- Beranda
- Militer dan Kepolisian
Terkonfirmasi | Drone Orion-E Rusia Tersengat Rudal Panggul Starstreak
...
TS
si.matamalaikat
Terkonfirmasi | Drone Orion-E Rusia Tersengat Rudal Panggul Starstreak
Quote:
Kabar kurang baik kembali datang dari lini alutsista Pak Putin, pada 7 April 2022 lalu dilaporkan bahwa drone Orion-E berhasil disengat rudal panggul Starstreak. Keberhasilan tersebut terjadi tak lama setelah Inggris mengumumkan bakal mengirim varian rudal Starstreak ke Ukraina, kebetulan yang dipakai pasukan Ukraina kali ini adalah versi rudal panggul (Man Portable Launcher); bukan versi senjata yang dipasang pada tripod atau kendaraan taktis. Hal tersebut tentu memudahkan dalam operasionalnya.
Tentara Ukraina bernama Yuri Kochevenko membagikan video penembakan drone tersebut di Twitter, dan sekejap langsung viral. Sang algojo Orion-E yang memakai Starstreak lagi-lagi berasal dari satuan 95th Air Assault Brigade. Sebelum Orion-E, Starstreak dilaporkan telah lebih dulu mengeksekusi helikopter serang Mi-28 Havoc.
Selayang pandang tentang drone Orion-E, termasuk drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance). Di mana Orion-E bisa terbang terus menerus selama 24 jam non stop pada ketinggian maksimal 8.000 meter dan punya jarak jelajah sejauh 250 km jika menggunakan sistem kendali LoS (Line of Sight), sementara jika menggunakan unmanned transponder maka jarak jelajahnya adalah 300 km. Drone Orion-E dibekali sebuah mesin turbo propeller Saturn 36MT dengan tenaga 100 hp.
Selain itu, Orion-E punya kemampuan melepaskan 4 bom pintar atau rudal dengan bobot masing-masing 50 kg. Secara teknis drone buatan Kronstadt Group ini mampu terbang dengan kecepatan 120 sampai 200 km per jam. Pada bagian fuselage dipasangi kubah yang berisi sensor electro-optical/infrared (EO/IR) yang dilengkapi dua kamera thermal, wide angle TV camera, dan laser range finder. Orion-E memiliki berat lepas landas maksimal 1000 kg dan muatan maksimal 200 kg.
Drone buatan Kronstadt Group ini melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2016, dan pada tahun 2020 secara resmi memasuki dinas Angkatan Darat Rusia. Sejauh ini Kronstadt telah memproduksi 30 unit Orion-E. Selain Ukraina, Rusia juga menggunakan drone ini di Suriah untuk menyerang target darat.
Sementara sang algojo Orion-E mrupakan rudal anti pesawat buatan Inggris, yang mampu melesat sampai kecepatan Mach 4. Starstreak dikemas dalam tabung tersegel yang bebas perawatan sepanjang umur pakainya. Rudal cukup disimpan sesuai petunjuk pihak pabrikan hingga tanggal kadaluwasa; tanpa perlu pengecekan secara berkala. Untuk masa pakai Starstreak adalah 15 tahun.
Tabung peluncur Starstreak berisi rudal yang terintegrasi dengan alat pembidik, di mana alat tersebut sudah dilengkapi stabilizer otomatis. Saat operator membidik target, aiming unit akan mangalkulasi target; sehingga diperoleh jalur lintasan yang pas untuk mengarahkan rudal menuju sasaran.
Setelah proses membidik target selesai, operator tinggal memencet trigger yang akan menyalakan booster. Setelah itu motor utama akan menyala, dan rudal bakal melesat pada kecepatan awal Mach 3.5. Karena tingkat akselerasi yang cukup tinggi, kecepatan supersonik tersebut bisa dicapai dalam jarak 400 meter dari posisi operator.
Selain varian rudal panggul, Starstreak juga dibuat dalam varian "Lightweight Multiple Launcher (LML)"yang dibekali tiga rudal yang siap ditembakkan, selain digunakan sebagai unit peluncuran stasioner di darat yang dipasangkan dengan tripod; varian LML ini juga bisa dipasang pada kendaraan ringan seperti Land Rover atau HMMWV.
Referensi Tulisan: presswire18.com& indomiliter.com
Sumber Foto: sudah tertera di atas
Tentara Ukraina bernama Yuri Kochevenko membagikan video penembakan drone tersebut di Twitter, dan sekejap langsung viral. Sang algojo Orion-E yang memakai Starstreak lagi-lagi berasal dari satuan 95th Air Assault Brigade. Sebelum Orion-E, Starstreak dilaporkan telah lebih dulu mengeksekusi helikopter serang Mi-28 Havoc.
Quote:
Selayang pandang tentang drone Orion-E, termasuk drone jenis MALE (Medium Altitude Long Endurance). Di mana Orion-E bisa terbang terus menerus selama 24 jam non stop pada ketinggian maksimal 8.000 meter dan punya jarak jelajah sejauh 250 km jika menggunakan sistem kendali LoS (Line of Sight), sementara jika menggunakan unmanned transponder maka jarak jelajahnya adalah 300 km. Drone Orion-E dibekali sebuah mesin turbo propeller Saturn 36MT dengan tenaga 100 hp.
Selain itu, Orion-E punya kemampuan melepaskan 4 bom pintar atau rudal dengan bobot masing-masing 50 kg. Secara teknis drone buatan Kronstadt Group ini mampu terbang dengan kecepatan 120 sampai 200 km per jam. Pada bagian fuselage dipasangi kubah yang berisi sensor electro-optical/infrared (EO/IR) yang dilengkapi dua kamera thermal, wide angle TV camera, dan laser range finder. Orion-E memiliki berat lepas landas maksimal 1000 kg dan muatan maksimal 200 kg.
Drone buatan Kronstadt Group ini melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2016, dan pada tahun 2020 secara resmi memasuki dinas Angkatan Darat Rusia. Sejauh ini Kronstadt telah memproduksi 30 unit Orion-E. Selain Ukraina, Rusia juga menggunakan drone ini di Suriah untuk menyerang target darat.
Quote:
Sementara sang algojo Orion-E mrupakan rudal anti pesawat buatan Inggris, yang mampu melesat sampai kecepatan Mach 4. Starstreak dikemas dalam tabung tersegel yang bebas perawatan sepanjang umur pakainya. Rudal cukup disimpan sesuai petunjuk pihak pabrikan hingga tanggal kadaluwasa; tanpa perlu pengecekan secara berkala. Untuk masa pakai Starstreak adalah 15 tahun.
Tabung peluncur Starstreak berisi rudal yang terintegrasi dengan alat pembidik, di mana alat tersebut sudah dilengkapi stabilizer otomatis. Saat operator membidik target, aiming unit akan mangalkulasi target; sehingga diperoleh jalur lintasan yang pas untuk mengarahkan rudal menuju sasaran.
Setelah proses membidik target selesai, operator tinggal memencet trigger yang akan menyalakan booster. Setelah itu motor utama akan menyala, dan rudal bakal melesat pada kecepatan awal Mach 3.5. Karena tingkat akselerasi yang cukup tinggi, kecepatan supersonik tersebut bisa dicapai dalam jarak 400 meter dari posisi operator.
Selain varian rudal panggul, Starstreak juga dibuat dalam varian "Lightweight Multiple Launcher (LML)"yang dibekali tiga rudal yang siap ditembakkan, selain digunakan sebagai unit peluncuran stasioner di darat yang dipasangkan dengan tripod; varian LML ini juga bisa dipasang pada kendaraan ringan seperti Land Rover atau HMMWV.
Quote:
Referensi Tulisan: presswire18.com& indomiliter.com
Sumber Foto: sudah tertera di atas
Diubah oleh si.matamalaikat 13-04-2022 04:16
4l3x4ndr4 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
7K
22
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer dan Kepolisian
2.1KThread•2.4KAnggota
Tampilkan semua post
PhaantomPain
#2
Ngasih dikit perspektif dari gw boleh ya gan:
1. Semua ini hanyalah masalah perspektif gan, untuk yang negara barat sih jelas mereka merasa mempunyai kewajiban membantu karena mempertahankan influens, image positif dan kepentingan mereka di ukrain. Sedangkan yang negara russiya mengganggap bantuan barat itu memperparah situasi dan bentuk provokasi.
Tapi dari sudut pandang netral itu sangat disayangkan bahwa perang itu sendiri harus terjadi. Ada banyak cara dan jalan yang bisa ditempuh tanpa mengambil jalan konflik. Dengan mengambil jalan konflik invasi ukrain ini berarti russiya menutup jalan2 damai lainnya yang bisa ditempuh dan membuka ketegangan regional dengan negara tetangga satu rumpun dan satu agama untuk waktu beberapa dekade kedepan.
2. Organisasi PBB itu jangan terlalu dianggap mempunyai "Power over sovereignty" atau kekuasaan atas suatu negara gan. Anggap aja kayak ASEAN yang hanya sebagai wadah kerjasama & forum diskusi. Sekarang begini aja apakah PBB mempunyai perekonomian sendiri? mempunyai militer sendiri? mempunyai kedaulatan sendiri? Jawabannya tidak karena mereka "meminjam" kekuatan itu dari negara sponsor untuk menegakkan "Rule of Law" mereka, nah sekarang yang jadi negara sponsor kebanyakan barat jadi jangan heran kalau kicep sama tekanan barat atau tekanan siapapun nantinya yang jadi "sponsor".
3. Kalau gw pribadi selalu kurang sreg dengan label "polisi dunia" yang ditempelkan pada amrik. Apa-apa yang dilakukan Amrik itu hanya untuk kepentingan nya sendiri. Hanya saja kebetulan kadang kepentingannya sejalan dengan kepentingan negara2 tertentu dari mulai sekutu tradisionilnya seperti inggris& australi , atau negara yang sosiopolitiknya berbeda jauh seperti Arab saudi. Sehingga dibuat persepsi apa yang dilakukan amrik itu demi tatanan dan ketertiban dunia, walaupun kadang bukan amrik sendiri yang membuat persepsi tersebut tapi negara2 yang berkepentingan atas image "polisi dunia" tersebut.
Kalau untuk ini gw setuju Amrik sih hanya mendulang untung dari situasi konflik rusia ukrain ini, karena yang dirugikan sih terutama ukrain, russiya dan eu. Jadi mau gak mau apa yang dilakukan russiya sekarang itu terkesan blunder.
China itu udah contoh paling nyata kekuatan berkembang yang menantang hegemoni barat tapi menggunakan soft power macam ekonomi, politik dan diplomasi.... walaupun gitu China memiliki hardpower yang kuat sehingga tidak bisa dianggap remeh oleh rivalnya. Taiwan itu lebih rendah statusnya daripada ukrain tapi China selalu hati2 dan mempertimbangkan semua pro dan cons nya sampai sedemikian rupa ketika membahas reunifikasi sehingga ngebuat amrik bener2 mikir dua kali sebelum menjatuhkan sanksi tetek bengek kepada China.
Tapi tidak luput jadi perhatian adalah keinginan dari Ukraina itu sendiri. Adalah hak bagi suatu negara berdaulat dalam membuat keputusan demi kemakmuran negaranya walaupun itu berarti berubah haluan doktrin lama nya. Silakan mau adu otot, adu teknologi, adu propaganda tapi yang penting itu konflik jangan jadi jalan dalam menyelesaikan masalah, karena yang ada itu menimbulkan masalah lagi kedepannya.
Saya sih sebagai netral selalu menyarankan untuk tidak usah terlalu fanatis membela atau menyerang satu pihak, doakan saja supaya cepat damai karena progres umat manusia keseluruhan bisa tercapai di waktu damai.
1. Semua ini hanyalah masalah perspektif gan, untuk yang negara barat sih jelas mereka merasa mempunyai kewajiban membantu karena mempertahankan influens, image positif dan kepentingan mereka di ukrain. Sedangkan yang negara russiya mengganggap bantuan barat itu memperparah situasi dan bentuk provokasi.
Tapi dari sudut pandang netral itu sangat disayangkan bahwa perang itu sendiri harus terjadi. Ada banyak cara dan jalan yang bisa ditempuh tanpa mengambil jalan konflik. Dengan mengambil jalan konflik invasi ukrain ini berarti russiya menutup jalan2 damai lainnya yang bisa ditempuh dan membuka ketegangan regional dengan negara tetangga satu rumpun dan satu agama untuk waktu beberapa dekade kedepan.
2. Organisasi PBB itu jangan terlalu dianggap mempunyai "Power over sovereignty" atau kekuasaan atas suatu negara gan. Anggap aja kayak ASEAN yang hanya sebagai wadah kerjasama & forum diskusi. Sekarang begini aja apakah PBB mempunyai perekonomian sendiri? mempunyai militer sendiri? mempunyai kedaulatan sendiri? Jawabannya tidak karena mereka "meminjam" kekuatan itu dari negara sponsor untuk menegakkan "Rule of Law" mereka, nah sekarang yang jadi negara sponsor kebanyakan barat jadi jangan heran kalau kicep sama tekanan barat atau tekanan siapapun nantinya yang jadi "sponsor".
3. Kalau gw pribadi selalu kurang sreg dengan label "polisi dunia" yang ditempelkan pada amrik. Apa-apa yang dilakukan Amrik itu hanya untuk kepentingan nya sendiri. Hanya saja kebetulan kadang kepentingannya sejalan dengan kepentingan negara2 tertentu dari mulai sekutu tradisionilnya seperti inggris& australi , atau negara yang sosiopolitiknya berbeda jauh seperti Arab saudi. Sehingga dibuat persepsi apa yang dilakukan amrik itu demi tatanan dan ketertiban dunia, walaupun kadang bukan amrik sendiri yang membuat persepsi tersebut tapi negara2 yang berkepentingan atas image "polisi dunia" tersebut.
Kalau untuk ini gw setuju Amrik sih hanya mendulang untung dari situasi konflik rusia ukrain ini, karena yang dirugikan sih terutama ukrain, russiya dan eu. Jadi mau gak mau apa yang dilakukan russiya sekarang itu terkesan blunder.
China itu udah contoh paling nyata kekuatan berkembang yang menantang hegemoni barat tapi menggunakan soft power macam ekonomi, politik dan diplomasi.... walaupun gitu China memiliki hardpower yang kuat sehingga tidak bisa dianggap remeh oleh rivalnya. Taiwan itu lebih rendah statusnya daripada ukrain tapi China selalu hati2 dan mempertimbangkan semua pro dan cons nya sampai sedemikian rupa ketika membahas reunifikasi sehingga ngebuat amrik bener2 mikir dua kali sebelum menjatuhkan sanksi tetek bengek kepada China.
Tapi tidak luput jadi perhatian adalah keinginan dari Ukraina itu sendiri. Adalah hak bagi suatu negara berdaulat dalam membuat keputusan demi kemakmuran negaranya walaupun itu berarti berubah haluan doktrin lama nya. Silakan mau adu otot, adu teknologi, adu propaganda tapi yang penting itu konflik jangan jadi jalan dalam menyelesaikan masalah, karena yang ada itu menimbulkan masalah lagi kedepannya.
Saya sih sebagai netral selalu menyarankan untuk tidak usah terlalu fanatis membela atau menyerang satu pihak, doakan saja supaya cepat damai karena progres umat manusia keseluruhan bisa tercapai di waktu damai.
Diubah oleh PhaantomPain 13-04-2022 14:35
4l3x4ndr4 dan 2 lainnya memberi reputasi
3




