy pasti bangga ngeliat kamu nak... ", *eluskepala*.


" bibiii... apa aku cuman repotin ayah bunda ? jadi mereka ga mau ketemu rey ? "


" ngga, sayang, mereka cinta banget sama kamu.. "
, ucap bibi kartika dengan mengelus dan memeluk erat anak kecil itu.


Ditengah luapan emosi yang tengah terjadi, sang bibi berbisik, " perjalananmu masih panjang nak... ingat, walaupun seluruh orang di negri ini tidak ada yang tahu tentang ayah bundamu.. mereka.., bahkan terhujat..


setidaknya bibi tahu yang mereka lakukan dari subuh hingga purnama setiap harinya... yang akan kamu mengerti kelak, apa yang coba mereka perjuangkan... "
, ungkap bibi kartika dan mengajak rey pergi ke tempat lain.


" B-Bibi... lihat.., orang - orang itu kenapa buru-buru masukin orang-orang yang sedang tidur ke mobil "


Spoiler for everlasting sleep:



" r-rey... sini nak, kita cari jajan di supermarket ya.. "
, sahut Bibi Kartika yang langsung menggendong anak kecil itu.


Spoiler for Air hujan dan kegelapan:



" emm, kar, dia sama aku... "


" tyok..!? , kenapa kau ajak anak kecil kesini ! "


" dia anaknya, dia berhak tahu keadaan orang tuanya kar.., sudah tenangkan dirimu... "


" t-tapi ini, k-kan... "


" lagipula.., ini kan di,, ah.. Sudahlah.. !! "



Di tengah malam yang hujan ini, kartika berjalan kearah tyok dan berbisik, " lusa kemarin... data anak ini, sudah di hapus roy dari pengolahan data negara


dan kau yokk.. membawa kemari ke khayalak.. ngbuat jadi runyam..., sadar ga sih, bodo. "


" kar, kar.. aku bawain kamu makanan... "


" ga, perlu.. "


" Hei, kar, dengerin dulu... anak itu bahkan..


Hingga mereka ga ada...


Setidaknya dia bisa melihat terakhir kali ! "



Kartika yang tadinya akan pergi meninggalkan lokasi tersebut tiba tiba menurunkan Rey dan langsung menuju ke tempat Tyok,


*Plaaaaaakkkk*


" kar..., apa-apaan.. "


" kau harusnya melihat lebih jauh kedepan...,


Aku nggak mau ngomong sama kamu lagi... "


" k-kar, s-sebenarnya, kakakmu Winata bertemu dengan ku, kemarin malam di pelabuhan, i-ini ada bundle kotak yang katanya perlu kamu simpen... buat Rey nanti... saat ia cukup umur... kata win.


s-sudah, aku cuman mau titip kotak itu sama bawa rey ke kamu.. "



*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*


**********



*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*, bertahun-tahun setelahnya.


Spoiler for Lapangan bermain taman kanak-kanak:



Di suatu taman kanak-kanak di tengah lapangan sekolah saat hujan.


*bruukkk* *braakkk* *bruukk* *brakkk*


" r-rey manaaa, serahin kotaknya, atau k-kita pukulin terus nih... "


Spoiler for bullied:



" i-iya rey... mana... duh.. "
, ucap sekumpulan anak lain yang ingin merebut kotak yang di pegang rey.


" ng-nggaaak, ga mau... reza.. ikbal.. ahmad... aku ga mau ngasi ke kalian... ini bukan milik ku atau milik k-kalian...


ini punya i-ibu kantin... "


" iiihh, mana lepasin, aduh... "



*bruukkk* *braakkk* *bruukk* *brakkk*


" r-reza... berhentiiii... aku panggilin guru lohhh...


buuu..,, guru...., reza.... buat ulah lagi.. "
, teriak satu orang anak perempuan yang melihat ada perkelahian di lapangan.


" w-woi k-kabur... kabur...


j-jess...!! awas kamu nanti... cepu cepu gini... "


" b-biarin.... wleeeee "
, sahut anak perempuan itu yang langsung memanggil guru.


Di tengah lapangan ada anak kecil yang membela mati-matian sebuah kotak kecil yang terlihat seperti berisi makanan kue-kue an, ia terlihat sangat kesakitan dan hidungnya mengeluarkan darah. Tetesan darah di wajahnya mengurai bersama air hujan yang juga tengah turun di lapangan sekolah taman kanak-kanak ini.


Dari arah kelas sang ibu guru akhirnya datang, " Rey, kamu ngga apa.... i-ini kan kotak kue bu kantin ya ? "


" i-iya bu..., l-lagi lagi rey ga bisa jagain.. kuenya semua rusak..
*hiks* *hiks *hiks*,m-maaf...


bu guru..., aku mau jadi lebih kuat. biar rey bisa jagain yang harus bisa rey jaga. "



**********



*Zzzzrrtttttt* *Bzzzrrttttt*, beberapa tahun berselang.


*huffthhh* *huffthhh* *huffthhh* *huffthhh*, suara napas.


Spoiler for Lapangan kenangan:



" rey.., Gedung SD mau tutup, kau mau latihan lari sampai kapan ? "


" bentar pak, 1 lap lagi pak....


n-nanti aku bantu, bersihin gudang olahraga ya pak... mumpung besok libur "


" ahhh, ada-ada aja kau, yaudah kalo selesai, saya tunggu bantu beres-beres gudang sama saya... "


" oke pak... "


" ahhh- murid yang satu ini kenapa ya... "
, ucap lirih guru tersebut.


lapangan sekolah SD saat itu masih tersisa satu orang yang berlari, ya, dihari yang mulai berganti ke suasana petang dengan keadaan sekolah yang hampir tutup. Tetap ada seseorang yang sesekali mengelap keringat dari tubuhnya dan berlari mengikuti belokan lapangan sekolah, dengan tatapan tajam matanya yang terus terpancar walaupun keadaan gerimis. Kegiatan yang selalu diulanginya di setiap akhir pekan sekolah.


to be continued to CH 3 Part 2.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.