Kaskus

Story

chomchoromAvatar border
TS
chomchorom
Asrama Horror Story
Hai agan sekalian..
Ane yg masih newbie ini ingin menuliskan sebuah kisah kelam seorang gadis yg tinggal di sekolah berasrama. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Welcome kritik dan saran yg ramah.. 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak dan bagi cendolnya yaaa 🙈🙈



Asrama Horror Story

Quote:



Index:
Bab Satu
Bab Dua
Bab Tiga
Bab Empat
Bab Lima
Bab Enam
Bab Tujuh
Bab Delapan
Bab Sembilan
Bab Sepuluh
Bab Sebelas
Diubah oleh chomchorom 26-05-2022 23:05
c4kr4d3w4Avatar border
69banditosAvatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 15 lainnya memberi reputasi
16
5K
55
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.7KAnggota
Tampilkan semua post
chomchoromAvatar border
TS
chomchorom
#17
Bab 9
kaskus-image


Andin dan Dhea menghampiri Anita. Mata mereka langsung tertuju pada buku diary misterius yg ada di tangan Anita.

Ketiganya menatap serius gambar yg terdapat di halaman buku tersebut. Sebuah bintang misterius yg tampak familiar.

kaskus-image

"Halaman selanjutnya cuma ada coretan benang kusut...." Bisik Anita sambil memperlihatkannya pada kedua sahabatnya.
"Hape lu Dhe" Ucap Andin sambil menadahkan tangannya pada Dhea.
"Nih.. Buat apa din??" Tanya Dhea sambil menyerahkan ponsel miliknya pada Andin.

Tanpa menjawab, Andin langsung memotret gambar tersebut dan mencarinya di internet.

Dari sekian banyak hasil pencarian hanya satu kesaamaan.

"Lambang setan..." Ucap Andin sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.

Ucapan Andin menarik perhatian kedua sahabatnya yg ikut melihat apa yg dilihat Andin di ponsel Dhea.

kaskus-image

"Baphomet??" Tanya Anita yg membaca sebuah nama.

Lagi-lagi Andin mencari nama tersebut di laman pencarian online.

"Pada 1980-an dan 1990-an, histeria pelecehan ritual setan menyebar ke seluruh Amerika Serikat dan Inggris, di tengah kekhawatiran bahwa kelompok setan secara teratur melakukan pelecehan seksual dan membunuh anak-anak dalam ritual mereka..."
"Kok jadi makin serem gini sih din???" Anita tidak bisa menutupi rasa khawatirnya.
"Tapi perasaan gue kaya sering liat lambang ini deh.."
"Dimana Dhe??"
"Masalahnya itu.. Gue mendadak amnesia kalo lagi genting gini din.."
"Halaman selanjutnya ga ada lagi selain benang kusut??" Tanya Andin pada Anita yg memegang buku tersebut
"Kosong din.."

Anita memberikan diary tersebut pada Andin agar bisa melihatnya sendiri.

"Apa kita lanjutin baca lagi aja guys??" Tanya Andin pada kedua sahabatnya itu.

Ketiganya duduk di kasur mereka dan berkumpul untuk melanjutkan membaca buku harian tersebut.

"Tanggal 29 Agustus 20xx.. Hari ini latihan basket. Entah mengapa aku merasa malas latihan.. Saat itu aku melihatnya di depan UKS. Lagi-lagi jantungku berdegup kencang saat bertatapan dengannya. Sialnya aku jadi tidak fokus dan terkena lemparan bola basket! Aku mimisan emoticon-Frown" Andin membalik halaman berikutnya

"Tanggal 30 Agustus 20xx.. Dia memintaku berfoto menggunakan baju basket? Memalukan sekali. Apakah ini sebuah ejekan? Aku tidak akan memberikannya!!"

"Tanggal 12 juli 20xx.. Besok libur karena kakak kelas sedang ujian.. Bosan sekali. Teman-temanku pulang ke tumah mereka sedangkan aku harus menetap karena libur hanya 3 hari dan ongkos pulang sangatlah mahal.."

"13 juli 20xx.. Besok aku diajak makan diluar!! Yeaaaay!! Akhirnya liburanku tidak begitu menyedihkan!!! Aku akan mengambil surat izin untuk besok!!!"

"14 juli 20xx.. Aku.... Ingin mati saja........."

Tangan Andin gemetar membaca diary itu. Air mata Anita pun sudah menetes sejak tadi. Dhea yg sangat serius meminta Andin melanjutkan membaca.

"Tanggal.. 30 juli.. Aku dipanggil ke ruang guru.. Aku seperti hendak diadili atas tuduhan yg tidak pernah ku lakukan.. Hatiku hancur. Kepalaku sakit. Mataku pedih karena terus menangis.. Disana.. Tidak ada satupun yg membelaku selain wali kelasku.."

"31 juli 20xx.. Mengapa hidupku jadi seperti ini??? Aku harus mandi. Aku merasa kotor. Tubuhku sangat kotor.. Tapi berapa kali pun aku mandi aku tetap merasa kotor.. Aku jijik pada diriku sendiri.."

"Gue.. Ga kuat dhe.. Lu aja yg baca gimana????" Tanya Andin pada Dhea yg masih sangat serius mendengarkan

Buku berpindah tangan. Dhea menggantikan Andin membaca.

"Hari-hari ku hancur. Setiap hari dia datang dan aku selalu tidak bisa berbuat apa-apa.. Aku merasa jijik.. Aku sangat membencinya!! Ia memperlakukanku seperti mainan.."

"Tato itu mengerikan!! Aku berhasil mencakar tengkuknya hingga berdarah saat dia hendak melakukan itu lagi. Tetapi tato itu seolah menyerap darahnya.. Apakah aku mulai berhalusinasi???"

Dhea berhenti membaca karena tiba-tiba Anita pingsan.

Dengan cepat Dhea hendak memanggil petugas kesehatan. Tetapi Andin menghentikannya.

"Gue.. Gue tau.. Tato itu.."
"Din! Itu ga lebih penting dari Anita kan???"
"Jangan!!! Gue.. Gue udah ngerasain apa yg dirasain dhe.. Gue.. Gue tau siapa orangnya.."

Dhea kebingungan harus berbuat apa melihat tubuh Andin yg bergetar hebat seperti orang menggigil.

"Tenang dulu yah din.. Minum dulu.."
"Please.. Dhe... Anita ga boleh ke UKS.."
"Karena??"
"Dokter imam dhe.. Orang itu.. Dokter Imam.."

Dhea tidak bisa berkata-kata. Mengingat bahwa sahabatnya sangat sering dilarikan ke UKS dengan paksa dan selalu berakhir berduaan dengan dokter Imam.

"Gue.. Gue.. Belakangan.. Gue juga ngerasain dhe.. Apa yg di rasain pemilik diary itu.."
"Din.. Sori kalo gue keliatan ga punya empati. Tapi kita harus bangunin Anita dulu.."
"Dhe.. Anita bukan pingsan.."
"Maksud lo???"
"Anita...."

Bersambung...
69banditos
itkgid
simounlebon
simounlebon dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.